Danau Cintaku

Danau Cintaku
Ulang tahun perusahaan


__ADS_3

"Di ulang tahun kali ini, kita semua tahu, Bapak tidak sendiri lagi. Sudah ada istri yang berdiri di samping Bapak, bagaimana perasaan bapak?" tanya wartawan B.


"Saya merasa orang yang paling bahagia saat ini. Isteri saya ini, kado terindah yang saya dapatkan selama hidup saya. Sudah dulu ya! acaranya sudah mau mulai, kami harus masuk ke dalam." jawab Alza sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Tiara.


Para wartawan banyak yang merasa kagum dengan Alza. Dia benar-benar baik dan perhatian pada semua orang disekitarnya. Dan juga selalu sweet kalau sudah berhubungan dengan istrinya.


Tatapan mata Tiara begitu berbinar mendengar jawaban Alza. Apa benar aku ini kado terindah dalam hidup Bang Alza? Hatiku senang sekali mendengarnya. batin Tiara.


***


Ballrom hotel sudah ditata sedemikian rupa. Ada panggung kecil di depan, ada beberapa kursi dan meja yang tersedia bagi yang mau duduk. Bagi yang mau berdiri juga disediakan. Biasanya para karyawan akan lebih suka berdiri sambil menikmati hiburan. Dan juga banyak sekali tersedia makanan dan minuman.


Begitu masuk, banyak tatapan mata yang tertuju pada Alza dan Tiara saat memasuki tempat acara.


Ada yang menatap kagum pada mereka, ada juga yang menatap iri. Namun ada satu yang menatap mereka tidak percaya.


Reina benar tidak suka melihat Alza dan Tiara bersama seperti itu.


Alza begitu pintar memainkan sandiwaranya. batin Reina.


"Kami ucapkan selamat datang kepada Pak presdir beserta dengan istri," terdengar suara pembawa acara dari atas panggung.


Alza mengagukkan kepalanya dari tempat duduknya membalas ucapan MC.


Acaranya benar-benar meriah, ada beberapa penyanyi yang diundang untuk memeriahkan acara. Karyawan Wijaya grup begitu antusias menyambutnya. Setiap tahunnya akan ada karyawan yang mendapat penghargaan yang kerjanya sangat bagus. Juga akan ada doorprize yang hadiahnya ada HP , sepeda, TV dan lain-lain.


Mama Ike menarik tangan Tiara dan Alza. Mama Ike ingin mengenalkan Tiara pada beberapa kerabat mereka.


"Tiara, Alza kenalkan ini mereka ini salah satu kerabat kita. Mereka juga termasuk pengusaha Wijaya." ucap Mama Ike.


"Hay, saya Farhan dan ini istri saya Via." ucap Farhan sambil menjabat tangan Alza dan Tiara.


Alza merasa asing dengan Farhan dan Via. Biasanya kalau sesama pengusaha terlebih lagi mereka ini masih membawa nama Wijaya pasti kenal satu dengan yang lainnya.


"Via ini anaknya sepupu papa kamu yang dulu hilang, Beni Wijaya," jelas Mama Ike menjawab kebingungan Alza.


Alza menggangguk mulai mengerti.

__ADS_1


"Mereka ini juga baru menikah sama seperti kalian." ucap Mama Ike lagi.


"Wah, bisa sama ya? dan ternyata selera kita juga hampir sama. Sama-sama menyukai perempuan polos dan baru mau tumbuh mekar." ucap Alza bercanda begitu memperhatikan Tiara dan Via.


" Oh iya saya hampir lupa, selamat ya atas pernikahan kalian, langgeng terus sampai maut memisahkan dan bahagia selalu." ucap Alza.


Mereka menyudahi obrolannya begitu mendengar suara MC kalau acara akan segera dimulai.


***


Mama Ike sedang memberi kata sambutan. Setelah kata sambutan, Mama Ike menyumbangkan 1 buah lagu. Semua yang hadir tampak begitu menikmati nyanyian Mama Ike.


"Bang suara Mama sangat bagus ya, sudah seperti suara penyanyi saja." kagum Ridho.


"Mama kan dulu penyanyi dari penggung ke panggung gitu, orang sering menyebutnya biduan dulu." jelas Alza.


Mama Ike menyanyikan lagu kesukaan Papanya Alza, lagu yang sering dia nyanyikan saat mereka mau tidur. Mama Ike bernyanyi sambil mengingat mendiang suaminya.


Alza bangkit dari duduknya begitu melihat Mama Ike menangis sambil menyanyi dari atas panggung. Alza berjalan cepat ke arah mamanya.


Semua yang hadir menatap haru pada Alza dan mamanya.


"Maafkan kami ya semua, setiap tahunnya kalian pasti melihat kami seperti ini. Saya masih sangat mencintai mendiang suami saya dan saya ingin dia melihat kami dari surga sana." ucap Mama Ike menahan tangisnya.


"Saya juga sangat berterima kasih pada Pak presdir kita ini yang selalu ada buat Mama. Terlebih lagi sekarang dia memberikan Mama kebahagiaan yang sangat luar biasa yaitu menantu Mama dan keluarganya. Dan untuk Tiara menantu Mama, terimakasi sayang sudah hadir di keluarga kami. Sekarang Mama tidak bertemankan sepi lagi." ucap Mama Ike.


Tiara menganggukkan kepalanya dari tempat duduknya. Tiara juga sangat Terharu melihat Alza dan mamamnya.


Akulah yang lebih berterima kasih Mama, Batin Tiara.


"Karena Pak presdir kita sudah ada di atas panggung, bagaimana kalau kita mendengar kata sambutanya saja. Apa kalian setuju?" tanya MC.


"Setujuuuu ...." para karyawan Alza berteriak kompak.


"Wah, kalian sudah sangat tidak sabar rupaya, kalau saya sih tidak. Saya tidak akan sanggup lagi menyatukan hati saya yang sudah sangat patah ini. Tapi karena kalian sudah sangat ingin mendengarnya, maka saya akan berusaha menguatkan hati saya. Silahkan Pak presdir memberi kata sambutannya," ucap MC sedikit bercanda.


Alza memberi kata sabutannya masih ditemani Mama Ike di atas panggung.

__ADS_1


" Sebelumnya saya terlebih dahulu mengucapkan terimakasi kepada Tuhan, karena atas berkat dan kemurahannya kita masih diberikan kesempatan untuk bisa berkumpul di tempat ini lagi. Saya juga sangat berterimakasih untuk Mama saya, karena sampai saat ini dia selalu menjaga dan menemani saya sampai saat ini." ucap Alza sambil menatap Mama Ike.


" Saya juga berterima kasih untuk Om Indra, Kak Axel dan kerabat-kerabat saya yang sudah membantu saya selama ini. Dan juga tidak lupa saya sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya untuk semua karyawan saya yang sudah bekerja keras, kalian luar biasa."


Para karyawan Alza yang hadir mengacungkan jempolnya.


"Dan yang terakhir untuk mertua saya Pak Danu, kedua adik ipar saya Riski dan Ridho. Terima kasih sudah membantu dan menjaga Tiara selama ini. Dan yang paling sepesial saya ucapkan terima kasih untuk istri saya Tiara. Sayang, terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Terima untuk semua senyum dan tawa yang kau berikan padaku. I love you. Cukup sekian dari saya terima kasih." ucap Alza.


Terdengar sorakan dan tepuk tangan meriah dari karyawan Alza. Ada yang merasa patah hati, sekarang Pak presdir mereka terang-terangan memperkenalkan istrinya kepada mereka.


"Cie ... cie, " goda Riski, Ridho dan Om Indra dari tempat duduknya menggoda Tiara.


Semantara Tiara begitu mendengar kata sayang dari mulut Alza yang ditujukan padanya, wajahnya sudah begitu memerah. Jantungnya berdebar cepat, Tiara bahkan sudah tidak mendengar kata Alza yang lain yang ditujukan untuknya. Sayang ... sayang itu terus yang berputa-putar di kepalanya.


"Aku ke kamar mandi dulu ya," ucap Tiara. Tiara ingin menormalkan detak jantungnya sebelum Alza kembali ke tempat duduknya.


Tiara sampai juga di kamar mandi setelah menanyakan beberapa orang.


Alza, Mama Ike dan Om indra sedang memberikan santunan kepada anak yatim dan panti asuhan.


Begitu Tiara keluar dari kamar mandi ada seorang pelayan yang memberi kertas padanya.


Tiara membuka kertas itu dan membaca isinya.


Segera temui aku di pintu keluar, kita akan pergi malam ini! Kalau kamu tidak datang , kamu lihat orang suruhanku ada di dekat keluargamu. Mereka tidak akan segan-segan membunuh keluargamu. Axel.


Tiara bingung dan juga takut, dia jalan ke arah keluarganya. Tiara melihat 2 orang tidak dikenalnya duduk bersama keluarganya. Keluarganya tampak begitu senang menonton penyanyi diatas panggung. Tiara melihat kepintu keluar, benar saja sudah ada Axel disana.


Tiara menatap sekeliling dia tidak menemukan Alza, Om Indra dan Mama Ike. Tiara tidak punya pilihan lain saat melihat Axel memaikan pisau.


Tiara berjalan kearah pintu keluar sambil berlinang air.


Bersambung ....


Catatan


Terima kasih untuk SELALU ADA TEMPAT BERSANDAR sudah mengijinkan Mas farhan dan Vianya singgah disini. Hanya ini caraku menyampaikan ucapan selamat atas pernikahan mereka. Maaf ya thor jika kurang berkanan di hati.

__ADS_1


__ADS_2