Danau Cintaku

Danau Cintaku
Hari pernikahan 2


__ADS_3

Pak joko sudah siap dengan mikrofonnya.


Tiara semakin tidak tenang. Dia yakin kedatangan Pak Joko pasti ada hubungannya dengan Axel. Tiara takut Pak Joko berkata yang tidak-tidak, dan membuatnya malu juga Alza. Dan akan banyak media yang memuat tentang pernikahan mereka. Tiara tidak ingin Alza dan keluarganya malu karenanya.


Tidak hanya Tiara, Riski dan Ridho terlihat sedang menggenggam tangan Pak Danu, mereka juga takut kehadiran Pak Joko mengacaukan pernikahan Tiara dan Alza. Jangan sampai hanya karena setitik nila rusak susu sebelanga.


Genggaman Alza semakin menguat, seakan mengatakan, apapun yang terjadi dia akan tetap disamping Tiara.


Axel terlihat tidak sabar menunggu dari tempat duduknya.


Keluarga yang hadir terlihat penasaran, apa yang ingin disampaikan Pak Joko. Begitupun pihak media, mereka langsung menyiapkan kameranya, berharap dapat berita yang menarik.


"Pertama-tama saya mengucapkan banyak trima-kasih untuk waktu yang dibiberikan untuk saya." ucap Pak Joko kemudian melihat ke arah Axel, Alza dan Tiara.


Axel mengacungkan jempolnya sambil tersenyum manis, sementara Alza terlihat menguatkan Tiara.


"Saya adalah keluarga dari pihak perempuan, dan saya kenal baik dengan keluarga Tiara. Saya berhutang budi pada keluarga Tiara, untuk itulah saya bela-belain datang jauh-jauh dari Medan demi melihat hari bahagianya. Meski mereka hidup sederhana di kampung, tapi mereka tidak akan segan-segan untuk membantu orang."


Senyum diwajah Axel langsung memudar begitu mendengar ucapan Pak Joko.


Alza langsung melihat ke arah Om Indra, dan Om Indra mengacungkan jempolnya. Alza mengerti dan langsung merasa lega.


"Saya juga kenal baik dengan Tiara, dia adalah gadis yang baik, pekerja keras dan tidak kenal lelah. Dia bahkan rela putus sekolah, dan kerja dari ladang satu ke ladang yang lain, untuk membantu bapaknya, dan agar adik-adiknya tetap bisa sekolah. Bapak sangat bangga padamu nak. Dan saya ingin mengucapkan trimakasih untuk Nak Alza, yang sudah menerima Tiara apa adanya dia. Bapak yakin kamu tidak akan kecewa sudah menjadikannya istri. Kalian adalah pasangan yang serasi. Bapak doakan semoga pernikahan kalian s'lalu bahagia, sekian dari saya terima kasih." ucap Pak Joko.


Axel sangat marah, pada Pak Joko. Jelas-jelas di catatan yang ditulisnya tidak seperti itu. Dia bahkan sudah memberi uang banyak untuk Pak Joko.


Dasar penghianat! marah Axel sambil menggenggam kuat tangannya.


Riski dan Ridho langsung memeluk Pak Danu karena senangnya.


Tiara begitu merasa lega, dan langsung melihat ke arah Alza yang sedang tersenyum manis padanya.


"Terimakasih Bang Alza," ucap Tiara pelan.


"Ucapan terima kasihnya, nanti saja di atas ranjang ya," bisik Alza.


Wajah Tiara memerah mendengarnya.


Beberapa jam yang lalu, saat Ryan yang berjaga didepan, dia menatap curiga kepada Pak Joko yang baru turun dari taxi.


Begitupun saat Ryan menanyakannya. Pak Joko mengaku keluarga dekat Tiara yang datang jauh-jauh dari Medan.


Ryan jelas Tahu, keluarga Tiara yaang datang dari Medan, mereka ada 20 orang. Ryan bahkan ikut membantu mengurus mereka. Merasa ada sesuatu yang mengganjal dihati, Ryan langsung menghubungi Om Indra. Setelahnya Pak Joko di bawa masuk ke dalam bersama Om Indra.


Om Indra membawa Pak Joko ke salah satu kamar hotel dan berbicara empat mata dengannya. Keahlian Om Indra untuk mengenali karakter seseorang tidak perlu diragukan lagi.


"Pak tolong mengaku saja, maksud kedatangan Bapak apa?" tanya Om Indra sesabar mungkin.


"Saya hanya ingin datang ke pernikahan Tiara, saya ini keluarga terdekatnya lo. Mereka bahkan mengudang saya secara khusus, ini undangannya." ucap Pak Joko sambil menunjukkan undangan Alza dan Tiara.


Om Indra tersenyum sinis sambil menggelengkan-gelengkan kepalanya.


"Begini ya Pak, Bapak ada melihat beberapa orang yang pakai seragam batik tadi berdiri di depan. Mereka bukan orang biasa Pak, mereka adalah pihak kepolisian, yang menjaga keamanan acara ini. Jika Bapak belum mengaku juga, maka saya akan menyerahkan Bapak pada mereka. Saya sangat tahu keluarga Tiara yang datang dari kampung, mereka tamu sepesial, yang tidak perlu undangan seperti ini." jelas Om Indra.

__ADS_1


Mendengar kata polisi, Pak Joko terlihat ketakutan, di tidak ingin di cap jelek sama orang satu kampungnya. Pak Joko akhirnya mengaku kalau dia disuruh Axel.


Dan Om Indra akhirnya mengadakan kesepakatan dengan Pak Joko.


"Sekarang Bapak bisa masuk, lakukan seperti apa yang disuruh Axel, hanya saja kata-katanya seperti yang sudah aku suruh." ucap Om Indra.


"Baik Pak," ucap Pak Joko semangat.


Pak Joko pergi dengan muka berseri-seri. Uang yang di beri Om Indra, 2 kali lipat lebih banyak dari uang yang diberi Axel. Rejeki memang tidak akan kemana. Dia bahkan tidak perlu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kata hatinya.


***


Acara kembali dilanjutkan. Alza dan Tiara kembali menandatangani buku nikah mereka yang sempat tertunda. Sambil tersenyum manis dan saling menatap mesra, Alza dan Tiara memperlihatkan buku nikah mereka pada kamera.



Begitu acara akad selesai mereka langsung menganti baju, untuk acara selanjutnya yaitu bayar utang adat Karo.


Untuk kali ini Gunawan dibantu perias Karo untuk merias Tiara dan Alza.


"Tuan Muda kita sepertinya sudah benar-benar tidak sabar ya, dari tadi mengganggu saja kerjanya." protes Gunawan yang saat ini, begitu repot mengurus Tiara.


"Kak Gunawan kayak tidak mengerti saja," ucap Alza matanya tidak lepas memandang Tiara.


Sekarang semuanya sudah selesai, Tiara dan Alza sudah siap memasuki tempat acara. Tiara dan Alza berdiri sambil bergandengan, di sampingnya ada Riski, Ridho, Pak Danu dan dibelakang mereka ada keluarga Tiara yang datang dari kampung.


"Sayang, kamu benar-benar cantik," bisik Alza.


"Bang Alza juga sangat ganteng, benar-benar seperti pangeran dalam mimpiku." bisik Tiara.


Sudah ada beberapa keluarga dari Tiara yang sudah datang. Acara kali ini memang khusus untuk bayar utang adat saja. Dan Mama Ike tidak memaksakan keluarganya, karena dia tahu mereka tidak akan mengerti.Dan untuk undangan yang lain, datangnya saat resepsi nanti.


Dengan perlahan Alza dan Tiara jalan memasuki tempat acara. Untuk acara kali ini Alza dan Tiara sudah terlihat lebih santai.


Begitu mereka sudah dekat dengan Mama Ike, musik Karo pun dimainkan dan terdengar nyanyian.


"Mejuah-juah kita kerina ...."


(Sehat-sehat kita semua ...."


Mama Ike dan yang lainnya sudah menari bersama, menyambut datangnya pengantin baru beserta keluarga. Terlihat sorakan gembira dari mereka semua sambil menari.


Alza dan Tiara beserta rombongan ikut menari. Mama Ike dan yang lainnya menari mundur perlahan. Alza dan yang lainnya menari maju perlahan.


Tidak sia-sia usaha Bang Nangin mengajari mereka menari.


Keluarga dari Alza yang sedari tadi masih menunggu di tempat acara terlihat heran. Begitupun Pihak wartawan, mereka langsung menyiapkan kameranya. Mereka tidak tahu akan ada acara tambahan seperti ini.


Mereka berhenti menari begitu sudah sampai, di tempat yang sudah disediakan, tidak jauh dari kursi pengantin.



Alza dan Tiara duduk di kursi pengantin, sementara pihak keluarga terlihat berembuk untuk membicarakan utang adat/mahar.

__ADS_1


"Bang Alza udah ihh foto-foto terus," protes Tiara, namun senyum tidak pernah hilang dari wajah cantiknya.


"Hehe ... kamu benar-benar cantik sayang, dan juga aku suka senyum ini, senyum tulus dan terlihat begitu bahagia. Apa kamu benar-benar sebahagia itu saat ini?" tanya Alza sambil mencubit gemes pipi Tiara.


"Lebih dari bahagia Bang Alza, impianku benar-benar menjadi kenyataan sekarang." ucap Tiara sambil tersenyum manis.


"Kamu ini, melihatmu bagitu bahagia seperti ini, aku justru jauh lebih bahagia. Akhirnya aku tahu, pernikahaan seperti apa yang menjadi impian kesayangaku ini." ucap Alza sambil menggenggam tangan Tiara.


"Iya Bang Alza, dari kecil aku selalu antusias jika melihat orang nikahan di kampungku. Aku selalu memimpikian bisa memakai baju seperti ini dan duduk di pelaminan bersama laki-laki yang aku cintai. Dan Bang Alza tenyata mewujudkan semua impianku itu." ujar Tiara.


"Terlihat jelas sih sayang, dari saat kita memilih baju sampai menyiapkan semuanya, kamu terlihat begitu antusias. Tidak seperti saat memilih undangan, dekorasi, bahkan gaun-gaun yang begitu bagus pun kamu terlihat ngikut saja. Pernikahan impian yang sangat sederhana." ucap Alza.


"Benar sekali, impianku hanya sesederhana itu. Dan hanya dengan cara sederhana, aku bisa memberikan semua cintaku untuk Bang Alza," ucap Tiara sambil tersenyum menggoda.


"Dan menerimanya, menerima semua cinta yang kamu berikan untukku, dan akan membalasnya denan cara yang tidak sederhana." ucap Alza.


"Hay ... hay asik banget ini pengantin Baru, aku mau foto dong." ucap Riski yang tiba-tiba datang.


"Aku juga," ucap Ridho tidak mau kalah.


Mereka akhirnya berfoto bersama sambil ngobrol.


Utang adat/mahar telah di sepakati, dan uangnya sudah di bagikan ke orang-orang yang berhak. Sekarang Alza sudah resmi masuk menjadi bagian dari keluarga Tiara secara adat.


Acara selanjutnya adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh Tiara dan Alza.


MC menyuruh Tiara dan Alza untuk maju ke depan.


Alza menggengam tangan Tiara dan membawanya ke tengah tempat acara. Kemudian mereka berdiri saling berhadapan berjarak 2 meter.


"Mungkin ada yang sudah tahu, tapi ada juga yang belum. Bisanya orang Karo menyebutnya ini adu pengantin. Pengantin kita akan menyanyi sambil menari. Seperti pengantin karo pada umumnya, mereka juga tidak menolak kalau kalian ingin memberi saweran. Kata Pak presdir kita sih, biar menjadi kenang-kenangan. Dan karena mereka sudah siap, maka langsung saja kita saksikan pengantin baru kita." ucap MC.


Musik karo pun di mainkan. Alza dan Tiara mulai menari. Semua yang hadir tampak fokus melihat mereka. Tiara telihat luwes menarinya, sementara Alza masih terlihat sedikit kaku.


Alza mulai menyanyikan lagunya sambil menatap dalam Tiara.


Ula pedah sada tahun nande Karo, aku i tadingkenndu


(Jangankan satu tahun Tiara, aku kamu tinggalkan)


Sada wari pe laku ngasup oh bere tiganku, adi sirang ras kena ....


(Satu hari pun aku tidak akan sanggup, kalau berpisah denganmu)


Tiara tersenyum manis, melihat Alza menyanyi seperti ini. Meski sudah banyak hal romantis yang dilakukan Alza untuk, bagi Tiara inilah yang paling romantis.


Saat Alza menyanyi, Mama Ike langsung maju kedepan menyelipkan uang Rp100.000 di jari Alza dan Tiara sebagai sawerannya, kemudian diikuti yang lainnya. Keluarga dari Alza dan panitia, yang dari tadi bengang bengong ikutan nyawer pada Alza dan Tiara.


Saat mereka menari terlihat banyak yang menggoda mereka sambil nyawer, Alza terkadang sampai lupa lirik karenanya. Wibawanya sebagai seorang peminpin hilang seketika, dan menyatu dengan kesederhanaan Tiara.


Sementara Tiara berusaha menahan tawanya melihatnya.


Keluarga Tiara yang hadir, memandang kagum pada Alza, terlihat jelas sekali bertapa besarnya cinta Alza pada Tiara. Alza pasti sangat bekerja keras untuk bisa menyanyi dan menari seperti itu, dan semua itu dia lakukan hanya untuk Tiara. Tiara benar-benar gadis yang beruntung, bisa mendapatkan suami seperti Alza.

__ADS_1


Bersambung ....


Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman. Semangat!


__ADS_2