Danau Cintaku

Danau Cintaku
Honeymoon


__ADS_3

"Sini sayang, kamu tidak ingin tidur? perjalanan kita masih sangat panjang lo," ucap Alza sambil menarik Tiara bersandar padanya.


Tiara tidak menolak, Tiara menyandarkan kepalanya pada Alza, dan juga tangannya memeluk perut rata Alza.


Alza memeluk Tiara dan sesekali mencium rambut kepala Tiara.


"Bang Alza, tempat tujuan bulan madu kita ini akan kemana?" tanya Tiara.


" Kalau menurut kamu kita akan kemana, atau kalau enggak kamu ingin kita kemana? Kamu ada tempat yang ingin kita datangi?" tanya Alza.


" Ya aku gak tahu Bang Alza. Tapi ada tempat yang sangat ingin aku datangi yaitu Korea, aku ingin bertemu oppa Lee Min-ho." ucap Tiara sambil mengangkat kepalanya menatap Alza.


"Berarti kita jangan ke Korea kalau begitu?" ucap Alza.


"Kenapa?" bingung Tiara.


"Kita akan pergi berbulan madu sayang, waktu dimana hanya ada kamu dan aku. Aku tidak mau ada orang lain diantara kita. Dan lagi siapa tadi, oppa Lee Min-ho, BIG NO. Tapi kalau kamu ingin ke Korea nanti-nanti saja ya, saat kita sudah tidak berdua lagi." jelas Alza.


"Maksudnya?" tanya Tiara.


"Iya kita akan ke Korea, kalau kita sudah punya baby sayang, karena aku tidak ingin menunda-nundanya lagi. Kamu setuju kan kalau kita secepatnya punya Baby?" Ucap Alza.


"Aku sih sedikasihnya saja, berarti kita harus selalu berdoa Bang Alza, supaya kita secepatnya diberi momongan." ucap Tiara.


"Berdoa saja tidak cukup sayang, tapi kita harus berusaha sekuat tenaga. Aku ingin malam ini juga, dan kamu harus mempersiap kan diri untuk itu."ucap Alza sambil mencium telinga Tiara.


Tiara tidak menjawab dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Alza, Tiara merasa malu. Tiara jadi teringat pada Ana, Ana yang kekeh menunjukkan cerita dewasa padanya.


Alza yang tahu Tiara malu hanya tersenyum saja. Alza mengeratkan pelukannya dan meletakkan dagunya di kepala Tiara, sesekali mencium kepala Tiara. Bagi Alza ini perjalanan naik pesawat paling menyenangkan selama hidupnya.


***


"Bang Alza, kita akan kemana lagi?" tanya Tiara bingung.


Setelah menempuh perjalanan jauh naik pesawat. Saat ini Alza dan Tiara, masih harus naik speedboat agar sampai di tampat tujuannya.


"Ke tempat kita menginap sayang, ayo!" ucap Alza sambil menarik pelan tangan Tiara.


"Bang Alza ini apa nama tempatnya? Wow ... indah sekali, airnya juga sangat jerih." ucap Tiara menatatap begitu kagum, tempat yang dilewati speedboat mereka.



"Kita sekarang ada Papua sayang, dan ini nama tempatnya Raja empat." jelas Alza.


"Raja Empat, kita akan ke rumah raja gitu. Wow ... rumahnya pasti sangat bagus, lihat saja jalan menuju kerumahnya saja sudah sebagus ini." ucap Tiara tidak hentinya merasa kagum.


Alza tertawa geli mendengarnya.


"Bukan ke rumah raja sayang, tapi ini nama tempatnya ya Raja Empat, seperti Danau Toba gitu. Apa kamu menyukai tempatnya?" jelas Alza.


"Oh, aku salah ya hehe ..., suka Bang Alza aku sangat menyukainya, terimakasih ya suamiku." ucap Tiara begitu bahagia sambil menggandeng tangan Alza.


"Ucapan terima kasihnya nanti saja ya, saat kita sampai di resort." bisik Alza tersenyum menggoda.


"Bang Alza ihh, omongannya selalu saja mengarah kesitu." ucap Tiara.

__ADS_1


"Wajar sayang ini kan perjalanan bulan madu kita," ucap Alza.


"Terserah Bang Alza saja lah," ucap Tiara sambil menyenderkan bahunya di pundak Alza.


"Bukan terserahku sayang tapi terserah kita, kalau hanya aku, kan tidak mungkin akan terjadi." ucap Alza.


"Ya ... ya ...ya," ucap Tiara merasa kalah jawab dengan Alza.


"Haha ... kenapa kamu menggemaskan sekali sih? muach ..." ucap Alza sambil mencium gemas pipi Tiara.


***


Alza dan Tiara sudah hampir sampai di resort mereka.


"Sayang kamu tutup mata dulu ya," ucap Alza.


"Kenapa harus tutup mata?" bingung Tiara.


"Biar surprise sayang," ucap Alza.


"Ok, tapi Bang Alza jangan aneh-aneh ya." pringat Tiara sambil menutup matanya.


"Siap Nyonya Alza, cup .... " ucap Alza sambil mencium pipi Tiara.


"Tu kan, Bang Alza ihhh ..." ucap Tiara.


"Iya ... iya gak lagi sayang beneran deh." ucap Alza.


Tiara dan Alza sudah sampai di resort tempat mereka menginap. Resort terapung yang terpisah satu dengan yang lainnya, sangat cocok untuk pasangan yang ingin berbulan madu. Alza sudah menyuruh Ryan agar menyiapkan resort terbaik untuk mereka.


Alza menuntun Tiara turun dari speadboat.


"Iya," ucap Tiara, dan perlahan naik ke punggung Alza. Tiara memeluk leher Alza dan melingkarkan kakinya di pinggang Alza.


Alza berjalan mengikuti pihak resort yang membawa koper mereka, sambil menggndong Tiara. Alza tidak perlu takut dengan tatapan aneh orang-orang, karena tempat ini lumayan sepi, pengunjungnya saja dibatasi. Pihak Resort benar-benar mengutamakan kenyamanan pengunjungnya.


Mereka sudah sampai di kamar, dan pihak resort sudah pergi meninggalkan Alza dan Tiara.


"Sekarang kamu sudah bisa turun sayang," ucap Alza.


Begitu Tiara turun dari gendongannya, Alza membuka pintu kamar mereka, sambil menggam tangan Tiara.


"Sekarang kamu bisa buka mata," suruh Alza.


Perlahan Tiara, "Bang Alza ini .... " ucap Tiara begitu kagum melihat sekitar kamar dan kasur mereka.



"Surprise ... happy honeymoon kesayanganku." ucap Alza.


Tiara langsung memeluk erat Alza. Tiara sampai bingung harus berkata apa lagi. Lagi-lagi Alza selalu melakukan yang terbaik untuknya.


"Hey kok kamu menangis sih, kamu tidak suka dengan kamarnya?" tanya Alza sambil melepas pelukan Tiara.


"Hiks ... ini tangis bahagia Bang Alza, lagi-lagi Bang Alza melakukan sesuatu yang buatku terkagum-kagum. Aku sampai bingung harus seperti apa lagi untuk membalas semuanya." ucap Tiara.

__ADS_1


"Hey, aku tidak butuh balasan dari kamu sayang. Yang aku mau kamu bisa menikmati semua yang aku berikan untukmu." ucap Alza sambil menghapus air mata Tiara.


Tiara hanya menganguk dan kembali memeluk Alza, sungguh Tiara sangat mencintai laki-laki dalam pelukannya ini. Meskipun Alza tidak pernah memintanya, tapi Tiara berjanji dalam hatinya akan menjadi istri yang terbaik untuk Alza.


"Sayang mau sampai kapan pelukan terus seperti ini. Ini sudah malam, kita bahkan belum mandi, perutku juga sudah minta diisi." ucap Alza.


"Oh iya, maaf Bang Alza." ucap Tiara langsung melepas pelukannya.


"Tidak apa-apa sayang, kalau mau pelukan terus nanti saja ya di atas kasur." ucap Alza.


"Tuh kan Bang Alza selalu saja," protes Tiara.


"Hehe, oh iya kita makan di sini saja, besok saja makan diluar kalau kamu ingin melihat-lihat yang lain. Sekarang kamu mandi dulu gih, biar aku pesan makanan kita." ucap Alza.


"Siap suamiku sayang, cup ..." ucap Tiara sambil tersenyum manis dan mengecup sekilas pipi Alza.


"Dasar," ucap Alza sambil mencubit gemas hidung Tiara.


***


Sembari menunggu Alza yang sedang mandi, Tiara memperhatikan sekeliling kamar mereka. Hari memang sudah gelap, tapi suasana disekitar mereka masih terlihat begitu indah.


"Wow ini benar-benar rumah diaras air, keren." gumam Tiara. Tiara begitu suka tempat ini.


Tiara menghadap ke arah laut, sambil merentangkan tangannya menikmati udara malam. Rasanya sulit di jelaskan dengan kata-kata, ini terlalu indah.


Tiara merasa ada yang mendekat kepadanya, dan langsung memeluknya dari belakang.


"Sayang sudah dulu ya mengagumi pemandangannya, aku merasa cemburu lo." ucap Alza sambil mengeratkan pelukan tangannya di perut Tiara.


"Cemburu kenapa?" bingung Tiara.


"Aku merasa terabaikan, dari tadi kamu sibuk mengagumi pemandanganya saja, kamu bahkan jarang menatapku." jelas Alza.


Mata terbelalak mendengarnya, "Bang Alza bukan begitu, aku memang sangat mengagumi pemandangannya, tapi itu karena ada Bang Alza disampingku." ucap Tiara.


"Beneran kamu tidak bohong kan? kalau di suruh milih, kamu pilih mana, memandang pemandangan bagus ini atau memandangku?" tanya Alza.


Tiara menahan tawa medengar pertanyaan Alza, pertanyaan macam apa itu, pikirnya.


Tiara melepas tangan Alza di perutnya, dan memutar badannya menghadap ke Alza. Tiara meletakkan tangannya di leher Alza.


"Bang Alza ... suamiku, Itu bukan pilihan. Karena sampai kapanpun pemandangan terindah dalam hidupku, adalah memandang Bang Alza, Cup ..." Tiara mencium kilat bibir Alza.


Mata Alza terbelalak, istrinya ini semakin pintar menggoda sekarang. Alza yang tidak kuat melihat wajah tiara yang begitu menggemaskan, mendekatkan wajahnya pada Tiara, dan mengeratkan genggaman tangannya pada pinggang Tiara.


Alza dan Tiara saling menatap mesra, dan Alza semakin mendekatkan wajahnya pada Tiara.


Tiara yang mengerti maksud Al, langsung memejamkan matanya. Bibir mereka sudah menyatu, Alza dan Tiara berciuman ditemani angin malam, bercahayakan bulan dan sinar lampu. Rasanya seperti dunia ini hanya milik mereka berdua saja.


Aktifitas Alza dan Tiara terganggu, begitu mendengar ada yang mengetuk pintu kamar mereka. Alza benar-benar kesal mendengarnya. Dengan berat hati Alza melepas tautan bibir mereka.


"Aku buka pintu dulu ya sayang," ucap Alza sambil mengusap bibir Tiara. Tiara menganggukkan kepalanya.


Bersambung ...

__ADS_1


Trima kasih Alza dan Tiara, walau hanya dalam tulisan sampai juga aku di Raja Empat. Sambil browsing tentang Raja Empat, jiwa travelingku langsung meronta-ronta.


Jangan lupa vote like dan komennya ya teman-temanku. Semangat!


__ADS_2