
Saksi Bisu Sebuah Ponsel ( bagian ketiga )
Pintu kamar hotel terbuka, seorang laki-laki muda masuk sambil membawa peralatan kebersihan. Ia bekerja cepat membereskan barang-barang yang berantakan tapi, begitu sampai di kamar Roni, wajahnya memucat.
"Hei, what happened ? Looks likes you Saw something ? Tell US," kata Yuniar.
Office boy itu menggelengkan kepala, "Nothing, mam.... " sahutnya lalu setelah mengatupkan kedua tangan dan menundukkan wajahnya ke arah ruang kosong pada kamar tersebut, ia kembali bekerja.
"Kelihatannya, ia menyembunyikan sesuatu, ya, Rit..." bisik Yuniar pada Rita.
Office boy itu telah menyelesaikan pekerjaannya, "Ok, done... " ujar pemuda itu sambil meringkas peralatannya untuk kemudian keluar, sesampai di pintu keluar, Melly memberi uang 3 dolar kepadanya.
***
Pintu depan kamar Roni terbuka, John buru-buru masuk diikuti dengan Richard.
Wajah mereka tampak tegang, Roni yang saat itu sedang tiduran di sofa terkejut, "Hei, apa yang terjadi... wajah kalian tampak aneh sekali," tanyanya.
"Paul... dia mati," sahut Richard.
"Impossible,"
"Beneran, Ron... kami melihat mobil ambulan membawa jenazahnya," ujar John, kemudian ia menyingkapkan tirai jendela kamarnya, "Tuh, masih kelihatan dari sini mobil ambulan -nya,"
Roni terkejut, "Bagaimana kejadiannya? padahal kemarin-kemarin dia baik-baik saja,"
"Entahlah. Saat kami berenang di pantai kami melihat Nat dan yang lain dipanggil oleh pihak hotel," jelas Richard.
__ADS_1
"Katanya sebelum meninggal ia bersama yang lain tengah bersenang-senang di diskotik. Ponselnya berbunyi nyaring, tak lama setelah ia mengangkat telepon, ia berteriak - teriak histeris, bagai orang kesetanan, ponselnya dilempar dan jatuh entah kemana. Saat keluar dari diskotik, tubuhnya ambruk ke tanah dan tidak bergerak-gerak lagi," tambah John.
"Aku akan menjenguk Nat, Kat dan James," ujar Roni sambil berjalan menuju ke ruangan James.
***
Sementara itu di ruangan lain, Yuniar, Melly dan Rita mereka pun sudah mendengar kabar yang menghebohkan itu. Mereka duduk di teras sambil memandang ke arah kerumunan orang. Mereka dikejutkan dengan munculnya Kat, keadaan wanita asal Britania raya itu tampak menyedihkan. Rambutnya acak-acakan, wajahnya matang biru dan 2 garis panjang coklat kehitaman menghiasi kedua pipinya.
"Paul is dead, we could be next,"
( Paul sudah mati, bisa jadi kita yang berikutnya ) kata wanita itu.
"What do you mean, Kat?"
( Apa maksudmu, Kat ? ) tanya Yuniar.
"Paul's death, caused by this girl,"
Melly mengerutkan keningnya. Pada foto tersebut, terpampang dengan jelas bahwa Roni, John, Richard, Paul dan James sedang duduk di sebuah diskotik dengan ditemani seorang gadis... Monica.
"Where did you get these photos from?"
“Darimana kau mendapatkan foto – foto ini ?” tanya Yuniar.
"Take it, I don't need it. That cursed thing should be destroyed so it doesn't become a disaster."
( Ambillah, aku tak memerlukannya. Benda terkutuk itu harusnya dimusnahkan agar tidak jadi bencana ), sahut Kat.
"I still don't get what you mean, Kat,"
( Aku masih belum mengerti apa maksudmu, Kat ) ujar Yuniar sementara Melly dan Rita saling pandang.
__ADS_1
"You should ask your lover directly. My advice… we must leave Thailand immediately, if we want to survive,”
( Sebaiknya kau tanyakan langsung pada kekasihmu. Saranku ... kita harus segera meninggalkan Thailand, jika ingin selamat ) sambil berkata demikian ia buru – buru meninggalkan tempat itu.
“Kat ... Kat ...”
"I warned you,"
“Saya sudah memperingatkan kalian,”
"Hei, apa yang terjadi padamu, nona Kat," tanya Melly.
Wanita itu tidak lagi melayani pertanyaan Melly dan kawan-kawan, ia membalikkan badan dan melangkah meninggalkan tempat itu.
"Kelihatannya menghilangnya Monica ini berhubungan dengan Roni dan yang lain," ujar Rita.
Pada saat itulah Roni dan kawan-kawannya datang. Saat Yuniar menunjukkan foto-foto tersebut, terjadilah pertengkaran hebat diantara mereka. Beberapa hari kemudian, mereka pulang ke Indonesia berharap semua kejadian di Thailand terlupakan tapi nyatanya tidak. Teror foto sosok perempuan misterius di ponsel merembet ke Michael dan yang lain.
***
Melly mengakhiri ceritanya, dia juga menceritakan kematian James yang tidak wajar sewaktu dalam perjalanan pulang ke negeri asalnya. Membuat orang-orang yang satu kendaraan dengannya trauma.
"Lalu apa yang menyebabkan sosok wanita misterius itu membunuh Roni dan yang lain?" tanya Hanafi.
"Entahlah," jawab Michael, "Tampaknya kita harus kembali ke Thailand. Mungkin ada petunjuk disana untuk mematahkan 'kutukan', ini," sambungnya.
"Kutukan?" tanya Rita heran, "Kami tak melakukan kesalahan apapun pada gadis yang bernama Monica itu. Apa alasannya ia mengutuk kami ?!"
"Dengar," ujar Kris, "Di setiap tempat, ada pantangan atau larangan, aturan, kebudayaan atau cara hidup yang berbeda-beda. Bisa jadi kita melanggar pantangan tersebut, terkadang pula cara hidup kita tidak cocok dengan cara hidup negara lain. Itu bisa jadi pemicunya. Apa yang menurut kita baik belum tentu baik juga untuk mereka bahkan bisa menyinggung perasaannya, hati orang siapa yang bisa menduga,"
"Besok kita berangkat, Melly dan Rita juga harus ikut, kalianlah yang mengenal Monica... jadi, kami bergantung pada kalian," tukas Michael.
__ADS_1
...__________...