
Mata Tiara begitu berbinar melihat gaun-gaun indah di depannya.
"Ayo kita masuk! kita harus bertemu pemiliknya terlebih dahulu." ucap Alza.
"Tapi kita ngapain ke tempat ini?" tanya Tiara bingung.
"Nanti juga kamu bakal tahu, nah itu pemiliknya!" ucap Alza.
" Wahh ... wahh ... waah, butikku kedatangan tamu orang besar, mari Tuan Muda silahkan masuk!" ucap Gunawan senang.
" Ini pasti Nyonya Muda kita, auranya benar-benar alami." ucap Gunawan memperhatikan Tiara.
"Tahu dari mana Kak Gunawan?" tanya Alza. Dia kan belum memperkenalkan Tiara.
"Dari tv, tuh ... beritanya selalu muncul di gosip, sang Tuan Muda menikah diam-diam dengan cinderellanya." jelas Gunawan.
"Oh iya, aku pribadi mengucapkan selamat atas pernikahannya Pak presdir juga Ibu presdir, langgeng terus , bahagia selalu dan secepatnya beri aku keponakan yang lucu. Kalian berdua benar-benar pasangan yang serasi." ucap Gunawan lagi.
Mendengar ucapan Gunawan Alza dan Tiara salah tingkah, lagi-lagi wajah mereka terasa panas.
Apa benar aku dan Nang Alza terlihat serasi. batin Tiara.
"Terima kasih Kak Gunawan untuk doanya, oh iya kedatanganku kemari Kak Gunawan pasti sudah mengerti kan?" tanya Alza.
Gunawan adalah salah satu desainer muda kalangan atas. Karya-karyanya sangat luar biasa dan di kenal di seluruh Indonesia. Dia juga sering muncul di tv, karena para artis banyak yang memakai gaunnya. Dia juga sangat ahli dalam bidang ngemakeup. Dan keluarga Wijaya adalah salah satu langganannya.
" Sangat mengerti Tuan Muda, pasti untuk Nyonya Muda kan?" tanya Gunawan sambil memperhatikan Tiara.
"Ia, aku ingin Kak Gunawan merubah penampilannya, Kak Gunawan bisa kan?" tanya Alza.
"Gampang itu Tuan Muda, serahkan semuanya padaku, Tuan Muda pasti akan pangling melihatnya. Ayo ikut denganku, kita cari gaun yang pas terlebih dahulu." ucap Gunawan.
Gunawan sedang mengukur badan Tiara, sementara Alza sedang memilih beberapa gaun yang sekiranya pas untuk Tiara.
Alza merasa HPnya bergetar, begitu melihatnya ternyata mamanya yang menelepon.
" Halo Ma," ucap Alza begitu mengangkat HPnya.
" Halo, kalian dimana sekarang?" tanya Mama Ike.
"Ini lagi dibutik Kak Gunawan Ma, Mama dimana?" jawab Alza.
" Kami masih di mol, kalian sedang memilih gaun untuk Tiara? bagus itu. Setelah selesai kalian langsung pulang! Mama sudah menyuruh dokter juga langganan salon kecantikan Mama datang ke rumah. Tiara harus segera melakukan perawatan. Mama ingin menantu Mama terlihat cantik untuk press conference besok." jelas Mama Ike.
__ADS_1
Alza begitu terharu mendengar penjelasan mamanya.
" Apakah ini berarti Mama setuju dengan pilihan Alza dan Mama benar-benar merestui aku dengan Tiara?" tanya Alza.
"Mama pasti akan menyetujui apapun itu yang membuat anak Mama bahagia. Lagian Mama juga sudah mendengar cerita tentang Tiara dari keluarganya. Mama akan benar-banar merestui jika Alza bisa membuat menantu Mama bahagia. Dan Mama akan selalu mendoakan kalian berdua." ujar Mama Ike.
"Terima kasih Ma, Mama jangan khawatir Alza pasti akan membahagiakan menantu Mama. Sudah dulu ya Ma nanti kita lanjutkan, Tiara sepertinya butuh bantuan Alza." ucap Alza mematikan sambungan Hpnya dan segera berjalan ke Tiara.
" Apa sudah selesai?" tanya Alza.
"Untuk gaun dan ukurannya kami sudah menemukan yang pas Tuan Muda." jawab Gunawan.
" Dan untuk make up, apah Kak Gunawan sudah menemukan yang cocok?" tanya Alza.
"Sudah beres semua Tuan Muda, Nyonya Muda ini badannya bagus, wajahnya juga sangat natural, di poles sedikit makeup saja langsung terlihat cantik." jelas Gunawan.
"Baiklah Kak Gunawan untuk gaun Tiara sudah beres dan untuk jasku apa Kak Gunawan punya yang cocok dengan gaun Tiara?" tanya Alza.
" Ada, Tuan Muda tenang saja. Apa perlu aku menyiapkannya sekarang?" tanya Gunawan.
" Tidak usah Kak, besok saja. Kakak datang sepagi mungkin ke rumah untuk make up Tiara, juga membawa gaun dan jasnya. Sekarang kami akan memilih beberapa gaun untuk dibawa pulang." jelas Alza. "ayo Tiara kamu pilih mana gaun yang kamu suka," ucap Alza menarik tangan Tiara.
" Tidak usah Bang gaun ini saja sudah cukup." ucap Tiara berusaha menolak karena merasa tidak enak. Gaun ini saja pasti sangat mahal, pikir Tiara.
" Tuh, kamu dengar kan? Kak Gunawan saja mengerti perasaanku." ucap Alza.
Tiara gak punya alasan lagi sekarang, dia akhirnya mau memilih beberapa gaun untuknya.
Ada sekitar 10 gaun yang mereka bawa pulang, Alza sengaja membelinya tidak terlalu banyak. Alza ingin Mama Ike yang membeli tambahannnya, karena Alza yakin Mama Ike pasti tahu apa saja yang dibutuhkan Tiara.
***
Sampai dirumah Alza dan Tiara disambut gembira Riski dan Ridho.
"Bang Alza terima kasih banyak," ucap Riski dan Ridho kompak dan langsung memeluk Alza.
Alza terkejut mendapat serangan pelukan Riski dan Ridho.
"Loh ... ada apa ini, terima kasih untuk apa?" tanya Alza bingung.
"Untuk ini ...." ucap Ridho menunjukkan HP keluaran terbaru miliknya.
"Bukan aku yang membelikannya, kenapa kalian berterima kasihnya padaku?" tanya Alza.
__ADS_1
"Tapi tetap saja kami bisa punya ini berkat Bang Alza." ucap Riski senang.
"Ya sudah sama-sama, Mama dimana?" tanya Alza.
"Mama disini, kalian sudah pulang? apa kalian sudah makan?" tanya Mama Ike.
"Sudah Ma, kami makan dijalan tadi. Mama gak perlu khawatir Alza tidak akan membiarkan menantu Mama ini kelaparan." canda Alza.
"Bagus lah kalau begitu, Tiara sini Nak kamu ikut sama Mama!" ucap Mama Ike. Mama Ike membawa Tiara ke ruang perawatannya.
"Kita ngapain di sini Ma?" tanya Tiara bingung begitu mendapati banyak peralatan yang tidak dia ketahui kegunaannya.
" Kita akan melakukan perawatan disini, Mama ingin menantu Mama ini tampil lebih fress dan cantik besok." jelas Mama Ike.
" Mama ...." Tiara langsung memeluk Mama Ike. Tiara begitu terharu, Mama Ike juga ternyata begitu perhatian padanya.
Terima kasih Mama, Tiara akhirnya bisa merasakan perhatian seorang Ibu kembali. batin Tiara.
"Loh ... kenapa Tiara menangis? sudah hapus air matanya! itu dokternya sudah menunggu." ucap Mama Ike.
Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Tiara. batin Mama Ike.
Dokter sedang melakukan perawatan pada wajah Tiara, juga menyuntikkan vitamin untuk kulit Tiara supaya terlihat cerah.
***
Di ruang keluarga, Alza, Riski dan Ridho terlihat heboh. Riski dan Ridho ingin main game tapi Alza melarangnya. Alza sedang mendownload aplikasi belajar on line.
"Nih kalian harus banyak belajar ni disini, Om Indra sudah mengurus sekolah baru untuk kalian. Kalian harus rajin belajar supaya bisa membanggakan Tiara dan Bapak." jelas Alza.
"Beneran Bang? yey ... akhirnya sekolah lagi." ucap Ridho senang.
"Tapi apa kami tidak akan di bully? kata teman-teman sekolah di kota suka ada yang bully." tanya Riski khawatir.
"Kenapa ada yang bully kalian, tenang saja kalau ada yang bully langsung bilang sama Abang, Bang Alza akan hancurkan mereka sampai ke akar-akarnya." ucap Alza.
"Emang mereka pohon? Bang Alza ada-ada saja." ucap Riski.
"Sepertinya obrolan kalian asik banget, boleh Mama pinjam Alzanya sebentar? ada yang perlu Mama bicarakan." ucap Mama Ike.
" Abang bicara sama Mama dulu ya, kalian lanjut lagi belajarnya, ingat jangan main game! ok." ucap Alza.
Bersambung ....
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen ya teman-teman.