
Alza baru saja selesai miting, dan sedang berjalan menuju ruangannya. Alza mengambil HPnya dari kantong celananya dan langsung mengeceknya. Alza terkejut melihat banyak panggilan dari mamanya dan juga Ana.
Alza langsung telpon balik mamanya, takutnya terjadi sesuatu dengan Tiara.
"Hallo Ma, ada apa?" Tanya Alza begitu sambungan telpon terhubung.
"Akhirnya kamu muncul juga, kamu kemana saja sih nak?" tanya Mama Ike.
"Alza dari tadi sangat sibuk Ma, ini juga baru selesai miting, HPnya Alza silent, ada apa?" tanya Alza.
"Ini tentang Tiara ...."
"Ada apa dengan Tiara Ma, apa terjadi sesuatu dengannya?" tanya Alza khawatir langsung memotong ucapan mamanya.
"Tidak, hanya saja apa kalian berantem?" tanya Mama Ike.
"Enggak Ma, aku baik-baik saja dengan Tiara. Dia bahkan masih mengatar aku ke depan, saat mau berangkat kerja." jelas Alza.
"Terus kenapa ya dia? dia tidak keluar-keluar dari kamar. Dia juga tidak masak hari ini. Kami juga mendengar suara orang menangis dari kamar kalian dan pintu kamar kalian di kunci." jelas Mama Ike.
" Apa? jadi dia tidak keluar-keluar dari kamar, dan dia menangis. Itu berarti Tiara belum makan siang dari tadi?" tanya Alza memastikan.
"Iya nak, kamu pulang ya! Mama takut terjadi sesuatu padanya." pinta Mama Ike.
"Iya Ma, Alza pulang sekarang." ucap Alza sangat khawatir.
"Ryan, atur ulang jadwalku hari ini, aku harus pulang sekarang. Terjadi sesuatu dengan Tiara.Kalau ada yang penting titip sama Om Indra saja." ucap Alza pada sekertarisnya. Alza langsung terburu-buru pulang ke rumah.
Ryan hanya menatap bosnya, dia bahkan belum sempat menjawab.
"Pak, segera siapkan mobil, kita harus pulang sekarang." ucap Alza begitu Pak supir mengangkat teleponnya.
Alza terlihat gelisah di dalam mobil, seingatnya semua baik-baik saja. Tadi malam sebelum tidur mereka masih tertawa cekikan bersama saat nonton drama Korea. Tapi sekarang kenapa dia tidak keluar-keluar dari kamar, dan parahnya lagi menangis dan belum makan dari siang.
"Pak bisa lebih cepat lagi bawa mobilnya!" suruh Alza.
"Iya Tuan muda saya usahakan," ucap Pak supir ikut khawatir.
***
Indra ingin menemui Alza, ada sesatu yang begitu penting yang harus dia sampaikan kepada Alza.
"Alza di dalam kan?" tanya Om Indra pada Ryan.
__ADS_1
" Pak Alza barusan saja pulang Pak, katanya terjadi sesuatu dengan Ibu Tiara. Dia menyerahkan sisa pekerjaannya pada Pak Indra. Dan ini laporan yang harus Bapak periksa." jelas Ryan.
Indra mengambil laporan dari tangan Ryan dan masuk ke ruangan Alza.
Indra duduk di sofa ruangan Alza tatapannya terlihat kosong. Indra mengambil sesuatu dari dalam kantong celananya dan menatapnya dalam.
***
Begitu sampai di rumah, Alza langsung berlari menuju kamarnya.
" Ma," panggil Alza begitu melihat Mama Ike. Alza terlihat begitu kelelahan karena berlari.
"Alza, kamu sudah datang nak." ucap Mama Ike.
"Iya, apa Tiara sudah keluar dari kamar?" tanya Alza.
"Belum, ini Mama sedang mencari kunci cadangan kamar kalian. oh, ini dia, kita harus cepat-cepat membuka pintu kamar kalian Mama khawatir dengan Tiara." jelas Mama Ike.
"Sini Ma, Alza saja yang buka pintu!" ucap Alza.
Alza langsung membuka pintu kamarnya.
"TIA...ra," panggil Alza begitu pintu kamarnya terbuka, Alza lega sekaligus sedikit kesal. Dia langsung buru-buru meninggalkan kantornya tidak peduli kerjaannya yang begitu menumpuk, karena begitu khawatir pada Tiara.
Alza memijat pelepisnya, Tiara benar-benar terkena virus drakor. Alza memang belum mengijinkannya terlalu banyak melakukan aktivitas. Tapi tidak seperti ini juga.
Mama Ike dan Ana hanya bengong melihat apa yang dilakukan Tiara. Ana sampai tertawa geli melihat Tiara karena dia juga pernah malakukan ini.
Sementara yang mereka khawatirkan dari tadi masih asik dengan dunianya.
"Hiks ... hiks ... Dongbaek kamu yang sabar ya! hiks ... hiks... Yongsik kamu juga, jaga terus ya Dongbaeknya kasian dia hiks ...." terdengar uara Tiara menangis. Sesekali Tiara menghapus air matanya menggunakan Tisu, kemudian mengambil dan memakan cemilannya yang ada di atas meja.
"Tiara," panggil Alza lagi sambil menyentuh bahu Tiara.
"Bang Alza!" ucap Tiara terkejut. Tiara cepat-cepat melepas headsetnya dan menghapus air matanya. Tiara benar-benar salah tingkah sekarang, terlebih lagi saat melihat Mama Ike dan Ana ada di sini.
"Bang Alza sudah pulang , tapi bagaimana kalian bisa masuk?" tanya Tiara bingung. Seingatnya dia mengunci pintu tadi.
" Nih pakai kunci cadangan, kami semua sangat khawatir karena kamu tidak keluar-keluar dari kamar. Gak taunya kamu malah sedang asik-asiknya nonton drakor." jelas Alza.
"Maafkan aku Bang Alza hehe, tapi ini karna Bang Alza juga. Bang Alza melarang aku melakukan ini dan itu, jadi aku nonton drakor saja. Tidak taunya malah keterusan dan aku sampai lupa waktu." ucap Tiara.
Mama Ike hanya geleng-geleng kepala melihat anak dan menantunya ini. Dia akhirnya keluar bersama dengan Ana. Dia tidak mau ikut campur terlalu banyak, yang penting dia sudah melihat Tiara yang baik-baik saja.
__ADS_1
Melihat mamanya sudah keluar kamar, Alza langsung memeluk erat Tiara.
" Bang Alza kenapa? bingung Tiara.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin melepaskan semua rasa khawatirku saat ini. Jangan pernah lakukan ini lagi ya. Kalaupun mau nonton drakor, di ruang keluarga saja." jelas Alza.
"Iya, tadinya aku hanya ingin nanton sebentar saja, dan akan pergi memasak, tapi malah keterusan." ucap Tiara.
"Iya tidak apa-apa, apa ceritanya sesedih itu sampai-sampai kamu menangis terus? ini mata kamu juga sampai bengkak begini," tanya Alza.
"Iya sedih banget Bang, kasihan sekali Dongbaeknya. Apa Abang mau nonton denganku?" tanya Tiara.
"Tidak sekarang Tiara, kamu juga belum makan kata mama, sebaiknya sekarang kamu makan dulu. Ayo aku temani kamu makan!" ucap Alza.
***
Alza menatap Tiara yang sedang makan, pikirannya kemana-mana sekarang.
Apa sebaiknya aku menijinkannya beraktivitas seperti biasanya. Dia pasti sangat bosan kalau seperti ini terus. Batin Alza.
Alza mengambil HPnya kemudian menghubungi bawahannya.
Tiara diam-diam mencuri dengar pembicaraan Alza di telepon.
" Apa Bang Alza serius, Abang sudah menemukan tempat yang cocok untukku buat buka rumah makan." tanya Tiara begitu Alza menutup teleponnya.
"Dasar tukang nguping, aku baru melihat sepintas tempatnya. Karyawanku masih akan mengecek tempatnya. Kalau sekiranya cocok secepatnya kita akan melakukan transaksi jual beli. Tempatnya tidak begitu jauh dari sini?" jelas Alza.
"Kenapa langsung di beli, tidak dikontrak dulu gitu Bang? kita kan tidak tahu aku bakal berhasil atau tidak." ucap Tiara.
"Kamu bahkan belum mencobanya tapi sudah pesimis duluan. Tidak baik berpikir seperti itu, harus yakin dan semangat." ucap Alza.
" Tapi kan Bang, untuk beli rumah makan seperi itu pasti mahal, aku takut Abang rugi besar nantinya." ucap Tiara.
"Hei kamu ini, kamu memang perlu belajar lebih banyak lagi, terutama tentang aku. Salah satu usahaku itu mamang berhubungan dengan Rumah, termasuk jual beli rumah , dan segala macam yang berhubungan dengan rumah termasuk dengan isi-isinya." jelas Alza.
"Benarkah ...."
Bersambung ....
Catatan :
Untuk episode kali ini, pasti kalian sudah sering membacanya di karya-karya yang lain kan guys. Bukan bermaksud ikut-ikutan, hanya berusaha menulis apa yang dipikiran saja. Cerita ini pun terinsfirasi dari drama WTCB, aku sangat suka suasana kampungnya. Yang mau nonton drakor aku sangat merekomendasikan drama WTCB ini. Pesan-pesan moralnya sangat banyak terutama hubungan Ibu dan anak. Kata-kata yang terdapat di dalamnya juga begitu banyak makna. Ini satu-satunya drama yang aku ikutin on goingnya dari awal sampai akhir. Dan betapa bahagianya aku, saat ini drama begitu banyaknya mendapat penghargaan.
__ADS_1