
Alza menggenggam tangan Tiara, sambil berjalan menyusuri pemakaman San Diego hills.
Sementara Tiara hanya nurut saja kemana Alza membawanya.
"Kita sudah sampai," ucap Alza.
Tiara tampak terkejut, begitu melihat tulisan nama Andy Wijaya dalam nisan makam tersebut.
"Ini ...."
"Kasih salam dulu sayang," Alza memotong ucapan Tiara. "Assalamu'alaikum Pa, Alza datang lagi, dan Alza datangnya tidak sendiri, Alza datang bersama calon menantu Papa." ucap Alza sambil meletakkan bunga di depan nisan papanya.
"Assalamu'alaikum Pa, aku Tiara." ucap Tiara lirih. Tiara begitu terharu, Alza membawanya ke tempat ini, dan memperkenalkannya pada papanya.
"Pa trima kasih ya, mungkin karena restu Papa, salah paham diantara kami langsung terselesaikan. Tiara juga sudah menerima lamaranku. Dan maksud kedatangan kami, kami ingin meminta restu Papa. Kami ingin melangsungkan pernikahan, doakan kami ya Pa, supaya semua berjalan dengan lancar. Dan Papa juga harus tahu kalau Papa lah, orang pertama yang aku kasih tahu tentang hal ini." ucap Alza.
Tiara menahan air matanya agar tidak terjatuh begitu mendengar ucapan Alza. Tiara jadi teringat saat bertemu dengan papa Alza di alam bawah sadarnya waktu itu.
"Sayang, sekarang giliran kamu yang bicara dangan Papa!" suruh Alza.
Tiara mendekat ke arah nisan sambil menabur bunga.
"Hallo Pa, kita bertemu lagi. Terima kasih ya sudah mendidik Bang Alza sebaik ini. Aku yakin kebaikan dan ketulusan hatinya menurun dari Papa. Dan seperti pesan Papa aku akan mejaga dan menemaninya, begitu pun dengan Mama. Papa yang tenang ya disana." ucap Tiara lirih.
Alza terkejut mendengar ucapan Tiara.
"Kamu pernah bertemu dengan papaku dimana sayang?" tanya Alza.
"Saat aku masuk rumah sakit waktu itu, sewaktu aku kritis, Papa lah yang menyuruhku kembali." jawab Tiara.
"Benarkah!" Alza langsung memeluk Tiara. "Terima kasih Pa, terima kasih." ucap Alza begitu terharu. Papanya ternyata benar-benar merestuinya, dan saat di alam yang berbeda pun, papanya selalu memberikan dukungan untuknya.
"Karena Papa sudah memberikan restunya, aku ingin mengucapkan janjiku di depannya." ucap Alza begitu melepas pelukannya.
Alza dan Tiara berdiri saling berhadapan di samping nisan Andy Wijaya. Alza kemudian menggenggam ke dua tangan Tiara.
" Sayang di depan nisan papaku, aku berjanji akan selalu setia padamu, menjagamu,dan akan selalu berusaha memuatmu bahagia. Aku akan selalu menerima apapun keadaanmu, etah itu senang maupun sedih, sakit maupun sehat. Kamu mau menjalani hari-hari, seumur hidup bersamaku?" ucap Alza .
"Aku mau Bang Alza. Di depan Papa aku juga berjanji. akan jadi istri yang setia, hormat pada suami, juga akan selalu menerima Bang Alza bagaimanapun keadaannya." ucap Tiara sambil menagis, dan langsung memeluk Alza erat.
Mareka berpelukan sambil menangis bahagia.
Bayangan putih yang dari tadi menyasikan mereka perlahan menghilang. Dia pergi dengan bahagia setelah memberi restunya.
***
Begitu selesai dari makam Papanya, Alza dan Tiara kembali melanjutkan perjalanan. Alza ingin mengajak Tiara kencan hari ini, sekalian selagi dia tidak kerja. Lagia dia juga belum pernah mengajak Tiara keliling kota Jakarta.
"Bang Alza terima kasih ya, sudah mengajakku ke makam Papa." ucap Tiara senang.
"Apa kamu sesenang itu aku ajak kesana?" tanya Alza.
"Iya Bang, aku sangat ingin berterima kasih padanya." ucap Tiara.
"Ada-ada saja kamu, diajak ke makam saja bisa sesenang itu. Apalagi kalau diajak ke Korea." ucap Alza.
"Ke Korea, mau mau Bang, aku ingin bertemu dengan Yong Sik dan Dong Beak" ucap Tiara antusias.
"Nanti saja ya kita kesananya kalau sudah sah . Sekarang kita jalan di seputar Jakarta saja, kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Alza.
"Monas Bang," ucap Tiara semangat.
"Monas? kamu yakin ingin pergi kesana?" tanya Alza.
"Yakin Bang, sangat yakin. Soalnya kata orang-orang di kampungku, belum sah ke Jakarta, kalau belum ke monas. Aku juga pernah lihat foto mereka di monas, bagus-bagus banget, aku juga ingin." ucap antusias.
__ADS_1
"Baiklah kita ke monas sekarang." ucap Alza.
"Yey makasih Bang Alza ganteng, Cup ... hehe." ucap Tiara kemudian mengecup pipi Alza karena senangnya.
"Sama-sama sayang," ucap Alza sambil membelai rambut panjang Tiara.
Beberapa menit perjalanan sampai juga mereka di monas.
"Monas aku datang," teriaknya Begitu mereka sudah turun dari mobil.
Alza hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Meski tingkah Tiara kadang terlihat seperti anak kecil dan kampungan, Alza membiarkannya saja. Alza justru merasa senang, sekarang saat bersamanya, Tiara sudah bebas berekspresi, dan juga mengutarakan keinginan hatinya.
"Segitu senangnya ya kamu diajak ke monas. Sini tangannya," ucap Alza, lalu menggenggam tangan Tiara dan berajalan mendekat kearah tugu monasnya.
"Iya dong Bang, hehe." ucap Tiara sambil mengayun-ayunkan genggaman tangannya dengan Alza.
"Bang Alza aku mau di foto, fotoin aku ya!" pinta Tiara begitu mereka sudah dekat tugu monasnya.
"Sebentar ya," ucap Alza kemudian memanggil salah satu orang foto keliling di sekitar monas.
Alza meminta Bapak tukang fotonya untuk memfoto mereka. Alza juga menyuruhnya sekalian memfoto dari HP Alza.
Mereka foto berbagai macam gaya, dan hampir semuanya foto mesra ala Tiara dan Alza. Senyum Tiara tidak pernah hilang selama mereka foto.
Alza memperhatikan Tiara, dia juga sangat merasa senang bisa membuat Tiara terus tersenyum seperti ini. Sungguh bahagia Tiara memang sangat sederhana.
Sembari mengunggu hasil fotonya, Tiara begitu menikmati memandang tugu monas dan sekitarnya.
Setengah jam kemudian Bapak tukang fotonya menyerahkan hasil fotonya, pada Alza. Dan Alza langsung membayar hasil fotonya.
Mata Tiara begitu berbinar melihat hasil fotonya, bagus-bagus semua.
"Sekarang kamu mau kemana lagi? mau masuk ke dalam tugu monas, atau kamu ingin kita naik bus tingkat, yang keliling disekitar monas?" tanya Alza.
"Ok, kalau begitu ayo kita keluar," ucap Alza dan berjalan keluar monas sambil bergenggaman tangan.
Lagi-lagi Tiara mengayunkan tangannyanya karena senangnya, sementara Alza tersenyum saja menanggapinya.
***
Mereka sudah berada dalam bus bertingkat, dan mereka duduk di bagian atas. Bus gratis bagi yang ingin berkeliling sekitar monas.
Tiara menatap senang pada setiap tempat yang di lewati bus. Sementara Alza menjelaskan pada Tiara nama-nama tempat yang mereka lewati.
"Kalau itu bus transjakarta namanya. Kalau naik kamu cukup bayar Rp3.500, dan kamu sudah bisa berkeliling kota Jakarta, atau kemanapun tempat tujuanmu selama melewati haltenya." jelas Alza.
"Benarkah, kalau begitu ayo kita menaikinya!" ucap Tiara semangat.
"Memangnya kamu ingin kamana lagi?" tanya Alza.
"Mau keliling Jakarta hehe," ucap Tiara.
Alza mecubit gemas pipi Tiara, kesayangannya ini benar-benar selalu apa adanya.
"Sekarang kita sudah sampai, ayo turun!" ucap Alza.
"Bang ini kan tempat kita tadi naik, kita sudah mutar-mutar tapi kenapa turun disini lagi?" bingung Tiara begitu mereka turun dari bus.
"Iya kan itu busnya memang untuk pengunjung disekitar monas saja, sekarang ayo kita nyebrang." ucap Alza sambil menarik pelan tangan Tiara.
"Bang kita mau naik bus transjakarta, kata jadi beneran keliling jakarta?" tanya Tiara antusias begitu mereka masuk halte bus transjakarta.
__ADS_1
"Bukan kita hanya akan naik sebentar, hanya agar kamu tahu saja seperti apa itu bus transjakarta. Kita akan cari makan terlebih dahulu, memangnya kamu tidak lapar?" jawab Alza.
"Lapar sih," ucap Tiara.
Sekarang Alza dan Tiara sudah di dalam Halte, Tiara terlihat memerhatikan sekeliling halte. Alza benar-benar mengenalkan banyak hal padanya.
"Ayo naik!" ajak Alza begitu bus tujuan mereka datang. Tiara hanya nurut saja kemana Alza akan membawanya.
Tiara bingung begitu memasuki bus, tidak ada bangku kosong, dan terlihat banyak orang yang berdiri.
"Sayang kamu pegangan saja padaku!" suruh Alza. Karena mereka juga harus berdiri seperti yang lain.
Tiara akhirnya berpegangan pada pinggang Alza. Sementara Alza berpegangan pada pegangan tangan bus transjakarta, menggunakan tangan satu, sementara tangan satunya berpegangan pada pundak Tiara. Terlihat sekali dia begitu melindungi Tiara.
Ada beberapa orang berbisik-bisik sambil memperhatikan mereka. Namun Alza berusaha cuek saja. Dia juga memakluminya mungkin ada diantara mereka yang kenal padanya dan juga Tiara.
Terlihat aneh memang, pengusaha kaya raya tapi rela begelantungan naik bus transjakarta.
Alza mau melakukan ini semua hanya karena satu alasan, yaitu Tiara. Alza ingin Tiara semakin tahu banyak hal.
"Gimana rasanya naik bus transjakarta, apa kamu kapok?" tanya Alza.
"Enggak, hehe ... aku justru senang bisa menaiki bus ini, bersama Bang Alza lagi." ucap Tiara.
"Ditambah lagi, bisa terus aku peluk seperti ini, benar gak?" ucap Alza jahil.
"Bang Alza ihhh ..." ucap Tiara malu.
"Kak Alza, Kak Tiara maaf mengganggu waktu kalian, apa aku boleh minta foto bersama kalian?" tanya seorang penumpang yang datang mendekat pada mereka bersama 1 orang temannya.
"Boleh," ucap Alza. Alza pikir orang-orang tidak akan mempedulikannya lagi, begitu gosip tentang dirinya mereda. Tahu begini dia pakai masker dan topi saja tadi.
" Aku juga mau," ucap orang yang duduk didepan Alza dan Tiara, yang sebenarnya dari tadi sangat ingin minta foto, tapi tidak berani memintanya.
Mereka akhirnya foto, foto seadanya saja karena sedikit kesusahan harus berpegangan pada bus transjakarta.
"Makasih ya Kak Alza dan Kak Tiara, aku ngefans banget sama kalian. Langgeng terus ya Kak." ucap orang itu.
"Iya sama-sama," ucap Alza.
" Kak Tiara, kalau mau duduk silahkan saja, biar aku saja yang berdiri." ucap orang yang tadi duduk.
"Enggak usah, makasih ya. Aku berdiri saja bersama Bang Alza." ucap Tiara ramah.
"Dia inginnya nempel terus sama aku, gak bisa jauh dia dariku, iya kan sayang?" ucap Alza.
"Bang Alza ihh ..." ucap Tiara malu.
"Kalian benar-benar sweet ya, jadi makin ngefans.Oh iya sepertinya busnya sudah sampai. Sekali lagi termakasih ya Kak." ucap orang itu.
"Iya sama-sama, " ucap Alza dan Tiara kompak.
***
Begitu keluar dari halte, Alza langsung membawa Tiara membeli topi terlebih dahulu. Bukan tidak ingin melayani mereka yang mungkin mengenalnya. Hanya saja Alza ingin benar-benar bisa menikmati waktunya bersama Tiara.
"Bang Alza ini apa nama tempatnya?" tanya Tiara begitu melihat banyak gedung-gedung, juga orang berjualan, juga ada banyak sepeda berjejer rapi.
"Ini Kota Tua namanya, sekarang ayo kita cari makan terlebih dulu!" ucap Alza.
Alza sengaja membawa Tiara ke Kota Tua, karena disini juga lumayan asik tempatnya kalau ingin bersantai, juga bisa besepeda bersama pasangan. Disini juga bisa belajar banyak hal .Di Kota Tua juga banya wisata kulinernya dan yang terpenting letaknya tidak jauh dari monas.
Bersambung ....
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman.