
"Lho Tiara, kamu kenapa? apa kamu sakit?" tanya Mama Ike khawatir, saat melihat Tiara yang tiba-tiba berdiri dari duduknya.
"Enggak Ma, Tiara sudah kenyang. Kalian lanjutkan saja makannya!" ucap Tiara langsung pergi sambil menghapus air matanya.
Bang Alza benar-benar sudah tidak perduli padaku, dia bahkan tidak berusaha menahanku. batin Tiara.
Mama Ike menatap khawatir kepergian Tiara. Namun begitu melihat kearah Alza, dia menatap curiga.
Jangan-jangan Alza sengaja melakukannya biar Tiara cemburu, dasar anak muda ada-ada saja kelakuannya. Batin mama Ike.
Mama Ike tadinya juga sempat heran melihat Alza yang datang bersama Reina. Padahal selama ini dia begitu mengacuhkan Reina, dan yang lebih mengherankan lagi, dia mengacuhkan Tiara hari ini. Benar-benar tidak seperti biasanya.
Alza benar-benar menahan diri, agar tidak melangkahkan kakinya menyusul Tiara.
Maafkan aku Tiara, aku terpaksa melakukan ini. Melihatmu cemburu seperti itu membuatku senang, sekaligus yakin kalau kamu benar-benar mencintaiku. batin Alza lalu meneruskan makannya dalam diam.
Masakan Tiara benar-benar semakin enak. Alza sudah tidak perlu lagi pura-pura akrab dengan Reina sekarang.
Sementara Reina merasa senang melihat kepergian Tiara, dan Alza benar-benar tidak memperduliknya.
Namun Reina tiba-tiba merasa heran, Alza tidak lagi menanggapi pembicaraannya. Alza hanya sibuk dengan makanannya.
***
" Terima kasih Tante untuk makan siangnya," ucap Reina. Mereka sudah selesai makan dan sekarang akan kembali ke kantor Alza untuk meneruskan pekerjaannya.
"Sama-sama sering-sering mampir ya Rei," ucap Mama Ike.
"Iya Tante, Reina pergi dulu ya." ucap Reina kemudian berjalan ke arah mobil Alza.
"Ma, aku berangkat ke kantor dulu ya. Ma titip menantu Mama ya, dia pasti sedang ngambek sekarang." bisik Alza pada Mamanya.
"Iya, kamu ini ada-ada saja. Kamu pasti sengaja kan membuat dia cemburu tadi?" ucap Mama Ike.
"Mama tahu saja, aku berangkat dulu ya Ma!" pamit Alza.
Alza sengaja tidak langsung menjelaskannya pada tiara sekarang. Biarkan Tiara sibuk dengan pikirannya sendiri. Alza ingin menyiapkan surprise untuk Tiara.
Mama Ike segera masuk ke dalam rumah begitu mobil Alza pergi.
"Ana apa kamu melihat Tiara?" tanya Mama Ike pada Ana yang sedang membersihkan meja makan.
"Tadi sih aku melihatnya ke arah kamarnya Nyonya besar, mungkin dia sedang istirahat." jawab Ana.
" Ya sudah biarkan saja dia istirahat. Dia pasti capek masak begitu banyak hari ini. Aku juga ingin istirahat dulu." ucap Mama Ike.
" Ok Nyonya Besar," ucap Ana.
***
"Nyonya Besar ... Nyonya besar!" ucap Ana terburu-buru sambil mengetuk pintu kamar Mama Ike.
"Ada apa Ana?" tanya Mama Ike begitu membuka pintu kamarnya.
"Gawat Nyonya Besar, Nyonya Muda tidak ada di kamarnya. Tadi Tuan Muda menelponku, dia menanyakan tentang Nyonya Muda. Aku ingin melihat Nyonya Muda tapi aku tidak menemukannya." jelas Ana Panik.
__ADS_1
"Apa kamu sudah memeriksanya di gajebo taman belakang? kalau sudah sore begini, dia kan suka santai-santai disitu bersama Riski dan Ridho." tanya Mama Ike.
"Sudah Nyonya Besar, Riski dan Ridho juga sedang mencarinya saat ini." jawab Ana.
"Kemana ya dia, ya sudah ayo kita cari lagi. Kamu panggil yang lainnya suruh semuanya mencari Tiara!" suruh Mama Ike.
" Baik Nyonya Besar," ucap Ana dan langsung berlari.
"Tiaraaa ... Tiaraaaa ...."
"Kak Tiaraaaa ... Kak Tiaraaa ...."
"TIARA! TIARA!" terdengar di semua bagian rumah memanggil nama Tiara.
Mama Ike berusaha menghubungi HP Tiara, tapi tidak ada jawaban terus dari HP Tiara.
"HP Nyonya Muda di kamarnya Nyonya besar," ucap Ana.
Mama Ike semakin khawatir, Tiara tidak pernah seperti ini.
HP Mama Ike berdering, ada panggilan masuk dari Alza. Dengan hati berdebar-debar Mama Ike mengangkat teleponnya.
"Hallo Alza," ucap Mama Ike berusaha sebiasa mungkin.
" Hallo Ma, bagaimana menantu Mama apa dia masih ngambek?" tanya Alza.
"Tiara ya, dia ... dia ...." ucap Mama Ike gugup.
" Kenapa suara Mama terdengar gugup begitu, Tiara baik-baik saja kan?" tanya Alza mulai khawatir.
"APA! lalu kenapa Mama tidak segera menghubungiku. Apa benar-benar sudah diperiksa semuanya, Mama sudah memeriksa CCTV?" tanya Alza begitu panik.
"Iya, ya CCTV, Mama bahkan tidak kepikiran kesana kerena khawatirnya." ucap Mama Ike.
" Ya sudah Mama periksa CCTV sekarang Alza akan segera pulang." ucap Alza khawatir.
Begitu mematikan sambungan teleponnya, Alza langsung mengambil kunci mobilnya yang ada di atas meja kerjanya. Dalam kondisi seperti ini, Alza malah terpaksa menyetir mobilnya sendiri.
"Ryan aku harus pulang sekarang, Tiara hilang. Kamu urus semuanya." ucap Alza cepat dan langsung pergi meninggalkan Ryan.
Ryan menatap sedih kepergian Alza. Kenapa setiap kali Pak Alza merencanakan makan malam romantis, selalu saja ada halangan seperti ini. batin Ryan.
Tadinya Alza sudah menyuruh Ryan, untuk menyiapkan makan malam romantis sebagai surprise untuk Tiara. Alza juga sudah menyiapkan cincin untuk melamar Tiara. Tapi kenapa selalu ada saja kejadian seperti ini, setiap kali ingin makan malam Romantis.
***
Alza begitu gelisah menunggu lift sampai ke basement.
Kenapa lift ini lambat sekali! batin Alza kesal. Kalau sudah seperti ini, Alza menyesal menyuruh Pak Ujang pulang tadi.
Kalau tahu ujung-ujungnya seperti ini, Alza tidak akan membuat Tiara cemburu. Alza menyesal telah meragukan cinta Tiara.
Begitu sampai di basement, Alza langsung berlari menuju mobil BMW X6 miliknya.
__ADS_1
Apa Tiara sudah ditemukan Ma?" tanya Alza sambil menjalankan mobilnya.
"Belum, ini Mama dan Pak satpam sedang memeriksa CCTVnya. Kamu nyetir sendiri?" tanya Mama Ike.
"Iya Ma," jawab Alza.
"Ya sudah kamu hati-hati, jangan hubungi Mama dulu, kalau masih menyetir, bahaya!" peringat Mama Ike.
" Iya Ma, Alza tutup teleponnya." ucap Alza dan langsung menutup sambungan teleponnya.
"Kamu kemana sih Tiara? Maafkan aku Tiara," gumam Alza khawatir.
"Argghh ...." Alza memukul kesal setir mobilnya.
"Kenapa harus macat sih, ini juga lampu merahnya kenapa lama sekali!" ucap Alza kesal.
***
Sementara Tiara yang mereka cari, masih memejamkan matanya. Tiara belum menyadari suasana gelap disekitarnya. Tiara justru sedang mimpi berada di kampungnya saat ini.
***
" Itu, itu Kak Tiara Ma." tunjuk Ridho pada layar monitor CCTV.
Di layar monitor terlihat Tiara lari sambil menangis, dari ruang makan menuju kamarnya. Kemudian Tiara langsung menutup pintu kamarnya.
"Itu Tiara, masuk kamarnya. Ana apa kamu sudah benar-benar memeriksa kamarnya. Siapa tahu dia di kamar mandi, atau dibalik sofa." ucap Mama Ike.
"Iya juga ya Nyonya Besar , siapa tahu Nyonya Muda malah ketiduran di kolong kasurnya. Kalau begitu aku periksa kembali Nyonya besar." ucap Ana langsung berlari ke arah kamar Alza.
"Aku ikut Kak Ana," ucap Riski ikut berlari.
"Aku juga," ucap Ridho tidak mau ketinggalan.
Alza yang sudah sampai di rumah, langsung berlari ke post satpam.
"Gimana, apa Tiara sudah ketemu?" tanya Alza ngos-ngosan begitu sampai di post satpam.
"Belum, di CCTV Tiara pergi ke kamar kalian.Tapi tadi saat mencari di kamar kalian, kami tidak menemukannya. Sekarang Ana sedang memeriksanya kembali." jelas Mama Ike.
"Nyonya Besar, eh ... sudah ada Tuan Muda, aku tidak menemukan Nyonya Muda di kamar. Kami sudah memerikasa seluruh bagian kamar juga tidak menemukannya." ucap Ana ngos-ngosan.
"Iya Ma, Kak Tiara benar-benar tidak ada di kamar. Di kamar mandi, kolong kasur di balik sofa semuanya sudah kami periksa tapi tidak ada Kak Tiara." jelas Riski.
"Eh tunggu, kita belum memeriksanya di dalam lemari. Jangan-jangan Kak Tiara sembunyi lagi dalam lemari lagi." ucap Ridho.
Bersambung ....
Menurut kalian Tiara ada dimana guys?
Itu lagi si Ridho ada-ada saja, ngapain Tiara sembunyi dalam lemari, ketahuan ni sisi nakal seorang Ridho.
Sekarang belajar tentang mobil dulu guys, kalau kemarin-kemarin kan aku belajar banyak tentang masakan. Setelah kupikir-pikir ternyata menulis ini buat kita semakin tahu lebih dalam banyak hal ya, seru.
Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman.
__ADS_1