Danau Cintaku

Danau Cintaku
Makan malam atau makan pagi


__ADS_3

"Mau sampai kapan kita akan terus berpelukan seperti ini?" tanya Alza.


Saat Alza ingin melepas pelukannya Tiara semakin memeluknya erat.


"Hei, segitu cintanya ya kamu sama aku? sampai-sampai pelukannya tidak mau dilepas begini." ucap Alza.


"Bang Alza ih, aku malu ...." ucap Tiara. Tiara baru sadar dengan smua yang terjadi barusan.


Alza melepas pelukannya dan menatap wajah Tiara yang memerah. Alza tidak kuat menahan senyum. Alza benar-benar gemas kalau sudah melihat Tiara seperti ini. Alza kembali ingin mencium Tiara.


Tiara langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Bang Alza ih! cium-cium terus." protes Tiara.


"Hahaha ... " Alza tertawa lepas melihat tingkah Tiara yang begitu lucu dimatanya. Alza benar-benar bahagia saat ini.


Tiara yang melihat Alza kembali tertawa lepas seperti itu juga sangat bahagia. Dia tidak menyangka kejujurannya akan berakhir seperti ini. Ada perasaan begitu lega di hati Tiara. Sekarang dia tidak perlu takut-takut lagi bercerita tentang Axel.


"Bang Alza," panggil Tiara.


"Kenapa?" tanya Alza.


" Bang Alza kan sudah tahu tentang yang dilakukan Bang Axel, apa yang akan Abang lakukan padanya?" tanya Tiara.


"Entahlah, aku akan menyelidikinya lebih dalam lagi. Apa maksudnya dengan semua ini. Aku juga harus memikirkan Mama, aku tidak ingin Mama sedih kalau mengetahui semua ini. Yang terpenting sekarang kita bisa terus bersama seperti ini. Mulai dari sekarang aku ingin kita selalu saling jujur, jangan ada yang disembunyi-sembunyikan lagi." jelas Alza.


"Siap Bang Alza," ucap Tiara semangat.


Alza kembali menarik Tiara kedalam pelukannya, dia masih sangat merindukan gadis dipelukannya ini.


Kruk ... kruk ....


"Perut kamu bunyi, kamu belum makan?" tanya Alza begitu mendengar suara dari perut Tiara.


"Perut Bang Alza juga, Bang Alza juga pasti belum makan." ucap Tiara.


"Hahaha ...." mereka sama-sama tertawa mengingat apa yang terjadi. Benar-benar seperti anak kecil.


***


Sekarang baru jam 3 pagi, Tiara sedang sibuk memasak di dapur. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengisi perut mereka.


Sebenarnya masih ada sayur dan ikan sisa makan malam, hanya tinggal dipanaskan saja. Hanya saja Alza tidak mau makan itu, dia ingin makan masakan Tiara.


Tiara sedang sibuk memotong bawang, Alza tiba-tiba memeluknya dari belakang.


" Nyamanya," ucap Alza sambil mengeratkan pelukannya.


" Bang Alza jangan peluk-peluk terus, aku susah gerak ini." protes Tiara.


" Biarin, aku masih sangat merindukanmu. Mau masak apa? masak nasi goreng aja ya, biar cepat." ucap Alza.


"Enggak, Bang Alza belum ada makan nasi satu harian ini, tidak baik kalau langsung makan nasi goreng. Sekarang sebaiknya ambil brokoli di kulkas, lalu dipotong-potong biar cepat." suruh Tiara.

__ADS_1


" Baiklah Nyonya Muda, perintah siap dilaksanakan." ucap Alza melepaskan pelukannya, dan melakukan apa yang disuruh Tiara.


Hanya perlu waktu 15 menit bagi Tiara untuk menyelesaikan masakannya. Sekarang sudah tersedia nasi putih, telur dadar dan brokoli rebus di meja.


Alza menyalakan lilin kemudian meletakkannya diatas meja.


"Bang Alza, untuk apa menyalakan lilin itu?" bingung Tiara yang sedang membuat air jeruk hangat.



"Tidak apa-apa, sudah selesai kan ini?" tanya Alza begitu melihat 2 gelas air jeruk di depan Tiara.


"Sedikit lagi Bang," ucap Tiara. Tiara memotong tipis jeruknya dan kemudian meletakkannya dipinggiran atas gelas.


Tiara merasa puas begitu melihat masakan sederhananya diatas meja.


"Kemana Bang Alza?" gumam Tiara saat tidak melihat Alza di dapur.


"Lho Bang Alza, untuk apa bunganya?" bingung Tiara saat melihat Alza membawa bunga ruang Tamu.


Alza tidak menjawab kebingungan Tiara, Alza hanya sibuk menata bunganya. Alza juga mengambil buah yang ada di keranjangnya dan menatanya diatas meja.


Tiara hanya menatap bingung apa yang dilakukan Alza.


Alza kemudian mematikan lampu. Sekarang mereka hanya diterangi lilin di atas meja.


"Lho!" Tiara semakin bingung dengan semua yang dilakukan Alza.



"Ini, sepesial untuk perempuanku, pemilik hatiku." ucap Alza sambil memberikan bunga itu pada Tiara.


Mata Tiara begitu berbinar bahagia melihat bunga pemberian Alza. Tiara menerima bunga pemberian Alza kemudian mencium bunganya.


"Makasih ya Bang, aku suka bunganya, tapi kenapa Abang melakukan ini semua?" tanya Tiara bingung.


" Sebenarnya tadi malam, aku ingin mengajakmu keluar untuk makan malam. Namun karena semua yang terjadi, aku terpaksa membatalkannya. Jadi anggap saja ini sebagai penggantinya, walaupun ini sudah bisa dibilang makan pagi." jelas Alza.


Tiara merasa tidak enak mendengar penjelasan Alza, andai saja dia berani jujur dari awal.


"Maafkan ak...."


" Sudah tidak perlu minta maaf, anggap saja semua yang terjadi hari ini adalah pelajaran penting untuk kita kedepannya. Semoga kita akan selalu jujur satu sama lain." ucap Alza memotong pembicaraan Tiara.


Tiara menganggukkan kepalanya.


Alza menggeser kursi untuk Tiara duduk, Alza kemudian duduk di sebelah Tiara. Tiara mengambil piring untuknya dan Alza.


"Kita satu piring berdua saja," ucap Alza.


"Lho," bingung Tiara.


"Aku ingin kamu suapi sayang, seperti saat pertama kali kita makan bersama. Bukankah ini juga pertama kali kita makan bersama setelah mengetahui perasaan kita masing-masing." jelas Alza.

__ADS_1


Tiara tidak protes, dan melakukan sesuai peritah Alza sambil senyum-senyum, karena lagi-lagi Alza memanggilnya sayang. Kalau boleh jujur Tiara ingin dipanggil sayang terus sama Alza.


Mereka akhirnya makan sambil saling menyuapi.


"Kenapa rasa telur dadar ini enak sekali, kamu masukkan apa kedalamnya? Ini merupakan telur dadar terenak, yang pernah aku makan selama hidupku." ucap Alza menggoda Tiara.


" Bang Alza mau tau?" tanya Tiara.


"Iya," jawab Alza.


"Aku memasukkan cinta sebanyak-banyaknya Bang," ucap Tiara.


"Apa! ya ampun, kamu belajar dari mana bicara seperti itu?" tanya Alza gemas.


" Dari Bang Alza," jawab Tiara jujur.


"Hahaha ...." Alza tertawa lepas mendengar ucapan Tiara. Benar-benar bahagia itu sangat sederhana jika bersama Tiara.


"Bang Alza jangan tertawa terus, nanti keselek, nih makan lagi!" ucap Tiara sambil menyuapi Alza lagi.


Mereka terus makan sambil bercanda, hingga semua masakan Tiara habis tanpa sisa.


***


Alza mendengar ketukan di pintu kamarnya. Alza langsung membuka matanya dan melihat Tiara tidur dalam dekapannya.


Pelan-pelan Alza melepas pelukannya, tidak ingin mengganggu tidur Tiara. Tiara pasti masih butuh tidur. Mereka tidurnya hampir jam 5 pagi, padahal begitu selesai makan dan menggosok gigi mereka langsung tidur.


Alza melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


"Ada apa Ana?" tanya Alza begitu membuka pintu.


Ana terkejut melihat Alza yang membuka pintu. Bukankah Tuan Muda tidak pulang semalam, jangan-jangan .... batin Ana. Ana melihat kedalam kamar, Tiara masih tertidur dengan pulasnya. Ana langsung menutup mulutnya menyambunyikan senyumnya, pikiran Ana jauh kemana-mana.


"Hei Ana, kamu kenapa? malah bengong lagi," ucap Alza melihat tingkah aneh Ana.


"Maaf Tuan Muda, aku pasti ganggu ya. Aku cuma khawatir saja, Nyonya Muda tidak keluar-keluar dari kamar. Aku takut terjadi sesuatu dengannya.Aku gak tahu kalau Tuan Muda pulang semalam. Kalau begitu aku perimisi, mau melanjutkan kerjaanku ya Tuan Muda." jelas Ana dan langsung pergi meninggalkan kamar Alza.


Alza kembali masuk ke kamarnya begitu Ana pergi.


Alza langsung membersihkan dirinya, dan bersiap berangkat ke kantor.


Alza mengecup pelan dan lama kening Tiara.


Aku berangkat kerja dulu ya, kamu baik-baik di rumah. batin Alza takut membangunkan Tiara.


"Ana, biarkan saja Tiara tidur, tidak usah dibangunkan, dia tidur baru beberapa jam." ucap Alza saat melihat Ana di teras rumah.


"Siap Tuan Muda," jawab Ana sambil senyum-senyum. Alza hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Ana.


Bersambung ....


Jangan lupa vote, like dan komennya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2