
Indra heran melihat Alza, begitu memasuki ruangan Alza. Alza terlihat sedang melamun dan terlihat jelas di wajahnya tidak semangat.
"Alza," panggil Om Indra.
"Eh, Om sudah datang." ucap Alza langsung tersadar dari lamunannya. Alza ikut pindah duduk ke sofa bersama Om Indra.
"Kenapa lagi kali ini? Om perhatikan kami lagi-lagi melamun dan tidak semangat." tanya Om Indra.
" Ini tentang Tiara, Om. Aku merasa dia membohongiku, dia tidak benar-benar cinta padaku seperti aku mencintainya." ucap Alza tidak semangat.
Indra geleng-geleng kepala mendengar curhatan Alza. Kenapa segala sesuatu tentang Tiara Alza jadi terlihat bodoh begini.
" Jangan bilang, kamu ingin melakukan hubungan suami istri dengan Tiara dan Tiara menolaknya." tebak Om Indra.
"Dari mana Om tahu?" tanya Alza terkejut.
" Ya ampun Alza, kenapa kamu benar-benar terlihat seperti orang bodoh kalau sudah seperti ini. Tapi Om juga tidak bisa menyalahkan kamu, karen Om sangat tahu baru kali ini kamu Jatuh cinta." ucap Om Indra.
"Maksud Om apa, aku tidak mengerti?" tanya Alza bingung.
"Om mau tanya, apa menurutmu setiap orang yang saling jatuh cinta itu dan sudah menjalin hubungan, wajar melakukan hubungan suami istri padahal mereka belum menikah secara sah?" tanya Om Indra.
"Wajar saja Om, teman Alza saat kuliah dulu bahkan sudah terbiasa melakukan hal itu. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang tinggal serumah padahal belum menikah." jawab Alza.
"Itu dia letak kebodohan kamu. Kamu kuliah di luar negeri, hubungan seperti itu memang wajar. Tapi ini Indonesia Alza, melakukan hal itu bukan sesuatu yang wajar. Om cukup memaklumi orang-orang disekitar kita ini juga, banyak yang menganggap hal itu wajar, kerena terpengaruh budaya luar. Tapi Tiara itu gadis dari kampung, yang adat istiadatnya saja masih begitu kuat. Tiara tidak akan mau melakukan itu jika hubungan kalian belum sah." jelas Om Indra.
"Berarti, Alza sudah sangat salah dong Om. Hampir saja Alza melakukan kesalahan yang fatal." ucap Alza yang baru menyadarinya.
"Kamu sudah mengerti kan sekarang? Lagian menurut Om, jika kamu ingin mengetahui apakah Tiara benar-benar mencintai kamu atau tidak sangat gampang." ucap Om Indra.
"Apa itu Om?" tanya Alza antusias.
"Hahaha ... ya ampun Alza, kenapa kamu bisa sebodoh ini tentang cinta, segitu cintanya ya kamu sama Tiara. Om harus memberikan Tiara penghargaan untuk yang satu ini." ucap Om Indra tidak kuat menahan tawanya melihat Alza.
"Kenapa Om tertawa? tidak ada yang lucu Om." kesal Alza.
"Iya ... iya Om minta maaf, Om hanya bercanda. Kamu ini serius sekali jika menyangkut Tiara. Kamu buat saja Tiara cemburu, gampang kan?" ucap Om Indra.
Alza terlihat berpikir, bagaimana caranya membuat Tiara cemburu. Dia bahkan tidak pernah dekat dengan perempuan lain, selain Tiara dan mamanya. Dengan Ana itu tidak mungkin, walaupun Ana lumayan cantik untuk seorang pembantu. Tapi Alza yakin Ana pasti tidak mau, walaupun kelakuannya suka aneh-aneh, Ana itu cukup tahu diri.
__ADS_1
"Tapi siapa yang bisa membuat Tiara cemburu Om? Om sangat tahu kan bagaimana aku?" tanya Alza.
"Bukankah, hari ini kita ada miting dengan brand ambassador? kamu bisa memanfaatkan Reina." usul Om Indra.
"Benar juga Om, kenapa aku tidak kepikiran ke Reina. Terima kasih Om, Om sudah memberi pelajaran yang begitu penting untuk Alza." ucap Alza.
"Sama-sama, Om hanya ingin melihat kamu bahagia. Om sarankan secepatnya menikah secara resmi." ucap Om Indra.
" Siap laksanakan Om," ucap Alza kembali bersemangat. Omnya itu sungguh luar biasa, Alza juga berharap omnya segera jatuh cinta kembali.
***
Tiara sedang memasak makanan sepesial hari ini. Tiara memasak dengan semangat dan hati yang berbunga-bunga. Barusan Alza menelponnya dan mengatakan akan makan siang di rumah.
Tiara menata semua hasil masakannya di atas meja dibantu Mama Ike.
Ana meletakkan jus sirsak mix buatannya di atas meja yang yang sudah ditata rapi.
"Jus apa Itu Ana?" tanya Mama Ike.
"Jus sirsak mix Nyonya besar, cocok kan buat teman makan siang, biar lebih lengkap gitu. Cobain dulu Nyonya besar," ucap Ana.
"Ini berkat Nyonya Muda juga, dia saja begitu bekerja keras. Aku juga tidak mau ketinggalan dong," ucap Ana.
"Bagus itu, bila perlu Tiara jualan bagian makanannya, kamu bagian minumannya. Kamu jadi asisistennya Tiara saja nanti," usul Mama Ike.
"Beneran Nyonya Besar, asik ... bisa kerja bareng Nyonya Muda terus dong." ucap Ana senang.
Bertapa bersuyukurnya Ana, dipertemukan dengan Nyonya besarnya ini. Dia dulu hanya tinggal di rumah kontrakan yang sangat kecil. Ana juga kerja apa saja, yang penting bisa makan dan bayar kontrakan. Orang tuanya sudah meninggal sejak dia kecil. Dia tidak mempunyai saudara dekat.
Ana masih ingat banget, saat dia menangis sendirian di halte, kerena di usir ibu kontrakan karena tidak mampu bayar. Saat itu lah Mama Ike datang dan langsung mengajaknya tinggal bersama di rumah ini, tanpa banyak bertanya ini dan itu pada Ana.
"Ma itu sepertinya mobil Bang Alza, aku ke depan dulu ya Ma." ucap Tiara.
"Iya," ucap Mama Ike.
Tiara jalan semangat ke teras rumah untuk menyambut kepulangan Alza.
__ADS_1
Semangat Tiara seketika memudar, begitu melihat tidak hanya Alza yang keluar dari mobil, tapi dia bersama wanita.
Bukannya itu Mbak Reina, kenapa dia bisa barengan dengan Bang Alza. batin Tiara.
"Tiara, kamu sudah menungguku, kenalkan ini Reina." ucap Alza.
"Kami sudah kenal kok, dulu aku pernah main kesini dan kami kenalan. Langsung masuk yuk, aku sudah begitu merindukan Tante Ike." ucap Reina sambil menggandeng tangan Alza.
Reina merasa di atas angin saat ini, Alza tidak menolak gandengan tangannya, padahal jelas2 ada istrinya disini. Aja juga terlihat tidak peduli pada Tiara. Reina semakin yakin Alza tidak mencintai istrinya itu, semua yang dilakukannya di depan publik itu hanya sandiwara, dan inilah keadaan sebenarnya.
Alza sendiri berusaha menahan diri untuk tidak memeluk Tiara. Dia harus bisa bersandiwara sebaik mungkin, dia benar-benar ingin membuktikan apakah Tiara benar-benar cemburu atau tidak.
Sementara Tiara menatap sedih Alza dan Reina yang berjalan didepannya.
Kenapa Bang Alza pergi bersama perempuan lain, apakah dia marah karena aku berusaha menolaknya? Dia bahkan memanggilku Tiara, bukan sayang seperti biasanya. Apa yang harus aku lakukan, aku benar-benar tidak bisa melakukan hubungan itu sebelum sah. batin Tiara sedih.
Semua sudah berkumpul di meja makan Alza duduk diantara Tiara dan Reina.
"Bang Alza ingin makan apa? biar aku ambilkan." tanya Tiara berusaha menyembunyikan kesedihannya.
"Tidak usah biar Reina saja yang mengambilkan, Rei aku mau ayam yang di depanmu itu." ucap Alza sambil memberikan piringnya pada Reina.
Reina lagi-lagi merasa senang, terlihat jelas sekali Alza menolak istrinya.
Ini kesempatan baik untukku, aku harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Lagian wanita seperti aku inilah, yang pantas bersanding dengan Alza. batin Reina senang.
Tiara benar-nenar merasa sedih melihatnya. Dia ingin marah melihat Alza yang terlihat begitu akrab dengan Reina, tapi apakah dia berhak untuk marah. Hatinya begitu sakit melihatnya.
Alza dan Reina asik ngobrol tentang kerjaan. Sesekali mereka tertawa. Alza benar-benar mengacuhkan Tiara dan berusaha berakting semaksimal mungkin.
"Kamu harus cobain semua Rei, ini semua masakan Tiara." ucap Mama Ike.
"Benarkah? ternyata Tiara pintar juga ya masaknya. Hanya saja maaf ya tante, aku tidak bisa mencoba semuanya, aku harus lebih banyak makan makanan sehat sekarang. Aku harus menjaga berat badanku agar tetap ideal." jelas Reina.
"Benar tuh Rei, makan makanan sehat memang lebih bagus." ucap Alza mendukung Reina, sekali-kali ekor matanya melirik ke Tiara.
Sekarang Bang Alza juga tidak memuji masakannku sama sekali, dia juga mendukung perkataan Reina. Haruskah aku masak, makan sehat terus setiap hari, agar Bang Alza memuji masakannku kembali. batin Tiara yang benar-benar sudah tidak tahan melihatnya.
Tiara berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh. Tiara menggeser piring makanannya yang baru dimakan sedikit olehnya dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa vote, like dan komennya teman-teman.