Danau Cintaku

Danau Cintaku
Makan Malam


__ADS_3

Axel mengikuti mobil Alza dari belakang.


Alza ternyata mengtahui Axel mengikuti mobilnya. Alza hanya tersenyum sambil menyetir.


"Bang Alza kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Tiara bingung.


"Bukan apa-apa, hanya saja tuh lihat di belakang, sepertinya Kak Axel mengikuti kita." ucap Alza.


Tiara langsung menoleh kebelakang, terlihat mobil Axel tidak jauh dari mereka.


"Kalau Bang Axel mengikuti kita, bukankah itu berarti dia akan tahu kita makan malam dimana. Bagaimana kalau Bang Axel datang, lalu mengacaukannya?" ucap Tiara khawatir.


"Kamu tenang saja, untuk kali ini dia tidak akan bisa mengganggu kita. Kita akan sedikit meladeni permainan Kak Axel kali ini." ucap Alza tenang.


Alza meminggirkan mobilnya sebentar, kemudian mengambil HPnya. Alza mengetik pesan di HPnya, kemudian mengirimnya pada supirnya.


[ Pak Ujang, sekarang datang ke mall P ya! Begitu sampai di depan mall langsung hubungi aku, secepatnya ya Pak! ] isi pesan Alza.


Begitu pesannya terkirim, Alza kembali menjalankan mobilnya, kali ini dengan kecepatan sedang.


Alza menggenggam tangan Tiara dengan tangan satu, sementara tangan satunya untuk menyetir.


Alza membawa tangan Tiara yang digenggamnya ke dekat mulutnya, kemudian menciumnya dalam.


"Bang Alza sudah ihh, Bang Alza sedang menyetir, nanti bisa kecelakaan." ucap Tiara sambil berusaha menarik tangannya. Tiara sebenarnya sangat suka Alza memperlakukannya seperti ini. Hanya saja Alza kan sedang menyetir.


"Iya, pelit banget sih." ucap Alza melepas genggaman tangannya.


***


Alza dan Tiara sudah sampai di mall P. Alza kemudian memarkirkan mobilnya di basement, agak jauh dari pintu masuk mall.


Sementara mobil Axel juga sudah sampai di mall P, dia juga memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobil Alza.


Alza menggenggam tangan Tiara dan membawanya masuk ke dalam mall. Mereka kemudian masuk ke dalam lift mall.


Axel yang melihat mereka masuk masuk lift, langsung berlari menuju eskalator. Axel harus berlari dari satu eskalator ke eskalator yang lain sampai lantai 3. Axel yakin Alza dan Tiara pasti makan di lantai ini, karena dilantai ini khusus tempat penjualan makanan.


Sementara Alza dan Tiara turun dari lift, di lantai dasar. Alza berusaha menyembunyikan senyumnya, pasti Kak Axel akan mencari kami kelantai tiga ini, pikir Alza.


Selamat mencari Kak Axel, semoga berhasil. batin Alza.


Begitu keluar dari lift, Alza membawa Tiara keluar dari mall.


"Lho Bang Alza ini kan pintu keluar, bukannya kita mau makan?" bingung Tiara.


" Iya kita memang mau makan, tapi bukan disini tempatnya." ucap Alza.


Alza mengambil HPnya lalu menghubungi Pak Ujang.


" Hallo Pak, sudah dimana?" tanya Alza begitu sambungan terhubung.


"Ini sebentar lagi sampai, Tuan Muda." jawab Pak Ujang.


"Ya sudah aku sudah menungu di depan mall ya Pak," ucap Alza lalu mematikan sambungan telponnya.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit, Pak Ujang sampai di depan Alza dan Tiara.


Alza langsung masuk mobil, begitu mobil yang dikendarai Pak Ujang berhenti didekatnya.


" Pak ini kunci dan karcis parkir mobil yang saya bawa tadi. Bapak nanti pulangnya pakai mobil itu saja, dan Bapak pulangnya begitu mall mau tutup." ucap Alza sambil menyerahkan karcis parkir dan kunci mobil pada Pak Ujang. Alza juga memberi sejumblah uang agar Pak Ujang bisa makan di mall itu.


Pak Ujang sebenarnya bingung, apa tujuan Alza melakukan ini. Namun Pak Ujang juga tetap menuruti apa yang disuruh Alza.


Tiara juga sama bingungnya seperti Pak Ujang. Dia juga nurut saja, saat Alza menyuruhnya masuk ke dalam mobil.


***


Alza mengendarai mobilnya, meninggalkan mall dengan hati senang. Dia yakin makan malamnya kali ini pasti bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya ganguan.


"Bang Alza kita sebenarnya mau makan dimana, dan kenapa kita ganti mobil yang ini?" tanya Tiara.


"Untuk mengelabui Kak Axel, agar tidak mengikuti kita lagi. Aku yakin sekarang dia pasti sibuk memutari mol untuk mencari kita. Gimana keren kan ideku?" ucap Alza narsis.


"Bang Alza ada-ada saja, tapi aku dukung sih, hehe. Tapi Bang Alza, jangan biarkan dia terus seperti ini. Kasihan Mama, kalau dia sampai tahu kelakuan Bang Axel selama ini." ucap Tiara.


"Iya itu pasti. Sekarang kita sudah mau sampai, kamu tutup mata dulu biar surprise." ucap Alza.


"Bang Alza tidak akan melakukan yang aneh-aneh kan, kalau aku tutup mata." ucap Tiara was-was.


" Enggak sayang, percaya deh sama aku." ucap Alza meyakinkan Tiara.


Tiara langsung menutup matanya. Sudah sekitar 5 menit Tiara menutup matanya, tapi kenapa belum sampai juga, pikir Tiara.


"Bang Alza kenapa belum sampai juga? aku sudah lama sekali menutup matanya. Bang Alza pasti ngerjai aku kan," ucap Tiara mulai kesal.


Begitu mobil di parkir, Alza langsung turun dari mobil.


Alza kemudian menuntun tangan Tiara dan membawanya ke tempat tujuan mereka.


Alza melihat Ryan dan langsung memberinya kode. Ryan yang mengerti kode Alza langsung melakukan tugasnya selanjutnya.


"Sekarang kita sudah sampai, kamu bisa membuka mata sekarang!" ucap Alza.


Tiara perlahan membuka matanya.


"Wow ... Bang Alza ini Danau, Danaunya sangat indah.


Makasih Bang Alza, tahu saja aku begitu merindukan pemandangan Danau." ucap Tiara sangat senang.


"Iya ini Danau, tapi ini hanya Danau buatan. Sekarang ayo kita duduk." Ucap Alza sambil membawa Tiara ke meja mereka, yang sudah dihias dengan nuansa romantis.


"Ini benar- benar bagus Bang, makasih ya Bang Alza." ucap Tiara sambil terus memandandang ke sekitar Danau.


Danau di dekat kampungnya memang termasuk salah satu Danau paling indah di dunia. Tapi kalau malam hari tidak akan terlihat seperti ini. Cahaya lampu di sekitar Danau, benar-benar membuat Danau ini terlihat begitu indah. Benar-benar memanjakan mata.


"Sudah dulu mandangin Danaunya, sekarang ayo kita makan!" ucap Alza.


" Lho sudah ada makanannya, kapan diantarnya?" bingung Tiara begitu melihat meja mereka, sudah penuh dengan makanan olahan seafood.


Alza memang sudah memesan makanannya pada Ryan. Kerena Alza sangat tahu masakan seperti apa yang di sukai Tiara.

__ADS_1


"Baru saja, kamu sih terlalu sibuk mengagumi Danaunya. Ayo dimakan, kamu harus mencoba semuanya makananan ini." ucap Alza.


Tiara langsung memakan makanannya dengan semangat.


"Emmm ... ini enak sekali, baru bumbunya saja sudah terasa enak." ucap Tiara.


Alza menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Tiara. Kesayangannya ini benar-benar apa adanya saat bersamanya, tidak ada jaim-jaimnya sama sekali.


"Kamu benar-benar menyukainya? nih, kamu juga harus mencoba yang ini!" ucap Alza sambil menyuapkan daging lobster ke mulut Tiara.


"Bang Alza ini juga sangat enak, Wow..., saat memakannya aku seakan lupa siapa namaku." ucap Tiara lebay. "Bang Alza juga harus cobain ini!" ucap Tiara sambil menyuapkan sayur rumput laut ke mulut Alza.


"Dasar curang," ucap Alza tapi tetap saja menerima suapan Tiara.


"Hehe ... Bang Alza, kalau aku makan pakai tangan, Bang Alza malu tidak?" tanya Tiara hati-hati. Tiara benar-benar ingin menikmati makanan di depannya ini, kurang puas rasanya kalau tidak pakai tangan.


"Silahkan saja, kenapa harus malu? lagian tidak ada orang lain didekat kita." jawab Alza.


Tiara begitu senang mendengarnya. Sudah dari tadi tatapan mata Tiara, tertuju pada masakan kepiting di depannya ini. Hanya saja dia bingung bagaimana cara makannya.



Tiara langsung menarik kepiting itu kedepannya.


"Bang Alza ini benar-benar enak, besok aku harus belajar masak ini. Ini masakan apa namanya Bang?"Tanya Tiara.


" Itu Kepiting saus tiram, aku mau dong!" ucap Alza sambil membuka mulutnya.


Tiara yang mengerti maksud Alza, langsung menyuapi Alza pakai tangannya langsung.


Alza juga akhirnya ikut makan pakai tangan seperti Tiara. Mereka terlihat begitu menikmati makanannya. Mereka juga saling menyuapi, sesekali juga mereka saling bercanda satu sama lain. Sampai-sampai makanan di atas meja benar-benar habis.


Mereka benar-benar terlihat begitu nyaman satu sama lain.


***


Sementara Axel sudah begitu lalah berkeliling mol. Hampir semua tempat makan di maal ini sudah ia datangi, tapi belum juga menemukan Tiara dan Alza.


Saal Axel memeriksa ke parkiran mobil, mobil Alza masih terparkir disana.


Mall sudah mau tutup, Axel akhirnya menyerah mencari Alza dan Tiara.


" Itu kan mobil Alza, kapan mereka ke parkirannya?" gumam Axel saat melihat mobil Alza jalan mininggalkan parkiran.


Kaca mobil Alza memang gelap, hanya bisa dilihat tembus oleh orang yang berada dalam mobil.


Axel langsung memjalankan mobilnya mengikuti mobil Alza kembali.


Setengah jam perjalanan, mobil Alza sudah sampai di kediaman Wijaya, begitupun dengan mobil Axel.


Axel terkejut begitu melihat Pak Ujang yang keluar dari mobil. Tiara dan Alza tidak terlihat batang hidungnya sama sekali.


"KURANG AJAR! BERENGSEK! mereka benar-benar menipuku. Lihat saja aku apa yang akan aku lakukan pada kalian. Tunggu saja!" Axel benar-benar marah sekarang.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa ya teman-teman vote, like, komennya di shere juga boleh. Salam manis untuk kalian semua.


__ADS_2