
10. Malivalaya Dan Mayuree
Aku tak menyangka, seumur hidup akan pergi ke luar negeri. Tapi, demi keselamatan nyawa teman – teman, terpaksa harus kulakukan. Pengetahuanku tentang Negeri Gajah Putih itu boleh dibilang cukup paham dan mengerti berikut kebudayaan dan adat istiadatnya. Ini adalah pekerjaan yang tidak mudah, mencari seseorang diantara sekian ribu jumlah penduduk. Kota dan desa. Namun, berbekal dengan foto Monica dari Melly, kami dapat dengan mudah menemukan tempat tinggalnya.
Rumah itu sederhana sekali, terletak di tengah perkarangan yang cukup luas. Jauh dari keramaian, sejuk dan Asri. Suara ayam berkotek, kicauan burung sungguh memanjakan telinga para pendengarnya. Aku dan teman - teman berjalan menghampiri seorang wanita setengah baya, ia bersenandung merdu sementara, tangannya bekerja menaburkan butiran – butiran jagung ke arah ayam – ayam yang mengelilinginya sambil mematuk – matuk tebaran jagung.
“Swạsdī yām bāy khrạb khuṇ phūhỵing...”
( “Selamat siang, bu....,” ) aku menyapanya.
Tak ada jawaban. Satu kali. Dua kali, Tiga kali. Salamnya ini tidak mendapat tanggapan hingga ada suara lain terdengar dari belakang.
“Khxthosʹ kha smr pĕn khn hū hnwk mā tậngtæ̀ dĕk kheā mị̀ dịyin khả phūd khxng phūkhn tæ̀ kheā sāmārth xān rimfīpāk dị”
( “Mohon maaf, Samorn sejak kecil sudah tuna rungu. Dia tak bisa mendengar ucapan orang tapi, bisa membaca gerak bibir,” )
Aku menoleh, begitu pula yang lain. Namun, Melly, Rita dan Jackie melompat kaget manakala seorang wanita muda, cantik dan bermata tajam muncul dari arah belakang diantara rimbunan semak belukar.
“Monica,” seru Melly dan Rita bersamaan. Mata mereka terbelalak lebar, wajahnya pucat pasi.
“Xô khuṇ rūcạk mo ni kā”
( “Oh, Kalian mengenal Monica,” ) kata wanita itu.
“Khxthosʹ thī cud prasngkh̒ khxng reā thī̀ ca mā thī̀ nī̀ khụx tām hā mo ni kā”
( “Maaf, tujuan kami datang kemari adalah untuk mencari Monica,” ) ujarku.
“Hụm… dūhemụxn ẁā khuṇ mị̀chı̀ khn tĥxngthìn thī̀ nī̀ thīrạk mo ni kā thī̀ khuṇ tām hā tāy pị meụx sxng pī thī̀ læw”
( “Hm... kelihatannya kalian bukanlah penduduk lokal sini. Sayang, Monica yang kalian cari sudah meninggal, sekitar dua tahun yang lalu,” )
__ADS_1
Aku tersentak, ini adalah berita yang mengejutkan semua orang tapi Kris bersikap biasa – biasa saja, ia sudah mengetahui hal itu semenjak foto wanita misterius beredar hampir ke semua ponsel teman – teman, mungkin juga ada juga orang lain yang menerima bahkan bisa jadi jumlahnya lebih banyak dari kelompok kami.
“Chạn chụx myurī, mo ni kā pĕn phī̀ sāw fāfæd khxng chạn chụx cring khxng kheā khụx mā li wā lạy”
( “Namaku Mayuree, Monica adalah saudara kembarku. Nama sebenarnya adalah Malivalaya,” ) kata wanita itu sambil mempersilahkanku dan yang lain masuk.
Meja kayu itu memiliki panjang sekitar dua meter dan tinggi satu setengah meter, diatasnya terpajang sebuah foto wanita berambut hitam berombak sebatas bahu, cantik jelita secantik wanita yang berdiri membelakangi kami sementara sepasang matanya menatap ke arah foto itu. Mereka mirip satu sama lain, bak pinang dibelah dua yang membedakan adalah tatapan matanya. Tatapan wanita itu tajam sementara wanita di dalam foto itu tampak sayu.
“Phm rū̂ ẁā wạn nī̂ k̆ ca mā thụng chèn kạn”
( “Aku tahu, hari ini pasti datang juga,” ) kata wanita bernama Mayuree itu.
“Nī̀ khụx mā li wā lạy hrụx rūcạk kạn dī nı nām mo ni kā swy chı̀ mậy la”
( “Ini Malivalaya atau lebih dikenal dengan nama monica. Cantik, bukan ?” )
“Khwām swy khxng ṭhex chwn hı hāyna mākmāy mịrū̂ si cêā pị thả xarị hı mā li wā lạy korṭh kheụxng khả sāp læa khwām tāy pị thạw”
“Khxthosʹ khrạb khuṇ phūhỵing dūhemụxn khuṇ ca rū̂ ẁā keid xarị khụn kạb reā khuṇ chwy reā dị hịm pherāa khuṇ pĕn nxng chāy fāfæd khxng kheā”
( “Maaf , nona, tampaknya kau mengetahui apa yang telah terjadi pada kami, bisakah kau menolong kami, mengingat Anda adalah saudara kembarnya,” ) ujarku.
***
Malivalaya. Cantik, cerdas, rajin, pandai; membuat semua orang menyukainya. Begitu banyak pemuda jatuh hati. Namun, ia suka kebebasan. Bakatnya juga luar biasa, terlalu sempurna bagi wanita-wanita yang seusianya.
Berbeda dengan Mayuree. Sekalipun memiliki apa yang dimiliki saudaranya itu, dia lebih suka menyendiri dan pendiam. Tapi, ia memiliki wawasan yang luas, bertindak penuh perhitungan.
Malivalaya bercita-cita ingin menjadi penjelajah dunia maka ia setelah lulus sekolah melamar menjadi gaet. Dengan pengetahuannya yang luas, menguasai beberapa bahasa dan sejarah di pelbagai penjuru dunia, ia berhasil mewujudkan impiannya tersebut. Ia selalu pulang sambil membawa keperluan rumah tangga. Ia berhasil mengangkat derajat keluarga dari keterpurukan. Monica, begitu teman-teman memanggilnya, sejak saat itulah Malivalaya mengganti namanya menjadi Monica.
Suatu hari, sang Ibu bermimpi buruk. Bagi Orang-orang atau penduduk asli pribumi, mendapat mimpi Buruk sama dengan sebuah firasat atau pesan.
__ADS_1
Sang ibu mendapati Monica sedang meringkuk di sebuah ruangan yang gelap gulita. Ia menangis sementara tubuhnya menggigil kedinginan, pakaiannya basah kuyup oleh air berwarna merah, "Aku sedih, Bu... maaf aku belum bisa pulang sekarang," itulah kata-kata pertama kali yang didengar.
Saat disentuh tubuhnya berubah menjadi butiran-butiran debu yang beterbangan terbawa angin malam...
3 hari setelah mimpi itu, Mayuree bermimpi melihat Monica berdiri di depan pintu dalam keadaan basah kuyup dan kepalanya menunduk sebuah hal yang tidak biasa dilakukan olehnya. "Monica, ada apa denganmu ? Mengapa tubuhmu basah kuyup dan pakaianmu compang-camping?"
Sosok itu tak menjawab, hanya menangis. Saat Mayuree menghampirinya, kepalanya terangkat, diantara sela-sela rambutnya yang basah tampak 2 cahaya merah mencorong tajam, "Aku akan menutut balas pada mereka," katanya sambil menengadah, membuka mulutnya lebar-lebar dan seketika itu keluar cairan kental bercampur belatung, cacing, kelabang dan darah, aroma aneh keluar dari sana.
7 hari berturut-turut, Mayuree bermimpi aneh dan pada hari kedelapan, pihak keluarga mendengar bahwa Departemen lingkungan hidup, menemukan mayat wanita di Hulu sungai Chao Phraya : Nakhon Sawan. Akses jalan satu-satunya menuju Phuket dan kebetulan saat itu, kendaraan yang ditumpangi oleh Roni beserta rombongannya lewat di jalan itu dan Nat sempat mengambil foto kendaraan bego / excavator mengangkat mayat seorang wanita dari dalam sungai. Dialah Monica atau Malivalaya.
Penyebab kematiannya adalah menenggelamkan diri ke hulu sungai.
Mayuree dan Malivalaya adalah saudara kembar, jika salah satu dari mereka mengalami hal yang tidak menyenangkan, yang lain juga ikut merasakannya. Malivalaya menceritakan apa yang telah menimpa dirinya. Karena mereka sangat menyayangi orang tuanya, mereka tak ingin memberitahukan hal tersebut.
"Myuri, besok aku akan pergi jauh. Jangan kuatir aku akan kembali secepatnya. Jadi, kumohon ayah dan ibu tak perlu tahu kepergianku ini," itu adalah pesan terakhir Malivalaya pada Mayuree.
Mayuree tahu apa yang akan dilakukan Malivalaya, tekad saudaranya itu sekokoh batu karang, tidak ada yang bisa melunakkan ataupun merobohkannya, maka, Mayuree hanya bisa diam. Kematian Malivalaya yang tragis membuatnya terpukul. Ia hanya bisa mengantongi beberapa nama yang diduga sebagai penyebab kematiannya. Ia hendak menuntut keadilan, tapi, peraturan negara saat itu, siapapun yang meninggal karena bunuh diri, tidak akan mendapat tanggapan dari pemerintah.
Tapi, kasus beredarnya MMS / foto seorang wanita misterius yang berakhir dengan kematian di medsos, dalam hal ini ponsel, menjadi momok yang menakutkan bagi para pemegangnya. Kematian Paul dan yang lain adalah permulaan, mungkin sudah banyak yang menjadi korban, baik dari dalam maupun luar negeri. Mayuree mengakhiri ceritanya, ia memang sengaja tidak ingin menyebutkan para pelaku yang terlibat dalam kematian Malivalaya / Monica.
***
"Kau tahu permainan gangsing ?" tanya Mayuree kemudian.
"Apa hubungannya dengan itu nona Mayuree ?" tanyaku.
"Gangsing bisa berputar karena memiliki poros. Putarannya searah dengan jarum jam, jika porosnya rusak... masih bisakah gangsing itu berputar ?"
"Tentu saja tidak, nona Mayuree," jawabku singkat.
"Nah, satu saranku, putarlah gangsing berlawanan dengan jarum jam, maka, semua kutukan darinya akan hilang,"
__ADS_1
__________