
"Apalagi Tiara?" tanya Alza sesabar mungkin.
" Bagaimana kalau kita tidur bersama saja diatas kasur? ini kan kasurnya sangat besar, kita beri bantal ini sebagai pembatasnya." jawab Tiara.
" Apa kamu yakin? kamu tidak takut aku melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan?" tanya Alza.
"Aku yakin Bang, aku percaya sama Bang Alza." ucap Tiara yakin.
"Baiklah." ucap Alza jalan ke kasur dan menaiki sisi sebelahnya Tiara.
Tiara langsung memejamkan matanya.
Alza melihat Tiara dan juga seisi kamarnya.
Sekarang aku bisa tidur dikamar ini lagi. Ajaibnya aku tidak tidur sendiri lagi, sekarang ada Tiara disampingku. Aku mungkin tidak tahu tujuan orang dalam pernikahan palsu ini, tapi dari hati terdalam, aku mengucapkan terimakasi padanya. karena berkatnya aku dan Tiara jadi sedekat ini sekarang. Walaupun mungkin masih ada pambatas diantar kami, tapi aku berharap pembatas ini akan segera disingkirkan. batin Alza.
Setelahnya Alza ikut terlelap bersama Tiara.
Malam semakin larut, Tiara terbangun karena merasakan dingin di sekujur tubuhnya.
Bukannya Jakarta itu panas, tapi kenapa ini kamar Bang Alza dingin sekali huu .... batin Tiara sambil menarik selimut.
"Hacim ...." Tiara bersin.
Tiara semakin merasa gak enak dengan badannya.
Tiara ingin membangunkan Alza.
"Loh kok Bang Alza keringetan?" ucap Tiara heran begitu melihat Alza yang tidak nyaman dengan tidurnya.
"Tidak ... tidak Pak ... tidak!" ucap Alza dalam tidurnya.
Sepertinya Bang Alza mimpi buruk, aku harus membangunkannya. batin Tiara.
"Bang Alza ... Bang Alza ... Bang!" ucap Tiara sambil membangunka Alza.
Mata Alza terbuka, dia melihat Tiara. Alza langsung bangun dari tidurnya.
"Tiara!" ucap Alza dan langsung memeluk erat Tiara.
Tiara membalas pelukan Alza sambil menenangkannya.
"Apa bang Alza mimpi buruk?" tanya Tiara.
"Iya, tapi mimpinya seperti nyata aku benar-benar takut Tiara." ucap Alza.
__ADS_1
" Bang Alza mimpi apa?" tanya Tiara sambil mengusap keringat di wajah Alza.
"Aku tidak begitu jelas mengingingatnya, tapi dalam mimpiku itu aku seperti dalam helikopter bersama seorang bapak dan helikopter kami mangalami goncangan. Bapak itu terus memintaku melompat tapi aku tidak mau. Namun bapak itu terus memaksa hingga goncangan helikopter yang begitu kuat membuatku terbentur sesuatu. Setelahnya aku gak ingat lagi dan kamu membangunkanku." jelas Alza.
" Aku takut Tiara kalau itu bukan mimpi tapi itu sebagian ingatanku yang hilang, kalau itu nyata terjadi, bagaimana nasib bapak yang bersama denganku itu?" tanya Alza begitu khawatir.
Tiara prihatin menatap Alza, Tiara juga berpikir kalau itu sebagian ingatan Alza yang hilang. Tiara yakin ini pasti ada hubungannya dengan Axel.
"Sudah ya, Bang Alza tidak perlu cemas. Sebaiknya Bang Alza tidur lagi. Besok sebaiknya Bang Alza periksa ke dokter. Sini aku bantu Bang Alza biar bisa tidur lagi!" ucap Tiara.
Tiara menggeser bantal pembatas mereka. Alza menurut dan ikut berbaring bersama Tiara. Pikiran Alza sangat kacau hingga tak sadar dia memeluk Tiara. Tiara yang mengerti keadaan Alza mengusap pelan kepala juga punggung Alza.
Aku yakin mimpi Bang Alza adalah sebagian ingatannya yang hilang dan itu adalah bagian rencana pembunuhan Bang Axel. Tapi kenapa Bang Axel ingin membunuh Bang Alza? Bukankah Bang Alza adadah adik kandungnya sendiri? Ternyata hidup Bang Alza juga sangat berat. batin Tiara.
Tangan Tiara terus mengusap punggung Alza hingga dia tertidur di pelukan Alza. Tiara tidak lagi merasa dingin, justru Tiara merasa hangat dan sangat nyaman dalam tidurnya.
***
Pagi hari tiba, Tiara bangun dari tidurnya. Tiara menyadari posisinya saat ini masih dipelukan Alza.
Pelan-pelan Tiara melepas pelukan Alza dan menggantikan dirinya dengan guling.
Tiara langsung membersihkan dirinya dan keluar kamar.
"Nyonya muda sudah bangun, kenapa Nyonya muda pagi sekali bangunnya? yang lain bahkan masih ada dialam mimpi." tanya Ana.
"Sudah biasa bangun pagi Kak Ana, Kak Ana boleh aku minta diantar ke kamar keluargaku?" tanya Tiara.
"Oh, bisa Nyonya muda sini saya antar." ucap Ana.
***
Tiara sedang berbicara dengan keluarganya di kamar tamu.
"Ada yang penting yang ingin aku bicarakan." ucap Tiara.
Tiara duduk di kursi juga Pak Danu di kursi yang satunya, sementara Riski dan Ridho duduk malas diatas kasur.
" Ada apa sih Kak? ini masih sangat pagi, Kakak ganggu mimpi indahku saja." kesal Ridho.
"Ini penting Ridho, ini tentang Bang Axel." jelas Tiara.
" Iya, bukan kah Kak Tiara ingin menjelaskan tentang Bang Axel?" tanya Riski.
"Iya ... Jadi semalam Bang Axel mengancam Kakak, dia mengaku, dia sengaja mengaku-ngaku sebagai Alza. Dia menipu kita dan dia juga ingin membunuh Alza. Kakak gak tahu tujuannya apa? yang jelas kita harus berhati-hati padanya dan harus saling menjaga satu dengan yang lainnya." jelas Tiara.
__ADS_1
"Tapi Kakak senang kan, kalau yang jadi suami Kakak adalah Bang Alza yang Asli, ayo ngaku?" goda Ridho.
Wajah Tiara terasa panas mendengar godaan Ridho.
Jujur dari hati terdalamnya dia nyaman bersama Alza, wanita mana yang tidak tersentuh diperlakukan begitu baik. Alza juga sangat perhatian padanya. Tiara bahkan berusaha menolak pesona yang ada dalam diri Alza karena dia mengingat setatusnya sebagai istri waktu itu. Tiara juga merasa sangat tidak pantas bersanding dengan Alza.
"Kamu ini, ya sudah Kakak mau lihat Bang Alza dulu. Ingat ya pesan Kakak, harus selalu saling menjaga." ucap Tiara.
***
" Bang Alza ayo kejar!" ucap Tiara sambil berlari di pinggiran Danau.
" Awas kamu ya! kalau ketangkap gak akan aku lepaskan lagi." ujar Alza terus berlari mengejar Tiara.
"Gak takut yey ... Bang Alza lemah larinya sangat lambat huu ...." ucap Tiara meledek Alza. Tiara terlihat sangat senang dan terus berlari.
"Hap ... ketangkap kan kamu, cup." Alza menangkap Tiara dan memeluknya dari belakang juga tak ketinggalan mengcup pipi Tiara.
" Ih, Bang Alza kok curang sih." protes Tiara.
"Curang darimananya? bukannya sudah aku kasih peringatan." ucap Alza sambil mepererat pelukanya.
Alza benar-benar merasa nyaman bisa memeluk Tiara seperti ini. Sambil memejamkan matanya Alza menikmatinya, tapi tunggu dulu kenapa tubuh Tiara jadi aneh begini? pikir Alza.
"Bantal guling? loh ... kemana Tiara kenapa jadi guling begini?" ucap Alza terkejut begitu membuka matanya. Alza langsung bangun dan melihat sekitarnya. Alza melihat kamarnya masih sama seperti sebelumnya tidak ada yang berubah juga tidak ada Tiara yang tidur di sebelahnya.
" Ternyata hanya mimpi," gumam Alza merasa bingung.
"Berarti Tiara itu hanya ada di mimpiku, tapi kenapa aku begitu merasa dia nyata, aku bahkan sempat nginap di rumahnya, kami juga pergi metik cabai di ladangnya, dan banyak hal yang aku lakukan bersamanya.Tidak ... tidak, Tiara itu nyata, bukan hanya ada dalam mimpiku." ucap Alza seperti orang linglung. Alza langsung turun dari kasurnya dia harus memastikan kalau Tiara itu benar-benar nyata bukan hanya ada dalam mimpinya.
Bagaimana Alza tidak merasa bingung, seminggu yang lalu bangun-bangun ditempat yang sangat asing baginya. Sekarang bangun-bangun sudah ada di kasur kamarnya kembali.
Saat Alza ingin membuka pintu, sudah ada yang mendahului membukanya dari luar.
"Tiaraa ...," ucap Alza terkejut begitu melihat orang yang masuk kekamarnya. Alza langsung menarik Tiara kedalam pelukannya dan memeluknya erat.
Benar kan kamu nyata, aku takut banget Tiara kalau yang teradi bebeberapa hari ini hanya mimpi. batin Alza.
Sementara Tiara yang awalnya terkejut karena tiba-tiba dipeluk Alza langsung mengusai dirinya.
Pasti Bang Alza mimpi buruk lagi. batin Tiara.
Bersambung ...
Catatan : Jangan bingung dengan Alza ya guys. Aku pribadi sering banget seperti itu. Paling parah waktu aku sekolah. Biasanya pulang sekolah langsung ke ladang bantu ortu. Hari itu karena hujan dan ortu juga sudah pulang dari ladang, jadi kami semua tidur sore. Bangun-bangun jam 7 malam, tapi dalam pikiranku itu jam 7 pagi. Aku langsung terkejut dan mau nangis, kenapa tidak ada yang membangunkanku, aku kan harus sekolah. Aku langsung buru-buru ganti baju sambil marah-marah sendiri. Orang rumah cuma heran menatapku. Pas keluar rumah kan, aku bingung kenapa hari gelap? Pas noleh ke dalam rumah, semua sudah ngakak parah. Sungguh hari yang takkan terlupakan seumur hidupku.
__ADS_1