
Saat Tiara dan Gunawan ingin keluar kamar mereka dikejutkan dengan kedatangan Mama Ike dan Alza.
"Wah ... wah menantu Mama cantik sekali." kagum Mama Ike begitu melihat penampilan Tiara.
Semantara Alza hanya mematung dipintu, dia terpana melihat Tiara.
"Karya siapa dulu, Gunawan gitu." narsis Gunawan. "Tuh lihat Pak Presdir kita sampai melongo begitu." goda Gunawan.
Tiara salah tingkah karena ditatap Alza sampai segitunya. Tiara menatap Alza malu-malu, Tiara juga mengagumi penampilan Alza yang begitu gagah dan ganteng dengan setelan jasnya.
Alza jadi malu dan salah tingkah karena ketahuan mengagumi Tiara sampai segitunya. Alza menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
Melihat tingkah Tiara dan Alza yang malu-malu tapi mau, Gunawan jadi gemes dibuatnya.
" Sudah tatap-tatapan nanti dilanjut lagi ya, sekarang kalian sudah harus siap-siap berangkat." ucap Gunawan.
"Lho Tiara kamu belum pakai sepatu?" tanya Mama Ike begitu melihat kaki Tiara. "Oh iya, tunggu sebentar!" Mama Ike langsung membuka lemari rak sepatunya dan mencarikan high heels yang cocok dengan baju Tiara.
"Nih dicoba dulu Nak!" ucap Mama Ike sambil membatu Tiara memakai high heels nya. "wah, ukuran sepatu kita ternyata sama." ucap Mama Ike begitu melihat sepatunya ternyata pas dan cocok dikaki Tiara.
Tiara tidak nyaman dengan sepatunya, bahkan dia takut untuk melangkahkan kakinya.
Alza yang melihat perubahan mimik muka Tiara merasa geli, mamanya ini gak mengerti banget.
"Ma sebaiknya itu sepatunya diganti saja," usul Alza.
"Loh kenapa? ini sudah cocok lo dengan bajunya Tiara, ini sepatu juga belum pernah Mama pakai." jelas Mama Ike.
"Mama gak melihat menantu Mama gak nyaman gitu, Tiara kan gak terbiasa pake high heels Ma, Mama cari yang heelsnya 5cm atau 7cm saja." jelas Alza.
"Oh iya, aku juga baru menyadarinya, sebaiknya kita cari yang heelsnya tidak terlalu tinggi saja." usul Gunawan.
Mereka akhir menemukan high heels yang tingginya cuma 7 cm yang cocok dangan gaun Tiara. Itu pun Tiara masih takut-takut melangkahkan kakinya.
"Sebaiknya Nyonya Muda pegangan saja sama Tuan Muda, karena gak mungkin kan pakai flat shoes terlihat aneh nanti." ucap Gunawan.
Alza mengerti dan menarik tangan Tiara agar berpegangan pada lengan, mereka akhirnya jalan pelan-palan sambil bergandengan.
"Menantu Mama lucu ya, juga sangat polos gitu." ucap Gunawan sambil membereskan alat makeupnya.
"Iya, tapi Mama sangat senang punya menantu seperti Tiara. Oh iya Gun besok sempatkan waktu luang mampir kesini ya! kamu harus ajarin Tiara supaya bisa pakai sepatu heels juga makeup." ucap Mama Ike.
" Tenang Ma, Gunawan pasti sempatkan mampir yang penting Mama harus siapkan makanan yang banyak." ucap Gunawan.
"Aman kalau cuma soal makanan," ucap Mama Ike.
***
Tiara dan Alza sudah sampai di kantor Wijaya.
Om Indra sedang sibuk mengatur ruangan press conference.
__ADS_1
"Hallo Alza, kalian sudah sampai?" tanya Om indra saat menerima telepon dari Alza.
"Iya Om, kami sudah di parkiran." jawab Alza.
"Kalian tunggu disitu ya, jangan dulu keluar dari mobil. Om akan segera kesana." jawab Om Indra.
"Apa kamu baik-baik saja." tanya Alza saat merasa tangan Tiara begitu dingin.
"Aku sedikit takut Bang, aku harus bagaimana nanti disana?" tanya Tiara terlihat gugup.
Tiara belum pernah mengalami hal seperti ini, dia bahkan gak mengerti apa itu press conference. Ditambah lagi mereka memasuki gedung yang begitu tinggi, membuat Tiara semakin takut dan gugup.
Alza menggenggam tangan Tiara, seakan memberi Tiara keberanian dan kekuatan.
"Kamu gak perlu takut, aku akan selalu ada disamping kamu dan menggenggam tangan kamu seperti ini. Aku yang akan menjelaskan semuanya pada wartawan, kamu hanya perlu menjawaab sekenanya saja ok." Alza meyakinkan Tiara.
Tiara menganggukkan kepalanya, Tiara benar-benar merasa memiliki pelindung sekarang.
Om Indra mengetuk kaca mobil Alza.
" Bagaimana Om apa semuanya sudah siap?" tanya Alza begitu menurunkan kaca mobil.
"Sudah sebentar lagi mulai, para wartawan sudah kumpul di dalam. Ada TV yang menyiarkannya secara langsung jadi jika ada yang bertanya selama perjalanan sebaiknya kalian diam saja. Nanti saja semuanya dijawab di dalam." jelas Om Indra.
Om indra kemudian memanggil keamanan yang sudah disiapkannya untuk menjaga Alza dan Tiara.
Tiara semakin gugup saat melihat banyaknya wartawan dan Alza semakin mengeratkan genggamannya.
***
Apartemen Axel.
Axel sedang menonton sambil menikmati minuman soda miliknya. Sudah 2 hari ini dia tidak pulang karena malas melihat Alza. Axel juga ingin menenangkan diri karena merasa marah telah gagal membunuh Alza.
Axel yakin amarahnya hari ini akan sedikit terobati begitu melihat Alza dipermalukan di depan media. Axel yakin Tiara pasti akan membuatnya malu. Berani sekali dia mengadakan press conference siaran langsung pikir Axel.
Begitu melihat acara tv menayangkan press conference Alza, Axel langsung memfokuskan pandangannya.
Axel tiba-tiba tersendak minuman sodanya, Axel sangat terkejut saat melihat Tiara.
"Itu bagaimana bisa? kenapa Tiara bisa jadi secantik itu! Itu tidak mungkin! ini tidak bisa dibiarkan ini." ucap Axel. Axel terlihat marah saat melihat Alza tersenyum ke kamera. Axel mengpalkan kuat tangannya.
"Aku harus mencari cara, kalau terus seperti ini aku justru memberi kebahagian kepada Alza, Aku harus melakukan sesuatu." marah Axel.
Axel langsung keluar dari apartemenya. Axel menyetop taxi. Begitu masuk taksi Axel kembali menonton streaming press conference Alza. Axel ingin mengetahui apa yang dilakukan Alza.
Selama menonton amarah Axel semakin menjadi, apalagi saat melihat Tiara dan Alza terlihat senyum malu-malu menjawab pertanyaan para wartawan.
Tiara itu milikku. batin Axel
__ADS_1
***
Sementara di kediaman Wijaya terjadi kehebohan.
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga sambil menonton tv. Para pembantu, supir dan tukang kebun juga ikut menonton, hanya pak satpam yang harus berjaga di posnya.
" Itu yang disampingnya Bang Alza beneran Kak Tiara? ternyata Kak Tiara bisa secantik itu ya." ucap Riski mengagumi kakaknya.
" Bang Alza juga terlihat semakin tampan dan gagah." ucap Ridho.
"Iya dong ... anaknya siapa dulu," ucap Mama Ike.
"Menantunya siapa dulu," ucap Pak Danu.
"Kakak iparnya siapa dulu," kompak Riski dan Ridho.
" Tuan mudanya siapa dulu," ucap para pembantu dan tukang kebun.
Dan akhirnya mereka tertawa bersama.
***
Ruang press conference sudah dipenuhi para wartawan.
Om Indra sudah mengatur semuanya dengan baik, para wartawan harus tertib.
Alza dan Tiara terlihat senyum malu-malu menanggapi pertanyaan para wartawan.
Om Indra juga ikut duduk bersama mereka.
"Sekarang siapa lagi yang mau bertanya?" tanya Om Indra.
Terlihat banyak wartawan yang mengangkat tangan.
"Kamu dari gosip pagi, silahkan!" ucap Om Indra.
Wartawan gosip pagi langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Terima kasih untuk kesempatannya. Saya perwakilan dari gosip pagi ingin menanyakan, apa yang membuat Pak Alza buru-buru menikahi Tiara dan kenapa kalian menikah diam-diam?"
Alza langsung mengambil microphone didepannya.
" Saya buru-buru menikahinya karena saya begitu kagum padanya, penampilannya yang sederhana dan apa adanya membuat saya semakin terpesona. Saya tidak bisa berhenti memikirkannya dan itu membuat saya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Itu sebabnya saya langsung menikahinya karena saya ingin tidur dengan nyenyak tanpa harus memikirkannya karena dia akan selalu disamping saya." ucap Alza sambil menggenggam tangan Tiara.
"Kami tidak menikah diam-diam, hanya saja saya memang tidak ingin memberitahukan ke publik, karena saya tidak ingin istri saya merasa tidak nyaman. Dan saya peribadi juga tidak suka kalau kehidupan rumah tangga kami selalu menjadi bahan konsumsi publik, kami juga butuh privasi. Ada pertanyaan lagi?" jelas Alza.
"Apa karena itu pak Alza memutuskan hubungan dengan Reina? karena tidak suka kehidupan peribadinya dikonsumsi publik. Saya melihat Reina menguploud foto menangis di sosial medianya dengan caption Dasar laki-laki pembohong. Dan kita semua tahu kalau laki-laki yang selama ini dekat denganya adalah Pak Alza." tanya wartawan itu lagi.
Nah lo, apa yang akan dilakukan Axel dan siapa itu Reina?
Bersambung ....
__ADS_1