
Alza dan Tiara sedang tiduran di ranjang Alza. Sementara Ana dan Om indra duduk di sofa dan sibuk dengan HP masing-masing.
"Bang Alza," panggil Tiara pelan.
"Kenapa?" tanya Alza. Perlahan Alza memutar badannya menghadap Tiara dan membelakangi, orang-orang yang ada di sofa.
"Bang Alza pernah kepikiran gak, mau menjadikan Kak Ana sebagai Tante Bang Alza?" tanya Tiara pelan-pelan.
"APA?" tanya Alza seakan tidak percaya.
"Suuut jangan keras-keras! nanti kedengeran. Tante ... Bang Alza, jadi istrinya Om Indra gitu?" tanya Tiara.
"Kenapa kamu bisa kepikiran seperti itu?" tanya Alza pelan-pelan.
"Ya kan Kak Ana masih jomblo, Om Indra juga walaupun dia sudah jadi duda, tapi masih terlihat muda kok, cocok dengan Kak Ana. Mereka juga sama-sama paling sering membantu kita, bukankah mereka cocok." jawab Tiara.
"Walaupun mereka sama-sama sering membantu kita, bukan berarti mereka cocok sayang. Udah ah lama-lama kamu makin aneh-aneh saja ngomongnya." protes Alza.
"Ihh Bang Alza, dengarkan aku baik-baik ya, sebenarnya Kak Ana itu suka lo sama Om Indra." ucap Tiara.
"Apa?" tanya Alza Terkejut.
Tidak hanya Alza, Om Indra juga terkejut mendengar ucapan Tiara. Om Indra dari tadi sebenarnya menajamkan pendengarannya ke arah Alza dan Tiara.
Om Indra langsung mencuri pandang ke arah Ana. Sementara Ana, sedang pakai headset sambil menonton drakor, benar-benar asik dengan dunianya.
Apa benar yang dikatakan Tiara, kalau Ana menyukaiku? tidak-tidak aku tidak pantas untuknya, dia bahkan masih terlalu muda untukku. Ana gadis baik juga cantik, dia pantas mendapat yang lebih dariku, bukan seorang duda seperti aku ini. batin Om Indra.
"Hiks ... hiks ...." Ana benar-benar tidak kuat menahan tangisnya, drama yang dia tonton benar-benar menguras air mata.
"Ana, kamu kenapa menangis?" tanya Om Indra terlihat khawatir.
"Om ... ini om, dramanya sedih banget ... hiks," ucap Ana sambil menghapus air matanya, matanya tidak lepas dari layar HPnya.
Om Indra jadi penasaran, sesedih apa sih dramanya. Om Indra pindah duduk ke sebelah Ana dan ikut menonton dramanya.
Ana sedikit terkejut melihat Om Indra yang pindah duduk ke sebelahnya. Namun setelahnya dia memindahkan 1 headsetnya ke telinga Om Indra.
Sementara Tiara yang mengintip dari balik punggung Alza, melihat apa terjadi di sofa sana, berusaha menahan tawanya.
"Tuh kan hihihi ... mereka benar-benar cocok Bang Alza," uca Tiara kesenengan.
Alza hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
Alza memindahkan tangannya ke perut Tiara.
"Sekarang kamu tidur ya, tidak baik mengitip orang lain." ucap Alza.
" Tapi aku ingin tahu, apa yang akan mereka lakukan." ucap Tiara.
"Sayang sudah ya, kamu jangan gerak lagi, bahuku ini tarasa sakit kalau kamu gerak-gerak terus." ucap Alza.
"Ya udah deh," ucap Tiara mengalah, kemudian perlahan mencium kening Alza, sementara Alza hanya menikmatinya sambil memejamkan matanya.
***
Di apartemennya Axel hanya tersenyum sinis begitu mengetahui keadaan Alza dari anak buahnya.
"Nantikan rencanaku selanjutnya adikku sayang. Dan tunggu saja kejutan manis dariku. Selama ada aku, dan kemauanku belum aku dapatkan, aku pastikan kalian tidak akan bisa hidup dengan tenang." guman Axel sambil menikmati minumannya.
***
Alza sudah merasa lebih baik keadaannya. Bahu dan kepalanya sudah tidak sakit lagi, hanya saja kepalanya masih harus diperban, untuk menutup lukanya.
Mama Ike begitu terkejut saat melihat Alza masuk rumah.
"Alza, kepala kamu kenapa Nak?" tanya Mama Ike begitu khawatir.
"Alza kurang hati-hati Ma, sehingga jatuh dari tangga kemarin," bohong Alza.
__ADS_1
"Ya ampun Nak, kamu ini bagaimana sih? sudah tahu hari pernikahannya sebentar lagi, pakai acara jatuh dari tangga, lain kali lebih hati-hati lagi ya. Kamu harus bisa jaga diri juga kesehatan, begitupun dengan Tiara, kalian harus benar-benar jaga kesehatan kalian ya." ucap Mama Ike.
"Iya Ma," ucap Tiara dan Alza kompak.
Selama Alza sakit, Tiara benar-benar merawat Alza dengan baik. Begitupun dengan pekerjaan Alza, hanya yang paling penting saja, yang Om Indra limpahkan padanya.
Dan persiapan pernikahan mereka, semua melakukan tugasnya dengan baik.
***
Persiapan pernikahan Alza dan Tiara sudah hampir 100 %, tinggal menunggu hari H nya saja.
Saat ini Pak Danu dan yang lainnya seperti biasa, berkumpul sambil mengobrol di ruang keluarga.
"Ana," panggil Mama Ike.
"Iya Nyonya Besar," jawab Ana.
"Apa kamar tamu sudah di siapkan, sesuai dengan yang aku suruh?" tanya Mama Ike.
"Sudah Nyonya Besar," jawab Ana.
"Memangnya siapa yang akan menginap disini Ma?" tanya Alza.
"Tidak ada, hanya saja itu untuk kamar Tiara selama 2 hari ini, sampai hari pernikahan kalian." jelas Mama Ike.
"Tiara kan tidur di kamar utama bersamaku Ma, kenapa harus di kamar tamu?" bingung Alza.
"Kamu lupa adat kita orang Jawa, kalau mau menikah harus ada pingitan. Dan kamu tahu sendiri kan tujuan pingitan itu apa?" ucap Mama Ike.
"Memangnya harus ya Ma, kan acaranya juga tidak sepenuhnya adat Jawa." ucap Tiara merasa tidak rela harus terpisah kamar dengan Alza.
"Tiara benar Ma, acaranya hanya sedikit Jawa juga sedikit Karo, jadi tidak perlulah ada acara pingitan." ujar Alza.
"Tetap saja, Mama ingin kalian tetap dipingit selama 2 hari ini." ucap Mama Ike.
"Ma, ini hanya penikahan ulang lo, dan itu 2 hari, enggak ... engak Alza tidak setuju." protes Alza.
"Ma gak bisa begitu dong, pokoknya Tiara harus tidur di kamar utama bersamaku. Aku tidak bisa tidur kalau tidak bersama Tiara, Ma." ucap Alza sambil menarik tangan Tiara.
"Enggak, ayo Tiara." ucap Mama Ike menarik tangan Tiara.
"Bang Alza benar Ma, aku juga gak bisa tidur kalau tidak bersama Bang Alza." ucap Tiara sambil menahan tangannya yang ditarik Mama Ike.
"Mama bilang dipingit ya dipingit. Riski, Ridho ayo bantuin Mama." ucap Mama Ike sambil menarik tangan Tiara.
"Siap Ma," ucap Riski dan Ridho kompak.
Adegan tarik-tarikan terlihat semakin seru, Alza benar-benar tidak mau melepas genggamannya pada tangan Tiara, begitupun dengan Tiara.
"Riski, Ridho ... lepass ...." ucap Alza.
"Maaf Bang Alza, untuk kali ini kami mendukung Mama." ucap Riski sambil berusaha melepas genggaman Alza pada Tiara
"Ma, jangan sampai Mama di cap mertua jahat lo Ma, ngertin Alza dong Ma!" ucap Alza. "Sayang ,Tiara kita harus bisa melawan mereka, aku tidak mau dipisahkan dengan kamu." ucap Alza terus berusaha menarik Tiara.
"Aku juga tidak mau Bang Alza, aku maunya bersama Bang Alza Terus." ucap Tiara.
"Pak Danu, Mang Asep, Ana, Bude ... " panggil Mama Ike.
Semua yang dipanggil Mama Ike ikut membantu.
Pak Danu, Mang Asep, Riski dan Ridho berusaha menarik Alza karena tenaga Alza yang lebih kuat.
Pertahanan Alza dan Tiara semakin melemah, genggaman tangan mereka pun terlepas.
"Sayanggg ... Tiaraaa," ucap Alza begitu gengaman tangan mareka terlepas.
"Bang Alzaaa ...." ucap Tiara.
__ADS_1
Alza dan Tiara masih terus berusaha saling menggapai. Namun tenaga mereka kalah kuat dengan orang-orang yang menariknya.
Dengan susah payah Mama Ike, Ana dan Bude Siti membawa Tiara ke kamar tamu.
***
"Tiara sekarang kamu dengarkan Mama dulu," ucap Mama Ike begitu mereka sudah dalam kamar tamu.
"Iya Ma," ucap Tiara sedih.
"Mama tahu, mungkin kamu tidak mengerti apa itu artinya pingit Nak. Pingit bukan hanya tentang adat Jawa saja, tapi menurut Mama, pingit sangat banyak manfatnya salah satunya untuk menjaga kalian dari marabahaya, juga ...." Mama Ike menjelaskan semua tentang pingit pada Tiara.
"Manfaatnya banyak ya Ma," ucap Tiara yang sudah mengerti sekarang.
"Iya, dan Mama juga sudah menyiapkan luluran juga ramuan untuk kamu, kamu juga bisa mulai puasa dari besok. Ingat ya selama 2 hari ini kamu jangan sampai bertemu Alza." ucap Mama Ike.
"Iya Ma, Tiara mengerti sekarang." ucap Tiara.
"Ya sudah, Mama ke kamar Mama dulu ya, kamu juga bisa tidur sekarang." ucap Mama Ike.
Sementara Alza terlihat mondar mandir di kamarnya, mamanya benar-benar tega. Dia benar-benar tidak bisa tidur tanpa Tiara di sisinya.
"Oh iya HP, aku akan menghubungi Tiara saja." gumam Alza semangat.
Alza langsung menghubungi Tiara.
Tiara di kamar tamu, melihat ada panggilan dari Alza, Tiara terlihat ragu-ragu menjawabnya. Begitu panggilan terputus, Alza kembali menghubunginya.
"Kalau hanya bertelepon tidak apa-apa kan ya, aku sangat ingin mendengar suara Bang Alza." gumam Tiara kemudian menekan tanda jawab pada HPnya.
"Hallo Bang Alza," ucap Tiara.
"Tiara, sayang apa Mama sudah pergi dari kamar tamu?" tanya Alza tidak sabaran.
"Sudah Bang Alza,"
"Kalau begitu aku ke kamar tamu sekarang ya?"
"Jangan!" ucap Tiara cepat.
"Kenapa, kamu tidak ingin tidur bersamaku?"
"Bukan begitu Bang Alza, setelah mendengar penjelasan Mama, aku setuju kalau kita dipingit, bukankah itu untuk kebaikan kita juga?" jawab Tiara.
"Iya, aku tahu, tapi aku benar-benar tidak bisa tidur tanpa kamu sayang. Mama benar-benar tega." ucap Alza.
"Aku juga, aku sudah terbiasa tidur dipelukan Bang Alza. Sekarang saja aku sangat ingin mencium aroma tubuh Bang Alza." ucap Tiara.
"Apalagi aku, oh iya ..." ucapan Alza terhenti begitu melihat boneka besar yang suka dipeluk Tiara. Alza langsung mengambil bonekanya dan membawanya tidur bersama di kasur.
"Bang Alza kenapa?" tanya Tiara.
"Ini sayang, aku akan menjadikan boneka kesayanganmu ini, sebagai penggantimu untuk malam ini. Wanginya juga sama dengan aroma tubuhmu." ucap Alza sambil memeluk erat bonekanya. "Hai Tiaraku, aku sangat mencintamu cup ... cup," ucap Alza sambil mencium gemas bonekanya.
"Bang Alza udah ihh geli, haha ... Bang Alza, bagaimana kalau kita, bergantian menyanyikan lagu kita nanti sebagai penghantar tidur." usul Tiara.
"Kamu benar juga, ya sudah kamu duluan ya." suruh Alza.
Tiara pun menyanyikan lagunya, untuk pernikahan mereka nanti. Suara Tiara benar-benar enak didengar, begitu merdu, ditambah lagi dia yang begitu fasih berbahasa Karo.
Setelah Tiara, sekarang Alza yang menyanyikan lagunya. Tidak sia-sia usaha Alza selama hampir 1 bulan ini, dia sudah bisa hapal sekarang.
Begitu selesai Alza menyanyikan lagunya. Suara Tiara sudah tidak terdengar lagi, hanya terdengar nafas teratur, Tiara sudah masuk ke alam mimpinya.
"Selamat tidur kesayangaku, jangan lupa mimpikan aku ya, I love you." ucap Alza. Alza tidak mematikan sambungan teleponnya dan meletakkan Hpnya didekat telinganya, Alza masih ingin mendengar nafas teratur Tiara.
Bersambung ...
Besok nikahannya Tiara dan Alza ya guys, datang ya. Alza dan Tiara sangat menunggu kedatangan kalian, terima kasih.
__ADS_1
Jangan lupa juga vote, like dan komennya. Semangat!