
Tepat jam 2 siang Alza sudah sampai di hotel tempat mereka menginap.
"Sayang ... Tiara," panggil Alza saat melihat Tiara sedang mengobrol dengan seseorang di lobby hotel.
"Bang Alza, Bang Alza sudah pulang, bawa apa itu?" Tanya Tiara.
"Ini pizza, ayo naik!" ajak Alza.
"Iya, oh iya aku permisi mau ke kamar dulu ya, semoga diterima kerjanya, semangat!" ucap Tiara pada teman ngobrolnya, sambil mengepalkan tangan.
"Makasih Kak, Kakak juga semangat!" ucapnya.
" Siapa itu, kompak banget kayaknya?" tanya Alza begitu mereka jalan menuju lift.
"Pelamar kerja Bang, ternyata susah banget mencari kerja sekarang ya. Katanya dia sudah melamar kerja kemana-mana tapi belum diterima juga, kasian ya." ucap Tiara.
"Ya begitulah sayang, makanya orang-orang sekarang berlomba-lomba membuat usaha sendiri. Maka dari itu sangat dibutuhkan keahlian. Oh iya kamu jadi berenangnya?" tanya Alza.
"Jadi dong, seru banget, coba ada Bang Alza pasti makin seru. Oh iya Bang, kita pulang ke Jakartanya kapan?" tanya Tiara.
" Nanti malam, kenapa?" tanya Alza sambil menarik pelan tangan Tiara masuk ke dalam lift.
"Gak apa-apa," jawab Tiara.
"Gak mungkin, ayo bilang kenapa? cup ... cup ... cup," tanya Alza menarik Tiara kedalam pelukannya sambil menciumi keningnya. "Kangen banget sama kesayangaku ini," ucap Alza kemudian memeluk erat Tiara.
"Bang Alza udah ihh, nanti ada orang masuk, malu kalau dilihat orang." ucap Tiara berusaha melepas pelukan Alza.
Alza tidak menghiraukannya, dan tetap memeluk Tiara. Alza akhirnya melepas pelukannya begitu pintu lift di buka.
***
"Bang Alza ini sangat enak , apa tadi namanya?" tanya Tiara sambil makan dengan lahap. Saat ini mereka sedang menikmati pizza yang dibawa Alza.
"Pizza sayang, kamu makannya pelan-pelan dong sampai belepotan begini." ucap Alza sambil membersihkan bibir Tiara dengan jari tangannya.
Tiara terkejut melihat Tangan Alza di bibirnya, Tiara menatap gugup mata Alza. Alza balas menatap Tiara, wajah mereka begitu dekat saat ini.
Alza tidak kuat melihat wajah gugup Tiara seperti ini, ini terlalu menggemaskan menurutnya.
Perlahan tapi pasti Alza semakin mendekatkan wajahnya pada Tiara, hingga akhirnya bibir mereka saling menempel. Alza melu**t bibir Tiara, Tiara memejamkan matanya menikmati luma**n bibir Alza. Mereka berc*uman mesra, bibir mereka saling mel**at hingga akhirnya Alza melepaskan tautan bibirnya.
" Kamu benar sayang, rasanya memang sangat enak, juga sangat manis" ucap Alza sambil mengusap bibir Tiara.
" Bang Alza udah ih malu ...." ucap Tiara dan langsung menyuapkan potongan pizza ke dalam mulutnya.
"Haha ... udah ah, aku mau mandi dulu." ucap Alza langsung masuk ke kamar mandi. Alza tidak ingin berlama-lama dengan Tiara seperti ini. Azla takutnya tidak bisa menahan diri lagi. Terlebih lagi tempat mereka begitu mendukung saat ini.
***
"Kita sudah sampai Pak, itu rumahnya." ucap supir Alza.
Saat ini Alza dan Tiara, ingin mendatang rumah pilot yang bersama Alza saat itu.
"Iya Pak, kami akan masuk dulu. Bapak mau ikut, atau menunggu disini saja?" tanya Alza.
__ADS_1
"Saya menunggu di sini saja Pak Alza." ucap Pak supir.
"Ya sudah kami masuk dulu ya Pak. Ayo sayang, sini biar aku saja yang membawanya!" ucap Alza sambil membawa buah tangan mereka.
Alza Dan Tiara sudah sampai di depan rumah pilot itu. Saat akan mengetuk pintu, pintu rumah sudah lebih dulu dibuka dari dalam.
"Pak Alza ..." ucapnya seakan tidak percaya.
"Iya saya, apa benar ini rumahnya almarhum Pak Bram Putra?" tanya Alza.
"Iya Pak, saya istrinya, silahkan masuk Pak Alza." ucapnya.
Alza dan Tiara masuk ke dalam rumah, mereka kemudian mengobrol sambil meperkenalkan diri.
Tidak lupa juga Alza menyampikan rasa belasungkawanya untuk keluarga pilot itu.
Keluarga pilot itu begitu terharu, mendapat perhatian seperti ini dari Alza.
Mereka juga sempat bercerita banyak.
"Terima kasih ya Nak Alza, sudah menyempatkan diri, jauh-jauh datang kemari. Kami benar-benar merasa terharu. Kami doakan rencana pernikahan kalian berjalan dengan lancar." ucapnya.
"Sama-sama Buk, jangan sungkan-sungkan menghubungi saya kalau butuh sesuatu. Atau Ibu juga bisa menghubungi Tiara. Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya Buk." ucap Alza.
"Iya, hati-hati ya kalian, selamat sampai tujuan." ucapnya.
"Iya Buk terima kasih ya," ucap Alza dan Tiara.
Sepulang dari rumah pilot itu, Alza dan Tiara langsung menuju bandara dan pulang ke Jakarta.
***
"Bang Alza itu undangan untuk siapa?" tanya Tiara saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat.
"Untuk Kak Gunawan, sekalian saja biar tidak bolak balik." ucap Alza.
"Memangnya kita mau ngapain ke tempat Kak Gunawan?" tanya Tiara.
"Mau melihat baju kita, terutama gaun untuk kamu sayang," ucap Alza.
"Bukannya kita sudah pesan 2 pasang baju, memangnya itu belum cukup?" tanya Tiara.
"Kalau ditanya cukup tidaknya, sudah pasti akan cukup-cukup saja. Hanya saja aku ingin kita berganti baju di setiap momennya. Utuk akad bajunya nuansa Jawa, siang nuansa Karo, untuk malam resepsinya aku ingin melihat kamu memakai gaun. Oh iya kita sudah sampai ayo turun," ucap Alza.
Satu jam kemudian Mereka sudah selesai memilih beberapa gaun untuk Tiara, dan Tiara sedang mencobanya. Kalau untuk Alza sendiri, jasnya mudah saja memilihnya.
"Tara ... ini dia calon pengantin kita, bagaimana menurut Tuan Muda, apa masih bisa bersabar menunggu sampai hari H?" ucap Gunawan sambil menunjukkan Tiara yang sudah siap dengan gaun pengantinnya.
Lagi-lagi Alza selalu saja tepesona, kalau sudah melihat Tiara memakai gaun seperti ini, terlebih lagi
ini adalah gaun pernikahan mereka. Alza benar-benar sudah tidak sabar.
Alza mendekat dan memperhatikan Tiara lebih dalam lagi. Tiara begitu deg-degan menunggu pendapat Alza tentang gaun ini.
"Kamu benar-benar cantik sayang dan sexy, aku semakin tidak sabar." bisik Alza diteling Tiara. Wajah Tiara memerah mendengarnya.
__ADS_1
"Kak Gunawan aku suka gaunnya, tapi aku rasa bagian dadanya terlalu terbuka. Apa tidak ada yang lebih tertutup lagi?" ucap Alza.
"Terbuka apaan? itu sih biasa saja Tuan Muda, bilang saja kalau masih ingin melihat Nyonya Muda, memakai gaun yang lain." protes Gunawan.
"Hehe ... Kak Gunawan tahu saja," ucap Alza.
"Ya sudah, ayo Nyonya Muda kita coba gaun pilihan ke 2." ucap Gunawan. Tiara nurut saja.
Beberapa menit kemudian Tiara sudah siap dengan gaun ke 2nya.
"Kalau yang ini bagaimana Tuan Muda?" tanya Gunawan, menyadarkan Alza yang lagi-lagi terpesona melihat Tiara.
Alza menatap Tiara dari atas sampai bawah, kesayangannya ini benar-benar selalu cantik, memakai baju apapun. Apa Tiara masih akan terlihat secantik ini kalau tidak memakai baju eh ... Alza menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir pikiran nakalnya.
Namun gelengan kepala Alza disalah artikan Gunawan.
"Belum pas juga Tuan Muda, apa masih terlalu terbuka?" tanya Gunawan heran.
"Iya Kak Gunawan," ucap Alza menutupi salah tingkahnya, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Gunawan kembali membawa Tiara, untuk mencoba gaun selanjutnya. Untung Tiara stok kesabarannya tinggi, disuruh bolak-balik ganti gaun seperti itu nurut-nurut saja.
"Sekarang bagaimana Tuan Muda, apa masih terlalu terbuka? kalau masih terlalu terbuka, sebaiknya Nyonya Muda disuruh pakai gamis saja ya, Tuan Muda." ucap Gunawan.
"Kak Gunawan bisa saja," ucap Alza. Kali ini Alza berusaha fokus walau sedikit susah.
"Ini sangat cantik Kak Gunawan, aku suka gaunnya, apalagi orang yang memakai gaunnya." ucap Alza.
"Dasar Tuan Muda, bisa saja ngegombalnya, tuh lihat Nyonya muda mukanya sampai memerah begitu karena capeknya gonta ganti baju terus. Sekarang kalian pikirkan dulu, mau pilih yang mana, mau pilih yang lain juga bisa, atau mau semuanya juga bisa banget." ucap Gunawan kemudian pergi meninggalkan Alza dan Tiara. Gunawan memberi waktu Alza dan Tiara untuk berpikir.
"Bagaimana sayang kamu suka yang mana?" tanya Alza jalan mendekat ke arah Tiara.
"Aku serahkan pada Bang Alza saja, sukanya melihat aku pakai gaun yang mana. Kalau aku suka semuanya." ucap Tiara.
"Apa kamu sudah sangat yakin dengan pilihanku? apa kamu tidak akan menyesal nantinya?" tanya Alza sambil mendekatkan wajahnya pada Tiara, menatap mesra pada Tiara.
Tiara balas menatap mesra pada Alza, Tiara kemuduan mengalungkan tangannya pada leher Alza.
"Yakin dong, seyakin-yakinnya gantengku ini pasti tahu apa yang terbaik untukku." ucap Tiara mesra.
"Cup," Alza mengecup kilat bibir Tiara.
"Bang Alza!" ucap Tiara kaget dan langsung melepas tangannya dari leher Alza.
"Haha ... lagian suruh siapa mancing-mancing," ucap Alza kesenengan.
Bersambung ....
Lagi dalam proses mencari visual guys. Jujur aku sangat sulit menentukannya, karena untuk menulis sendiri yang menjadi sumber insfirasiku banyak.
Sangat banyak yang aku suka, mau yang artis luar ataupun dalam negeri. Namun terkadang aku juga bisa blank sendiri karena mereka, dan benar-benar susah dapat feelnya. Makanya aku gak mau hanya terpokus pada 1 visual saja.
__ADS_1
Harap maklum ya, aku pasti akan terus belajar dan belajar.
Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-temanku. Semangat!