Danau Cintaku

Danau Cintaku
Salah paham


__ADS_3

Alza meletakan bunga di depan batu nisan papanya.


"Alza datang Pa, bagaimana kabar Papa disana?" gumam Alza lirih di dekat nisan papanya.


"Papa pasti tahu kan Tiara, perempuan yang sudah berhasil mengambil semua hati Alza, perempuan yang dulu Alza mintai restu Papa. Dia ternyata tidak setulus yang Alza kira selama ini Pa, dia berhasil menipu Alza dengan wajah polosnya. Kak Axel juga, mereka semua berhasil membohongi dan menipu Alza Pa." ucap Alza sambil menghapus air matanya.


"Pa, apa yang harus Alza lakukan, Alza bahkan tidak berani mengungkap kebohongan mereka kerena ada Mama. Bagaimana nanti jika Mama tahu semuanya? Mama juga sudah sangat menyanyangi Tiara. Alza tidak mau melihat Mama sedih lagi Pa. Alza mohon Pa kasih tahu Alza, apa yang harus Alza lakukkan hiks ... hiks ...." ucap Alza sambil memeluk batu nisan papanya. Alza terus berbicara di depan batu nisan papanya, mencurahkan semua isi hatinya.


Setelah menyampaikan semua isi hatinya di depan makam papanya, ada sedikit perasaan lega di hati Alza. Alza kemudian melanjutkan kembali perjalannannya menuju kantornya.


***


Alza berjalan tanpa semangat menuju ruangannya, karyawan yang berpapasan dengannya merasa heran.


Alza biasanya akan tersenyum pada mereka, tapi sekarang Alza jalan begitu saja tidak ada senyum sama sekali.


Ryan yang sudah siap mau menyapa Alza, merasa heran. Alza masuk begitu saja kedalam ruangannya tanpa melihatnya.


Ryan memberanikan mengetuk pintu ruangan Alza. Ryan masuk ke ruangan Alza begitu mendengar suara Alza menyuruhnya masuk.


" Pagi Pak, ini laporan yang sudah saya periksa dan yang harus Bapak tanda tangani." ucap Ryan sambil meletakkan beberapa dokumen di atas meja kerja Alza.


" Saya juga sudah menemukan tempat yang cocok di pinggir Danau dan saat ini sedang melakukan penghiasan. Untuk makanannya ...."


"Batalkan saja tentang makan malamnya, saya tidak perlu lagi." ucap Alza cepat memotong pembicaraan Ryan.


"Tapi Pak, kenapa harus dibatalkan, apa terjadi sesuatu? tempatnya itu sangat bagus lo Pak, sayang kalau harus dibatalkan." ucap Ryan.


"Sudah berapa lama kamu kerja sama saya, seberapa banyak kamu kenal sama saya?" tanya Alza.


" Baik pak, saya akan membatalkannya. Saya permisi keluar dulu Pak," ucap Ryan cepat-cepat.


Alza melihat pintu ruangannya yang sudah tertutup. Dia bahkan susah untuk profesional dalam kerjaannya saat ini.


***


Tiara terus melirik HPnya, belum ada juga panggilan masuk dari Alza. Biasanya Alza sesibuk apapun, pasti akan menyempatkan waktu untuk menelponnya.


" Nyonya muda kenapa, dari tadi ngelihatin HP terus, lagi menunggu panggilan Tuan Muda ya?" tanya Ana.


" Iya Kak Ana, kenapa Bang Alza belum menelponku juga ya? dia bahkan aneh pagi ini, tidak seperti biasanya." jawab Tiara.


" Biasanya sih kalau si suami tiba-tiba aneh seperti itu hanya 1 penyebabnya Nyonya Muda." ucap Ana.


"Apa itu Kak?" tanya Tiara penasaran.

__ADS_1


"Menurut drama yang aku tonton sih, kemungkinan karena Nyonya Muda kurang memuaskannya di atas ranjang. Nyonya Muda harus hati-hati, untuk urusan yang satu itu laki-laki cendrung egois. Nyonya Muda juga harus tahu, itu salah satu faktor kenapa banyak laki-laki yang selingkuh diluar sana." bisik Ana.


"APA!" mata Tiara melotot mendengar penjelasan Ana, mereka bahkan tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Tapi Tiara juga tidak bisa menyalahkan Ana, orang-orang diluar sana kan taunya mereka suami istri sah.


"Aku ke kamar dulu Kak Ana, Kak Ana saja yang melanjutkan masaknya." ucap Tiara tidak semangat.


Ana menatap kasian pada nyonya mudanya. Mereka padahal pasangan yang sangat serasi, dan terlihat sangat saling menyayangi, juga mencintai satu sama lain. Tapi kenapa hanya karna masalah itu saja mereka jadi tidak akur begitu.


Haruskah aku menujukkan artikel, yang menjelasan tentang cara memuaskan lelaki pada Nyonya Muda. Nyonya Muda kan sangat polos, pasti dia tidak pernah berpikir sampai kesitunya. Aku sungguh tidak menyangka ternyata Tuan Muda, ganas juga kalau di ranjang hehe ...." batin Ana merasa lucu.


***


Satu harian ini Ryan benar-benar bingung melihat Alza. Alza kebanyakan diam, saat miting pun dia tidak konsentrasi sama sekali.


Sepertinya Pak Alza ada masalah dengan Ibu Tiara. Dia bahkan tidak mau makan. Apa yang harus aku lakukan? Pak Alza tidak bisa kalau seperti ini terus. Aku harus hubungi Pak Indra, siapa tau dia bisa bantu. batin Ryan.


Saat akan mengambil telponnya tenyata Indra sudah berdiri di depannya.


" Apa Alza ada di ruangannya?" tanya Om Indra.


"Iya Pak, Pak Alza ada di ruangannya. Kebetulan sekali Bapak sudah datang, saya baru saja mau menghubungi Bapak." ucap Ryan.


"Ada apa kamu ingin menghubungi saya?" tanya Om Indra.


"Ini Pak, saya khawatir dengan Pak Alza, dia sepertinya ada masalah dengan Ibu Tiara. Dari tadi dia mandangin HPnya terus, tapi tidak melakukan apapun. Dia juga tidak mau makan makanannya. Pak Alza kan sangat dekat dengan Pak Indra, saya yakin Pak Indra bisa membantunya." jelas Ryan.


"Iya, silahkan Pak." ucap Ryan.


Saat Indra masuk ke ruangan Alza, dia mendapati Alza sedang duduk melamun di sofa.


"Alza," panggil Om Indra.


"Eh, Om." jawab Alza.


"Kamu belum makan?" tanya Om Indra.


" Dari mana Om tahu?" tanya Alza.


"Itu makanan kamu masih utuh begitu, kamu juga Om perhatiin ngelamun terus." ucap Om Indra.


" Alza gak nafsu makan Om, Alza sangat lelah. Alza juga bingung mesti ngapain, fakta yang Alza ketahui hari ini benar-benar menyakiti hati Alza." ucap Alza.


Indra menggeser duduknya ke samping Alza, kemudian mengusap bahu Alza.


" Om sangat tahu bagaimana perasaan kamu, Om juga bingung saat pertama kali tahu fakta yang sebenarnya. Om juga sangat ingin tahu apa maksud dan tujuan mereka melakukan ini. Apa kamu sudah mencoba menanyakannya pada Tiara." Ucap Om Indra.

__ADS_1


" Alza sangat ingin menanyakannya Om, tapi Alza begitu takut. Bagaimana kalau dia memang bekerjasama dengan Kak Axel. Bisa saja ini bentuk balas dendam Kak Axel karena dulu perempuan yang dia cintai malah mencintai Alza. Om masih ingat kan bagaimana marahnya dia dulu. Padahal Alza tidak pernah menanggapi perempuan itu. Dan itu juga yang menyebabkan Alza begitu menjaga jarak dengan perempuan selama ini. Apa ini karma buat Alza Om?" jelas Alza.


"Jangan sembarangan ngomong begitu. Kalau menurut Om, mungkin Axel bisa saja masih menyimpan dendam sama kamu, entah apapun itu alasannya. Tapi kalau untuk Tiara, Om merasa dia tidak mungkin melakukan itu. Om benar-benar melihat dia gadis yang lugu dan polos. Bisa saja kan selama ini dia diancam sama Axel." ucap Om Indra.


"Alza juga sangat ingin berpikiran seperti itu Om. Tiara adalah cinta pertama Alza, dia juga sudah berhasil mengambil seluruh hati dan perhatian Alza. Dia sudah masuk begitu dalam, dalam hidup Alza. Alza begitu marah padanya, tapi Alza juga tidak mau kehilangannya Om. Memikirkan tidak lagi bersama Tiara saja, Alza begitu takut Om." ucap Alza sambil menghapus air matanya.


Indra kembali mengusap dan menenangkan Alza. Dia begitu kasihan melihat keponakaannya ini. Padahal Alza anak yang begitu baik, perhatian, berhati lembut, nurut pada orangtuanya, tidak pernah ada sedikitpun ada niatan jahat di hatinya pada orang lain. Begitu banyak beban yang harus dia pikul selama ini. Tapi kenapa dia seperti tidak diizinkan untuk bahagia.


***


Sudah jam 7 malam Alza belum juga pulang ke rumah.


Tiara hanya mondar mandir tidak jelas didalam kamarnya. Tiara kembali mencoba menghubungi Alza tapi lagi-lagi HPnya tidak aktif. Tiara tidak brani keluar kamar, selain takut bertemu Axel dia juga tidak ingin krluarganya, bertanya macam-macam saat ini. Tiara pasti bingung menjawab apa.


"Kalau pun Bang Alza marah padaku, aku mohon Bang kasih tahu dimana letak kesalahanku, jangan diamkan aku seperti ini. Aku bahkan gak tahu harus ngapain." gumam Tiara menahan sesak dihatinya.


Sementara Alza sendiri, sedang tiduran di kamar pribadi ruangan kantornya.


" Pak ini makan malam untuk Bapak, saya sudah menyiapkan semua keperluan bapak untuk malam ini. Saya pulang duluan ya Pak." ucap Ryan.


Alza hanya menganggukkan kepalanya.


Apa aku terlihat seperti pengecut sekarang. Tapi aku juga tidak tahu harus bersikap seperti apa, kalau bertemu Tiara nanti. batin Alza.


***


Axel sudah sampai di Danau, sekitaran Danau terlihat sepi tidak begitu banyak orang. Axel juga tidak menemukan tempat yang dipersiapkan untuk makan malam.


Axel Terus berjalan sekitar Danau tapi tidak ada tanda-tanda adanya Tiara dan Alza disini.


"BRENGSEK! jangan-jangan Ryan sudah membohongiku lagi, lihat saja aku akan menghajarnya nanti." marah Axel. Axel sengaja menanyakan Ryan tentang makan malam Alza dan Tiara, dengan alasan ingin memberi kejutan untuk mereka.


"Hallo Ryan, dimana kamu? aku sudah di sekitar Danau sekarang, tapi aku tidak menemukan Alza dan Tiara." ucap Axel begitu sambungan telpon terhubung.


"Maaf Pak Axel, saya lupa memberitahu Pak Axel kalau makan malam Pak Alza dibatalkan." jawab Ryan.


"Kenapa bisa dibatalkan?" tanya Axel.


"Saya juga tidak tahu pastinya kenapa, hanya saja saya merasa sepertinya Pak Alza sedang ada masalah dengan Ibu Tiara. Pak Alza hari ini terlihat galau, dia juga tidak mau pulang ke rumah." jelas Ryan.


"Benarkah?" Axel begitu bahagia mendengarnya dan langsung menutup sambungan telponnya. Axel tidak menduga Alza dan Tiara secepat ini berantemnya. Ini kesempatan besar baginya.


Kalau tahu seperti ini akhirnya, aku tidak perlu repot-repot merencanakan ini dan itu. Mereka itu tidak adak cocok satu sama lain. Tunggu aku Tiara secepatnya kita akan bersamanya selamanya ha ha .... batin Axel bahagia.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa Vote, like dan komen ya teman-teman.


__ADS_2