Danau Cintaku

Danau Cintaku
Rencana


__ADS_3

"Benarkah? Berarti termasuk seperti kursi ini dan sofa yang diruang tamu itu juga?" tanya Tiara.


"Iya benar sekali, itu termasuk dalam usaha properti namanya. Dan masalah Rumah makan itu kamu tidak perlu khawatir. Kalau pun tidak dipakai lagi kita bisa menjualnya kembali dan tidak akan merugi. Karena yang namanya rumah itu pasti akan semakin mahal harganya." jelas Alza.


" Iyakah? Wow," ucap Tiara berbinar.


" Sekarang aku mau tanya sekali lagi, apa kamu sudah benar-benar yakin ingin jual makanan atau bantuin aku jual rumah, keuntungannya jauh lebih banyak jual beli rumah lho." ucap Alza.


"Memangnya aku akan dapat uang berapa, kalau berhasil jual 1 rumah, Rp1 juta atau Rp2 juta?" tanya Tiara.


"Hahaha ... ya ampun kamu ini, ngitung uangnya tidak bisa yang banyak ya." ucap Alza merasa geli. Alza jadi teringat saat mereka mau jual jam.


"Ni ya, contoh kecil saja belum lama ini kami membeli 1 rumah seharga Rp350 juta. Kami melakukan renovasi dan menghabiskan biaya Rp100 juta dan langsung ada yang mau beli Rp700 juta. Sekarang kamu hitung berapa uang yang kami dapat saat berhasil menjual 1 rumah?" tanya Alza.


Tiara terlihat berpikir.


" Gak tahu ah, jumlah uangnya terlalu banyak, otakku pusing menghitungnya." ucap Tiara.


"Haha ... benar sih, kamu memang harus mulai dari paling bawah dulu, kalau mau buka usaha." ucap Alza. Alza baru menyebutkan yang angkanya ratusan juta saja, Tiara sudah pusing. Bagaimana kalau dia menyebutkan yang angkanya triliunan.


"Asik banget kalian ngobrolnya, lagi ngobrolin apa sih?" tanya Mama Ike yang baru datang.


" Ini Ma, tentang Tiara yang ingin buka rumah makan, seperti yang Mama sarankan. Ada tempat yang tidak begitu jauh dari sini." jelas Alza.


"Wah bagus itu, sekarang kita tentukan apa saja jenis makanan yang akan dijual." ucap Mama Ike semangat.


"Untuk urusan yang satu itu, Mama dan Tiara saja yang mengurusnya. Aku akan melanjutkan kerjaanku terlebih dahulu." ucap Alza.


"Siap," ucap Tiara dan Mama Ike kompak.


***


Urusan rumah makan Tiara lagi dalam proses, sekarang Alza ingin secepatnya mengutarakan keinginan hatinya pada Tiara.


"Hallo Ryan, apa Om Indra ada diruanganku?" tanya Alza begitu sambungan teleponnya dengan Ryan terhubung. Alza sedang berjalan ke ruangan kerjanya.


" Baguslah kalau begitu ... hai Kak, Kakak baru pulang?" Alza menghentikan pembicaraannya di telepon dan menyapa Axel yang baru pulang ke rumah.


"Iya, tumben kamu pulang cepat hari ini?" tanya Axel.


"Iya tadi ada insiden sedikit, aku langsung keruangan kerjaku ya kak." ucap Alza.


Axel menganggukkan kepalanya, Axel mengikuti langkah Alza pelan-pelan. Axel berusaha menguping pembicaraan Alza di telepon, berharap dapat info penting. Dia harus menyusun rencana yang baru secepatnya.

__ADS_1


"Ini Ryan, aku ingin kamu menyiapkan makan malam romantis untuk besok. Cari lokasinya yang di dekat Danau, terserah mau Danau buatan atau yang asli." ucap Alza


"Ya dengan Tiara lah, kamu pikir dengan kamu gitu?" ucap Alza yang terdengar oleh Axel.


"Saat kami di kampung, kan aku belum pernah melamarnya secara romantis dan aku ingin melakukan. Dan secepatnya aku ingin kami melakukan pernikahan ulang kembali. Agar semua orang tahu kalau Tiara itu milikku." ucap Alza.


Axel mengepalkan kuat tangannya.


Ini tidak boleh terjadi, alza dan Tiara jangan sampai menikah secara resmi.


Aku harus menggagalkan rencana Alza. Jangan sampai mereka menikah secara resmi, itu tidak boleh terjadi. batin Axel.


***


"Riski dimana kok tidak kelihatan?" tanya Tiara begitu mereka berkumpul di ruang tamu. Hanya ada Ridho, Mama Ike dan Pak Danu yang dia dapati saat dia ke ruang tamu bersama Alza.


"Riski lagi kejar target Kak, katanya dia ingin masuk sekolah kedokteran, jadi harus lebih banyak lagi belajarnya." jelas Ridho sambil belajar main gitar.


"Terus kamu kenapa gak ikut belajar?" tanya Tiara.


" Aku sih gak perlu Kak, kan aku mau kerja bantuin Bang Alza saja nantinya, jadi santai saja." ucap Ridho.


"Memangnya mau jadi apa kamu?" tanya Alza.


"Berhayal saja kamu, SMA saja belum tamat. Tapi akan Abang dukung, kalau kamu ingin jadi arsitektur. Apa kamu sudah benar-benar yakin ingin jadi arsitektur?" tanya Alza.


"Sudah dong Bang, aku selalu tertarik sama yang namanya bangunan juga suka gambar. Aku juga sudah mengincar UI, dan akan kuliah sambil kerja di perusahaan Bang Alza." jelas Ridho.


"Wah bagus itu, kalau bisa kerja sambil kuliah, kamu juga pasti lebih cepat pintarnya. Bila perlu S2nya lanjut di luar negeri." ucap Alza.


"Benar banget tu Bang, Bang Alza memang yang terbaik." ucap Ridho senang.


"Silahkan dinikmati semua," ucap Ana sambil meleletakkan puding ditengah-tengah mereka.



Tiara memotong puding dan memberikannya pada Alza.


" Gimana rasanya Bang, enak tidak? tadi aku dan Mama belajar membuat puding?" tanya Tiara.


"Enak ... sangat enak, rasanya manis lagi, semanis kamu." jawab Alza.


"Benarkah, terimakasih." ucap Tiara senyum malu-malu, wajahnya juga terasa panas mendengar jawaban Alza.

__ADS_1


"Bang Alza, plis deh ya! tolong hargai kami yang jomblo ini, iya gak Kak Ana?" ucap Ridho.


"Benar banget tuh Dho, Kak Ana sudah terlalu kenyang melihatnya." ucap Ana.


" Makanya cari pacar gih sana!" ucap Alza tidak mau kalah.


"Iyain saja Kak Ana , biar cepat." ucap Ridho.


Obrolan mereka masih terus berlanjut, hingga malam semakin larut.


***


Axel merasa puas melihat foto di depannya, foto nikahnya bersama dengan Tiara. Axel ingin memberi kejutan saat Alza dan Tiara makan malam nanti. Axel yakin Alza pasti marah begitu melihat foto itu. Dan dia sudah menyiapkan berbagai alasan untuk memojokkan Tiara. Dia sangat yakin Tiara pasti tidak punya punya alasan untuk membela dirinya. Dengan begitu Alza pasti akan membenci Tiara. Axel tersenyum begitu puas, dia sudah tidak sabar menunggu esok hari.


***


Jam sudah menujukkan pukul 4 dini hari, Alza terlihat gelisah dalam Tidurnya. Alza kembali mimpi saat dia mengalami kecelakaan di helikopter.


Kali ini mimpi itu terasa begitu jelas.


" Tidak ...." ucap Alza terbangun dari tidurnya.


"Mimpi itu muncul lagi dan kali ini aku sudah benar-benar mengingatnya. Aku sudah ingat jelas sekarang siapa bapak itu." gumam Alza.


Alza melihat ke arah Tiara yang tidur disampingnya. Terlihat Tiara tidur begitu nyenyak, Alza kemudian mengecup kening Tiara dan keluar dari kamar mareka.


Alza masuk ke ruangan kerjanya. Dia ingin memeriksa dan memastikan tentang kejadian waktu itu.


Disaat Alza sedang memeriksanya terdengar HPnya berbunyi ada panggilan masuk.


"Hallo Om ada apa, kenapa pagi-pagi sekali menelponku?" tanya Alza begitu mengangkat teleponnya. Alza melirik jam yang masih menujukkan pukul setengah 5.


" Ini Alza ada sesuatu yang begitu penting yang harus Om sampaikan. Om bahkan tidak bisa tidur karena terus memikirkannya." jelas Om Indra.


"Alza juga Om, ada sesuatu yang penting yang ingin Alza bicarakan dengan Om. Alza sudah ingat semuanya Om, tentang kecelakaan di helikopter itu." ucap Alza.


"Baguslah kalau begitu, Om akan segera kesana." ucap Om Indra.


"Iya Om, Alza tunggu." ucap Alza.


Bersambung ....


Jangan lupa vote, like dan komennya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2