Danau Cintaku

Danau Cintaku
Axel 2


__ADS_3

Flashback on.


Axel sedang berada di rumah Tiara, dia sudah punya rencana besar hari ini, untuk keluarga Tiara.


"Nak Alza kapan balik ke Jakarta?" tanya Pak Danu pada Axel. Axel memang mengenalkan dirinya pada semua kalau namanya adalah Alza. Saat ini mereka sedang duduk-duduk santai di kebun belakang rumah Tiara.


"Belum tahu Pak, malas pulang ke rumah. Mama tuh setiap pulang nanyain calon menantu terus, Alza saja tidak punya pacar, gimana mau ngenalin calon menantu." ucap Axel mengarang cerita.


"Dicari dong nak Alza! pasti banyak yang mau sama nak Alza, nak Alza ganteng gini baik lagi." ujar Pak Danu.


" Belum bertemu yang cocok saja Pak, Alza tidak mau asal pilih saja, takutnya nanti malah cerai. Alza hanya ingin menikah 1 kali seumur hidup Alza." Ucap Axel.


"Sepertinya obrolannya asik sekali, nih aku bawain singkong rebus, silahkan dimakan!" ujar Tiara muncul ditengah obrolan mereka.


"Wah ... makasih Tiara, sepertinya enak." ucap Axel.


"Pak Danu ... Tiara ...."


"Sepertinya ada tamu Pak, Tiara lihat dulu ya!" ucap Tiara begitu mendengar namanya ada yang manggil.


***


"Pak Jaka ... silahkan masuk Pak!" ucap Tiara begitu melihat tamunya.


"Saya ada perlu dengan bapak kamu, apa dia ada?" tanya Pak Jaka begitu dia sudah duduk dalam rumah Tiara.


" Ada, sebentar Pak, Tiara panggilkan Bapak dulu." Ucap Tiara langsung memanggil Pak Danu.


"Pak Jaka, ada apa?" tanya Pak Danu begitu sudah didalam rumah bersama dengan Axel.


"Begini Pak Danu maksud kedatangan saya, hanya ingin menagih semua utang Pak Danu beserta dengan bunga-bunganya. Pak Danu tahu sendiri kan anak saya kuliah kedokteran dan saya kekurangan uang untuk biaya kuliahnya." jelas Pak Jaka menatap Pak Danu dan sesekali menatap Axel seakan memberi kode.


"Tapi kami sedang tidak memiliki uang Pak. Bukankah dulu Pak Jaka sendiri yang bilang, kami bisa membayar semampunya kami dulu. Pak Jaka sendiri bisa melihat bagaimana keadaan kami. Riski dan Ridho juga masih butuh biaya sekolah." Ujar Pak Danu.


" Itu kan dulu Pak, dulu anak saya masih kecil tapi sekarang sudah kuliah. Apa bapak mau? kuliah anak saya putus di tengah jalan, gara-gara Bapak yang tidak bayar utang." ucap Pak Jaka mulai meninggikan nada suaranya.


Melihat Pak Jaka mulai marah Tiara bingung. Apa yang harus dilakukannya? keluarganya benar-benar tidak memiliki uang. Kalau pun harus menjual rumah beserta ladangnya uang belum tentu cukup. Tiara yakin jumlah utangnya pasti semakin banyak, karena setia bulannya mereka hanya mampu membayar bunganya saja. Bahkan bunganya pun terkadang tidak mampu mereka bayar.


Melihat Tiara dan Pak Danu kebingungan, Ini saatnya aku beraksi. batin Axel.


"Maaf Pak, Alza ikut campur kalau boleh tahu jumblah utang keluarga Pak Danu berapa ya?" tanya Axel pada Pak Jaka.

__ADS_1


"Rp100 juta termasuk sama semua bunga-bunganya." ucap Pak Jaka.


Tiara Terkejut mendengar jumlah utangnya, namun kemudian dia memakluminya. Biar bagaimanapun itu utang sudah dari 16 tahun yang lalu, saat mereka butuh uang untuk biaya berobat ibunya Tiara.


"Beri saya nomer rekening Bapak, saya akan menteransfer semua utang-utang keluarga Tiara." ucap Axel sambil memberi kode pada Pak Jaka.


"Tidak usah nak Alza, saya akan mencari cara untuk membayar utang saya pada Pak Jaka." ucap Pak Danu cepat.


"Pak Danu ini gimana? ada yang mau bayar malah nolak. Ini nomor rekening saya(memberi secarik kertas pada Axel) saya menunggu teransferannya! Sekarang urusan utang Pak Danu dengan saya sudah selesai. Selanjutnya Pak Danu berurusan dengan Alza." ujar Pak Jaka. "Karena urusan utang dengan saya sudah selesai saya pamit pulang." ucap Pak Jaka cepat.


"Nak Alza terima kasih sudah menyelesaikan utang keluarga Bapak. Bapak akan menyicilnya pada nak Alza karena kalau bayar langsung, Bapak tidak akan mampu. Nak Alza sendiri sudah melihat gimana kondisi keluarga Bapak." ujar Pak Danu.


"Bapak tidak perlu membayarnya," ucap Axel.


"Loh ...." Pak Danu terkejut.


Itu uang sangat banyak tapi bagaimana mungkin tidak perlu dibayar. batin Tiara yang juga ikut terkejut mendengarnya.


"Bapak tidak perlu terkejut, karena sebenarnya aku ikhlas memberikannya. Tapi jika Bapak mengijinkan boleh kah aku menikahi Tiara. Bukan maksudku menukar Tiara dengan utang Bapak, tapi aku sudah tertarik dengan Tiara sejak pertama kali kami bertemu. Aku hanya mencari alasan datang ke rumah ini agar bisa mengenalnya lebih jauh. Ternyata Tiara gadis yang sangat baik dan juga sangat sayang sama keluarganya. Aku yakin kelak Tiara juga akan sayang padaku dan juga keluargaku." ucap Axel berusaha mengarang cerita sebaik mungkin untuk meyakinkan Pak Danu.


Pak Danu dan juga Tiara tidak mampu menolak lamaran Axel. Terlebih lagi Pak Danu melihat Axel orangnya baik dan juga sopan. Bukankah tidak baik menolak niatan baik orang lain.


Disinilah keluarga Tiara dan juga Axel sekarang.


Pernikahan mereka berjalan dengan lancar, Axel menyerahkan KTP Alza sebagai data peribadinya.


Setelah mereka menandatangai buku nikah, Axel pura-pura mendapat telpon dari keluarganya.


"Pak, Tiara maafkan aku, Aku harus segera pergi ke Jakarta, Mama masuk rumah sakit. Aku akan memastikan keadaannya terlebih dahulu dan memberitahu tentang pernikahan kita. Setelah itu aku akan menjemput kalian kesini untuk melangsungkan resepsi pernikahan kita." ucap Axel bohong.


Axel pergi dengan kebahagiaan dihatinya, karena rencana awalnya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Benarkan dugaannya, keluarga Tiara sangat mudah di tipu.


Melihat kepergian Axel, Tiara menatapnya sedih.


Flasback off.


****


Sekarang Tiara dan yang lainnya sudah berada di bandara mereka akan berangkat ke Jakarta.


"Waahh ... Riski akhirnya kita bisa naik pesawat," ucap Ridho bahagia sekaligus takjub melihat pesawat didepannya.

__ADS_1


"Iya, biasanya cuma bisa teriak-teriak dari jauh saat melihat pesawat. Woww ... dalamnya sangat kereeen, ada tvnya juga." ucap Riski tak kalah takjub begitu mereka masuk ke dalam pesawat peribadi milik keluarga Wijaya.



"Bang Alza terima kasih banyak, akhirnya kami bisa naik pesawat. Jangan-jangan bang Alza ini beneran Malaikat, aku bahkan belum memintanya tapi sudah dikabulkan saja." ucap Ridho bahagia sambil memeluk Alza.


" Kamu ini, iya sama-sama." ucap Alza menyambut pelukan Ridho dengan tangan satu, sementara tangan satunya lagi masih menggenggam erat tangan Tiara.


Alza mengeratkan genggamannya saat merasa tangan Tiara semakin dingin dan membawa Tiara ke tempat duduk.


" Apa kamu kedinginan, tangan kamu dingin sekali?" Tanya Alza begitu perhatian setelah mereka duduk.


"Sedikit kedinginan Bang, hanya saja aku sedikit takut karena baru kali ini naik pesawat." ujar Tiara.


Tiara tidak hanya merasa takut, tapi beban di kepalanya benar-benar terasa berat, semua yang terjadi hari ini benar-banar tidak pernah terpikirkan olehnya.


"Gak usah takut, ada aku disini yang akan selalu menjagamu, Tiara tidur saja supaya takutnya hilang. sebentar aku ke Om Indra dulu ya," ucap Alza.


Semua perlakuan Alza tidak lepas dari pandangan Om Indra.


Kamu begitu perhatian pada Tiara, Om bahkan baru kali ini melihat kamu memandang perempuan sedalam itu, apa kamu sudah jatuh cinta pada Tiara? batin Om Indra.


"Om ...." pangil Alza menyadarkan Om Indra dari lamunannya.


"Iya, ada apa?" tanya Om Indra.


"Terima kasih untuk hari ini, Om sudah mengaturnya dengan sangat baik, dan untuk buku nikah itu apa Om sudah menyuruh orang menyelidikinya?" tanya Alza.


"Sudah, kamu tenang saja, semua sudah Om atur. Sekarang jawab pertanyaan Om dengan jujur! apa kamu mencintai Tiara?" tanya Om Indra.


"Alza gak tahu Om, apakah Alza sudah benar-benar jatuh cinta padanya? yang jelas Alza sangat merasa nyaman dan selalu ingin bersamanya." ujar Alza.


"Baiklah om mengerti. Sekarang sebaiknya kamu ke Tiara, dia terlihat kurang nyaman." ucap Om Indra.


Alza jalan ketempat duduknya, tidak lupa ia mengambilkan selimut untuk Tiara. Alza menyelimuti Tiara dan membawa gadis itu bersandar padanya. Tiara terlihat sudah nyaman dalam tidurnya.


Aku tidak tahu maksud dan tujuan orang itu dalam pernikahan palsu ini. Tapi aku mengucapkan terima kasih karna berkat dirinya aku bisa selalu bersama Tiara. Batin Alza.


Setelahnya Alza ikut terlelap bersama dengan Tiara.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2