Danau Cintaku

Danau Cintaku
Pohon mangga


__ADS_3

Mohon perhatiannya untuk episode kali ini, ada sedikit kata-katanya yang sedikit vulgar. Hanya sedikit sih paling cuma 1 kata. Bagi yang belum memiliki KTP jangan terlalu dipikirkan yaa kata-katanya, bacanya sepintas saja, OK. Tapi bagi yang sekolah jurusan IPA, gak apa-apa sih.


***


Mereka ingin kembali memeriksa lemari di kamar Alza. Namun langkah mereka dihentikan Pak Satpam.


"Tuan Muda, ini Nyonya Muda terlihat keluar dari kamar dan dia jalan ke arah taman belakang." ucap Pak satpam yang dari tadi terus memperhatikan Layar CCTV.


Ternyata setelah diperhatikan di CCTV Tiara hanya sekitar 1 jam an di kamarnya.


Semua mata langsung tertuju pada layar CCTV. Di layar monitor CCTV, Tiara terlihat keluar dari kamar, kemudian Tiara pergi ke taman belakang.


"Hahaha.... ya ampun Kak Tiara benar-benar deh, kita semua begitu mengkhawatirkannya ternyata dia asik-asikkan makan jambu di atas pohonnya. Sepertinya dia ingin nge prank kita." ucap Riski tiba-tiba tertawa melihat tingkah kakaknya di layar CCTV.


"Hahaha ... lihat tuh Kak Tiara makan jambu sambil ngomel-ngomel gitu, tapi kenapa Kak Tiara terlihat seperti menghapus air mata gitu? Apa jangan-jangan Kak Tiara benar-benar merindukan kampung, sampai segitunya." ucap Ridho. Riski dan Ridho yang tidak tahu masalah kakaknya, karena saat makan siang mereka masih sekolah.


Sementara Alza begitu mengetahui Tiara ada di taman belakang rumahnya langsung pergi mencari Tiara kesana.


Begitu melihat Alza pergi, yang lainnya malah sibuk menonton tingkah aneh Tiara di layar CCTV. Mereka benar-benar menahan tawa melihatnya. Ada gitu istri konglomerat, ngambeknya naik ke atas pohon sambil memakan buahnya. Bukannya pergi ke mol gitu ngabisin uang suami, biar si suami tahu rasa iya kan? Mereka tidak menyusul Alza, kerena mereka yakin Alza tidak lagi memerlukan bantuan mereka lagi.


Namanya juga Tiara, Tiara tetap lah Tiara gadis yang apa adanya juga polos. Tidak mudah juga terpengaruh dengan keadaan sekitarnya.


"Itu Nyonya Muda benar-benar pintar memanjat pohon, Wow." ucap Ana yang melihat Tiara terlihat begitu mudahnya, naik dan turun dari pohon jambu.


Ternyata Tiara hanya sebentar diatas pohon jambu. Tiara memetik beberapa buah jambu, kemudian dia naik ke pohon mangga disebelahnya. Pohon mangga dahannya lumayan besar, jadi bisa buat tiduran.


" Iya dong Kak Ana, kalau di kampung kami, wajib itu bisa manjat pohon. Kak Tiara kan saat di kampung, suka disuruh orang kerja di ladangnya. Keseringan sih metik jeruk, kalau metik jeruk itu kan harus naik kepohonnya. Kalau kita tidak mau naik pohon, ya kita tidak akan dipanggil lagi kerja di ladangnya." jelas Riski.


"Aku dan Riski juga suka manjat pohon, karena begitu selesai ujian, kami juga biasanya kerja di ladang orang yang mau metik jeruk. Metik jeruk itu seru Kak Ana, gajinya juga lebih besar, kita juga diberi makan siang." jelas Ridho mengenang saat dia masih di kampung.


***


Alza memakai senter HPnya untuk mencari Tiara yang Diatas pohon.



Alza merasa sangat lega begitu melihat Tiara.


Tiara benar-benar bisa tidur nyenyak diatas pohon mangga.


Alza geleng-geleng kepala melihatnya, dia benar-benar khawatir .Eh, yang dikhawatirkan malah enak-anaknya tidur, di atas pohon lagi.


Alza pikir kalau lagi cemburu paling Tiara akan mengurung diri di kamar, terus nonton drakor. Ini malah asik-asikan nongkrong di atas pohon sampai lupa waktu, benar-benar ajaib gadis yang dicintainya ini.


"Tiara ... Tiara ...." panggil Alza.


Tiara terbangun dari Tidurnya begitu mendengar namanya dipanggil.


"Lho kok gelap!" ucap Tiara terkejut begitu membuka matanya.


"Tiara, hei ... ayo turun!" suruh Alza dari bawah.


"Bang Alza," ucap Tiara.


" Iya ini aku, ayo turun, hati-hati!" ucap Alza sambil mangarahkan senter ke arah dahan dekat kaki Tiara.


Tiara langsung turun pelan-pelan dari atas pohon.

__ADS_1


Alza langsung memeluk Tiara begitu Tiara menginjakkan kakinya di tanah.


"Kamu kenapa naik ke pohon begitu? sampai malam begini lagi. Kami semua begitu khawatir kamu tiba-tiba menghilang. Mama dan yang lainnya mencari kamu kemana-mana." ucap Alza.


Tiara langsung tersadar begitu mendengar ucapan Alza. Nyawanya seketika menyatu dengan tubuhnya. Dia jadi ingat kalau dia masih sangat kesal pada Alza.


"Lepas Bang Alza! ngapain Bang Alza kesini mencariku? bukannya Bang Alza sedang sibuk dengan perempuan lain. Sana pergi saja! gak usah perdulikan aku lagi. Aku pikir Bang Alza benar-benar tulus mencintaiku, ternyata semua yang diucapkan Bang Alza itu bohong!" ucap Tiara berusaha melepas pelukannya.


Alza melepas pelukannya pada Tiara, tapi Alza juga langsung menarik tangan Tiara dan membawa Tiara ke tempat yang lebih nyaman. Alza ingin segera menjelaskan semuanya pada Tiara.


Alza membawa Tiara ke gajebo dekat kolam renang.


"Ngapain kita kesini? aku mau ke kamar." ucap Tiara kesal dan berusaha melepas tangan Alza.


" Apa seperti ini bentukannya, kalau kesayangaku ini lagi cemburu." ucap Alza berusaha menggoda Tiara.


"Siapa yang cemburu? aku tidak cemburu." ucap Tiara tidak berani menatap Alza.


" Kalau tidak cemburu, kenapa kamu tidak mau duduk disini bersamaku?" tanya Alza.


" Aku hanya ingin mandi, badanku terasa gatal." alasan Tiara tidak sepenuhnya bohong.


"Baiklah, aku akan melepaskan tanganku setelah aku menjelaskan semuanya. Aku minta maaf ya," ucap Alza memelas.


"Minta maaf untuk apa?" tanya Tiara.


"Maaf Aku sudah meragukan cintamu. Aku hanya ingin membuktikannya, dan sengaja membawa Reina ikut makan siang bersama kita. Aku ingin melihat, apakah kamu akan cemburu atau tidak, kalau aku jalan bersama wanita lain. Kamu mau kan memaafkan aku?" ucap Alza.


Tiara terlihat berpikir.


Jadi Bang Alza tidak benar-benar marah padaku. Dia hanya ingin melihatku cemburu, dan kamu berhasil Bang Alza, aku begitu cemburu melihatmu bersama wanita lain. Batin Tiara.


Mata Alza terbelalak mendengarnya.


"Berarti kamu tahu kalau aku benar-benar ingin melakukan itu semalam?" tanya Alza.


"Iya tahulah Bang, apalagi tadi pagi,


aku merasa ada yang keras ...."


"Stop Tiara jangan dilanjutkan lagi!" ucap Alza langsung menutup mulut Tiara dengan tangannya. Alza benar-benar malu sekarang. Ini juga Tiara ngomongnya diperjelas lagi. Untung kan cuma mereka berdua yang ada disini.


"Hahaha ...." Tiara tidak kuat menahan tawanya melihat wajah malu Alza, benar-benar lucu. "lagian Bang Alza aneh-aneh saja, aku menolak melakukan itu, bukan karena aku tidak cinta. Kita kan belum sah Bang Alza," ucap Tiara.


"Bilang saja kalau kamu ingin cepat-cepat disahkan. Iya, aku juga sudah mengerti sekarang. Namanya juga laki-laki normal jadi wajar dong sering berpikir ke arah situ, terlebih lagi bersama orang yang dicintainya. Siapa tahu kamu khilaf kan," ucap Alza.


" Ihh Bang Alza ... dosa tahu. Udah ah, aku mau mandi dulu badanku sudah sangat gatal." ucap Tiara.


" Ya sudah yuk mandi bereng, biar aku bantu garukin." ucap Alza.


"Tidak mau, Bang Alza ihh ...." ucap Tiara kesal.


" Haha ... bercanda Tiara, lagian kamu aneh-aneh saja tidur di atas pohon." ucap Alza sambil berjalan ke dalam rumah bersama Tiara.


"Biasanya juga kalau di kampung suka begitu Bang. Bukannya saat kita di kampung, Bang Alza juga pernah melihatku nongkrong di atas pohon jambu yang ada di ladang." jelas Tiara.


"Iya juga sih, kamu bahkan hobbynya memancing, benar-benar kakaknya Riski dan Ridho. Tapi mulai sekarang aku melarangmu naik ke atas pohon lagi. Kamu tahu kan orang-orang di luar sana, taunya kamu sudah jadi istriku sekarang. Harus bisa bersikap lebih dewasa lagi." ucap Alza.

__ADS_1


"Iya, Bang Alza juga harus janji sama aku, jangan seperti itu lagi." ucap Tiara.


"Siap laksanakan, cup ... cup ... " Alza mencium gemas kedua pipi Tiara begitu mereka sudah di dalam kamar.


"Tidak usah protes, sekarang kamu langsung mandi. Pakai gaun yang bagus, aku ingin mengajakmu makan malam di luar hari ini." ucap Alza.


"Beneran Bang, hanya kita berdua atau bersama yang lainnya?" tanya Tiara.


"Untuk kali ini hanya kita berdua saja ya, sekarang kamu cepat mandi, Ok." ucap Alza.


Begitu Tiara masuk kamar mandi, Alza langsung menghubungi Ryan.


" Hallo Ryan, tempat makan malamnya sudah siap kan?" tanya Alza langsung begitu teleponnya tersambung dengan Ryan.


"Pak Alza jadi makan malamnya, syukurlah. Untung saya belum membatalkannya. Sepertinya sudah pak, saya akan segera ke sana, untuk mengeceknya kambali." ucap Ryan semangat.


" Baiklah, pastikan semua berjalan dengan lancar!" ucap Alza.


"Siap Pak," ucap Ryan kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Selesai menghubungi Ryan, Alza langsung mencari Ana.


***


"Ana," panggil Alza begitu melihat Ana sedang di ruang tamu bersama yang lainnya.


"Iya Tuan Muda," ucap Ana.


"Kamu bantuin Tiara dandan dulu sana! aku ingin mengajaknya makan malam," ucap Alza.


"Siap Tuan Muda," ucap Ana semangat.


"Apa semuanya sudah baik-baik saja?" tanya Mama Ike.


"Sudah Ma, sudah aman terkendali semuanya." ucap Alza.


"Bang Alza gak seru, Kak Tiara doang yang diajak makan malam diluar. Kami kan, juga mau Bang Alza." protes Ridho.


"Untuk sekarang ini kalian di rumah dulu ya, kalian bisa barbeque di taman belakang. Bang Alza sangat tahu, kalian semua pasti capek hari ini. Aku akan pesan makanan untuk kalian semua." Ucap Alza.


"Siap Bang Alza," ucap Riski semangat.


***


Axel mengusap matanya, memastikan kalau penglihatannya Tidak salah.


Kurang ajar! kenapa mereka tidak berantam terus sih, sekarang sudah gandengan saja. Akan pergi kemana mereka? aku harus mengikutinya. batin Axel marah, saat melihat Alza dan Tiara berjalan menuju mobil Alza sambil bergandengan tangan.


Axel mengepalkan kuat tangannya, saat melihat Alza membukakan pintu mobil untuk Tiara, kemudian mencium kilat pipi Tiara. Axel juga melihat Alza tersenyum lebar, sambil berlari kecil ke pintu bagian stir mobil.


Axel langsung berlari ke arah mobilnya begitu melihat mobil Alza jalan.


Axel mengikuti mobil Alza dari belakang.


Sepertinya Alza ingin melanjutkan kembali rencananya, untuk makan malam dan melamar Tiara hari ini. Aku harus membatalkannya! Aku yakin dengan hadirnya aku di acara makan malam mereka, rencana Alza pasti tidak akan berjalan dengan lancar. batin Axel.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-temanku yang baik hati.


__ADS_2