DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua

DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua
Bab 22 : Mimpi Buruk Sebuah Celullar ( babak kelima belas )


__ADS_3

15. Kematian dan Kebangkitan ( Mayuree's diary )


Aku menemukan buku harian ini, tergeletak sembarangan di ruang bawah tanah. Saudaraku, Malivalaya sudah tak berminat menulis kisahnya. Dia benar-benar putus asa dan depresi berat. Ia sudah tak berniat mengejar cita-citanya, setiap hari kerjanya mengurung diri di kamar.


Aku merasa prihatin melihatnya terpuruk seperti itu. Sebagai saudaranya yang paling dekat, aku ikut merasakan kepedihan hatinya.


Myurī phrùngnī̂ c̄hạn ca pị s̄æn kịl mị̀ t̂xng h̄̀wng c̄hạn ca klạb mā nı mị̀ cĥā dạngnận dị̂ pord mæ̀ læa ph̀x mị̀ t̂xng rū̂ reụ̄̀xng kār cāk pị k̄hxng c̄hạn”


( "Myuri, besok aku akan pergi jauh. Jangan kuatir aku akan kembali secepatnya. Jadi, kumohon ayah dan ibu tak perlu tahu kepergianku ini," ).


Itulah kata-kata terakhirnya dan aku merasakan, hari itu adalah hari terakhir aku bertemu dengannya. Dan, apa yang kukhawatirkan, terjadi.... ia menenggelamkan diri di muara Chao Praya. Ibu menjerit-jerit histeris, melihat keadaan Malivalaya. Ia berkali-kali pingsan, tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat jenazah Malivalaya diberikan kepada kami.


C̄hạn mị̀ tĕmcı… thảmị ṭhex t̄hụng xeā k̄heā pị cāk c̄hạn… k̄heā tāy xỳāng ǹā s̄yds̄yxng thảmị ṭhex t̄hụng mī cı ca thîng mæ̀ lūk...


( "Aku tak rela... mengapa Kau mengambilnya dariku... dia meninggal secara mengenaskan. Mengapa kau tega meninggalkan ibu, nak.... )


Bagi orang di desa kami, orang yang mati secara tidak wajar adalah aib. Aib itu mencoreng nama keluarga kami, tapi, mengingat betapa besar jasa ayah pada penduduk desa, kami masih disegani.


Sebelum Malivalaya meninggal, dia menulis sesuatu di buku hariannya...


Cāk f̄ùn kảmụ̄x klạb pĕn f̄ùn


khwām tāy pĕn pheīyng cud reìm t̂n k̄hxng bāng s̄ìng c̄hạn yxmrạb khwām tāy xỳāng s̄ng̀ā ngām læ̂w c̄hạn ca klạb pị l̂āngkhæ̂n p̄hū̂ thī̀ thảlāy chīwit c̄hạn

__ADS_1


Mān rk phracêā c̄hạn yxm cảnn t̀x khuṇ thèānận cit wiỵỵāṇ k̄hxng c̄hạn yindī thī̀ ca pĕn k̄hxng khuṇ pheụ̄̀x læk kạb c̄hạn ca pl̀xy h̄ı̂ phwk k̄heā thậngh̄md pĕn k̄hxng khuṇ


Irad maggneges ubed, ilabmek ek ubed


naitamek aynah lawa ialumem utauses,


uka amirenem naitamek nagned gnapal adad, akan, nupuka naka ilabmek tutnunem salab ada akerem gnay halet nakrucnahgnem ukpudih.


Halgnatad awed akaren, aynah halumadap uka haresreb, ukawij aler


idajnem umkilim iagabes aynitnag uka naka nakhareynem akerem aumes umadap.


naitamek halada lawa uknatikgnabek


Khwām tāy pĕn cud reìm t̂n k̄hxng kār fụ̄̂n khụ̄nchīph k̄hxng c̄hạn kār fụ̄̂n khụ̄nchīph khụ̄x kār s̄îns̄ud k̄hxng kār tāy k̄hxng c̄hạn.


Sebuah mantra yang benar-benar mengerikan, aku bisa membayangkan begitu dalam dendam Malivalaya pada orang-orang yang telah membuat hidupnya hancur.


***


7 hari setelah pemakaman Malivalaya, kami sekeluarga dikejutkan dengan laporan para penjaga makam. Makam Malivalaya dibongkar, jasadnya tidak ada lagi disana.


"Aduh, Sang Maha Pencipta, mengapa Malivalaya sekalipun sudah meninggal tidak diberikan ketenangan jua," desahku.

__ADS_1


Aku dan pihak keluarga segera berangkat menuju makam yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah kami. Makam Malivalaya kosong yang tampak hanyalah lubang menganga pada tanah pemakaman.


"Mungkinkah ia bangkit dari kematian?" kata beberapa orang yang juga ikut mengantar kami ke pemakaman.


Hari itu juga kami menghubungi pihak yang berwajib dan mencari keberadaan mayat Malivalaya. Ada keraguan dalam diriku untuk menemukan jasadnya, bukankah sebelum meninggal ia sempat merapal mantra, bisa jadi ia bangkit dan membalas dendam. Tapi, di sisi lain, kami percaya tak mungkin orang mati bisa bangkit kembali kecuali jika Tuhan menghendakinya.


Pencarian berlangsung selama dua bulan, tapi, nihil. Sebagian besar orang yang membantu mencari Malivalaya putus asa dan memutuskan untuk menghentikan pencarian. Tapi, aku tak mundur begitu saja.


Aku pernah menanyakan perihal tersebut pada para penatua atau orang pintar ... dan jawabannya cukup membuatku merinding.


R̀āng thī̀ h̄āy pị s̄āmārt̄h chı̂ pĕn s̄ụ̄̀x h̄rụ̄x tạwklāng s̄ảh̄rạb h̄mxp̄hī dả h̄rụ̄x pheụ̄̀x krathả kār nxkh̄enụ̄x s̄āmạỵs̄ảnụk yìng kẁā nận k̄heā s̄eīy chīwit d̂wy kār ḳh̀ā tạw tāy h̄rụ̄x p̄hid ṭhrrmchāti"


( "Jasad yang menghilang, bisa dijadikan media atau perantara bagi para dukun ilmu hitam untuk berbuat di luar akal sehat. Terlebih ia meninggal secara bunuh diri atau tidak wajar" )


***


2 tahun sudah mayat Malivalaya menghilang, kami masih belum bisa menemukannya. Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah itu. Salah satunya adalah sebuah tabloid yang memuat iklan biro jodoh.


Pada iklan tersebut tertera nama Monica. Entah siapa yang memasangnya. Itu bukan masalah, yang jadi masalah adalah... banyaknya orang yang meninggal dalam waktu 7 hari setelah menerima pesan berbentuk Foto atau MMS, foto seorang wanita berbaju putih, berambut panjang terurai menutupi wajahnya. Rata-rata para korban adalah ABG pengangguran, diantara mereka ada pula nama-nama seperti yang tertera pada list kostumer yang pernah memakai Malivalaya sebagai gaet diantaranya : Paul, James, Roni dan lain-lainnya. Benarkah pembalasan dendam Malivalaya sudah dimulai ? Kalau memang demikian, aku takkan membiarkannya meminta korban lagi.


***


Beberapa orang asing datang berkunjung. Mereka mengaku mengenal Malivalaya / Monica meminta bantuanku untuk mematahkan kutukannya. Aku memang mencari partner yang tepat untuk bekerja sama demi mematahkan kutukan itu. Akan tetapi, buku diary dan rapalan mantra yang tersimpan rapi di ruang bawah tanah juga menghilang tak tahu kemana. Aku hanya bisa menebak, ada seseorang yang sengaja memancing dalam air keruh.... aku harus tahu siapa orang itu. Orang itu bisa jadi kunci dari pelaku teror ini.

__ADS_1


***


__ADS_2