Danau Cintaku

Danau Cintaku
Malam pertama


__ADS_3

Mohon perhatiannya ya teman-teman, untuk bab ini ada sedikit warningnya. Jadi bagi yang merasa belum cukup umur di skip saja ya, tapi jangan lupa tinggalkan jempolnya okay, trima kasih.


***


Setelah Alza selesai menyanyikan lagunya, sekarang giliran Tiara yang menyanyi.


Setumba sukat-sukatna ateku ngena ma nangin


(Kalau rasa cintaku ada 1 liter)


Empat gantang kubereken menbandu


(Semuanya aku berikan untukmu)


Enggo turah kepe uratna ateku keleng man bandu


(Rasa sayangku sudah tumbuh untukmu)


Adi sirang lanai aku ngasup ....


(Kalau berpisah aku tidak akan sanggup)


Begitu Tiara menyanyikan lagunya Pak Danu langsung memberi sawerannya dan langsung diikuti keluarga yang lain.


Para bibi-bibi Tiara terlihat barbisik-bisik pada Alza dan Tiara sambil memberi saweran. Alza dan Tiara saling menatap dan tersenyum malu.


Mama Ike mendapat sorakan meriah, karena bolak-balik memberi saweran. Mama Ike juga membagikan uangnya untuk beberapa panitia dan orang disekitarnya. Benar-benar ini Mama Ike, karena bahagianya jiwa berbaginya langsung keluar.



Begitu pengantin selesai menyanyi dan menari.


Mereka semua makan siang bersama.


Alza dan Tiara makan sambil suap-suapan.


"Sayang aak ...." ucap Alza menyuapi Tiara.


" Enak, makasih suamiku sayang, Bang Alza juga aak ..." ucap Tiara sambil tersenyum dan menyuapkan malanan pada Alza..


"Apa ... apa? ulang 1 kali lagi," pinta Alza sambil menerima suapan Tiara.


"Makasih suamiku sayang, gantengku, pangeranku, matahariku, segalanya bagiku." ucap Tiara.


"Haha ... benar-benar pintar ngegombal ya kamu sekarang." ucap Alza.


"Aku nggak ngegombal Bang Alza, itu ungkapan dari hati terdalamku, Ngenna ateku kam(aku mencintaimu)." bisik Tiara mesra.


"Hey ..." ucap Alza salah tingkah. Dasar Tiara latah, ini pasti karena digodain bibi-bibinya nih dari tadi, jadi ikut-ikutan kan dia.


***


Axel melihat Pak Joko keluar dari tempat acara langsung mengejarnya.


"PAK JOKO!" panggil Axel marah.


"Tuan Axel," ucap Pak Joko tenang.


"Maksud Bapak apa, kenapa Bapak tidak melakukan seperti yang aku perintahkan?" tanya Axel marah.


"Maaf Tuan, saudara anda sudah mengetahuinya, aku tidak mau mengambil resiko. Ini aku kembalikan uang yang Tuan berikan untukku, aku permisi." Ucap Pak Joko dan langsung pergi meninggalkan Axel.


"Kurang ajar, brengsek, kenapa mereka bisa selalu saja menggagalkan rencanaku." gumam Axel marah.


Axel langsung pergi dari tempat acara, Axel butuh pelampiasan sekarang, untuk meluapkan semua amarahnya.


***


Sebagai penutup acara siang ini, kerena waktu yang terbatas jadi semua tamu berdiri, berhadapan dengan Tiara dan Alza juga orangtua mereka.


Satu orang perwakilan keluarga memberi nasehatnya juga doanya untuk Tiara Dan Alza. Setelahnya keluarga Tiara menyerahkan oleh-oleh mereka untuk Alza dan Tiara. Salah satunya, satu buah kain panjang, kemudian merentangkannya dan mengikatkannya pada Alza dan Tiara.


Mereka berharap dalam pernikahannya, hubungan Alza dan Tiara akan panjang dan terus seerat ini. Dan setelahnya mereka semua secara bergatian memberi selamat pada Alza dan Tiara.


Sebelum pulang mereka meminta musik kibot kembali dimainkan, dan semua ikut menari bersama.


Sambil menari, Alza melihat ke arah Tiara yang sedari tadi terus tertawa bahagia. Tiara menari membentuk lingkaran bersama Mama Ike dan Bibi-bibinya. Mama Ike yang menari disampingnya pun terlihat begitu bahagia.


Alza melihat ke arah Pak Danu, Pak Danu juga terlihat menari sambil tersenyum bahagia. Begitupun Riski dan Ridho yang terlihat mengajak panitia menari. Samentara Om Indra sudah ditarik Ana sebagai pasangannya menarinya.


Meski mereka yang berkumpul, mungkin tidak lebih dari 300 orang, tapi kemeriahan pesta benar-benar terlihat. Semua terlihat begitu menikmatinya.


Alza kembali melihat kearah Tiara, Teruslah tersenyum bahagia seperti itu istriku sayang. Dan teruslah menjadi sumber bahagia untuk orang-orang di sekitarmu. Aku sangat ... sangat mencintaimu istriku, Tiaraku. batin Alza.

__ADS_1


***


Acara resepsi malamnya sudah dimulai, Tiara terlihat begitu cantik dengan gaun indahnya. Begitupun dengan Alza terlihat sangat tampan dengan tuxedonya. Mereka benar-benar terlihat pasangan yang sangat serasi.


Serangkaian acara sudah dilakukan, sekarang Alza dan Tiara sedang menyalami tamu-tamunya.


Mereka juga menyediakan hiburan untuk tamu undangannya.


Tamu yang hadir ribuan jumblahnya. Mulai dari kerabat jauh dan dekat, rekan kerja Alza sesama pebisnis, juga sebagian karyawan Wijaya.


Tiara yang awalnya selalu tersenyum bahagia, lama kelamaan sedikit memaksakan senyumnya, pada tamu-tamu mereka, Tiara sudah sangat lelah. Mereka bahkan tidak sempat duduk, karena tamu yang terus berdatangan.


Kaki Tiara sangat sakit rasanya, karena sepanjang hari ini terus-terusaan memakai heels. Sakitnya bahkan sudah sampai ke pinggang, mungkin ini karena Tiara jarang memakai heels.


"Tiara!" ucap Alza sepontan dan langsung menahan tubuh Tiara, saat melihat Tiara hampir terjatuh.


Alza langsung membawa Tiara duduk di kursi pengantin mereka.


"Bang Alza ..." ucap Tiara pelan.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Alza panik.


"Kakiku sangat sakit Bang Alza," ucap Tiara.


Alza langsung memeriksa kaki Tiara. Tumit kaki Tiara terlihat sangat merah.


"Sebaiknya kalian ke kamar saja," ucap Mama Ike yang dari tadi memperhatikan Alza dan Tiara.


"Tapi Ma, bagaimana dengan tamu undangannya?" tanya Tiara.


"Sudah tidak apa-apa, biar Mama dan yang lainnya yang mengurusnya. Lagian ini juga sudah lewat jam 10 malam, tamunya juga sudah tidak banyak ini. Kaki kamu bisa semakin parah kalau dibiarkan terus." jelas Mama Ike.


"Mama benar sayang, sebaiknya kita ke kamar saja. Aku tidak mau kamu tambah sakit. Ma kami ke kamar dulu ya," ucap Alza tidak menerima penolakan.


"Iya, hati-hati ya kalian." ucap Mama Ike.


Alza langsung mengangkat Tiara ala bridal style.


"Bang Alza, aku jalan saja ya." protes Tiara merasa malu, orang-orang di tempat acara masih banyak, apa kata mereka nanti.


"Sudah tidak apa-apa, aku tidak mau kaki kamu tambah sakit." ucap Alza.


Alza membawa Tiara melewati beberapa tamu mereka.


Sementara Tiara langsung mengalungkan tangannya di leher Alza, dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alza, menyembunyikan rasa malunya.


Alza cuek saja pada pandangan orang-orang sekitarnya, yang penting baginya mereka secepatnya sampai di kamar.


***


Alza dan Tiara sampai di kamar, yang sudah di pesan khusus oleh Alza.


"Bang Alza ini ..." ucap Tiara berbinar melihat kamar mereka sudah dihiasi bunga begitu cantik.


"Apa kesayanganku menyukainya?" tanya Alza.


"Iya Bang Alza, aku sangat menyukainya, terima kasih suamiku sayang cup ...." ucap Tiara bahagia, sambil mencium pipi Alza.


"Sama-sama kesayanganku, sudah berani curi start duluan ya, nakal." ucap Alza sambil mendudukkan Tiara diatas kasur mereka. Tiara hanya tersenyum menanggapinya, matanya fokus memperhatikan sekeliling kamar mereka, benar-benar indah.


Alza langsung membuka heels Tiara. Tidak hanya tumit, jari kaki Tiara juga sangat merah.


"Apa ini sangat sakit?" tanya Alza begitu perhatian.


"Lumayan sakit Bang, rasanya pegal sekali." jawab Tiara.


"Tunggu sebentar ya, oh itu pesanan kita sudah datang." ucap Alza kemudian berjalan cepat kearah pintu.


Seorang pelayan hotel yang disuruh Alza, sudah membawa pesanan Alza.


Alza meletakkan baskom kecil berisi air hangat, yang sudah diberi sedikit garam, di bawah kaki Tiara. Perlahan-lahan Alza memasukkan kaki Tiara ke dalam baskom.


"Sayang tahan sebentar ya," ucap Alza.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya.


Tiara merasa begitu perih saat kakinya masuk kedalam air, namun Tiara berusaha menahannya. Tiara tidak mau melihat Alza semakin khawatir.


Alza yang tahu Tiara menahan perihnyanya, merasa begitu bersalah.


"Maafkan aku ya sayang, ini semua salahku." ucap Alza.


"Enggak Bang Alza ini bukan salah Bang Alza. Hal seperti ini udah biasa terjadi kok. Lagian sekarang juga sudah lebih enakan." ucap Tiara.

__ADS_1


"Beneran, kamu gak bohong kan?" tanya Alza.


"Enggak suamiku sayang, beneran ini sudah mulai nyaman rasanya." ucap Tiara jujur.


"Baguslah kalau begitu, oh iya aku siapkan kamu air hangat dulu, biar kamu bisa berendam sebentar." ucap Alza langsung berjalan cepat kearah kamar mandi.


Tiara menatap haru pada Alza yang sudah masuk kamar mandi.


Lebih kurang 20 menit kaki Tiara di rendam, sekarang sudah sedikit lebih baik, namun pegalnya masih lumayan terasa.


Alza membantu tiara berjalan ke kamar mandi.


"Bang Alza udah, aku bisa sendiri kok." protes Tiara, Alza memperlakukannya seperti orang sakit parah saja.


"Aku tidak menerima penolakan sayang, apa gunanya aku sebagai suami?" ucap Alza.


Tiara akhirnya pasrah saja.


"Bang Alza mau ngapain?" tanya Tiara begitu Alza ingin membuka gaunnya.


"Membantumu membuka gaun," ucap Alza santai sambil menarik resleting gaun Tiara.


Tiara langsung menahan gaunnya agar tidak terlepas.


"A ... aku bisa sendiri Bang Alza," ucap Tiara gugup.


"Hei kita ini sudah sah suami istri sayang, kamu tidak perlu gugup dan malu padaku. Karena aku tidak hanya akan melihatnya tapi juga merasakannya." ucap Alza terdengar sensual.


"Tapi ...."


"Baiklah aku mengerti," ucap Alza memotong ucapan Tiara dan langsung keluar dari kamar mandi.


Apa Bang Alza marah? batin Tiara. Tapi untuk saat ini Tiara tidak ingin memikirkannya dulu. Tubuhnya sangat mebutuhkan sentuhan air hangat itu sekarang.


Sementara Alza yang sudah keluar dari kamar mandi, langsung merutuki dirinya sendiri.


Sabar Alza sabar, kamu lihat Istri kamu bahkan masih menahan sakit seperti itu. Bagaimana kalau kamu tidak bisa menahan diri lagi? batin Alza merasa kesal pada dirinya sendiri.


Alza kemudian keluar dari kamar pengantin mereka. Dia juga butuh sentuhan air hangat saat ini.


***


Tiara sudah merasa enakan sekarang, setelah berendam 10 menit tubuhnya terasa segar.


Kemana Bang Alza? batin Tiara begitu keluar dari kamar mandi dan tidak menemukan Alza di kamar mereka.


Tiara mencoba tiduran diatas kasur, tubuhnya sangat lelah.


"Bang Alza," ucap Tiara begitu melihat Alza masuk ke kamar mereka. Alza sudah berganti baju tidur dan sudah terlihat segar sekarang.


"Kamu tidak usah bangun sayang," uca Alza berjalan cepat ke arah kasur. Alza langsung membaringkan tubuhnya dan menarik Tiara kepelukannya.


"Bang Alza maaf ya, aku tadi ..."


"Shutt ... tidak ada yang perlu dipermasalahkan sayang. Aku sangat mengerti, kamu pasti sangat lelah hari ini." ucap Alza.


"Tapi ini kan malam pertama kita, aku tidak masalah kok, kalau Bang Alza meminta hak Bang Alza sekarang." ucap Tiara.


"Tidak sayang, aku tidak akan memintanya sekarang, karena kita begitu lelah hari ini. Aku tidak ingin kita melakukannya dalam keadaan terpaksa. Aku ingin kita bisa sama-sama menikmatinya. Masih banyak malam-malam yang lain untuk kita melakukannya, bahkan pagi, siang, sore juga bisa." ucap Alza.


"Bang Alza ihhh..." ucap Tiara malu. Kalau sudah malu-malu begini Alza paling tahan untuk tidak mencium Tiara.


Alza mendekatkan wajahnya pada Tiara dan mencium lama kening Tiara. Alza juga mencium kedua mata Tiara sampai seluruh wajah Tiara. Tiara hanya diam menikmati perlakuan manis Alza.


"Tapi sebagai gantinya aku ingin ini," ucap Alza dan langsung mencium dalam bibir Tiara. Alza mel*mat bibir Tiara, Tiara juga langsung membalas ciuman Alza, dan Tiara mengalungkan tangannya pada leher Alza.


Alza melepas ciumannya dan menatap dalam mata Tiara, Tiara membalas tatapan alza dengan senyum malu-malu.


Alza kembali mencium bibir Tiara, kali ini ciumanya semakin panas. Alza menarik dagu Tiara untuk memperdalam ciumannya, bibir Alza berpindah pada leher Tiara, dan menciumi leher Tiara tidak lupa Alza meninggalkan tanda kepemilikannya di sana.


Tiara menikmati perlakuan Alza padanya. Gairah alza semakin menjadi, dia begitu menyukai aktivitasnya saat ini. Hingga akhirnya Alza melepas ciumannya, dan membenamkan wajah Tiara pada dada bidangnya.


"Tidurlah sayang," ucap Alza menahan sesuatu dari dalam dirinya.


Tiara menganguk, langsung memejamkan matanya, dan berusaha menetralkan debaran jantungnya.


Alza mendengar nafas teratur Tiara, Tiara sudah masuk ke alam mimpinya. Pelan-pelan Alza melepas pelukannya, begitu pelukannya terlepas Alza langsung masuk kamar mandi. Malam pertama dengan sabun, bukan sesuatu yang buruk, bukan?


Bersambung ....


Maafkan aku ya guys, untuk acara utang adatnya memang sengaja aku perjelas. Seperti biasa hanya ingin berbagi wawasan saja.


Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman. Semangat!

__ADS_1


__ADS_2