Danau Cintaku

Danau Cintaku
Cincin


__ADS_3

" Saya tidak pernah memutuskan hubungan dengan Reina, karena dari awal kenal sampai sekarang, hubungan kami hanya sebatas kerja sama dalam pekerjaan saja. Sebaiknya pembicaraan tentang Reina tidak usah dibahas disini karena tidak ada hubungannya dengan saya. Saya juga tidak mau istri saya salah paham, apa kalian mau tanggung jawab kalau saya nanti Tidur di sofa?" jelas Alza.


Alza memang tidak pernah mau wawancara dengan wartawan jika mereka menayakan hubungannya dengan Reina ataupun kehidupan peribadinya. Karena hubungannya jelas hanya sebatas kerja sama dalam pekerjaan saja. Bahkan acara gosip tv sering sekali mengundangnya. Tapi Alza tidak pernah mau karena ujung-ujungnya pasti ada hubungannya dengan Reina lagi. Dan karena hal itu juga yang membuat orang-orang diluar sana banyak yang semakin penasaran dengannya. Ini kesempatan besar bagi para wartawan karena bisa menanyakan kehidupan pribadi Alza. Pebisnis muda yang sukses juga tampan dan selalu digosipkan pacaran dengan Reina artis terkenal.


Para wartawan terlihat ada yang berbisik-bisik mendengar penjelasan Alza.


" Terus sekarang kenapa Pak Alza mau melakukan press conference ini? bukankah dari dulu Pak Alza selalu menolak jika wawancara tentang kehidupan peribadi Bapak?" tanya wartawan J.


" Ini semua saya lakukan demi istri saya. Saya yakin orang-orang diluar sana pasti banyak menuduhnya yang tidak-tidak. Terlebih lagi selama ini orang-orang mengira saya memiliki hubungan dengan Reina. Pasti akan ada orang yang menuduhnya pelakor dan orang yang tidak suka pasti akan mengomporinya sehingga keadaan semakin panas. Dan juga pasti akan ada artikel-artikel yang membuat keadaan semakin tak terkendali. Saya tidak mau istri saya memiliki banyak heters padahal dia tidak tau apa-apa."


Apakah benar Bang Alza melakukan semua ini untukku. batin Tiara. Tiara menatap Alza penuh haru juga kagum.


"Saya tidak mau istri saya merasa tidak nyaman bahkan bisa sampai menangis, hanya karena tuduhan yang tidak benar sama sekali. Kalian semua bisa melihat kan bertapa polosnya dia. Dan wanita polos inilah yang ingin saya bahagiakan selama hidup saya" ucap Alza menatap Tiara sambil tersenyum. Tiara balas tersenyum pada Alza. Entah kenapa Tiara marasa begitu banyak kupu-kupu berterbangan di perutnya.


"Uhuyyy ... Pak Alza ternyata sweet banget ya,"


"Aku juga mau dong satu yang seperti Pak Alza,"


" Tiara kasih tahu dong apa rahasianya?"


Masih banyak lagi seruan para wartawan. Suasana yang tadinya tertib jadi riuh seketika.


"Dan untuk Tiara sendiri, apa yang membuat Tiara mau menerima Pak Alza sebagai suami?" tanya wartawan K setelah proses tanya jawab kembali dilaksanakan.


Tiara merasa gugup mendengar pertanyaan yang ditujukan padanya. Tangan Tiara sedikit gemetar saat memegang microphone. Ini pertama kalinya dia berbicara dihadapan orang banyak. Alza semakin mengeratkan genggaman tangan mereka yang di bawah meja. Tiara seakan mendapat kekuatan dan keberanian.


"Aku melihat ketulusan dimata Bang Alza. Dia juga sangat perhatian padaku. Dan juga dia selalu tahu apa yang aku butuhkan padahal aku gak pernah ngomong." ucap Tiara pelan dan polos.


Banyak para wartawan tersenyum geli mendengarnya. Benar kata Alza, istrinya ini ternyata benar-benar polos dan natural pikir mereka.


Sementara Alza senyumnya semakin mengembang, dia begitu gemes pada Tiara.


"Kembali ke Pak Alza, apa kalian berencana mengadakan resepsi besar-besaran?" tanya wartawan L.


"Kalian tunggu saja undangan dari kami, kami pasti akan mengundang kalian." Jawab Alza mantap.

__ADS_1


"Beneran Pak Alza?" tanya wartawan antusias.


" Iya ... sebagai penutup press conference kali, saya ingin memberi penutup yang manis pada kalian. Ini dalah cincin pemberian mama saya, dia ingin saya memakaikannya di jari perempuan yang saya cintai. Karena pernikahan kami di kampung saat itu dan saya belum sempat memberikannya. Maka sekarang saya ingin memberikannya." ujar Alza.


Alza berdiri juga mengajak Tiara ikut serta berdiri dengannya.


Para wartawan semua sibuk dengan kameranya, mereka berusaha mengambil angel foto yang pas.


Alza mengeluarkan cincin dari kotaknya dan kemudian memakaikannya pada jari manis Tiara. Tiara begitu gugup dengan perlakuan manis Alza. Ditambah lagi saat Alza mengcup lama keningnya, jantung Tiara berdegup sangat keras.


Suara para wartawan yang menggoda mereka begitu ramai.


"Terima kasih ya semua, cukup sekian dari kami dan sampai bertemu lagi dilain kesempatan." ucap Om Indra.


Alza,Tiara dan Om Indra keluar dari ruangan press conference. Susah payah mereka menuju lift karena banyak yang meminta foto juga bertanya ini dan itu. Alza memeluk erat pinggang Tiara, memberi Tiara perlindungan.


"Kalian langsung naik saja ke atas Om akan urus ini dulu." ucap Om Indra.


Didalam lift hanya ada Alza dan Tiara. Lift sedikit bergetar saat mulai naik.


Tiara terkejut, ada apa ini? kenapa ruangan sempit ini seperti naik gitu. batin Tiara.


"Apa kamu takut?" Tanya Alza.


"Sedikit Bang kenapa ini seperti bergerak gitu?" tanya Tiara.


Alza menarik Tiara kedalam pelukanya.


"Sekarang apa kamu sudah merasa nyaman?"


Alza akhirnya punya alasan memeluk Tiara. Kalau seperti ini, Alza berharap ruangannya ada di lantai 100.


Tiara menganggukkan kepalanya. Tiara membalas pelukan Alza dengan tangan satu, sementara tangan satunya dia letakkan di dada Alza.


"Bang Alza, kenapa jantung Abang berdegup sangat cepat?" tanya Tiara bingung begitu tangannya yang ada di dada Alza merasakannya .

__ADS_1


"Karena memeluk kamu seperti ini." jelas Alza.


Benarkah? berarti aku sama dengan Bang Alza jantungnya berdegup cepat kalau pelukan seperti ini. Dan ini nyaman sekali. batin Tiara mengeratkan pelukannya.


Senyum Alza merekah begitu merasakan pelukan Tiara mengerat, namun segera memudar begitu pintu lift terbuka.


"Ayo keluar, pelukannya nanti kita lanjut diruanganku. Kita sudah sampai." ucap Alza melepas pelukannya dan menarik pelan tangan Tiara. Selama perjalanan menuju ruangannya Alza menjelaskan tentang lift kepada Tiara.


Alza dan Tiara sampai diruangan Alza.


Tiara terpana melihat ruang kerja Alza. Ruang kerja Bang Alza sangat besar dan mewah. Pantas saja Bang Alza tidak bisa bekerja memetik cabai, dia biasanya bekerja di tempat seperti ini. Batin Tiara.



"Jangan bengong ayo duduk." ucap Alza.


Mereka duduk di sofa, Alza mengusap pelan rambut Tiara sementara Tiara tertunduk memperhatikan cincin pemberian Alza.


"Apa kamu suka?" tanya Alza.


"Sangat suka, ini benar-benar bagus. Ini beneran buat aku?" Tanya Tiara.


"Iya, apa kamu senang?"


"Sangat senang ... ini pertama kalinya aku pakai cincin sebagus ini, biasanya hanya pakai cincin mainan. Makasih Bang Alza." ucap Tiara bahagia.


Pintu ruangan kerja Alza terbuka, ternyata Om Indra yang membukanya.


"Akhirnya beres juga semuanya Om merasa lega sekarang. Kenapa tidak ada minuman, kemana sekretaris kamu?" tanya Om Indra dan ikut duduk di sofa.


"Mungkin ke toilet Om, aku juga tidak melihatnya tadi dimeja kerjanya." jelas Alza.


"Sekretaris," ucap Tiara pelan.


Apa dia itu wanita seksi yang suka menggoda bosnya? seperti yang sering diceritakan Bibik waktu menonton tv. Batin Tiara merasa gelisah.

__ADS_1


Bersambung ....


Selalu menunggu vote, like dan komen kalian teman-teman.


__ADS_2