DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua

DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua
Bab 9 : Mimpi Buruk Sebuah Celullar ( babak kedua )


__ADS_3


Iklan Biro Jodoh dan Monica



Semula aku tidak tertarik untuk memiliki benda kecil yang canggih ini, bayangkan saja, hanya dengan menekan tombol angka atau huruf yang ada pada keypad, kita bisa menghubungi sanak saudara, sanak famili, sahabat maupun kerabat terdekat meski mereka berada di luar daerah dimana kita tinggal. Melalui benda ini pula, berbagai kejadian seperti teror, skandal, politik dan lain sebagainya yang menggemparkan dunia bisa disaksikan oleh pemiliknya. Sebuah telepon genggam / selular / ponsel atau lebih dikenal dengan nama hp, demikianlah nama benda kecil nan canggih ini. Kini Hp bukan lagi disebut sebagai barang mahal atau mewah, akan tetapi, bagi kalangan tertentu Hp adalah kebutuhan sekunder.


Namaku Michael, aku bekerja pada sebuah anak cabang perusahaan selular di bagian marketing, Jombang tanah kelahiranku dan aku berasal dari sebuah keluarga yang kurang mampu. Setelah kakakku menikah, akulah yang menjadi tulang punggung keluarga. Hingga saat ini aku belum menikah, alasannya sederhana, belum cukup mandiri untuk merenda masa depan, padahal, sebagian besar teman-temanku semua sudah berkeluarga dan orang tuaku pun rindu untuk menimang cucu dari anak laki-lakinya. Banyak pula diantara teman-teman yang berusaha memperkenalkanku pada wanita, baik janda ataupun masih gadis dan single. Akan tetapi, semuanya belum sepadan, padahal diantara mereka ada juga yang berkeinginan untuk menjadi kekasih atau teman hidupku.


Aku dan teman-teman, khususnya bagi yang belum punya pasangan alias pacar,


suka sekali mengoleksi tabloid-tabloid juga majalah-majalah remaja yang memuat iklan biro jodoh. Lucu sekali, rasanya menghamburkan uang hanya untuk mencari pasangan lewat biro jodoh padahal di saat-saat krisis ekonomi seperti sekarang justru lebih bijaksana menabung atau mengutamakan urusan perut daripada membeli barang, yang.... menurutku kurang penting.


Teman-teman pria yang senasib denganku juga banyak, diantara mereka yang paling akrab adalah : Richard, Roni Hanafi, Rudi, Kris, John dan Jackie. Yang wanita adalah : Rita, Melly, Dian, Ajeng, Yuniar, Ririn dan Ita, mereka rata-rata masih single. Belakangan, Richard dan Ajeng, Hanafi dan Dian, Rudi dan Melly jadian, sementara yang lain masih cari pasangan lewat sms, telepon.


Banyak sekali cerita-cerita lucu atau cerita tak mengenakkan dari teman-teman setelah mendapat kenalan melalui tabloid tersebut, aku hanya sebagai pendengar saja.


"MONICA"


Nama itu tercantum pada salah satu iklan Biro Jodoh sebuah tabloid :

__ADS_1


'Gadis, 23 THN,single, butuh teman co/ce baik, bertanggungjawab,ga bosenin diajak chat,hub. 086611777666, a/n. Monica, sy tunggu 24 jam'


Itulah yang tercantum pada kolom iklan tersebut. Roni, dialah yang paling agresif, maka, setelah mengantongi identitas Monica, dia segera menghubunginya... satu kali, dua kali hingga kesekian kali menelepon, tak ada jawaban.


"Iklan bohong," ujar Roni setelah, usahanya gagal lagi, entah yang ke berapa, ia tampak kesal dan putus asa.


"Jangan dimasukkan ke dalam hati, Ron... ingat dia itu cewek, pakai perasaan dikit, dong," goda Yuniar.


"Yang Yuniar katakan benar, tuh..." sahut Rudi, "Daripada kamu bingung-bingung dan menghabiskan pulsamu mending jadian sama Yuniar saja," sambungnya.


Pipi Yuniar memerah mendengar perkataan itu. Memang, dari dulu dia naksir berat sama Roni, hanya saja malu untuk mengungkapkannya sementara Roni masih terus sibuk mencari pacar lewat iklan biro jodoh.


"Beneran, ya?" ujar Roni.


"Demen banget, lu dengan si Monica itu, lu ga tahu, ya kalo sebenernya ada yang menantikan kehadiran lu di sisinya,"


"Emangnya, siapa dia?" tanya Roni.


John melirik ke arah Yuniar, "Giliran, lu Yun... masak kami yang terus-terusan nyomblangin kalian?"


"Ha... beneran ?" tanya Roni masih tidak percaya, pandangannya beralih padaku, "Eh, Mike... diantara mereka, cuma lu yang ga banyak bicara, bisa dipercaya, apa bener kata mereka,"

__ADS_1


Aku menatap Yuniar sesaat, pandangan matanya seakan memintaku untuk jujur, "Sudah dari dulu, Ron... Yuniar naksir kamu, kami semua mengetahuinya, cuma kamu saja yang kurang peka," kataku.


Roni menatap Yuniar dalam - dalam, "Bukannya lu jadian sama Mike?" tanyanya.


"Dulunya Mike dan Yuniar jadian, tapi, hubungan mereka cukup rumit, Ron," ujar Ririn, "Lu, sich sibuk dengan iklan biro jodoh konyol itu. Sudah banyak duit yang keluar buat beli tabloid sama pulsa, kita ga saling kenal dengan mereka yang ada di iklan itu. Kalo pas dapetnya orang baik-baik, oke, ga masalah. Tapi, kalo pas dapet orang yang bermasalah... malah bikin repot,"


"Ga ada yang larang coba-coba cari jodoh lewat biro iklan... tapi, ucapan Si Ririn masuk akal, kok," ujarku.


"Kkrriinngg..."


Ponsel Roni berbunyi, begitu kerasnya sampai-sampai kami semua terkejut. Saat Roni melihat adanya panggilan dari no tak dikenal, Roni mengabaikannya, tapi setelah berbunyi tiga kali dan ternyata itu adalah nomor milik Monica, Roni melompat kegirangan, "Ini no dari yang tadi gue hubungi, Monica. Ternyata iklan itu bukan bohongan, ya..."


"Hallo..." sapa Roni.


"Hallo, kalau boleh tahu, ini dari siapa, ya?" terdengar suara lembut di seberang sana. Suara seorang wanita.


Roni segera terlibat pembicaraan dari panggilan misterius itu dan itu adalah awal... kami menyebutnya sebagai :


..."MIMPI BURUK SEBUAH CELULLAR"...


...__________...

__ADS_1


__ADS_2