Danau Cintaku

Danau Cintaku
Pelukan pulang kerja


__ADS_3

Mama Ike dan Reina sedang mengobrol di ruang tamu. Saat mengobrol mata Reina terus mencari-cari keberadaan istri Alza.


"Tante dari tadi aku tidak melihat istri Alza, apa kalian tidak tinggal bersama di rumah ini?" tanya Reina.


"Tiara ya? dia di dapur lagi belajar masak katanya. Maafkan Tante ya, Tante bahkan pernah berusaha mendekatkan Reina dengan Alza. Sekarang Reina pasti sibuk klarifikasi tentang hubungan kalian," ucap Mama Ike gak enak.


"Tidak apa-apa Tante, ini sudah menjadi resiko pekerjaan Reina." ucap Reina.


" Oh itu menantu Tante. Tiara sini nak! kenalkan ini Reina," ucap mama Ike begitu melihat Tiara jalan ke arah mereka.


Jadi seperti ini tampilan asli istri Alza, penampilannya bahkan tidak lebih dari seorang pembantu. Aku jadi semakin yakin kalau Alza hanya membayarnya atau bisa saja menipunya. Kalau enggak mana mungkin gadis seperti dia ini yang menjadi istri Alza. Alza bisa saja menipu semua orang tapi tidak denganku. batin Reina.


"Hai, saya Reina." ucap Reina sambil menjabat tangan Tiara.


"Aku Tiara," ucap Tiara.


Kakak Reina ternyata benar-benar cantik. Aku tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengannya. batin Tiara.


***


"Pak Alza ini pesanannya," ucap Ryan sambil menyerahkan kantong belanjaan pada Alza.


"Terima kasih Ryan, saya yakin Tiara pasti sangat membutuhkan ini." ucap Alza.


"Sama-sama Pak. Saya sampai lupa, selamat ya atas pernikahan Bapak, bahagia selalu, langgeng terus dan segera diberi momongan." ucap Ryan.


"Amin. Terima kasih Ryan, apa menurut kamu Saya cocok dengan Tiara?" tanya Alza.


"Cocok Pak sangat cocok, setelah saya pikirkan ternyata orang seperti Ibu Tiara lah yang cocok mendampingi Pak Alza." ucap Ryan.


"Maksud kamu?" tanya Alza.


"Bapak ini kan selama ini terkenal dengan laki-laki kaku, banyak wanita mendekat tidak satu pun yang berhasil menarik perhatian Bapak. Hanya dengan tingka ajaib Ibu Tiara lah yang bisa menarik perhatian Pak Alza." jelas Ryan.


"Tingkah ajaib gimana maksudnya?" bingung Alza.


"Iya Pak ajaib, seperti tadi misalnya dia bahkan menenteng sepatunya dan jalan nyeker ke toilet. Saya juga dipanggil Bang olehnya haha ... saya bahkan selalu tertawa geli jika mengingatnya." cerita Ryan.


"Kamu berani menertawakan istri bosmu!" ucap Alza pura-pura marah. " Tapi benar juga sih saya saja merasa geli waktu pertama kali di panggil Bang. Ah saya jadi tambah kangen sama Tiara, ya sudah saya pulang saja. Kamu juga bisa pulang sana! cari pacar, nanti kamu dikira punya kelainan lagi gara-gara dekat terus sama saya." ujar Alza.


"Dasar Pak presdir, mentang-mentang sudah punya istri inginnya cepat pulang saja." ucap Ryan.


***


Tepat jam 7 malam Alza sampai dirumah. Tiara sudah menunggunya di teras. Melihat Tiara menyambutnya pulang kerja, Alza sangat bahagia. Ada perasaan yang sangat hangat dalam hatinya.

__ADS_1


Begitu sampai di depan Tiara, Alza langsung memeluknya erat.


"Bang Alza!" ucap Tiara terkejut mendapat pelukan tiba-tiba dari Alza.


"Biarkan seperti ini dulu, aku masih sangat kangen padamu." ucap Alza.


"Kita bahkan berpisah baru beberapa jam." ucap Tiara.


"Tapi tetap saja, aku sangat merindukannmu aku bahkan gak bisa berhenti memikirkanmu." ucap Alza.


"Gombal," ucap Tiara malu.


"Wow ... dapat dari mana kamu kata itu? tapi kenapa terdengar sangat manis ya?" ucap Alza begitu melepas pelukannya.


"Bang Alza ihh ... gombal terus deh," ucap Tiara tambah malu.


"Hahahaha ...." Alza tertawa begitu lepas. Benar kata orang bahagia itu begitu sederhana.


***


Tiara sedang menyiapkan makan malam untuk Alza. Tiara juga gak ikut makan malam bersama yang lain tadi. Dia ingin makan malam bersama Alza.


Tiara meletakkan hasil masakannya di depan Alza.



" Masakan kamu, kamu masak tadi? wow, sepertinya enak." ucap Alza semangat, dia sudah tidak sabar ingin segera memakan masakan Tiara. Ditambah lagi ini khusus dibuat untuknya, rasa-rasanya Alza terbang tinggi sejauh mungkin.


"Iya, itu ayam woku masakan khas Manado. Aku belajar bersama Kak Ana, kami mempelajarinya dari chef Juna di TV tadi. Hebat ya Bang, kita bisa belajar masak dari TV." ujar Tiara.


"Iya, kalau kamu mau aku bisa memintanya datang kesini. Kamu bisa belajar langsung dengannya." ucap Alza.


" Beneran Bang! memangnya dia mau?" tanya Tiara.


"Pasti mau lah, gak akan ada yang berani nolak kalau aku yang minta." narsis Alza.


" Bang Alza terlalu percaya diri." ucap Tiara.


Alza mulai memakan makanannya begitupun dengan Tiara.


Alza tidak terkejut merasakan masakan Tiara yang sangat enak. Padahal dia baru pertamakali memasaknya. Tiara memang suka memasak dan hasil masakannya selalu enak.


Aku akan segera menghubungi chef Juna. Biar bagaimanapun Tiara sudah terbiasa bekerja, dia akan merasa bosan kalau tidak ada kegiatan. Dan juga aku bisa mewujudkan impiannya memiliki rumah makan bila perlu aku akan membuatkan restoran untuknya. batin Alza.


Apa sebaiknya aku kasih tahu sekarang tentang Bang Axel pada Bang Alza ya? Aku yakin Bang Alza pasti bisa melindungiku dan keluargaku. batin Tiara.

__ADS_1


"Bang Alza aku ingin ngomong sesuatu yang penting," ucap Tiara.


"Mau ngomong apa?" tanya Alza.


"Ini tentang ba...."


"Wah ... wah ... sepertinya ada yang makan enak nih?" ucap Axel yang datang tiba-tiba memotong ucapan Tiara.


"Bang Axel! Bang Axel kemana saja? sini Bang ikut makan bersama kami." ucap Alza.


Tiara jadi gugup dan takut melihat kedatangan Axel.


Axel ikut gabung bersama Alza dan Tiara. Axel menuang minuman sirup warna merah ke dalam gelasnya, sesekali matanya menatap tajam Tiara. Axel sudah memikirkan akan hal ini. Tiara pasti akan memberitahu Alza tentangnya. Karena itulah dia pulang kerumah untuk mengawasinya. Rencana kali ini dia tidak boleh gagal lagi.


"Oh iya, Tiara katanya tadi mau ngomong penting?" tanya Alza.


Tiara gugup, dia tidak mungkin memberitahu tentang Axel, sementara Axel ada disini. Bagaimana nanti kalau mereka berantem. Mama Ike pasti akan sangat sedih.


"Ini ten...,"


"Maaf ... maaf Alza, Kakak gak sengaja." ucap Axel lagi-lagi memotong ucapan Tiara. Axel sengaja menjatuhkan minumannya ke arah Alza.


" Tidak apa Kak, aku ke kamar mandi sebentar ya." ucap Alza.


Begitu Alza pergi, Axel langsung mengambil pisau dan menodongkannya ke Tiara. Tiara semakin ketakutan.


" Kamu lihat sirup merah ini! kalau kamu berani memberitahu semuanya pada Alza, kamu akan melihat darah Alza mengalir seperti itu dengan pisau ini. MENGERTI KAMU!" ancam Axel.


Tiara hanya mengangukkan kepalanya, sementara Axel langsung pergi.


"Lho, Kak Axel kemana?" tanya Alza begitu tidak melihat kakaknya lagi di meja makan.


"Sudah kenyang katanya Bang. Sebaiknya kita ke kamar saja baju Bang Alza juga basah gitu, harus cepat diganti." ucap Tiara bohong mengenai Axel.


"Ok," ucap Alza.


Tiara dan Alza pergi ke kamar mereka.


Axel menatap mereka sinis dari persembunyiannya.


Silahkan nikmati kebersamaan kalian, karena sebentar lagi Tiara akan seterusnya bersamamaku. Batin Axel.


Bersambung ....


Jangan lupa vote,like dan komen teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2