
Hari sudah malam, Alza beserta yang lain sudah sampai di kediaman Wijaya.
"Om, wartawannya banyak banget." ucap Alza begitu melihat banyaknya wartawan di depan gerbang rumahnya.
"Iya, kamu tenang saja sebaiknya tutupi wajah kamu pakai ini! Im akan menjelaskan sebentar kepada wartawan." ucap Om Indra sambil menyerahkan jaketnya kepada Alza.
Sementara di dalam rumah, terlihat Mama Ike sudah menunggu di teras ditemani Ana.
"Ana suara wartawan di depan begitu ramai, apakah menantuku sudah sampai?" tanya mama Ike.
Hari ini entah kenapa hatinya merasa senang sekali, mungikinkah ada kaitannya dengan kedatangan menantunya atau karena ada hal yang lain. Mama Ike tahu menantunya datang karena sudah ditelpon oleh Indra.
"Sepertinya sudah nyonya." ucap Ana.
Ana juga gak sabar ingin melihat, seperti apa istri Tuan Muda yang disembunyikannya itu.
Semoga Nyonya Muda tidak jahat, seperti di tv yang aku tonton, amin. batin Ana
***
Cekrek ... cekrek ... cekrek ... cekrek ....
Terdengar suara bilts kamera para wartawan.
"Lihat itu, sepertinya istrinya Alza."
"Bukankah itu Alza?"
"Jangan-jangan Alza selama ini menghilang, dia menemui istrinya."
Masih banyak lagi terdengar pertanyaan-pertanyan para wartawan.
Alza berusaha menerobosnya sambil menggenggam tangan Tiara.
Sementara Tiara dan keluarganya terlihat begitu kebingungan dan hanya mengikuti kemana Alza membawa mereka. Walaupun sebenarnya, penuh pertanyaan dalam benak mereka.
Indra berusaha menahan para wartawan.
"Semuanya sudah ya, itu tadi benar Alza dan istri beserta keluarganya. Untuk penjelasnya, secepatnya kami akan melakukan press conference. Sekarang sebaiknya kalian semua pulang. Kami butuh istirahat dan aku yakin kalian juga butuh istirahat." jelas Om Indra.
Para wartawan akhirnya membubarkan diri, karena foto yang mereka dapatkan juga info barusan sudah cukup untuk mereka.
***
Axel sedang bersembunyi di tembok untuk memastikan kedatangan Tiara. Dia sudah tahu dari mamanya, Istri Alza datang hari ini.
"Bagus sekarang Tiara dan keluarganya sudah sampai disini. Loh ... itu siapa yang mukanya ditutup jaket? bukankah, Tiara tinggal bersama dengan bapak dan kedua adiknya saja?" gumam Axel. Axel terus memperhatikan orang yang menutup mukanya dengan jaket.
"Si ... BERENGSEK itu ... bagaimana bisa dia masih hidup? bukankah helikopternya meledak dan jatuh ke Danau! kenapa bisa dia bersama keluarga Tiara?" ucap Axel terlihat sangat merah di wajahnya. Bagaimana mungkin semua rencananya gagal total hanya karena Alza.
__ADS_1
Sementara orang yang diperhatikan Axel terus berjalan ke arah Mama Ike.
Mama Ike sendiri tidak melepas pendangannya dari orang yang menutup wajahnya dengan jaket.
Orang itu postur tubuhnya mirip sekali dengan Alza, Alza apa itu kamu nak? batin mama Ike.
"Mama," ucap Alza lirih begitu sampai di depan Mama ike dan langsung melepas jaket penutup mukanya.
Mendengar kata Mama dan melihat wajah Alza. Mama Ike langsung memeluk erat Alza, pecahlah tangis Mama Ike.
"Hu ... hu ... Alza, ini beneran kamu Nak? kamu kemana saja? kamu menghilang tanpa kabar. Mama pikir, Mama tidak akan pernah bertemu kamu lagi." ujar Mama Ike sambil menangis haru. Mama Ike merasa lega sekarang anaknya yang hilang telah kembali.
"Iya Ma, ini Alza anak Mama. Sudah ya menangisnya bukankah Alza sudah ada di depan Mama sekarang." ucap Alza sambil menghapus air mata mamanya.
"Apakah ini menantu mama?" tanya mama Ike melihat perempuan disamping Alza dan setelahnya langsung memeluknya erat.
" Terima kasih Nak, sudah membawa Alza kembali." ucap mama Ike sambil memeluk Tiara haru campur bahagia.
Tiara ingin menjelaskan kalau dia bukan istri Alza. Biar bagaimanapun pernikahan mereka tidak jelas. Tiara tidak mau membohongi mamanya Alza.
" Bu ...."
"Iya Ma, ini Tiara istri Alza." ucap Alza langsung memotong ucapan Tiara. Alza tidak ingin merusak kebahagiaan mamanya untuk saat ini. Alza sangat tahu pasti, selama dia menghilang mamanya sangat sedih dan khawatir, terlihat dari badannya yang semakin kurus.
"Kamu melihat mamaku begitu bahagia, aku mohon jangan rusak kebahagiaannya untuk saat ini. Nanti akan aku jelaskan." bisik Alza pada Tiara.
"Kok Tante sih? Mama dong Nak! kamu kan juga sudah jadi anak Mama sekarang." ucap Mama Ike.
"Iya, Ma." ucap Tiara pelan.
Mungkin gadis sederhana dan polos begini yang diinginkan Alza. Pantas saja dia tidak pernah tertarik sedikitpun pada gadis-gadis yang mendekatinya selama ini. batin Mama Ike saat memperhatikan Tiara.
"Ma, sebaiknya kita teruskan didalam rumah saja perkenalannya." ucap Alza.
Semuanya masuk kedalam rumah. Riski dan Ridho melongo melihat ruang tamu rumah Alza.
Ini rumah apa istana? batin mereka. Ruang tamu rumah Alza terlihat sangat besar dan mewah.
"Ma, perkenalkan ini Pak Danu bapaknya Tiara, dan yang kembar ini, adiknya Tiara namany Riski dan Ridho." jelas Alza memperkenalkan keluarga Tiara.
"Saya Ike." ucap Mama Ike menyalami Pak Danu.
"Wah ... berarti sekarang anak Mama gak hanya nambah 1 tapi 3 sekaligus." ucap Mama Ike bahagia melihat Riski dan Ridho. Mendengar ucapan Mama Ike, Riski dan Ridho terkejut sekaligus terharu.
"Ma...ma," ucap mereka terbata. Riski dan Ridho sungguh begitu bahagia bisa mengucapkan kata itu dari bibir mereka. Ibu mereka meninggal saat usia mereka masih 3 tahun, jadi mereka tidak pernah mengigat dan merasakan memanggil seseorang dengan sebutan Mama.
"Iya Nak, kalian juga anak Mama sekarang." jelas Mama Ike.
__ADS_1
"Apa kami bisa memeluk Mama?" tanya Riski ragu.
"Bisa, sini Nak! peluk mama." ujar Mama Ike merentangkan tangannya.
Riski dan Ridho langsung ke Mama Ike dan memeluknya erat.
"Mama, akhirnya kami bisa memanggil seseorang dengan sebutan Mama, terima kasih Mama." ucap Ridho terharu berusaha menahan tangisnya dia sangat bahagia saat ini.
Kejadian hari ini tak pernah terpikirkan oleh Riski dan juga Ridho. Mulai dari dijemut ke sekolah, sampai dibilang pindah ke Jakarta. Mau marah saat dijelaskan tentang pernikahaan kakaknya. Tapi sekarang mereka sangat senang karena begitu banyak kejutan yang mereka dapatkan dari Alza.
Mama Ike dipeluk erat sama Riski dan Ridho. Air mata Tiara sampai terjatuh karena ikut terharu melihat adik-adiknya.
"Bang apa boleh aku ijin ke kamar mandi?" ucap Tiara pada Alza. Tiara gak mau kelihatan menangis.
"Boleh, sebentar ya!" ucap Alza, matanya mencari keberadaan Ana. " Ana antar Nyonya Muda ke kamar mandi!" suruh Alza.
"Mari Nyonya Muda, silahkan ikut aku!" ucap Ana.
Tiara merasa gak pantas dengan panggilan Nyonya Muda.
"Panggil Tiara saja kak!" ucap Tiara begitu mereka jalan ke arah kamar mandi.
"Mana berani aku, nanti bisa dipecat Tuan Muda kalau manggil nama Nyonya Muda." ucap Ana.
"Tapi ...."
"Enggak ada tapi-tapian Nyonya Muda, ini kamar mandinya." ucap Ana menunjuk pintu kamar mandi.
Tiara masuk kamar mandi, bagitu masuk Tiara bingung. Ini dimana airnya? bagaimana cara pakainya? batin Tiara
Tiara langsung keluar mencari Ana.
"Kak, aku tidak mengerti cara menggunakan kamar mandinya?" tanya Tiara polos.
"Oh ... iya, sini aku ajarin caranya Nyonya Muda, aku juga dulu begitu tidak mengerti." ucap Ana . Ana menjelaskan semua tentang kamar mandi pada Tiara. Setelah Tiara mengerti Ana pergi melanjutkan pekerjaannya.
"Kak Ana dimana?" tanya Tiara begitu tidak mendapati ana saat keluar dari kamar mandi.
Tiara terus berjalan, sambil mencari Ana.
Rumah ini begitu besar, aku sampai bingung kearah mana tadi ruang tamunya? batin Tiara.
Tiara terus berjalan, Tiara begitu dikejutkan saat tiba-tiba seseorang menariknya ke sudut rumah itu. Mata Tiara melotot begitu melihat orang yang menariknya.
Bersambung ....
Selalu menunggu vote, like dan komen kalian teman-teman.
__ADS_1