Danau Cintaku

Danau Cintaku
Manis


__ADS_3

Alza melihat Pak Danu sedang bermain dengan kucing yang bernama Manis peliharaan mamanya.


"Pak," panggil Alza.


"Oh, Nak Alza ada apa? kamu belum ke kantor?" tanya Pak Danu.


" Belum Pak, hari ini tidak ada miting penting, jadi bisa agak siangan ke kantor?" jawab Alza.


"Bapak benar-benar gak nyangka kamu benar-benar orang sukses dan juga sibuk ya?" ucap Pak Danu.


" Bapak bisa saja, apa Bapak betah tinggal disini?" tanya Alza.


"Sangat betah nak Alza, tapi bukannya Bapak tidak bersyukur. Bapak terkadang merasa sedikit bosan saja. Bapak bingung mau ngapain karena gak ada pekerjaan." Jelas Pak Danu.


"Bagaimana kalau Bapak memelihara beberapa hewan? aku lihat Bapak memelihara banyak ayam di kampung." tanya Alza.


" Bapak juga sangat ingin nak Alza, tapi dimana Bapak harus mambuat kandangnya? sekeliling rumah ini sudah tertata begitu indah dan rapi." ujar Pak Danu.


"Bapak bisa membuat kandangnya di lahan kosong yang di belakang itu. Itu juga masih milik Alza Pak, dan juga Bapak bisa memelihara hewan apapun yang Bapak suka. Ini Atm beserta pinnya, Bapak bisa diskusikan dengan Mang Asep seperti apa baiknya." jelas Alza.


Mata Pak Danu berbinar bahagia, Ternyata Alza juga sangat memperhatikannya.


***


"Kak Ana mau kamana?" tanya Tiara begitu melihat Ana yang terburu-buru keluar rumah.


" Mau ke post satpam Nonya muda, aku tidak melihat Manis di kandangnya." jelas Ana.



"Kalau Manis tidak ada di kandang kenapa mencarinya ke pos satpam?" tanya Tiara bingung.


"Sini deh! Nyonya muda juga harus tahu yang satu ini." ucap Ana dan membawa Tiara ke pos satpam.


"Ada apa Na?" tanya Pak satpam bingung sekaligus was-was. Apa dia melakukan kesalahan sampai-sampai nyonya mudanya datang ke posnya.


"Ini kami hanya ingin melihat CCTV, Manis hilang." jawab Ana.


"Oh, silahkan! aku kirain ada apa?" ucap Pak satpam.


" Ini namanya CCTV Nyonya muda, itu tuh yang diatas gerbang tuh salah satu kameranya. Sekeliling rumah ini juga sudah terpasang kameranya. Kalau didalam rumah hanya beberapa bagian saja. Jadi maling atau orang masuk pasti aka terpantau disini." jelas Ana.


Tiara mangut-mangut pertanda mengerti.


Berarti selama di rumah ini keluargaku bakal aman dan Bang Axel tidak akan berani berbuat macam-macam. batin Tiara.


Tiara sedikit merasa lega sekarang.


"Ini Manis, ternyata bapaknya Nyonya muda yang membawanya pergi, mungkin dia ingin mengajak Manis jalan-jalan." ucap Ana begitu melihat layar monitor CCTV.

__ADS_1


***


Hari ini tepatnya hari ulang tahun perusahaan, semua pada sibuk mempersiapkan diri.


Tiara sedang didandani Gunawan.


" Sekarang Nyonya Muda kulitnya sudah lumayan bersih ya, aku tidak perlu lagi mengolesi ini dan itu." ucap Gunawan.


"Beneran Kak? Mama selalu membantu dan mengingatkanku untuk melakukan perawatan Kak." ujar Tiara.


" Bagus itu, kalau perempuan memang seharusnya rajin merawat diri, biar suaminya gak lari." ucap Gunawan.


" Lari? memangnya kenapa kok bisa lari?" bingung Tiara.


"Bukan apa-apa," ucap Gunawan nyerah bicara yang aneh-aneh pada Tiara. Istri Pak presdir ini, kadang keterlaluan polosnya.


Tiara sudah terlihat sangat cantik. Sekarang dia sudah pintar pakai high heelnya. Gunawan bahkan sempat menyuruhnya jalan bolak balik seperti model.


" Sempurna Nonya muda, sekarang Nonya muda tunggu Pak presdir disini ya, aku juga mau siap-siap." ucap Gunawan.


" Kak Gunawan juga ikut?" tanya Tiara.


" Ikut dong," jawab Gunawan.


***


Alza memasuki kamarnya, saat melihat Tiara, lagi-lagi Alza terpesona. Kali ini Tiara jauh terlihat lebih cantik.


" Bang Alza kenapa?" bingung Tiara.


" Tidak apa-apa, aku hanya ingin menikmati memelukmu sepert ini." ucap Alza.


Alza tidak mengerti kenapa perasaannya seperti ada yang mengganjal dari semalam. Seperti akan terjadi sesuatu. Hatinya tidak tenang. Alza terus berusaha menenangkan hatinya.


Selama Tiara terus bersamaku semua pasti baik-baik saja kan? batin Alza.


" Bang, sudah pelukannya dilepas ya! yang lain sudah pada nungguin kita. Kalau kita pelukan terus nanti kita terlambat." ucap Tiara menyadarkan Alza.


"Oh iya, hehe ... tunggu! sepertinya ada yang kurang dengan penampilan kamu," ucap Alza sambil memperhatikan Tiara dengan serius.


"Tapi kata Kak Gunawan sudah pas semua Bang, tidak ada yang kurang lagi." ucap Tiara.


"Beneran ada yang kurang. Sebentar ya, kamu tutup mata dulu!" suruh Alza.


Tiara menutup matanya. Alza mengluarkan sesuatu dari dalam kantongnya dan kemudian memakaikannya di leher Tiara.



Tiara langsung membuka matanya begitu merasa ada yang menyentuh lehernya.

__ADS_1


Tiara meraba lehernya.


" Bang Alza ini maksunya apa?" kaget Tiara begitu tahu Alza memakaikannya kalung berlian.


"Kamu ini ... bukan maksudnya apa? tapi seharusnya kamu bilang, Bang Alza ini bagus banget , aku suka banget, makasih Bang Alza, aku sayang Bang Alza, begitu seharusnya! Sepertinya kamu memang perlu belajar tentang hal-hal romantis jangan belajar pakai high heels dan masak saja." protes Alza.


Tiara tersenyum mendengar Protes Alza.


"Cup," Tiara berusaha menahan malu setelah mengcup pipi Alza.


Akhirnyaa ... ngerti juga apa aku maksudku. batin Alza.


"Satunya lagi dong! harus adil dan gak baik kalau hanya setengah-setengah." ucap Alza berusaha menembunyikan perasaan bahagianya.


"Cup," Tiara mengecup pipi Alza lagi.


"Ini juga mau katanya," ucap Alza sambil memonyongkan bibirnya.


"Ih, itu sih maunya Bang Alza." ucap Tiara pura-pura kesal. " Sudah ah, ayo kita pergi! tapi sebelumnya makasih ya bang, lagi-lagi aku dikasih hadiah. Aku suka ini begitu bagus." ucap Tiara senang.


"Sama-sama apapun itu asal bisa buat kamu senang, akan aku lakukan. Sekarang juga, kalau kamu suruh aku memetik bintang akan aku petik, Serius." ucap Alza dengan mimik muka yang serius.


" Bang Alza ihhh, gomballl ... terus." ucap Tiara malu, mukanya terlihat merah.


" Hahaha ... kenapa sih kamu selalu buat aku gemas? ya sudah yuk kita jalan!" ucap Alza sambil memeluk Tiara gemas, kemudian menggandeng Tiara jalan keluar dari kamar.


***


Ulang tahun perusahaan diadakan di hotel milik keluarga Wijaya sendiri.


Alza dan yang lainya sudah sampai di hotel. Para wartawan sudah banyak yang menunggu mereka di depan ballrom hotel.


Alza mengeratkan genggamannya pada pinggang Tiara. Wartawan begitu banyak yang menggambil foto mereka dan juga ingin wawancara.


"Pak Alza bisa wawancara sebentar?" tanya para wartawan. Alza mengiyakan pemintaan para wartawan.


Semetara Mama Ike dan yang lainnya sudah duluan memasuki tempat acara.


"Pak Alza, bagaimana perasaan Pak Alza di ulang tahun perusahaan tahun ini?" tanya para wartawan.


"Saya sangat senang pastinya. Begitu banyak yang sudah kami raih tahun ini. Hanya dikesempatan ini saya bisa memberikan sedikit hiburan untuk karyawan-karyawan dan juga kerabat-karabat saya." jelas Alza.


" Di tahun-tahun sebelumnya Bapak selalu mengundang anak yatim dan panti asuhan. Apa tahun ini juga sama?" tanya wartawan A.


"Kalau untuk yang satu itu akan selalu sama. Kesuksesan yang kami raih saya yakin berkat doa-doa mereka juga." jelas Alza.


Tiara begitu takjub mendengar semua yang diucapkan Alza.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman.


__ADS_2