Danau Cintaku

Danau Cintaku
Kota Tua


__ADS_3

"Kamu ingin naik sepeda atau mau masuk museum?" tanya Alza begitu mereka selesai makan.


Saat ini mereka sedang duduk santai di depan cafe tempat mereka makan.



"Duduk sini dulu saja Bang Alza, kita kan baru selesai makan, istirahat dulu sebentar." ucap Tiara.


Alza dan Tiara duduk di bangku sambil memperhatikan orang-orang sekitarnya.


Alza menarik Tiara agar bersender di bahunya, Tiara tidak protes, justru dia ikut memeluk pinggang Alza manja. Tiara berusaha cuek dengan orang-orang sekitarnya. Lagian tidak terlalu rame orang ini, dan mereka juga sibuk dengan aktivitas masing-masing


"Apa kesayangaku senang hari ini?" tanya Alza.


"Senang banget Bang, terima kasih ya buat hari ini. Mulai dari Bang Alza mengajakku ke makamnya papanya Bang Alza, juga berkeliling Jakarta." jawab Tiara.


" Karena kamu begitu senang hari ini, masak ucapan trima kasih doang, aku ...."


"Cup ... cup .... " Tiara langsung mencium Alza, "Ups ..." Tiara langsung menutup mulutnya begitu menyadari dimana saat ini mereka berada.


"Hahaha ... "Alza tertawa lepas melihat tingkah Tiara.


"Makanya jangan langsung main nyosor saja, nyosornya nanti di kamar saja ya." ucap Alza.


"Bang Alza ihh... Bang, apa tempat ini, akan selalu ramai seperti ini?" tanya Tiara.


"Enggak selalu sih, tapi kalau sudah sore memang akan pasti selalu ramai. Kamu ingin bermain sepeda? " ucap Alza.


"Aku tidak bisa naik sepeda, lagian ini juga masih lumayan panas nanti saja ya. Eh, Bang bagaimana kalau suruh Riski dan Ridho kesini, mereka pasti sangat senang bisa bermain sepeda seperti itu." usul Tiara.


"Benar juga, sebentar ya aku telpon dulu. Mereka juga kayaknya sudah pulang sekolah." ucap Alza lalu mengambil HPnya dan menghubungi Riski.


"Gimana Bang, apa mereka bisa kesini?" tanya Tiara begitu Alza mematikan sambungan Telponnya.


"Bisa, sekarang Pak Ujang langsung memutar mobilnya kesini. Padahal mereka sudah mau sampai di rumah." Jelas Alza.


"Pasti ulahnya Ridho yang tidak sabaran deh, bukannya pulang dulu ganti baju." ucap Tiara.


"Gak apa-apalah sekali-kali ini, mereka juga pasti pakai baju kaos ." ujar Alza.


***


Sementara di dalam mobil terlihat jelas sekali Riski dan Ridho begitu antusias.


" Pak masih jauh tidak Pak, Pak kalau di Kota Tua itu kita bisa ngapain saja?" tanya Ridho tidak sabaran.


"Sebentar lagi Do, banyak yang bisa kalian lakukan disana, kalau menurut Bapak, anak sekolah seperti kalian memang perlu pergi kesana." jawab Pak Ujang.


"Kenapa harus Pak?" tanya Riski penasaran.


" Kalian bisa belajar banyak hal disana, karena terdapat banyak museum. Dan juga menurut Bapak tempat itu begitu digemari anak muda karena memang tempatnya asik untuk bersantai. Kalian juga bisa bermain sepeda disana." jelas Pak Ujang.


"Bermain sepeda Pak, wow seru banget itu pasti. Ayo Pak cepat Pak!" ucap Ridho semakin tidak sabaran.


"Sebentar ya, ini kita sudah sampai, Bapak parkirkan mobil terlebih dahulu." ucap Pak Ujang.


"Wow tempatnya memang seasik ini." ucap Ridho sambil memperhatikan sekitarnya.


"Kata Bang Alza mereka ada di depan cafe Batavia, ayo kita samperin kesana!" ucap Riski tidak kalah semangat.


"Riski, cafe batavianya diujung situ ya, kelihatan kan yang catnya hijau. Bapak disini saja ya, Bapak mau ngopi dulu." ucap Pak Ujang.


"Siap Pak, kami ke Bang Alza dan Kak Tiara dulu ya." ucap Riski dan Ridho kompak.


Mereka langsung berlari, kearah yang ditunjuk Pak Ujang.


" Bang Alza! Kak Tiara!" teriak Riski dan Ridho. Mereka bahkan langsung memeluk Alza dan Tiara dari samping.


" Hay, kalian sudah datang?" ucap Alza.


"Iya Bang, lho muka Bang Alza kenapa banyak biru-birunya, bang Alza habis berantam?" tanya Ridho.

__ADS_1


"Iya, berantam memperebutkan orang yang begitu berharga." jawab Alza.


"Siapa Bang?" tanya Riski penasaran.


"Ada deh rahasia, kalian sudah makan belum?" tanya Alza.


"Sudah sih Bang, tapi pingin makan itu." tunjuk Ridho sambil menjuk penjual kerak telor yang tidak jauh dari mereka.



"Iya, Riski juga mau." ucap Riski.


"Tiara juga mau," ucap Tiara tidak mau kalah.


Alza hanya geleng-geleng kepala melihatnya, sekarang dia benar-benar terlihat seperti Kakak tertua.


Alza akhirnya membelikan krek telor untuk mereka. Begitu banyak canda tawa yang terlihat saat mereka makan. Terlebih Riski dan Ridho ada saja tingkahnya.


Setelah selesai makan, mereka akan bermain sepeda.


Hanya Tiara yang tidak bisa bermain sepeda, dan parahnya lagi dia ingin diajari main sepeda sekarang.


Alza, Riski dan Ridho setuju-setuju saja, lagian ini juga tempatnya cukup luas jadi bisa lah belajar sepeda.


Tiara sudah bersiap diatas sepeda. Riski dan Ridho menahan sisi kiri dan kanannya. sementara Alza membantu mendorong dari belakang.


Cewek-cewek di sekitar mereka menatap Tiara iri. Mereka ingin menggantikan posisi Tiara saat ini. Dikelilingi 3 pria tampan, dan terlihat sekali, ketiga laki-laki yang bersamanya itu begitu menjaganya.


Samentara Tiara yang mereka perhatikan terlihat begitu bekerja keras mendayung sepedanya.


"Ayo Kak, terus Kak dayung terus, badannya juga jangan goyang-goyang tetap jaga keseimbangan!" ucap Ridho memberi semangat.


"Siap," ucap Tiara sekuat tenaga mendayung sepedanya. Alza melepas pegangannya yang dibelakang, sementara Riski dan Ridho berusaha menahan Tiara sambil berlari mingikuti jalannya sepeda.


"Aku bisa, yey ...." ucap Tiara semangat begitu mereka sampai di ujung.


"Bisa apanya, Kakak bahkan tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sama sekali." protes Riski.


"Tapi kan tetap saja bisa, buktinya Bang Alza jauh ketinggalan disana." ucap Tiara tidak mau kalah.


Alza tak hentinya tertawa melihat adik kakak itu dari kejauhan. Bersama dengan keluarga Tiara sungguh selalu membuatnya bahagia dan nyaman seperti ini.


Setelah beberapa putaran Tiara akhirnya menyerah belajar sepedanya.


Begitu Tiara minta udahan, Ridho meminta Alza menyewa sepeda 1 lagi. Riski dan Ridho akhirnya seru-seruan bermain sepeda.


"Bang Alza tidak ikut main sepeda seperti Riski dan Ridho?" tanya Tiara.


"Enggak ah, aku lebih suka disini bersama kesayanganku ini." ucap Alza sambil mengelap keringat Tiara.


"Bang Alza," panggil Tiara.


"Kenapa?" tanya Alza.


"Terima kasih ...."


"Jangan mengucapkan terimakasih terus, aku sudah bosan mendengarnya." ucap Alza langsung memotong ucapan Tiara.


"Tapikan ...."


"Enggak ada tapi-tapian sayang, bukankah kita sama-sama bahagia saat ini. Kamu cukup menikmati saja semua yang aku berikan saat ini. Itu sudah lebih dari kata terima kasih." ucap Alza lagi-lagi memotong ucapan Tiara.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya. Andai saja mereka tidak di tempat ramai saat ini, dia pasti sudah memeluk erat Alza, karena bahagianya.


Sembari menunggu Riski dan Ridho bersepeda Alza mengajak Tiara membeli makanan untuk orang-orang dirumahnya.


Alza dan Tiara sudah selesai membeli makanan, tapi sepertinya Riski dan Ridho masih asik bermain, mereka bahkan sempat berfoto dengan orang-orang unik di sekitaran tempat bermain sepeda.


" Riski, Ridho udahan dulu ya bermainnya sudah malam, ayo kita pulang." ajak Alza.


"Yah Bang kok pulang sih, orang-orang saja masih begitu ramai." ucap Ridho merasa tidak ingin pulang untuk saat ini.

__ADS_1


"Kapan-kapan kita kesini lagi, kalian juga kan sudah tahu tempatnya ini. kalau tidak banyak tugas sekolah kalian bisa main kesini lagi." jelas Alza.


"Ok deh," ucap Riski akhirnya mengalah.


***


"Bang itu monas kan, kita mau singgah di monas? bagus ya monas kalau malam begini." tanya Ridho begitu mobil yang dibawa Pak Ujang jalan mendekat ke arah monas.



"Iya bagus ya warnanya bisa biru begitu," ucap Riski.


"Enggak, hanya mau mengambil mobil, yang Bang Alza parkir disini." jawab Alza.


"Yah, singgah sebentar aja ya Bang Alza," mohon Ridho.


" Iya Bang aku juga mau, kita singgah sebentar ya." pinta Tiara. Tiara juga sangat ingin memandang monas di malam hari seperti itu, benar-benar terlihat cantik.


"Ya sudah kita singgah sebentar ya, ingat hanya sebentar. Pak Ujang mau ikut singgah atau mau langsung pulang?" tanya Alza.


"Aku pulang saja Tuan Muda, aku sudah sering kesini." ucap Pak Ujang.


"Ya sudah, kalau Bapak ingin pulang. Begitu sampai di rumah, minta Ana menyiapkan sumua itu makanan yang sudah dibeli, di taman belakang ya Pak." suruh Alza.


"Baik Tuan Muda," ucap Pak Ujang.


Begitu Pak Ujang pergi, mereka langsung masuk ke dalam Monas.


Riski dan Ridho langsung berlarian mendekat ke dekat tugu monas. Terlihat seru sekali mereka berdua.


Sementara Alza merangkul bahu Tiara.


"Cup ... kamu gak ingin berlarian seperti mereka?" tanya Alza sembari mencium pipi Tiara.


"Enggak Bang, aku nemenin Bang Alza saja. " ucap Tiara.


" Ya sudah kita duduk saja yuk," ajak Alza.


Mereka kemudian menggunakan sepatu sebagai alas duduk sembari memandang monas.


"Sayang, ada yang ingin aku omongin." ucap Alza.


"Mau ngomongin apa?" tanya Tiara.


"Seperti yang tadi aku bilang di makam Papa, kalau aku ingin kita melangsungkan pernikahan secepatnya, apa kamu keberatan?" tanya Alza.


Tiara langsung menatap Alza. "Apa Bang Alza sudah benar-benar yakin denganku?" tanya Tiara.


"Yakin dong sayang, sangat yakin malah. Untuk apa aku melamarmu kalau tujuannya bukan ke arah sana, kita juga sudah berjanjanji di depan makam Papa." ucap Alza.


"Kalau begitu, karena aku juga sudah sangat yakin dengan Bang Alza, aku setuju dengan semua yang di direncanakan Bang Alza." ucap Tiara mantap.


"Baguslah kalau begitu, malam ini aku ingin membicarakannya dengan Mama dan Pak Danu, terima kasih ya sayang sudah yakin padaku." ucap Alza. Alza kemudian menarik badan Tiara dan mengecup lama kening Tiara.


"Wow ... Bang Alza, Kak Tiara foto kalian sangat bagus." ucap Ridho yang tiba-tiba muncul.


Alza langsung melepas ciumannya begitu mendengar suara Ridho.


" Foto apa?" tanya Alza bingung.


" Nih lihat sendiri ni!" ucap Ridho sambil menyerahkan HPnya. Ternyata Ridho diam-diam memfoto Tiara, saat Alza mencium kening Tiara. Terlihat difoto Alza mencium kening Tiara berlatar belakang Monas.


" Bagus Dho, bakat jadi fotografer kamu." puji Alza.


"Iya dong Ridho gitu," ucap Ridho lebay.


Alza kembali memanggil tukang foto keliling atas permintaan Riski dan Ridho.


Begitu selesai melakukan sesi foto, mereka akhirnya pulang kerumah.


Bersambung ...

__ADS_1


Sengaja upload foto monasnya 2 kali, ini karena kangennya aku sama monas guys. Sudah ingin banget jalan-jalan ini, tapi jangankan ke monas ke mall saja belum berani. Ada yang sama denganku, 5 bulan tidak menginjakkan kaki di mall. Selalu bawa dalam doa ya teman-teman agar pendemi ini cepat berakhir. Dan kita semua tetap diberi kesehatan, Amin.


Jangan lupa vote, like dan komennya ya, teman-temaku yang baik hati. SEMANGAT!


__ADS_2