
Alza sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi. Pelan-pelan Alza naik ke atas kasur, takut membangunkan Tiara. Setelah nyaman dengan posisi tidurnya, Alza membawa Tiara kedalam dekapannya.
Sekarang Alza merasa sudah bebas memeluk Tiara seperti ini, tidak perlu di tahan-tahan lagi.
Alza memperhatikan wajah tidur, benar-benar menggemaskan.
"Aku sangat mencintaimu, istriku kesayanganku." gumam Alza.
Alza mencium lama kening Tiara kemudian memejamkan matanya. Alza mengeratkan pelukannya. Tak lama kemudian Alza menyusul Tiara ke alam mimpi.
***
Pagi hari tiba, Tiara sudah terbangun dari tidurnya. Pelan-pelan Tiara melelepas pelukan Alza yang begitu erat.
Begitu terlepas dari pelukan Alza, Tiara langsung membersihkan diri. Kondisi badannya sudah lumayan baik hari ini, rasa lelahnya sudah hilang, mungkin karena tidurnya yang begitu nyenyak.
Tiara menutup pintu kamar pelan-pelan dan langsung mencari pelayan hotel. Tiara tidak ingin melewatkan tugasnya sebagai seorang istri.
Tiara sudah tidak merasa asing dengan isi hotel ini, karena Alza sudah mengajaknya beberapa kali kesini.
"Ada yang bisa aku bantu Bu Tiara?" tanya pelayan hotel sopan.
"Apa aku bisa masuk dan masak sendiri di dapur hotel ini? aku ingin masak sarapan untuk Bang Alza." tanya Tiara ramah.
"Oh bisa Bu, mari saya antar!" ucapnya ramah, dia tidak mungkin kan, menolak keinginan istri bosnya ini.
Tiara dibantu koki hotel, untuk membuat mereka sarapan. Tiara membuat sarapan dengan hati berbunga-bunga. Tiara tidak ingin melewatkan momen, untuk sarapan berdua dangan Alza, dengan hasil masakannya sendiri.
Sambil besenandung ria, Tiara menata hasil masakannya. Orang-orang di dapur hanya geleng-geleng kepalanya melihatnya. Aura pengantin barunya benar-benar terlihat, wajahnya terlihat berseri-seri karena bahagianya.
Tiara dibantu pelayan hotel membawa sarapannya. Tiara sudah tidak sabar, sarapan berdua bersama Alza.
Setelah mengucapkan terima kasih, Tiara langsung menutup pintunya dan berjalan menghampiri Alza yang masih tertidur dengan nyenyaknya.
Tiara mengusap pelan wajah Alza, sambil memperhantikan setiap inci wajah Alza. Sambil senyum-senyum Tiara mengusap pelan seluruh bagian wajah Alza.
Tiara suka pipi ini, alis ini, hidung ini bibir ini. Sambil mengusap bibir Alza, Tiara jadi teringat ciuman Alza semalam. Tiara benar-benar menyukai cara Alza menciumnya.
"Bang Alza bangun," ucap Tiara pelan. Belum ada tanda-tanda Alza bangun dari alam mimpinya. "Bang Alza, suamiku, gantengku bangun!" ucap Tiara.
Alza belum bangun juga. Tiara mendapatkan ide, perlahan Tiara mendekatkan wajahnya pada Alza, Tiara mencium kening Alza.
Tiara begitu terkejut, entah jurus apa yang dilakukan Alza. Sekarang Tiara sudah duduk dipangkuan alza diatas kasur.
"Bang Alza!" kaget Tiara.
"Selamat pagi istriku, kesayanganku." ucap Alza sambil memeluk erat Tiara, tidak memperdulikan keterkejutan Tiara.
"Pagi, Bang Alza sudah bangun dari tadi ya?" tanya Tiara.
"Aku terbangun saat kamu meraba wajahku sayang. Dan trima kasih kesayanganku, sudah membangunkanku seperti yang aku inginkan, di pagi pertama kita setelah sah menjadi suami istri. Sebagai ucapan trima kasihku, aku akan membalasnya sekarang juga, cup ... cup ... cup ..." Alza menciumi seluruh bagian wajah Tiara.
"Haha ... Bang Alza udah ihhh," ucap Tiara berusaha melepas Alza.
"Tidak akan, dan ini sebagai balasan tanganmu yang nakal itu cup ... cup ... cup ...." ucap Alza kembali menciumi seluruh wajah Tiara.
"Haha ... Bang Alza udah, sebaiknya kita sarapan dulu, bukankah bang Alza ingin mengajakku bulan madu hari ini?" ujar Tiara.
__ADS_1
Alza menghentikan ciumannya begitu mendengar perkataan Tiara.
"Oh iya, ya sudah aku pesan sarapan kita dulu ya." ucap Alza.
"Tidak perlu Bang Alza, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita, tuh ada di meja." ucap Tiara sambil menunjuk ke arah meja.
"Kamu yang menyiapkannya, Wow ... kesayangakku ini semakin pintar saja ya. Ya sudah yuk kita sarapan!" ucap Alza sambil mengangkat Tiara yang duduk dipangkuannya.
"Bang Alza biar aku jalan sendiri saja," ucap Tiara.
Alza tidak mendengarkan Tiara, dan tetap mengangkat Tiara.
Alza mendudukkan Tiara di kursi dan kemudian duduk di kursi kosong sebelah Tiara.
Sungguh sarapan pagi yang begitu menyenangkan bagi Alza dan Tiara. Sambil tersenyum bahagia mereka menikmati sarapannya. Saat akan menyuapi Tiara, terdengar HP Alza berdering.
"Sayang sebentar ya aku ambil HPnya dulu, tukutnya ada yang penting." ucap Alza.
Tiara mengganggukkan kepalanya.
"Hallo, iya Ma." ucap Alza.
"Bagaimana keadaan Tiara, apa sudah baikan?" tanya Mama Ike.
"Sudah Ma, sudah sangat baik sekarang." ucap Alza sambil membuka mulutnya, meminta supaya Tiara menyuapinya.
Tiara yang mengerti maksud Alza pun langsung menyuapkan makanannya.
"Oh iya Ma, kami akan berangkat honeymoon. Mama tolong suruh Ana ya, untuk menyiapkan baju kami." ucap ucap Alza.
"Wah ... kalian akan honeymoon, bagus itu." ucap Mama Ike semangat. Semoga honeymoonnya berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil, doa Mama Ike dalam hati.
Alza dan Mama Ike trus mengobrol, sementara Tiara asik memakan sarapannya dan tidak lupa sesekali menyuapi Alza.
Alza mematikan sambungan teleponnya, dan beralih pada Tiara yang begitu menikmati minum susu yogurtnya.
"Kenapa?" bingung Tiara, saat Alza menatapnya begitu dalam.
"Apa susunya seenak itu," tanya Alza.
"Iya Bang, selain enak, tadi kata kokinya, susu yougurt ini bagus diminum di pagi hari untuk kesehatan. Bang Alza minum juga ya!" ucap Tiara.
"Ok aku akan meminumnya, tapi aku minum sisaan kesayanganku saja." ucap Alza langsung mendekatkan wajahnya pada Tiara.
Mata Tiara tebelalak, saat Alza sudah mencium bibirnya. Alza benar-benar kecanduan dengan bibir manis Tiara.
Tiara memukul-mukul badan Alza, ingin protes. Tapi Alza tidak mempedulikannya dan tetap meneruskan aksinya.
Alza melepas ciumannya.
"Trima kasih sayang, susunya benar-benar enak, sekarang saatnya kita mandi." ucap Alza dan langsung mengangkat Tiara.
"Bang Alza! aku sudah mandi Bang." kaget Tiara. Tiara sepertinya olahraga jantung terus pagi ini karena ulah Alza.
"Tapi kan aku belum, dan kita harus cepat-cepat, karena sebentar lagi Mama dan yang lainnya akan datang." ucap Alza tidak menerima penolakan, dan terus membawa Tiara masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Tiara keluar sendiri dari kamar mandi sambil tersenyum geli. Alza memaksanya masuk ke kamar mandi bersama, dan sekarang malah mengusirnya. Suami Tiara memang aneh.
***
Alza dan yang lainnya sudah sampai di bandara, sudah selesai check-in, dan sebentar lagi pesawat meraka akan take off.
"Ma kami berangkat dulu ya, Mama dan yang lainnya baik-baik ya disini." ucap Alza sambil memeluk Mama Ike.
"Iya, kalian juga baik-baik disana. Kamu jaga Tiara baik-baik ya, jangan sampai terjadi sesuatu padanya. Dan satu lagi, segera berikan cucu untuk Mama ya!" pesan Mama Ike.
"Siap Ma," ucap Alza semangat.
Sementara Tiara memeluk erat Pak Danu.
"Kamu baik-baik di sana ya Nak, turuti apa kata-kata Nak Alza dan jangan jauh-jauh dari dia." pesan Pak Danu.
"Iya Bapak juga ya. Oh iya Pak, setelah ini Bapak singgah ke hotel tempat Bibik dan yang lainnya ya. Sampaikan ucapan trima kasih kami, juga permintaan maaf kami kerena tidak sempat menemui mereka." ujar Tiara.
"Bapak juga rencananya begitu, dan kamu tenang saja Bapak akan mengurus semuanya dengan baik disini. Kamu fokus dengan Nak Alza saja, lakukan apapun untuk membuatnya bahagia." ucap Danu.
"Iya Pak," ucap Tiara.
Tidak lupa juga Alza memeluk Riski, Ridho dan Pak Danu.
"Om titip mereka semua ya, kalau ada apa-apa segera hubungi Alza." ucap Alza pada Om Indra.
"Iya, kalian juga baik-baik disana, dan nikmati bulan madu kalian sebaik mungkin." pesan Om Indra.
"Ok, Om." ucap Alza.
Alza melihat ke arah Tiara yang masih dipeluk erat Mama Ike.
"Jangan lupa ya sayang pesanan Mama," ucap Mama Ike, masih terus memeluk menantu kesayangannya ini.
"Iya Ma, Mama juga bantu dengan doa." ucap Tiara.
"Siap, menantu kesayangan Mama." ucap Mama Ike semangat.
"Kak Ana, kami berangkat dulu ya. Kak Ana baik-baik ya disini, juga jaga yang lainnya untukku ya." ucap Tiara sambil memeluk Ana.
" Siap Nyonya Muda. Oh iya aku ada kado pernikahan untuk khusus Nyonya muda, sudah aku masukkan dalam koper. Jangan lupa di pakai nanti malam ya, janji." ucap Ana antusias.
"Siap Kak Ana, aku pasti akan memakainya." ucap Tiara berbinar. Akhirnya ada juga yang memberi kado pernikahan khusus untuknya.
Alza berusaha menguping pembicaraan Tiara dan Ana.
"Kami berangkat ya semua," ucap Alza sambil menggenggam tangan Tiara. Dan melambaikan tangannya pada yang lain, begitu pun dengan Tiara.
"Bang Alza jangan lupa ya oleh-oleh pesananku," teriak Ridho.
Alza tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
Bersambung ....
Kira-kira mereka bulan madu ke mana ya? ada yang mau ikut Tiara dan Alza.
Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman. Semangat!
__ADS_1