
Ana terlihat senyum-senyum sendiri sambil membuat kopi. Pagi-pagi sekali dia melihat kedatangan Om Indra, sungguh pemandaangan pagi yang sangat menyegarkan mata. Ana melihat Om Indra itu seperti ahjussi-ahjussi rasa oppa orang Korea, sangat sedap dipandang mata.
"Kak Ana kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?" tanya Tiara begitu dia masuk dapur.
"Tidak apa-apa Nyonya Muda, hanya saja aku merasa pagi ini sungguh begitu cerah." ucap Ana.
" Biasanya juga cerah seperti itu, Kak Ana biasa saja, pasti ada apa-apa ni?" tanya Tiara curiga.
"Tidak ada apa-apa Nyonya Muda beneran, saya ke ruangan kerja Tuan Muda dulu ya, mau mengantar kopi ini." ucap Ana.
" Jadi Bang Alza pagi-pagi sekali sudah ada diruang kerjanya, pantas saja aku tidak melihatnya saat bangun tadi. Lalu kenapa itu kopinya ada 2?" tanya Tiara.
"Ini untuk omnya Tuan Muda juga, Nyonya Muda. Tadi omnya datang pagi-pagi sekali, mungkin ada sesuatu yang penting yang harus dikerjakan. Aku tinggal dulu ya Nyonya Muda, takut kopinya keburu dingin." jelas Ana.
Tiara menganggukkan kepalanya. Saat Tiara mau berbalik dia melihat Axel sudah berdiri di dekatnya.
Tiara langsung cepat-cepat melangkahkan kakinya, secepatnya ingin menjauh dari Axel.
" Mau pergi kemana kamu, mau menghindariku?" tanya Axel sambil menahan tangan Tiara.
"Lepaskan Bang Axel, atau aku akan berteriak, supaya semua orang yang di rumah ini tahu kejahatan Bang Axel." ucap Tiara berusaha melawan ketakutannya.
"Bagus ya kamu berani menantangku sekarang, semakin menarik saja. Silahkan kalau mau pergi, tapi tunggu kejutan dariku selanjutnya. Aku yakin Alza akan membencimu setelah itu. Dan kamu tidak perlu kawatir aku siap menerimamu kembali." ucap Axel sambil melepas tangan Tiara.
Begitu tangannya terlepas Tiara langsung buru-buru pergi meninggalkan Axel. Begitu sampai di kamar Tiara langsung menutup rapat pintu kamarnya.
Secepatnya aku harus memberitahu kepada Bang Alza tentang Bang Axel. Aku tidak boloh menundanya lagi. Jangan sampai Bang Alza semakin salah paham padaku, aku tidak mau kalau Bang Alza akan membenciku. batin Tiara.
***
Alza sedang menceritakan semua mimpinya pada Om Indra.
"Jadi sebelum meledak, helikopternya sempat kehilangan kontak dan mengalami kerusakan?" tanya Om Indra.
" Iya Om, tadinya ingin dipaksakan mendarat, tapi tidak ada tempat yang pas. Bapak itu juga takut kalau mendaratnya di pemukiman warga, korbannya akan semakin banyak. Untungnya kami melihat Danau, saat itulah dia berusaha menerbangkan helikopter serandah mungkin ke dekat Danau dan segera menyuruh Alza melompat. Dan dia yang akhirnya meledak bersama helikopter itu Om." jelas Alza.
__ADS_1
" Baiklah Om akan segera memeriksa ke bandara, tentang Pilot yang bersama denganmu saat itu." ucap Om Indra.
" Iya Om, Om juga harus mencari keluarganya. Kita berhutang budi padanya." ucap Alza.
"Iya kamu tenang saja," ucap Om Indra.
"Lalu Om, apa yang Om pikirkan sampai tidak bisa tidur?" tanya Alza.
"Ini tentang kamu, Axel dan Tiara," ucap Om Indra lirih. Sungguh berat bagi Indra untuk memberitahukan semua ini pada Alza. Tapi biar bagaimanapun Alza harus tahu semuanya.
"Ada apa dengan aku, Tiara dan Kak Axel?" tanya Alza bingung.
Indra mengeluarkan HPnya, dia menunjukkan foto pernikahaan Axel dan Tiara.
"INI! bagaimana bisa?" Alza begitu terkejut melihat foto itu. " ini tidak benar kan Om, ini pasti bohong, mereka bahkan tidak saling kenal. Ini pasti hanya foto rekayasa." ucap Alza tidak percaya. Bagaimana mungkin 2 orang yang sangat dia sayangi melakukan ini dibelakangnya.
" Ini semua benar, Om juga tadinya tidak percaya. Tapi begitu melihat semua bukti-buktinya, Om semakin yakin kalau itu foto asli, bukan editan. Orang KUA yang kabur itu sudah ditemukan, dan dialah yang mengirim foto ini." jelas Om Indra.
"Tapi bagaimana bisa, selama ini mereka benar-benar seperti orang asing." ucap Alza.
Pikiran Alza begitu kacau mendengar penjelasan omnya. Dia masih tidak percaya dan benar-benar tidak terima, kalau laki-laki yang menikah dengan Tiara adalah kakaknya sendiri. Kenapa mereka setega itu padanya.
" Om tahu, kami pasti tidak bisa terima semua ini. Om juga begitu, kamu dan Axel sama-sama keponakan Om, Om hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua. Om harap kamu tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Kamu harus memikirkan mama kamu. Dia pasti akan sangat sedih jika tahu semua ini." jelas Om Indra.
" Iya Om, Alza mengerti. Bisa Om tinggalkan Alza sendiri," pinta Alza.
" Baiklah Om mengerti, dan Om yakin kamu pasti bisa mencari jalan keluarnya. Om pulang sekarang." pamit Om Indra.
Begitu omnya pergi, Alza melempar semua yang ada di atas meja di depannya. Alza benar-benar kecewa sekaligus marah sekarang. Dia benar-benar mencintai Tiara tapi kenapa Tiara menusuknya dari belakang seperti ini. Sangat sakit rasanya, lebih sakit dari semua rasa sakit yang pernah dialaminya.
Sementara Tiara terlihat gelisah di kamar. Dia sudah tidak sabar ingin mengatakan semuanya pada Alza.
Kanapa Bang Alza belum kembali ke kamar juga, padahal Om Indra juga sudah pulang. batin Tiara.
Tiara langsung bangun dari duduknya begitu melihat pintu kamar terbuka.
__ADS_1
"Bang Al...za," Tiara yang tadinya semangat begitu melihat Alza masuk, seketika bingung melihat Alza yang terlihat kacau.
Alza juga tidak menyapanya, Alza langsung masuk ke kamar mandi.
Kenapa Bang Alza terlihat kacau seperti itu, apa terjadi sesuatu? dia bahkan tidak menyapaku. batin Tiara.
Meski kepalanya penuh tanda tanya, Tiara berusaha bersikap seperti biasanya. Menyiapkan pakaian kerja Alza, saat Alza mandi.
Alza keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandinya dan langsung berjalan ke arah lemarinya. Alza mengambil asal baju kerjanya dan segera pergi ke kamar mandi untuk memakainya.
Tiara semakin bingung, kenapa Alza tidak memakai baju yang disiapkannya.
"Bang Alza kenapa?" tanya Tiara begitu Alza keluar dari kamar mandi. Alza sudah terlihat rapi sekarang.
"Tidak apa-apa, aku hanya buru-buru berangkat kerja, aku harus pergi sekarang." ucap Alza dan langsung mengabil tas kerjanya sendiri. Bisanya Tiara lah yang membawakannya.
"Bang Alza tidak sarapan dulu?" tanya Tiara.
"Tidak, aku sarapan di kantor saja." ucap Alza langsung pergi keluar dari kamar.
Tiara benar-benar semakin bingung, biasanya Alza Akan selalu mengecup keningnya sebelum berangkat kerja. Sekarang Alza bahkan tidak melihatnya dan langsung pergi begitu saja. Tiara berusaha mengingat-ngingat kesalahannya, tapi tidak ada. Sebelum tidur semalam Alza bahkan terus saja menggombalinya seperti malam-malam sebelumnya.
***
Di dalam mobil Alza terlihat begitu kehilangan semangatnya. Dia sudah berusaha keras menghindari Tiara, tapi kenapa hatinya malah terasa semakin sakit. Terlebih lagi saat milihat wajah polos Tiara, wajah yang sudah berhasil menipunya.
Alza benar-benar tidak menyangka, Tiara berhasil membohonginya sampai sejauh ini. Mungkin memang benar kata-kata orang diluar sana. Sangat sulit mancari orang yang benar-benar tulus dan jujur di dunia ini. Sama sulitnya seperti mencari jarum ditumpukan jerami.
"Pak, kita singgah ke makam Papa dulu!" perintah Alza.
Alza ingin mencurahkan semua isi hatinya pada papanya, hanya itu tempat satu-satunya saat ini.
"Baik Tuan Muda," ucap Pak Ujang.
Bersambung ....
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komennya teman-teman.