DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua

DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua
Bab 26 : Mimpi Buruk Sebuah Celullar ( babak kesembilan belas )


__ADS_3


Psikopat Cinta - Melly ( bagian kedua )



Namaku Mellynawati. Dari dulu, aku menganggap diriku paling sempurna dalam segala hal. Keluargaku kaya, apapun yang kuinginkan tak mungkin tak kudapatkan. Orang tua selalu memanjakanku, menuruti segala kemauanku. Tidak ada yang tidak bisa kuraih dalam hidup ini. Namun satu yang menjadikanku sebagai orang cacat, bukan secara mental, fisik atau apa, akan tetapi, cinta.


Hingga umurku mencapai kepala 3, aku belum menemukan seorang kekasih atau suami. Padahal aku memiliki segala-galanya : kecantikan, keindahan tubuh, harta dan lain sebagainya. Dari sekian banyak kaum Adam, mereka tak jarang menjadikanku sebagai alat. Tahukah kalian bagaimana perasaan seorang wanita jika mendapat perlakuan seperti itu ? Mereka hanya mengingini tubuh atau hartaku, bukan aku seutuhnya.

__ADS_1


Hingga aku bertemu dengan Jackie. Dia begitu tampan, humoris, penuh perhatian dan setiap kata yang keluar dari bibirnya yang merah, membuatku nyaman, bahagia dan aku merasa bahagia sekali saat ia berada di sisiku. Tahukah kalian, hampir fotoku dan Jackie menjadi penghias dinding kamarku, tak ada celah sedikitpun.


"Kalau kau mencintainya, nyatakanlah perasaanmu itu... jangan kau penuhi ruangan tidurmu dengan foto-foto kalian," itu yang selalu dinasihatkan oleh ibuku.


Terkadang ada keinginan untuk mengungkapkan perasaanku padanya, ada banyak kesempatan untuk itu... akan tetapi, Jackie selalu menghindar. Hingga aku jadi putus asa.


"Mungkin suasana hati Jackie saat itu sedang galau. Cobalah untuk bicara lagi dengannya," kata Rita suatu hari.


Yah, aku memang suka sekali mengoleksi tabloid-tabloid cowok macho dan tampan, wajahnya kuganti dengan wajah Jackie. Selain tabloid-tabloid, aku juga mengoleksi barang-barang yang mungkin menjijikkan, khususnya bagi kaum Hawa. Itu kugunakan sebagai pelampiasan hasrat terpendam ku pada Jackie. Lebih parah lagi, ketika ada teman pria yang menjadi kekasihku, kuanggap dia sebagai Jackie. Itulah yang membuat hubungan kami putus dalam waktu singkat. Aku tak bisa mencintai orang lain selain Jackie. Kemanapun teman-teman mengajakku ke luar negeri, asalkan Jackie ikut, akupun ikut.

__ADS_1


Terakhir aku bertemu dengan Richard dan Rudi... mereka adalah sahabat - sahabat karib Jackie. Richard mengetahui perasaanku pada Jackie, ia bersabar berharap suatu hari aku akan membuka hatiku untuknya, tapi, toh akhirnya dia mundur juga. Sementara Rudi, ia bertahan lebih lama.


Akupun juga mendengar kedekatan Jackie dengan seorang wanita berasal dari Thailand. Hatiku hancur manakala ia memutuskan untuk melamarnya. Hatiku sakit, terlebih wanita itu menjadi tour gaet kami untuk berlibur di Thailand apalagi itu atas anjuran Jackie. Akupun mendengar, ini adalah pekerjaan sebagai tour gaet terakhir, Monica sebelum menikah. Aku... aku harus mencegah pernikahan mereka, Jackie adalah milikku, tak seorangpun boleh mengambilnya dariku.


2 malam sebelum Monica / Malivalaya mengalami nasib naas, aku menemuinya untuk memastikan kebenaran berita itu. Aku benar-benar terpukul saat dengan polos dan lugunya wanita itu menceritakan semuanya. Jika aku tidak bisa mengendalikan diri, mungkin kutampar wanita itu. Aku menangis seorang diri. Aku bagaikan orang gila dan sebagai pelampiasan kekecewaanku, adalah mengajak Rita ke diskotik dan mabuk, berharap ucapan Monica itu hanyalah omong kosong belaka, berharap melupakan semuanya. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah, justru membuatku bertambah frustasi.


Aku dan Rita baru kembali ke gazebo tempat kami menginap setelah dua hari dua malam bepergian tanpa tujuan yang jelas. Saat kembali, aku dan Rita melihat kejadian yang entah membuatku senang, iba atau sedih. Monica dicekoki miras dan diperkosa bergiliran oleh Paul dan teman-temannya. Yang membuatku tak percaya adalah Roni dan teman-teman juga terlibat dalam peristiwa itu.


Aku masih ingat, bagaimana wajah memelas, mengharap pertolongan dari kami, tapi, kami tidak mempedulikannya. Kami membiarkan peristiwa-peristiwa itu berlalu begitu saja, seiring dengan jalannya waktu kamipun melupakannya. Hingga kematian Roni menyusul yang lain, memaksa kami menguak cerita lama.

__ADS_1


"Maafkan aku, Malivalaya... maafkan aku karena tidak bisa membantumu, maafkan aku karena, aku tak ingin Jackie menjadi milik orang lain. Apapun yang Jackie lakukan, aku dengan tulus dan ikhlas menerimanya, sekalipun dia ingin membunuhku,"


__________


__ADS_2