
03. MMS & LCD BERDARAH
Kamis, 01 Desember 2005, Pukul : 20:00:00 WIB :
“John memberiku kabar bahwa, ia sudah menghubungi Monica dan memintanya mengirimkan foto wajahnya, akan tetapi, apa yang diterima adalah foto seorang wanita berbaju putih duduk sambil menundukkan kepala, wajahnya tidak jelas karena tertutup oleh rambutnya yang hitam panjang tergerai. Pencahayaannya kurang, sehingga terlihat hanya seorang wanita berbaju putih duduk sambil menundukkan kepala. John menunjukkan foto tersebut pada kami, kami tak bisa berkata apa-apa. Akan tetapi, tanggapan Ririn lain daripada yang lain, dia mengatakan bahwa itu bukan oto, melainkan gambar yang dibuat lewat trik komputer. Jelas Monica tidak ingin menunjukkan wajahnya pada siapapun juga. Yang aneh saat Kris mencoba memindahkan gambar tersebut ke komputernya, tidak berhasil sekalipun dicoba berulang kali.
Sementara di pihak Rudy, dia juga memperoleh foto yang serupa dengan John, foto itu dikirim dari nomor yang sama, akan tetapi, Rudy menerima MMS itu tanggal 29-November-2005, PK. 23:00:00, tiga hari yang lalu, ukuran foto itu lebih besar 3 kali lipat dari ukuran foto milik John, sehingga kelihatan agak jelas hanya wajahnya saja yang tetap tidak jelas karena tertutup oleh rambutnya yang hitam panjang tergerai lagi kusut. Foto seorang wanita yang sedang duduk, mengenakan pakaian putih dan kedua tangannya diletakkan di paha sementara di sekitar wanita itu seperti dikelilingi kabut hitam pekat.
__ADS_1
Dahiku berkerut, bulu kudukku serasa berdiri, menatapnya dan bukan hanya aku saja yang merasakan hal itu tetapi, juga teman-temanku yang lain. Terlebih lagi setelah melihat MMS pada hp John, aku bertanya pada Ajeng, ‘Apakah ada perbedaan diantara 2 MMS ini ?’ Dia menjawab persis seperti yang kupikirkan, UKURAN FOTO ITU LEBIH BESAR 3 KALI LIPAT dari foto John.
Kris, sebagai ahli multimedia, ia mengetahui keaslian foto itu dan foto itu bukanlah hasil rekayasa, akan tetapi, foto asli.Ia menyatakan bahwa ada yang aneh dengan foto itu, berbagai cara ia lakukan untuk mengubah ukuran gambar pada foto, tidak berhasil, foto itu tetap pada ukuran semula.Terlebih lagi saat menghapus rambut yang menutupi wajah wanita itu, rambut itu muncul lagi, sama persis sebelum dihapus. Ririn mengambil kesimpulan bahwa foto itu berasal dari alam halus atau dunia lain. Aku juga mendengar pengakuan Rudy, saat pertama kali menerima foto itu, ukurannya sama persis dengam foto milik John.3 hari kemudian, ukuran foto itu lebih besar 3 kali lipat.’
...***...
‘Aku sudah lama tidak menghubungi Monica, entah mengapa malam ini aku ingin sekali menghubunginya. Terlebih lagi, rasa penasaranku akan foto-foto mistis yang diterima Rudy dan John. Jari-jari tanganku bergerak menekan angka demi angka pada keypad HP-ku. Setelah menunggu sesaat, telepon diangkat, di seberang sana kudengar suara merdu dan imut milik Monica.
__ADS_1
Hatiku senang sekali, setelah kami terlibat dalam pembicaraan yang cukup lama, aku meminta agar Monica mengirimkan fotonya padaku. Ia setuju, maka, setelah aku mengirimkan foto wajahku lewat MMS kepadanya, Monica menyuruhku agar menunggunya sebentar. Jarum jam pada kamarku menunjukkan pk. 22:50:00 WIB, lama aku menunggunya sambil tiduran, dan saat jam menunjukkan pk. 23:00:00 WIB, hp-ku berbunyi. Aku senang sekali, berharap yang ada pada LCD ponselku adalah foto Monica, tetapi ... ini benar-benar membuatku terkejut. Aku... aku tidak dapat mengatakannya dengan detail sebab, aku benar-benar ketakutan sekali. Dari sela-sela LCD hp-ku merembes cairan kental berwarna merah, baunya begitu amis dan sesekali terdengar suara seperti rintihan seorang wanita. Bau amis lagi busuk membuat perutku mual, rintihan wanita itu membuat hatiku bagaikan disayat-sayat sembilu, sementara, cairan kental berwarna merah itu semakin banyak dan membasahi jari jemariku, mengalir perlahan-lahan ke tapak tanganku dan menetes ke lantai kamarku. Kulempar hp berlumuran darah itu ke lantai, rasa ngeri dan jijik merayapi tubuhku yang gemetar karena takut.
Kucoba sebisa mungkin menenangkan diri, butuh waktu yang cukup lama agar aku bisa menenangkan diri. Beberapa saat kemudian setelah aku berhasil menenangkan diri, kembali aku dikejutkan oleh gema suara hp-ku memenuhi kamar, ada panggilan masuk.
Aku masih enggan menjawab panggilan itu sebab, aku masih shock dengan kejadian tadi, cairan kental berwarna merah itu masih bisa kurasakan. Akan tetapi, saat kulihat tangan kananku, kering, cairan itu sudah tidak ada, demikian pula hp-ku... tak ada yang aneh. Kuraih Hp-ku dengan tangan gemetaran, beruntung hp-ku masih utuh, tak ada kerusakan yang berarti.
Lagi-lagi ponselku berbunyi, membuatku terkejut. Akan tetapi, begitu aku melihat bahwa ada panggilan masuk dan itu berasal dari Melly, pacar Rudy buru-buru aku menyeka keringat yang mengalir dari dahiku. Begitu kujawab telepon Melly, ia segera menceritakan bahwa saat berbincang-bincang dengan Rudy lewat hp, mendadak pembicaraan mereka terputus di tengah jalan, saat ditelepon lagi tak ada jawaban dari Rudy. Rasa takutku belum sepenuhnya hilang, aku tak bisa memberi saran apa-apa, jadi, kuanjurkan agar besok Rudy dihubungi lagi, mungkin lebih baik bertemu dengannya secara langsung di rumahnya.’
__ADS_1
...__________...