
Hallo teman-teman jangan lupa folow-folownya ya, pasti langsung di followback. Semangat!
***
"Kita tetap akan pulang, tapi setelah kita puas berkeliling dan menikmati waktu berdua." ucap Alza.
"Beneran? makasih Bang Alza, aku janji tidak akan bandel-bandel lagi dan selalu menuruti kata-kata Bang Alza." ucap Tiara senang.
"Bagus, ini baru istriku, kesayanganku. Sekarang sebaiknya kita tidur, kamu baru sembuh harus istrirahat yang banyak." ujar Alza.
"Siap bosku, hehe ..." ucap Tiara.
Kruk ... kruk ....
Terdengar suara dari perut Alza. Tiara yang tadinya bersiap tidur, langsung mengalihkan tatapannya pada Alza.
"Bang Alza belum makan?" tanya Tiara.
"Belum," ucap Alza.
"Kenapa Bang Alza belum makan? sebaiknya Bang Alza makan dulu. Aku tidak mau kalau Bang Alza juga ikutan sakit." ujar Tiara khawatir.
"Baiklah, karena aku tidak mau melihat kesayanganku ini khawatir. Aku makan dulu sebentar ya, kamu langsung tidur saja, aku tidak akan lama." ucap Alza.
"Iya," ucap Tiara.
"Selamat tidur ya kesayangaku semoga mimpi indah." ucap Alza sambil mengecup kening Tiara, kemudian langsung keluar dari kamar mereka.
***
Di sebuah klub malam, terlihat Axel sedang duduk santai di sofa, sambil minum-minum bersama teman-temannya.
"Xel itu bukannya Reina?" tanya teman Axel, yang melihat beberapa cewek cantik masuk kedalam klub.
"Iya benar itu Reina, aku ajak gabung ya? cewek cantik bro sayang kalau dianggurin." ucap teman Axel yang lain, yang kenal dengan Raina.
"Terserah," ucap Axel cuek sambil menikmati minumannya.
Reina dan teman-temanya sudah gabung bersama Axel dan temannya.
Terlihat obrolan seru diantara mereka.
"Rei bukannya kamu mau belajar dunia DJ, minta diajarin tuh sama Axel. Siapa tahu kalian bisa dekat, dan ujung-ujungnya berjodoh." goda teman Axel.
"Iya benar tu Rei, Axel juga tidak kalah lebih tampan tuh dari Alza. Kalian juga terlihat cocok." goda teman Reina.
Axel dan Reina yang duduk bersebelahan hanya cuek saja, dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
Melihat Reina dan Axel yang diam-diam saja, teman-temannya semakin menjadi, menjodoh-jodohkan mereka.
"Jangan diam terus dong Xel, udah saatnya kamu memiliki istri. Adik kamu saja sudah menikah, masak kalah sama Alza, yang sehari-harinya pacaran cuma sama laporan-laporannya. Tidak bosan apa keseringan gonta ganti sarang terus, udah saatnya Xel menenetap di satu sarang." goda teman Axel yang lain.
Axel merasa kesal mendengar obrolan teman-temannya. Mereka tidak tahu apa kalau Axel, saat ini sedang pusing memikirkan Alza dan Tiara.
Tapi tunggu bukannya Reina tadinya digosipkan dengan Alza, sepertinya Reina suka sama Alza. Aha, aku bisa menyusun rencana baru sekarang. Batin Axel senang.
"Rei, benar kata teman-temanku, kalau kamu ingin balajar Dj jangan segan-segan menghubungiku, oh iya apa kita bisa bicara sebentar." ucap Axel pada Reina.
Reina merasa heran dengan ucapan tiba-tiba Axel. Namun Reina juga tidak menolak bicara berdua dengan Axel.
Meski Axel tidak kalah tampan dari Alza. Tapi bagi Reina itu bukan yang terpenting, karena menurtnya yang penting itu uangnya juga wibawanya ,dan Axel tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Alza. Dan Axel hanya seorang DJ, itu bukan tipe Reina banget.
"Hu ... si Axel diam-diam ternyata gerak cepat juga lo Xel." goda teman Axel.
Teman-teman yang lain juga terlihat menggoda Axel dan Reina.
Axel dan Reina tidak memerdulikan godaan teman-temannya. Axel membawa Reina keluar klub, agar bisa bicara dengan tenang.
__ADS_1
Axel awalnya berbicara basa basi dengan Reina. Namun lama kelamaan terlihat ada obrolan serius diantara mereka.
Axel menjabat tangan Reina sebagai tanda kerja sama antara mereka.
"Oh iya Rei, karena aku tidak ingin ada yang curiga nantinya, sebaiknya kita pura-pura tidak saling kenal saja ya. Dan ini nama kamu di HP aku juga aku tulis berbeda, supaya rencana kita berjalan dengan lancar." jelas Axel.
"Ok, aku juga menulis nama kamu berbeda di HPku. Dan kamu haru pastikan, saat kita di dalam klub tadi, tidak ada yang mengambil dan mengupload foto kita." ucap Reina.
"Ok," ucap Axel dengan senyum sinisnya. Sekarang yang terpenting baginya rencananya dengan Reina dulu. Setelahnya akan lebih mudah baginya untuk menyingkirkan Alza.
Reina tidak tahu saja maksud dan tujuan Axel yang sebenarnya, yang penting baginya selangkah demi selangkah terlebih dahulu.
Dan untuk kali ini Axel, akan melakukannya dengan tenang, perlahan tapi pasti.
***
Alza melihat Tiara sedang asik, mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
"Sini sayang biar aku bantu!" ucap Alza sambil menarik Tiara duduk diatas pangkuannya.
Tiara tidak menolak, dan membiarkan Alza mengambil alih handuknya.
"Bang Alza yang kerja tuh tangannya saja, jangan sama bibir-bibirnya juga." protes Tiara saat Alza mencuri kesempatan mencium lehernya.
"Habisnya aku gemas banget sama kesayangaku ini." ucap Alza menghentikan aktivitasnya, dan langsung memeluk Tiara yang duduk di pangkuannya.
"Sayang, besok saja ya kita jalan-jalannya, kita lanjutkan kegitan kita yang tadi saja ya." ucap Alza sambil menyenderkan dagunya di pundak Tiara.
"Enggak mau, Bang Alza sudah janji akan mengajakku snokeling. Lagian aku juga ingin tahu seperti apa itu snokeling." ucap Tiara.
"Haha ... snorkling sayang snorkling ... bukang bukan snokling, gemas banget sih aku." jelas Alza sambil mengeratkan pelukannya.
"Iya itu maksudnya, ya sudah ayo kita berangkat. Ini bahkan sudah jam 9 pagi, aku sudah sangat lapar Bang." ucap Tiara memelas.
"Ok lah karena kamu bilang lapar, jadi aku tidak ada alasan lagi. Tapi nanti malam di lanjut ya!" ucap Alza.
"Iya ... iya terserah Bang Alza saja, yang penting sekarang kita makan, laparr ..." ujar Tiara manja.
***
Begitu selesai sarapan, Alza mengajak Tiara berjalan di sekitar pantai, sebelum mereka menyawa peralatan untuk snorkeling.
Tiara begitu menikmati pemandangan disekitar pantai. Tiba-tiba mata Tiara melotot seperti mau keluar, melihat banyak perempuan, terutama bule yang hanya pakai bikini.
Secepat kilat Tiara langsung menutup mata Alza menggunakan tangannya.
"Kenapa sih sayang, kenapa mataku ditutup seperti ini?" ucap Alza terkejut sekaligus heran.
"Bang Alza sengaja kan mengajakku keliling pantai dulu, supaya bang Alza bisa cuci mata iya kan?" tanya Tiara kesal.
"Cuci mata apaan?" tanya Alza tidak mengerti.
"Itu, biar Bang Alza bisa lihat cewek-cewek, yang hanya pakai CD dan BH saja, iya kan?" tanya Tiara jutek.
"Hahaha ... ini kan pantai sayang wajar mereka pakai pakaian seperti itu. Lagian ngapai aku ingin melihat wanita lain, aku bahkan bisa melihat kamu lebih dari pada itu. Kamu bahkan jauh lebih sexy dari pada mereka." ucap Alza dengan nada menggoda.
Tiara jadi malu mendengar ucapan Alza.
"Beneran Abang tidak bohong kan?" tanya Tiara.
"Enggak sayang beneran deh, ya sudah biar kamu tetap merasa nyaman, bagaimana kalau kita langsung ke tempat snorkelingnya saja . Nanti saja sore-sore kita balik lagi kesini melihat sunset, kamu setuju?" jawab Alza.
"Ok, sekarang ayo putar balik." ucap Tiara sambil melepas tangannya dari mata Alza.
"Hahaha ... lucu banget sih kesayangaku kalau cemburu." Alza tidak kuat menahan tawanya mengingat perlakuan ajaib Tiara.
"Bang Alza jangan ketawain aku terus dong." ucap Tiara merasa malu.
__ADS_1
"Iya ... iya, aku tidak tertawa lagi, sini aku gendong!" ucap Alza sambil jongkok di depan Tiara.
Gak pake lama Tiara langsung naik ke gendongan Alza. Tiara langsung memeluk leher Alza, dan melingkarkan kakinya pada pinggang Alza.
"Sayang, kalau misalkan nih ya, aku menyuruh kamu pakai bikini seperti itu ke pantai, apa kamu akan mau?" tanya Alza.
"Enggak." jawab Tiara cepat.
"Kenapa, kamu tidak ingin pamer body goals kamu?" pancing Alza, padahal kalaupun Tiara mau Alza tidak akan mengijinkannya.
"Enggak Bang Alza, aku gak akan pede, kalau keluar hanya pakai baju seperti ini. Aku lebih baik di katain kampungan dari pada harus pakai baju seperti itu." jawab Tiara mantap.
"Bagus, inilah istriku yang selalu jadi dirinya sendiri. Lagian menurutku juga, gak usah ikut-ikutan biar dibilang gaul, tetap lah jadi diri sendiri. Dan juga kalaupun kamu mau, aku tidak akan mengijinkannya." jelas Alza.
"Terima kasih suamiku, yang selalu mengerti akan aku, manisnya suamiku ini cup ... " ucap Tiara sambil mengecup pipi Alza.
"Lagi sayang," ucap Alza.
"Cup ... cup .... lagi cup ... cup ... lagi cup ... cup ..., apa masih kurang?" tanya Tiara .
"Haha ... sudah-sudah sayang, kamu semakin berani ya sekarang. Oh iya kita sudah sampai ayo turun dulu." ucap Alza.
***
Alza dan Tiara sudah dalam kapal, menuju tempat mereka snorkeling.
Tiara terlihat begitu serius mendengarkan, apa saja yang di jelaskan pemandu selamnya. Sementara Alza sibuk memperhatikan Tiara yang begitu serius. Alza sudah sering snorkling jadi dia sudah sangat tahu cara-caranya.
"Apa kesayanganku sudah siap?" tanya Alza, sabentar lagi mereka akan sampai tempat tujuan.
"Siap Bang Alza, lucu ya kaki kataknya, aku sampai susah jalan. Ini juga kacamatanya lucu, hihi ... Bang Alza apa aku masih terlihat cantik pakai ini?" tanya Tiara. Tiara begitu senang hari ini, Alza selalu saja memberi pengalaman, yang sangat luar biasa baginya.
"Cantik sayang, kamu akan selalu cantik di mataku, I love you istriku." ucap Alza mesra.
"I love you apa itu?" tanya Tiara bingung.
"I love you itu, itu bahasa inggris sayang, artinya aku cinta kamu." bisik Alza.
"Benarkah? berarti aku jawabnya I love you banyak-banyak Bang Alza." ucap Tiara semangat.
"Haha ... bukan I love you banyak-banyak sayang, tapi i love you too, yang artinya aku cinta kamu juga." jelas Alza.
"Begitu ya, kita ulang dari awal ya, I love you ...." ucap Tiara sambil tersenyum manis.
"You complete me," ucap Alza sambil tersenyum tak kalah manis dari Tiara.
"Ihhh Bang Alza curang ...." protes Tiara manja.
"Haha ... " Alza tertawa begitu lepas.
Pemandu selam mereka hanya tersenyum melihatnya, dasar pangantin baru, pikirnya.
Alza dan Tiara sudah bersiap akan melompat, dan sambil bergenggaman tangan mereka melompat ke dalam air.
Dibalik kaca matanya, Tiara menatap berbinar pemandangan dalam laut.
Wow ... ini benar-benar indah, Ikan-ikannya bagus-bagus banget. batin Tiara.
Tiara melepas genggaman tangan Alza, dan menggerakkan kaki kataknya, mengejar ikan-ikan di dekatnya.
Sementara Alza tersenyum melihat apa saja yang dilakukan Tiara.
Alza mendekat ke arah Tiara, dan kembali menggenggam tangan Tiara.
Alza dan Tiara saling menatap mesra dan tersenyum manis. Alza membawa Tiara kearah yang lain dan sesekali menatap ke arah Tiara. Dari tatapannya seolah Alza mengatakan, Ayo sayang kita sama-sama mencari keindahan lain, seperti indahnya cinta kita berdua, dan hanya kita, tanpa ada orang lain disekitar kita.
Dan Tiara mengangukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah Alza.
__ADS_1
Bersambung ....
Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman. Semangat!