Danau Cintaku

Danau Cintaku
Kamar mandi


__ADS_3

Alza melihat perubahan mimik muka Tiara merasa lucu. Pasti mikir yang tidak-tidak ini. batin Alza.


Mereka mendengar pintu diketuk.


"Masuk!" suruh Alza.


Pintu terbuka ternyata skretaris Alza.


"Pak Alza," ucapnya dan berjalan cepat kearah Alza dan langsung menjabat erat tangan Alza.


"Akhirnya Pak Alza kembali lagi, aku sangat khawatir saat Pak Alza menghilang tanpa kabar. Pak Alza baik-baik saja kan?" tanya Ryan.


"Baik, kamu sendiri apa kabar? belum juga sebulan ditinggal makin kurus saja." ucap Alza. Alza sudah menganggap Ryan seperti adiknya sendiri. Dia tadinya hanya pengamen yang pernah menolong Alza. Alza kemudian memperkerjakannya sebagai OB, namun karena Alza melihatnya sangat giat bekerja dan jujur. Alza membantu biaya kuliahnya hingga jadi sekarang ini.


"Baik Pak, hanya sedikit lalah saja karena pekerjaan terlalu banyak. Saya dan Pak Indra begitu bekerja keras Pak, mengerjakan semua pekerjaan Bapak." Jelas Ryan.


"Terus sekarang kamu mengeluh gitu, udah bosan kerja kamu?" tanya Alza pura-pura marah.


"Tidak Pak tidak sama sekali, hanya saja Bapak mengerti lah mobil saya juga perlu perawatan." ucap Ryan.


"Beres kalau soal itu. Oh iya, kenalkan ini istri saya Tiara" ucap Alza.


"Aku Tiara," ucap Tiara sambil menjabat tangan Ryan.


"Saya Ryan, saya skretarisnya Pak Alza." ucap Ryan.


Jadi ini sekretaris Bang Alza, syukurlah laki-laki bukan perempuan seksi. batin Tiara merasa lega.


"Kamu pasti megira sekretaris aku cewek seksi kan? " bisik Alza di telinga Tiara.


Tiara jadi salah tingkah mukanya sampai merah gitu.


"Bang aku ingin ke kamar mandi, apa ada kamar mandi disini?" tanya Tiara mencari alasan.


" Ada, Ryan tunjukan kamar mandi pada Tiara sekalian ambil minuman!" perintah Alza.


"Baik Pak, Ayo Bu." ucap Ryan.


Tiara jalan perlahan, begitu pintu ruangan kerja Alza tertutup,Tiara langsung melepas sepatunya.


" Tunggu Bang Ryan, aku gak bisa jalan kalau pakai sepatu ini hehe," ucap tiara malu.


Tiara langsung menenteng sepatunya. Lebih baik nyeker seperti ini, dari pada nanti jatuh, kan sakit pikir Tiara.


Ryan melongo melihat apa yang dilakukan istri bosnya ini. "Selera Pak Alza ini sungguh ajaib. Apa tadi aku dipanggil Bang? Ada gitu istri bos manggil bawahan Bang? batin Ryan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Untung ruangan Alza, letaknya jauh dari dari meja karawannya. Toiletnya juga hanya di khususkan untuk Alza, om Indra dan para tamunya saja.


"Ini Bu, pintu kamar mandinya, saya tinggal ya!" ucap Ryan. kamar mandinya juga sangat dekat dengan ruangan Alza


Tiara langsung masuk. Tiara menatap dirinya di kaca, pipinya terasa panas mengingat saat Alza menciumnya. Tiara menyentuh keningnya Apa seperti itu rasanya dicium laki-laki? separti banyak kupu-kupu berterbangan diperutku rasanya indah sekali. batin Tiara.


Tiara menatatap cincin yang dipakainya senyumnya semakin merekah. Tiara menoleh begitu mendengar suara pintu dibuka.


Tiara sangat terkejut begitu melihat orang yang masuk.


"Bang Ax...el," takut Tiara.


"Iya ini aku." ucap Axel berjalan mendekat kearah Tiara.


Tiara semakin takut, begitu Axel memegang dagunya.


"Ba...ng Axel mau ngapai?" ucap Tiara bergetar.


"Aku gak nyangka ternyata kamu bisa secantik ini. Kamu masih ingat kan saat kita menikah di KUA dan kamu tahu kan itu Artinya apa?" tanya Axel penuh intimidasi.


" Ta ... tapi kata Bang Ax...."


"Itu artinya kamu itu istri aku Tiara, bukan istri Alza. Kamu jangan bermimpi bisa menjadi istri sah Alza, dia hanya berbohong di depan media untuk menjaga nama baiknya." ucap Axel.


"Kamu tahu dari mana dia tidak berbohong, kamu bahkan baru mengenalnya. Sekarang kamu pikir baik-baik atas dasar apa dia mau menganggapmu istri? Apa kamu tidak mendengar tadi saat para wartawan menyebut nama Reina. Mereka sudah lama sekali berhubungan. Kamu tidak ada apa-apanyanya bila dibandingkan dengan Reina." jelas Axel.


Air mata Tiara keluar mendengar yang diucapkan Axel. Hatinya begitu sakit, Apa benar yang dikatakan Bang Axel? kalau Bang Alza memang ada hubungan dengan Reina. Bang Alza juga mengakuinya tadi. batin Tiara.


"Sekarang kamu dengarkan aku baik-baik, aku akan mencari cara agar kita bisa pergi dari Jakarta tanpa sepengtahuan Alza. Dan aku akan mencari tempat yang nyaman buat kita tinggali. Kamu juga gak mau kan kalau aku melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan pada bapak dan juga adik-adikmu." ancam Axel.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya, air matanya semakin tak tertahankan. Sekarang dia jadi bingung siapa yang harus dia percayai.


Axel mendekat kan wajahnya pada Tiara.


" Bang Axel mau ngapain?" tanya Tiara takut wajah mereka begitu dekat.


"Aku hanya ingi mencium istriku dan aku berhak melakukannya." ucap Axel kembali berusaha mencium Tiara.


Tangan Tiara berusaha mendorong Axel sekuat mungkin, namun tenaganya tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Axel.


"Tiara ... Tiara ... kamu masih didalam kan, kamu baik-baik saja kan?"


Terdengar suara Alza begitu khawatir sambil mengtuk pintu.


"SIALAN!" marah Axel. Padahal sedikit lagi dia bisa mencium Tiara. "jangan coba-coba lari dariku kalau kamu masih ingin melihat keluargamu selamat. Sekarang cepat buka pintunya jangan sampai Alza tau kalau aku ada disini!" ancam Axel.

__ADS_1


Tiara langsung mengambil sepatunya begitu lepas dari Axel.


Tiara membuka pintu, begitu dilihatnya Alza entah kenapa air matanya semakin deras mengalir.


"Hey ... kenapa kamu menangis apa terjadi sesuatu?" tanya Alza terlihat begitu khawatir sekaligus memeriksa seluruh badan Tiara takutnya dia terluka.


Bang Alza terlihat begitu khawatir, dia tidak mungkin bohong padaku kan. Aku tidak boleh langsung mempercayai Bang Axel, Bang Axel kan sudah begitu jahat. batin Tiara.


" Aku baik-baik saja Bang, aku hanya merasa terharu saja Bang Alza begitu perhatian." bohong Tiara.


"Kamu ini hanya karna terharu saja, bisa menangis, lho sepatunya kenapa dilepas?" tanya Alza.


"Aku takut jatuh Bang, makanya aku lepas saja hehe ...." jelas Tiara.


Alza kemudian membantu Tiara memakai sepatunya dan mereka berjalan bergandengan ke ruangan Alza.


***


"Tiara, aku ada pekerjaan yang sangat penting yang harus aku selesaikan. Kamu pulang diantar Om Indra saja ya." ucap Alza begitu mereka selesai makan siang.


"Iya," ucap Tiara.


Alza mengantar Tiara sampai ke mobilnya.


"Om, hati-hati ya bawa mobilnya, sampai dirumah jangan lupa hubungi aku." ucap Alza begitu Tiara sudah duduk nyaman didalam mobil.


" Ok siap, jangan khawatir pujaan hatimu ini, pasti akan sampai di rumah dengan selamat." ucap Om Indra.


"Kamu baik-baik ya, selama tidak bersamaku. Aku janji akan secepatnya pulang begitu kerjaanku selesai." ucap Alza kemudian mengecup kening Tiara.


Muka Tiara memerah karena perlakuan Alza, ditambah lagi Om Indra ada bersama dengan mereka.


"Om berharap kamu akan selalu ada disamping Alza." pesan Om Indra pada Tiara begitu mobil jalan menuju kediaman Wijaya.


***


Tiara disambut meriah begitu sampai dirumah.


Mereka semua memuji habis-habisan Tiara dan juga gak ketinggalan memuji Alza.


Tiara menatap keluarganya senang sekaligus sedih. Apa yang akan terjadi pada mereka kalau aku pergi dari sini? Batin Tiara.


Bersambung ....


Jangan lupa vote, like dan komen ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2