
Tiara berjalan keluar sambil berlinang air mata.
Maafkan aku Bang Alza, aku pergi bukan karena kemauanku. Jika aku tidak kembali lagi aku mohon jaga keluargaku untukku. Aku harap kalian semua akan baik-baik saja tanpa kehadiranku. batin Tiara.
Sekarang Tiara menyesal kenapa dia tidak membawa serta HPnya.
Pak, Riski, Ridho, Mama, Om Indra jaga bang Alza untukku ya! batin Tiara.
Tiara masih terus berjalan sambil menghapus air matanya.
" Gedebug ... Aw ...."
Terdengar suara Tiara mengaduh kesakitan karena terjatuh. Sepatunya bahkan sampai terlepas. Matanya burem karna menangis sehingga tidak begitu memperhatikan jalannya.
Reina yang sudah berhasil membuat Tiara terjatuh begitu merasa puas. Reina sengaja merentangkan kakinya begitu melihat Tiara jalan tanpa memperhatikan sekitarnya. Kalau sudah seperti ini, dia akan melihat tontonan seru, melihat Tiara dipermalukan.
Orang-orang yang melihat Tiara segera mengrubungi Tiara. Axel tidak berani mendekat takut ketahuan orang-orang di sekitar Tiara.
Setelah memberi santunan kepada anak yatim dan panti asuhan, Alza diminta naik ke atas panggung untuk menyanyikan 1 buah lagu. Itu memang sudah menjadi permintaan para karyawan setiap tahunnya. Sejak mereka tahu Alza mempunyai suara yang bagus, turunan mamanya.
Alza sengaja tidak membawa Tiara ke panggung saat dia memberi kata sambutan. Alza sudah menyiapkan semuanya, dia akan membawa Tiara ke panggung saat dia menyanyi. Dia sudah menyiapkan lagu ini untuk Tiara dan Alza akan menyanyikannya sambil menggenggam tangan Tiara.
Saat sudah bernyanyi Alza tidak menemukan Tiara ditempat duduknya. Alza menyanyi sambil memperhatikan sekitarnya, mencari keberadaan Tiara. Alza akhirnya melihat Tiara jalan kearah pintu keluar tanpa memperhatikan sekitarnya. Benak Alza penuh pertanyaan, apakah Tiara ingin pergi? Namun begitu melihat Tiara terjatuh, Alza langsung turun dari atas panggung dan berjalan cepat ke arah Tiara.
Tiara terkejut begitu melihat Alza jalan kearahnya sambil bernyanyi. Tiara terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri sehingga dia tidak mendengar saat MC menyuruh Alza naik ke atas panggung.
Alza mengambil sepatu Tiara yang terlepas, kemudian memakaikannya di kaki Tiara. Alza membantu Tiara berdiri, kemudian menghapus air mata Tiara.
Alza menggenggam tangan Tiara berjalan ke atas panggung sambil bernyanyi. Tiara nurut kemana Alza membawanya, juga begitu merasa lega karena sudah ada pelindungnya.
"SIAL!" marah Axel.
Ini semua karna Reina sialan itu, sedikit lagi padahal aku berhasil membawa Tiara pergi, sial ... sial! batin Axel memaki. Axel segera pergi dari tempat itu, rencana A gagal namun dia masih ada rencana B dan ini tidak boleh gagal lagi.
Axel sudah menyiapkan semuanya, Dia sudah menemukan tempat yang pas untuk dia tempati bersama Tiara. Dan ini kesempatan besar baginya bisa membawa Tiara pergi. Karena kalau di rumah sudah tidak mungkin baginya membawa Tiara pergi.
Reina sendiri merasa sangat kesal, niatnya mempermalukan Tiara tapi kenapa dia malah melihat perlakuan Alza yang begitu manis pada Tiara. Reina terus meyakinkan hatinya.
Itu hanya sandiwara, batin Reina.
Raina langsung pulang malas melihat melihat Alza bersandiwara.
***
Alza dan Tiara saling menggenggam tangan di atas panggung. Tiara sudah merasa lega sekarang keluarganya sudah duduk bersama Mama Ike, Om Indra dan juga Gunawan. Tiara juga tidak melihat Axel lagi di pintu keluar.
__ADS_1
Alza menyanyikan lagunya sambil menatap Tiara.
Dia indah, peretas gundah
Dia yang selama ini kunanti
Pembawa sejuk, pemanja rasa
Dia yang selau ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
ho-ou woo
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, kupunya kamu, selamanya kan begitu
Berdua kita hadapi dunia ....
__ADS_1
Lagu romantis milik Tulus itu, dinyanyikan Alza dari lubuk hati terdalamnya untuk Tiara.
Mendengar setiap lirik yang dinyanyikan Alza, Tiara begitu berbunga-bunga. Wajahnya begitu terasa panas terlebih lagi saat Alza menatapnya. Tatapan Alza seakan-akan menujukkan cinta tulus yang ditujukan hanya untuknya.
Setiap yang hadir juga menatap fokus ke atas panggung, bahkan banyak yang mengabadikan momen romantis mereka.
Para karyawan Alza terlihat teriak-teriak tidak jelas. Tapi ada juga yang gigit jari sambil berdoa dalam hati, berharap dapat pasangan seperti Alza. Mereka tidak pernah menyangka presdir mereka yang gila kerja itu bisa seromantis itu.
Alza mengakhiri lagunya dan mengecup lama kening Tiara.
Terdengar suara riuh dan tepuk tangan yang begitu meriah.
"Terima kasih untuk semua. Kalian sudah pasti banyak mendengar dan melihat kabar pernikahan saya di media. Dan dikesempatan kali ini saya ingin memperkenalkan wanita disamping saya ini secara langsung kepada kalian semua." ucap Alza sambil menggenggam tangan Tiara.
"Namanya Tiara Hermawan, dialah wanita satu-satunya yang berhasil menguasai seluruh hati dan pikiran saya. Dia wanita nomor 2 yang paling saya sayangi di dunia ini, tentunya setelah mama saya yang menjadi nomor 1."
Tiara yang semula merasa kesal karena hanya di jadikan nomor 2, namun seketika tersenyum begitu tahu Mama Ike yang nomor 1.
"Saya berharap kalian bisa menghormatinya seperti kalian menghormati saya. Dan doakan kami agar bisa bersama selamanya. Sekian dari saya terima kasih semua." ucap Alza.
***
Alza dan Tiara beserta yang lainnya sudah dalam perjalanan menuju pulang kerumah.
Alza menarik Tiara agar bersandar padanya. Mereka hanya bertiga dalam satu mobil bersama Pak supir. Sementara yang lainnya ada di mobil belakang.
"Bang Alza, aku gak menyangka suara bang Alza sebagus itu. Kenapa Bang Alza tidak jadi penyanyi saja?" tanya Tiara.
"Kalau aku jadi penyanyi, siapa yang akan menjalankan perusahaan?" tanya Alza. Sekarang Alza malah melingkarkan tangannya pada tubuh Tiara yang bersandar padanya. Alza benar-benar merasa nyaman bisa seperti ini bersama Tiara.
" Benar juga ya, tapi bukankah ada Bang Axel. Aku jarang sekali melihatnya dirumah, memangnya apa pekerjaannya?" tanya Tiara. Tiara berusaha mencari celah, dia ingin menceritakan semua yang dia ketahui tentang Axel pada Alza. Tiara ingin jujur, Tiara sudah siap kalau pun Alza akan sangat marah padanya.
Beberapa hari ini, Tiara sudah berpikir keras kalau dia harus memberitahu Alza tentang semuanya. Namun entah kenapa Tiara begitu takut kalau Alza akan marah dan salah paham. Jika Alza marah kepada siapa dia akan berlindung.
"Dia kerjanya sebagai DJ, kerja di dunia malam gitu. Nanti kamu cari tahu saja di ...."
"Ok Google," ucap Tiara langsung memotong ucapan Alza.
"Pintar ... sekarang kamu jawab jujur sama aku! aku tadi dari atas panggung melihatmu jalan ke arah pintu keluar, apa kamu mau pergi meninggalkanku?" tanya Alza serius. Alza memegang kedua pundak Tiara dan menatap mata Tiara dalam. Alza merasa ada yang disembunyikan Tiara selama ini padanya. Tanpa Tiara sadari Alza sering melihat Tiara sedang melamun sambil memikirkan sesuatu.
Tiara memberanikan diri menatap mata Alza. Apakah ini saatnya aku jujur pada bang Alza? Ayo Tiara kamu pasti bisa, Bukankah kamu sudah siap kalau pun Bang Alza marah padamu. Batin Tiara bergejolak.
" Aku ingin jujur pada Bang Alza, sebenarnya ...."
Bersambung ....
__ADS_1
Selalu menunggu vote like dan komen kalian teman-teman.