
Alam bawah sadar Tiara.
Tiara sedang bermain ayunan sambil melihat bunga sekelilingnya. Tiara mulai bosan. Tiara teringat dengan Alza, entah kenapa dia merasa Alza terus memanggil namanya sambil menangis.
"Tiara," panggil sosok yang tiba-tiba muncul di depan Tiara.
"Om ... Om papanya, Bang Alza kan?" tanya Tiara memastikan. Tiara pernah melihatnya di foto di ruang kerja Alza.
"Iya nak, panggil Papa bukan om, bukankah kamu memanggil istriku dengan sebutan Mama." ucapnya.
" Iya Papa," ucap Tiara.
"Sekarang pulanglah nak, mereka semua menunggumu!" ucapnya.
"Tapi Pa, aku takut sama ancaman Bang Axel , juga takut kalau Bang Alza marah." Ucap Tiara.
"Tidak nak, Alza tidak akan marah kalau kamu menjelaskan semuanya. Dan kamu harus membantu Alza. Apa kamu ingin melihat dia dibunuh kakaknya sendiri. Dan apa kamu akan tega melihat istriku sedih begitu dalam, saat merasa dia gagal manjadi Ibu." jelasnya.
"Tidak Pa, aku tidak mau Bang Alza dibunuh dan juga aku tidak mau melihat Mama sedih lagi." ucap Tiara.
"Kalau begitu kamu pulang ya! Papa merestui kamu dengan Alza. Sampaikan salam Papa untuk semuanya." ucapnya kemudian menghilang dari pandangan Tiara.
Tiara yakin sekarang dia harus pulang, tapi bagaimana caranya? Dia bahkan tidak tahu, dia dimana sekarang?
HP, dimana HPku? batin Tiara sambil mencari-cari HPnya.
***
Alza kembali menatap Tiara. Alza sedang menonton video orang memasak di HP.
" Tiara, kamu gak ingin belajar masak hari ini? Aku sudah menghubungi chef Juna dan dia bersedia mengajarimu memasak, apa Tiara senang?" ucap Alza di dekat telinga Tiara.
" Tuh lihat Tiara! hasil masakannya terlihat sangat enak. Kamu mau kan, memasak makanan seperti itu sepesial untukku?" Alza terus bicara.
Jika ada orang yang melihat kelakuan Alza sepanjang hari ini. Mungkin mereka akan menyebutnya dewanya bucin atau gila karena cinta. Bagaimana tidak, sepanjang hari dia terus bicara di samping Tiara. Padahal orang yang diajaknya bicara, tidak merespon sama sekali. Terkadang dia tertawa, kadang menangis sambil bicara.
Keluarganya yang menatapnya hanya berusaha menahan air matanya.
"Oh iya ... Tiara, kamu kan sukanya main ok Google, kenapa aku tidak mencobanya?" Ucap Alza tiba-tiba teringat sesuatu yang begitu penting.
"Ok google jalan pulang!" ucap Alza dan Tiara bersamaan.
Alza terkejut, apa dia salah dengar sepertinya dia mendengar suara Tiara mengikutinya Tadi.
__ADS_1
Sebenarnya dari saat Alza menonton video di HP, Tiara sudah menggerakkan tangannya. Alza tidak menyadarinya, karena fokusnya hanya ingin melihat mata Tiara terbuka.
Alza melihat mata Tiara kedip-kedip dan kemudian terbuka dengan sempura.
"Tiara kamu sadar , kamu sudah kembali. Terima kasih Tiara, terima kasih sudah kembali." Ucap Alza sangat bahagia dan langsung memeluk erat Tiara.
"Bang Alza , aku susah nafas" ucap Tiara pelan.
"Oh iya, maaf ya aku memelukmu sangat erat, aku terlalu bahagia Tiara. Kamu mau apa, apa kamu haus? oh, ia tunggu sebentar." ucap Alza semangat dan langsung memencet tombol untuk memanggil dokter.
Tiara menatap sekitarnya, Tiara langsung teringat dengan kejadian penyerangan yang mereka alami. Tiara kemudian menatap Alza yang sedang menatapnya.
Tiara mengangkat pelan tangannya dan menyentuh mata Alza.
"Bang Alza, kenapa mata Bang Alza bengkak begini?" tanya Tiara khawatir melihat Alza yang terlihat sangat kacau.
"Tidak apa-apa Tiara, aku hanya terlalu takut kamu tidak kembali lagi. Kamu tidur terlalu lama," ucap Alza tanpa melepas pandangannya.
" Apa aku tidur selama itu?" tanya Tiara.
" Iya, tapi itu sudah berlalu, yang penting sekarang kamu sudah kembali." ucap Alza senang.
Pembicaraan mereka terhenti karena dokter masuk dan langsung memeriksa keadaan Tiara.
"Keadaan pasien sudah setabil, dia berhasil melewati masa kritisnya dan sudah bisa di pindahkan ke ruang perawatan. Selamat ya, istri kamu akhirnya kembali. Kamu suami yang hebat saya sampai iri melihat kamu. Dan kamu juga semangat untuk sembuh ya, jangan sampai suami kamu ini tambah gila lagi." ucap dokter.
"Tidak apa-apa," ucap Alza menahan malu. Alza mengingat semua yang dilakukannya hari ini benar-benar diluar kendalinya, seperti bukan Alza. Mungkin benar kata orang-orang diluar sana, cinta itu kadang-kadang tidak pakai logika. Ada orang bisa jadi gila karena cinta, namun ada juga orang main gila karena cinta. batin Alza.
***
Tiara sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Semua keluarga begitu bahagia sekarang. Riski dan Ridho terlihat sedang seru bermain tiktok bersama kakaknya. Hanya Riski dan Ridhonya saja terlihat sangat bersemangat, sementara Tiara hanya sesekali tersenyum saat kamera diarahkan padanya.
Tiara belum bisa banyak bergerak, luka tusuk diperutnya belum kering dan juga terasa sakit jika bergerak.
"Kak Tiara lihat sini! Nah ini dia guys, kakakku yang cantik ini sedang sakit. Doakan ya guys supaya cepat sembuh." Ucap Ridho sekarang malah live di Instagramnya.
"Wah, kalian kenal sama kakakku, iya dia istrinya Bang Alza. Tuh lihat Bang Alzanya yang disamping kakakku. Suami setia guys, saat istinya sakit selalu setia menemani. Sudah dulu ya guys nanti dilanjut lagi." ucap Ridho menjawab pertanyaan orang yang menonton livenya.
"Kamu ngapai itu?" Tanya Tiara bingung dengan apa yang dilakukan Ridho.
"Main Intagram kak, tapi aku gak nyangka ternyata ada teman-temanku yang kenal kakak hehe. Langsung aku matiin takutnya mereka bertanya lebih banyak lagi."Jelas Ridho.
__ADS_1
"Memangnya penting gitu main instagram? kalian bukannya belajar," ucap Tiara.
"Sekali-kali penting juga kak, mencari hiburan supaya gak jenuh belajar terus. Kakak Tiara bagus ni buat Instagram. Kakak kan pintar masak, nanti promo di instagram siapa tahu ada yang pesan, terus banyak yang suka. Masakan kakak laris manis terjual deh, dan dikenal banyak orang." jelas Riski.
"Benaran, kakak mau!" ucap Tiara berbinar, kalau seperti ini kan, dia bisa menghasilkan uang dari hasil kerja kerasnya sendiri.
"Kalau soal uang saja cepat, cepat sembuh makanya nanti kita bantu promo, Ok." ucap Ridho.
" Iya," ucap Tiara semangat.
Alza melihat kagum Tiara dan adik-adiknya, terlihat sekali kasih sayang yang begitu tulus diantara mereka.
Ada baiknya juga Riski dan Ridho mengenalkan Tiara Instagram. Aku bisa saja langsung membuatkannya Restoran, tapi dia pasti akan lebih bangga kalau dia berhasil, atas kerja kerasnya sendiri, yang dia mulai dari bawah. Dan orang-orang sok tahu diluar sana tidak akan punya alasan untuk merendahkannya. Batin Alza.
***
Alza duduk di kursi sambil memandangi Tiara yang sedang tertidur. Alza merapikan rambut Tiara yang mengenai wajahnya. Semua keluarga sudah pulang, hanya Alza yang berjaga. Mereka benar-benar pengertian menurut Alza.
Tiara yang merasa diperhatikan membuka matanya.
" Bang Alza kenapa lihatin aku terus, Bang alza gak tidur?" tanya Tiara.
"Aku belum mengantuk Tiara, lagian aku juga harus berjaga, aku gak mau kamu pergi lagi." ucap Alza.
"Aku gak akan kemana-mana Bang Alza, Abang lihat sendiri aku masih sakit." ujar Tiara.
" Justru itu, aku takut kamu pergi dan gak bangun lagi. Lagian aku masih sangat merindukanmu, jadi jangan salahkan aku, kalau aku akan terus memandangmu seperti ini." jelas Alza.
Tiara terharu mendengar ucapan Alza.
"Tapi Abang harus istirahat, mata Abang juga telihat lelah sekali." ucap Tiara.
Alza hanya menggelengkan kepalanya. Tiara bingung harus seperti apa dia menyuruh Alza agar mau tidur.
Tiara menepuk ranjang disampingnya.
" Sini Bang naik, aku gak mau nanti Abang malah jatuh sakit karena terus memandangku. Aku akan membantu Abang supaya bisa tidur." ucap Tiara.
Alza terkesima, tidak perlu berpikir lama, Alza langsung naik ke ranjang Tiara. Ranjang Tiara cukup besar jadi muat untuk 2 orang.
"Sekarang Abang tidur ya!" ucap Tiara sambil mengusap rambut Alza menggunakan tangannya yang tidak diinfus.
Alza begitu merasa nyaman sekarang, ternyata Tiara sangat tahu keinginannya.
__ADS_1
Bersambung ....
Jangan lupa vote, like dan komen ya teman-teman.