DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua

DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua
Bab 23 : Mimpi Buruk Sebuah Celullar ( babak keenam belas )


__ADS_3


Pertemuan Yang Tak Terduga



"Bagaimana menurutmu, Kris ?" tanyaku seraya menyodorkan buku harian itu pada Kris. Kris mengamatinya dengan seksama, "Sekalipun belum sampai 100%, tapi semuanya mulai terbaca. Intinya kita harus menemukan dimana keberadaan mayat Malivalaya," sambungku.


"Sungguh tak kusangka... Jackie, Si konyol itu ternyata memiliki hubungan khusus dengan gadis bernama Monica atau Malivalaya itu... aku benar-benar kagum," kata Kris.


"Ya, aku sama sekali tak menduga. Namun yang kusesalkan mengapa Roni, John dan Richard berbuat sebejat itu," ujarku.


"Hati orang tak bisa ditebak, bung... Melly dan Rita juga sengaja menutupi peristiwa itu, bahkan cenderung berusaha melupakan itu," ujar Kris.


"Kalau memang demikian, tentunya di Thailand ini, Jackie juga memiliki tempat tinggal. Apakah kau tahu alamatnya?" tanyaku.


"Kita harus mencarinya. Dilihat dari begitu dalamnya cinta kasih dan sayang Malivalaya terhadap Jackie, bisa jadi menghilangnya mayat Malivalaya berhubungan dengan dia," tebak Kris.


"Aku pernah mendengar, Jackie dan Malivalaya sering makan bersama di restoran Isan-NangNua Buffet. Kebetulan restoran itu tidak jauh dari sini," kataku.


"Isan-NangNua Buffet," ulang Kris, "Kalau memang demikian, kita harus segera berangkat kesana. Kebetulan perutku sudah mulai keroncongan. Tapi, kemana Rita dan Melly. Semenjak siang tadi mereka tak kelihatan ?" kata Kris.


"Mereka tampaknya terpukul sekali setelah menceritakan peristiwa yang pernah terjadi di tempat ini. Mereka merasa bersalah karena tidak mampu berbuat apa-apa untuk membantu Monica. Maka dari itu, karena mereka tidak ingin membuka luka lama, mereka memilih kembali ke Indonesia. Sorry aku baru bisa mengatakannya padamu sekarang," jelasku.


"Ah, sudah lah... yang penting kita harus segera mematahkan kutukan itu. Dengan cara demikian, mungkin kita bisa menebus kesalahan teman-teman kita terhadap Monica. Ayo, berangkat,"


***

__ADS_1


Isan-NangNua Buffet. Beralamat 86 Rachadaphisek Rd., Huai Khwang, Bangkok.Wilayah ini berada di bagian timur laut Thailand dan aneka hidangan khasnya terkenal memiliki rasa yang pedas.


Di sini terdapat 24 jenis Som-Tum (salad pepaya ala Thai) yang langsung dibuat sesuai pesanan, dan lebih dari 20 jenis Salad Pepaya Pedas yang terbuat dari campuran seafood, jagung, ayam, daging babi, jamur, bebek, dan rebung.


Tak ketinggalan kelezatan usus babi yang digoreng kering atau direbus, lezat!


Dengan area yang luas dengan ruangan indoor dan outdoor serta pelayan yang sigap, tidak perlu waktu lama untuk bisa mencicipi semua menu yang ada.


Karena konsep restoran ini adalah self service, maka Anda bisa langsung mengambil makanan yang diinginkan dari meja prasmanan. Atau bisa juga memesan menu dari dapur terbuka mereka dan melihat langsung proses memasaknya di hadapan Anda.


Sambil menunggu pesanan datang, Anda akan dihibur dengan alunan musik tradisional Isan.


Aku dan Kris menatap ke sekeliling, hampir semua meja penuh namun rata-rata mereka hanya duduk sambil berbincang-bincang. Hingga pandanganku tertuju pada seorang pria berbaju abu-abu, duduk seorang diri.


Sekalipun ia berambut kriwil acak-acakan, dan menutup hidung dan mulutnya dengan masker. Tapi, dari postur tubuhnya yang jangkung dan kurus, aku mengenalnya.


"Bukankah itu, Jackie ?" tanya Kris setengah berbisik. Beruntung orang-orang yang duduk di sekitar kami cukup padat, sehingga secara tidak langsung kami bisa mengamati gerak-gerik Jackie yang dipisahkan oleh lebih kurang 6 buah meja di depan.


"Ada urusan apa dia di Thailand ini ? padahal setahuku dia saat ini ada di Indonesia," kata Kris.


"Mana aku tahu... kupikir sebaiknya kita amati dulu. Kita sarapan dulu, setelah itu mengikuti dia dari jauh," kataku sambil mulai menyantap Tom Yum Goong (Sup Udang Pedas) aromanya yang menyengat rongga hidungku membuat cacing-cacing di dalam perut berontak.


***


Jackie sudah keluar dari restoran, dia membawa beberapa buah kotak kecil berisi makanan. Kebetulan pula aku dan Kris juga sudah menyelesaikan sarapan kami. Setelah membayar makanan dan minuman, kami mengikutinya dari jarak agak jauh. Menuju tempat parkir.


Jackie terus berjalan tanpa menyadari kami membuntutinya, hingga tiba dimana BMW X5 -nya diparkir. Ia menoleh kesana-kemari memastikan bahwa tak ada yang mengikuti atau memperhatikannya. Setelah dirasa aman, ia masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin dan sedan mewah itu bergerak meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Bagaimana ini ? Haruskah kita kehilangan jejaknya ?" keluhku.


Mendadak sebuah mobil meluncur dan berhenti di hadapan kami. Jendela terbuka dan wajah wanita cantik muncul dari balik jendela. Wanita itu adalah Mayuree.


Ia meminta kami masuk dan setelah itu mobilnya meluncur mengikuti kemana BMW X5 itu pergi. Kami terguncang-guncang di mobil selama satu jam. Jackie menghentikan mobilnya di depan sebuah pintu gerbang besi berwarna hitam.


Pintu gerbang itu terbuka dan mobil Jackie sudah berjalan memasuki halaman.


"Tampaknya kita harus masuk ke dalam lewat jalan lain, Kris," ujarku.


Rx 5 nāthī reā ca p̄h̀ān thāng k̄hêā c̄hạn mī kuỵcæ s̄ảrxng


( "Tunggulah 5 menit, kita akan masuk lewat pintu masuk. Aku memiliki kunci cadangannya,") sahut Mayuree.


"Bagaimana bisa demikian ?" tanyaku.


"Thī̀ nī̀ khey pĕn rongngān thx p̄ĥā thī̀ kh̀xnk̄ĥāng h̄ıỵ̀ cêāk̄hxng keī̀ywk̄ĥxng kạb reụ̄̀xng xụ̄̂xc̄hāw thī̀ thảh̄ı̂ ṭhurkic k̄hxng k̄heā l̂mlalāy ṭhnākhār rib pị pherāa k̄heā mị̀mī ngein c̀āy thī̀ kĥāng chảra ŝxn”


( "Tempat ini dulunya sebuah pabrik tekstil yang cukup besar. Pemiliknya terlibat skandal yang membuat usahanya bangkrut. Bank menyitanya, karena ia tidak mampu membayar tunggakannya yang menumpuk," ) jelas Mayuree,


"Tām khảk̄hx k̄hxng reā thậng khū̀ ph̀x sụ̄̂x læa pid ngein f̄āk k̄hxng cêāk̄hxng ṭhnākhār khn k̀xn xạn thī̀ cring reā kảlạng wāngp̄hæn thī̀ ca s̄r̂āng s̄t̄hān leī̂yng dĕk kảphr̂ā thī̀ nī̀ tæ̀ kār s̄eīy chīwit k̄hxng mā li wā yā læa xākār p̀wy reụ̄̂xrạng k̄hxng ph̀x c̄hạn thảh̄ı̂ p̄hæn l̂m h̄elw nạ̀n pĕn h̄etup̄hl thī̀ c̄hạn mī kuỵcæ s̄ảrxng”


( "Atas permintaan kami berdua, Ayah membeli dan menutup deposito pemilik bank terdahulu. Sebenarnya, kami merencanakan akan membangun panti asuhan disini. Namun kematian Malivalaya dan juga penyakit kronis Ayahku, membuat rencana itu berantakan. Itulah sebabnya, aku mempunyai kunci cadangannya," ).


"C̄hạn mị̀ k̄hêācı ẁā khn thī̀ chụ̄̀x cæ̆ kkī̂ rū̂cạk s̄t̄hān thī̀ nī̂ dị̂ xỳāngrị thèā thī̀ c̄hạn rū̂ thī̀ nī̀ khụ̄x thī̀ lạb k̄hxng reā”


( "Aku sendiri tidak mengerti bagaimana orang yang bernama Jackie itu bisa tahu tempat ini. Padahal setahuku, ini adalah tempat rahasia kami," ) sambung Mayuree.

__ADS_1


__________


__ADS_2