
Begitu keluar dari ruangan Tiara, Alza terlihat seperti orang kehilangan semangat hidup. Harusnya dia yang terbaring disana bukan Tiara.
Mama Ike langsung memeluk Alza untuk memberi kekuatan pada Alza.
"Kamu yang kuat dan sabar ya sayang. Mama yakin Tiara pasti bisa melewati masa keritisnya." ucap Mama Ike.
Alza hanya menganggkkan kepalanya, dia begitu ketakutan. Bagaimana kalau Tiara tidak bangun lagi?
"Mama dan yang lainnya akan pulang dulu, Mama juga sudah menyewa kamar untuk ruang perawatan saat Tiara sadar nanti. Kamu bisa tidur disana, kamu juga harus istirahat. Kamu gak mau kan? kalau Tiara bangun nanti kamu malah jatuh sakit. Dan Mama akan mengirim baju ganti buat kamu. Baju kamu masih penuh darah Tiara." jelas Mama Ike.
"Iya Ma, makasih ya Ma." ucap Alza.
"Sama-sama sayang, harus kuat ya! harus semangat. Bosok pagi-pagi sekali Mama dan yang lainnya langsung kesini." ujar Mama Ike.
Mama Ike dan yang lainnya memutuskan untuk pulang. Tiara masih di UGD belum bisa dijenguk banyak orang. Sementara Om Indra memutuskan tetap tinggal di rumah sakit, untuk menemani Alza.
"Om masih disini? tidak ikut pulang?" tanya Alza.
"Enggak, aku akan menginap disini menemani kamu dan Pak supir." jelas Om Indra.
" Iya Om, aku sampai lupa, Pak Ujang(nama supir Alza) bagaimana keadaannya?" tanya Alza.
"Keadaannya cukup baik, tidak ada luka yang serius. Dia sudah siuman dan sedang tidur sekarang. Besok juga sudah bisa pulang." jelas Om Indra.
"Syukurlah Om," ucap Alza.
"Sekarang jelaskan sama Om, apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Om Indra.
Alza menceritakan semua yang mereka alami.
" Jadi mereka menginginkan Tiara? dan Tiara terluka karena melindungi kamu?" tanya Om Indra.
" Iya Om, aku juga tidak mengerti kenapa mereka begitu menginginkan Tiara. Dan langsung pergi begitu Tiara yang terluka." jelas Alza.
"Apa menurutmu, Tiara mengenal mereka, apa Tiara pernah bercerita?" tanya Om Indra.
"Aku tidak tahu Om, hanya saja menurutku Tiara menyembunyikan sesuatu yang tidak aku ketahui. Tadinya dia sempat ingin bercerita, tapi tidak jadi." ucap Alza.
"Menurut Om juga begitu, apa mungkin ini ada hubungannya dengan suami Tiara yang menikah dengannya di KUA. Dia pasti kenal kan laki-laki itu. Bukankah asalnya juga dari Jakarta?" ucap Om Indra.
"Menurut Alza juga begitu, bisa saja laki-laki itu mengancamnya. Kita juga belum tahu kan maksud dia melakukan pernikahan palsu ini. Apa orang suruhan Om belum mendapat informasi tentangnya." tanya Alza.
__ADS_1
" Belum ada informasi yang jelas, ternyata pernikahan palsu kalian, sudah diaturnya begitu rapi. Dia menyogok 1 orang petugas KUA dan para saksinya juga hilang entah kemana. Kemungkinan mereka juga menggunakan identitas palsu. Tapi kamu tenang saja, petugas KUA itu lagi dalam pengejaran sekarang. Semoga secepatnya ditemukan." jelas Om Indra.
"Oh iya Om, tentang penyerangan ini jangan sampai ada media yang mengetahuinya. Juga tentang Tiara yang terluka. Dan suruh juga orang suruhan kita menyelidiki tentang penyerangan ini." ucap Alza.
"Iya, kamu tenang saja! Om sudah mengatur semuanya." ucap Om Indra.
" Terima kasih Om, Om sudah begitu banyak membantu Alza." ucap Alza.
"Sama-sama, sudah sewajarnya Om membantu kamu. Hanya dengan cara ini Om bisa membalas semua kebaikan papa kamu. Sekarang sebaiknya kamu istirahat dulu, Om juga ingin istirahat ke ruangan Pak Ujang." ucap Om Indra.
"Iya Om, aku ingin tidur di ruangan Tiara saja. Alza tidak akan bisa tenang kalau jauh dari Tiara." ucap Alza.
Om Indra tersenyum mendengarnya, Tiara begitu berpengaruh pada hidup Alza.
***
Alza mengamati Tiara yang masih menutup rapat matanya.
Alza mengusap pelan wajah pucat Tiara kemudian mengecup lama kening Tiara.
"Sayang, kamu kapan bangunnya? kamu gak capek tidur terus. Bangun Tiara jangan Tinggalin aku, bagaimana aku akan menjalani hidup tanpa kamu disisiku. Kita bahkan belum menikah secara resmi, kita juga belum memiliki anak. Tiara aku mohon buka matamu, kamu mau kan menikah secara resmi denganku?" bisik Alza ditelinga Riara, sesekali Alza menghapus air matanya.
Alam bawah sadar Tiara.
Tiara membuka matanya, Tiara langsung terpesona.
Tempat ini begitu indah. batin Tiara.
Tiara berjalan mengeliling tempat itu, saat melihat kupu-kupu cantik Tiara berusaha mengejarnya. Tiara begitu asik dengan dunianya. Saat akan menangkap kupu-kupu tidak sengaja matanya melihat sosok yang dikenalinya.
" Ibu!" panggil Tiara sambil berlari ke arah sosok itu, kemudian memeluknya erat. "Akhirnya aku bisa bertemu dengan Ibu, aku kangen sekali sama Ibu." ucap Tiara.
"Ibu juga kangen sekali sama kamu, putri kecil Ibu ini sudah dewasa sekarang dan tambah cantik." ucap ibunya.
"Ibu bisa saja, tapi dimana kita? kenapa tempat ini begitu asing," tanya Tiara.
" Ini tempat tinggal Ibu sekarang, dan tempat Tiara bukan disini. Tempat tinggal kamu bersama dengan nak Alza." jawab Ibunya.
"Oh, iya Bang Alza! Ibu kenal sama Bang Alza?" tanya Tiara.
"Tentu saja, dia adalah laki-laki yang sangat baik, dan Ibu merestui kalian. Sekarang pulanglah nak Alza pasti sedang menunggumu." ucap ibunya.
__ADS_1
"Tidak Ibu, aku ingin disini saja bersama Ibu. Tempat ini begitu indah dan aku suka. Dan juga kalau aku pulang Bang Alza pasti akan marah padaku, aku tidak mau Ibu. Aku tidak mau melihat Bang Alza marah padaku." ucap Tiara.
"Tidak Tiara, nak Alza tidak akan marah padamu. Nak Alza sangat sayang padamu jadi dia tidak akan marah. Sampaikan juga salam Ibu untuk Bapak dan kedua adikmu. Sekarang kamu pulang ya! Ibu juga sudah saatnya pergi." ucap Ibunya sambil berjalan pergi meninggalkan Tiara.
"Ibu, jangan pergi! jangan tinggalkan Tiara sendirian disini. Tiara ingin disini saja bersama Ibu." teriak Tiara hingga akhirnya Tiara sudah tidak melihat Ibunya lagi.
Tiara kembali memperhatikan sekitarnya.
Lebih baik aku disini saja, aku tidak ingin kembali lagi. Disini aku bisa merasakan keindahan. Aku tidak perlu takut lagi dengan ancaman Bang Axel. Dan aku juga tidak akan melihat Bang Alza marah padaku. batin Tiara. Tiara melihat kupu-kupu, Tiara kembali mengejarnya. Terlihat senyum diwajahnya saat berhasil menangkap kupu-kupu itu.
***
Alza sedang menuggu Tiara di depan ruang rawatnya. Saat ini Tiara sedang diperiksa oleh dokter. Seorang perawat membuka pintu dan langsung memanggil Alza.
"Pak, pasien sudah siuman tapi keadaannya sangat lemah. Dia meminta Bapak untuk menemuinya," ucap perawat.
" Benarkah!" ucap Alza terlihat begitu senang dan langsung masuk keruangan Tiara.
"Tiara, akhirnya kamu siuman juga, terima kasih Tiara terima kasih sudah kembali." ucap Alza begitu senang dan langsung memeluk erat Tiara.
Tiara hanya tersenyum melihat Alza. Tiara masih terlalu lemah, masih sulit untuknya bicara.
Alza kembali memperhatikan Tiara, wajah Tiara masih terlalu pucat.
" Kamu mau apa, kamu mau minum?" tanya Alza bersemangat.
Tiara hanya menggelengkan kepalanya.
"Lalu kamu mau apa? apa terasa sangat sakit?" tanya Alza mulai khawatir, kenapa Tiara dari tadi hanya diam saja.
Tiara kembali menggelengkan kepalanya. Sekuat tenaganya Tiara menggerakkan tangannya dan menyentuh wajah Alza.
"Ma...maafkan a...aku Bang ... Alza," ucap Tiara terbata dan langsung tidak sadarkan diri.
"TIARA! tidak ... tidak Tiara bangun! jangan tinggal aku Tiara." ucap Alza berusaha membangunkan Tiara tapi tidak ada pergerakan sama sekali.
Dokter langsung mendekat dan memeriksa denyut nadi Tiara. Denyut nadi Tiara sudah tidak berdenyut. Dokter juga memeriksa bagian tubuh lainnya.
"Maaf Pak pasien sudah tiada, suster catat waktu dan tanggal kematiannya!" ucap dokter.
"Tidak! tidak mungkin! bangun Tiara! Jangan tinggalkan aku Tiara. Aku sangat mencintaimu, jangan tinggalkan aku sendirian Tiara!" Alza masih terus mengguncang tubuh Tiara sambil menangis histeris.
__ADS_1
Bersambung ....
Percayalah guys aku mau nangis nulis ini. Tapi namanya juga Danau. Danau kan artiannya banyak, termasuk luas dan besar. Apakah karna luas dan besarnya cinta Alza pada Tiara, maka dia akan membuat Danau buatan, untuk mengenang Tiara. Atau ....