DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua

DARI DUNIA LAIN Untuk Anda ( Kumpulan Cerpen Misteri ) - Buku Kedua
Bab 21 : Mimpi Buruk Sebuah Celullar ( babak keempat belas )


__ADS_3

14. Malivalaya's Diary ( bagian kedua )


Aku pergi menemui H̄mxp̄hī ( penatua ) di kampung ku dan membicarakan perihal mantra yang kurapal beberapa hari yang lalu, aku tak ingin bertemu Jackie dalam keadaan seperti itu, aku ingin dia kembali seperti sewaktu pertama kali bertemu dengannya.


Saat aku menceritakan perihal yang kualami, sepasang matanya tampak memancarkan cahaya merah, Semerah wajahnya yang agak keriput. H̄mxp̄hī tampak marah,


"Kārk ra thả k̄hxng cêā xạntrāy māk mā li wā lạy cêā thả phiṭhīkrrm doy mị̀ dị̂ rạbkhả næanả cāk p̄hū̂ mī pras̄bkārṇ̒”


( "Tindakanmu berbahaya sekali, Malivalaya. Kau melakukan ritual itu tanpa bimbingan dari orang yang sudah berpengalaman," ) katanya.


Khuṇ mị̀rū̂ h̄rụ̄x ẁā khāt̄hā rạk s̄āmārt̄h thảh̄ı̂ p̄hū̂ thī̀ dị̂ rạb p̄hlk ra thb cāk khāt̄hā tāy xỳāng p̄hid ṭhrrmchāti dị̂ thảmị khuṇ xdcı rx s̄ạk khrū̀ mị̀ dị̂”


( "Tak tahukah kau, Mantra cinta itu bisa membuat orang yang terkena mantra meninggal secara tak wajar ? Kenapa kau tidak bisa bersabar sejenak ?" )


Læ̂w txn nī̂ c̄hạn khwr thả xỳāngrị”


( "Lalu apa yang harus kulakukan sekarang ?" )


Xụ̄m cring«læ̂w mī wiṭhī tæ̀ c̄hạn mị̀rū̂ ẁā khuṇ thảdị̂ h̄rụ̄x pel̀ā”


( "Hmm, sebenarnya ada cara namun aku tak tahu kau sanggup melakukannya?" )


"Nạ̀n xarị?"


( "Apakah itu ?" )


Khuṇ t̂xng thảh̄ı̂ k̄heā lụ̄m khuṇ tæ̀ wiṭhī nī̂ mị̀ dị̂ p̄hl pherāa mạn xāc khr̀ā chīwit k̄heā dị̂”


( "Kau harus membuatnya melupakanmu, tapi cara ini tidak efektif sebab bisa merenggut nyawanya," )


C̄hạn mị̀ xyāk h̄ı̂ k̄heā tāy c̄hạn t̂xngkār h̄ı̂ k̄heā mī chīwit xyū̀ t̀x h̄ı̂ t̂xng tāy c̄hạn k̆ phr̂xm


( "Aku tak ingin dia mati, aku ingin dia hidup. kalaupun aku yang harus mati, aku bersedia" )

__ADS_1


H̄ụ̄m khwām rạk pĕn rokh thī̀ rạks̄ʹā yāk cring«tæ̀… c̄hạn ca ch̀wy ṭhex xeng”


( "Hm, cinta memang penyakit yang sulit disembuhkan, tapi, baiklah.... aku akan membantumu," ) sambil berkata demikian H̄mxp̄hī mengambil sebuah botol berukuran 10 ml berisikan cairan berwarna hitam dan memberikannya padaku,


"Cng h̄ā xokās̄ thā n̂ảmạn nī̂ thī̀ h̄n̂āp̄hāk trng h̄ẁāng tā k̄hxng k̄heā pl̀xy h̄ı̂ k̄heā nxn khn deīyw t̄ĥā k̄heā tụ̄̀n k̄hụ̂n t̄ĥā khuṇ k̄hêā kạb k̄heā k̄heā ca klạb mā mị̀ ẁā yạng ngị k̆tām tæ̀ t̄ĥā ṭhex mị̀ k̄hêā kạn xỳā ley” mị̀ s̄bāy h̄rụ̄x tĥxthæ̂"


( "Carilah kesempatan untuk mengoleskan minyak ini di dahi tepat di antara kedua matanya. Biarkan ia terlelap sendirian, kalau terbangun jika kau berjodoh dengannya dia pasti akan kembali bagaimanapun caranya, tapi, jika tidak berjodoh janganlah merasa sakit atau berkecil hati," )


Dalam hati aku melonjak kegirangan, aku menerima botol itu sambil berulang kali mengucapkan terima kasih.


"K̄hxbkhuṇ th̀ān. K̄ĥāphcêā ca mị̀ lụ̄m phra kruṇāṭhikhuṇ k̄hxng xācāry̒"


( "Terima kasih, tuan. Aku takkan melupakan kebaikan hati Tuan," )


Jackie terbaring di pangkuanku, dalam hatiku, ingin rasanya terus seperti ini. Akan tetapi, bukan Jackie yang seperti sekarang ini. Tak bosan-bosannya memandang wajah tampan itu, kubelai pipinya dengan lembut. Perlahan-lahan aku mengecup keningnya sebelum aku menorehkan minyak pemberian H̄mxp̄hī di antara kedua matanya. Tanpa sadar bibirku terucap,


C̄hạn rạk læa h̄wngh̄æn khuṇ c̄hạn f̄āk thuk xỳāng wị̂ kạb phracêā p̄hū̂thrng vthṭhā nu p̣hāph mị̀ ẁā ca keid xarị k̄hụ̂n khwām rū̂s̄ụk k̄hxng c̄hạn ca mị̀ pelī̀ynpælng”


N̂ảmạn nī̂ ca k̄hcạd xithṭhiphl k̄hxng wethmntr̒/khāt̄hā thī̀ xyū̀ nı tạw k̄heā… bāngthī k̄heā xāc ca rạk læa h̄wngh̄æn khuṇ māk k̄hụ̂n bāngthī k̄heā xāc ca kelīyd khuṇ terīym cı k̄hxng khuṇ h̄ı̂ phr̂xm rạb s̄ìng thī̀ ca keid k̄hụ̂n nı xnākht”


( "Minyak ini akan menghilangkan pengaruh tenung / guna-guna yang bersemayam di dalam dirinya... mungkin dia akan lebih mencintai dan menyayangimu, mungkin pula dia akan membencimu. Persiapkan hatimu untuk menerima apa yang akan terjadi kelak," )


Itulah yang sering terngiang-ngiang di telingaku, juga di lubuk hatiku yang paling dalam. Semula aku ragu-ragu, tetapi, karena perasaan cinta dan sayangku yang tulus kepadanya, aku memutuskan untuk meninggalkan dia di tempat itu dalam keadaan tertidur pulas. Aku menyeka air mata yang membasahi pipi, tanpa menoleh lagi, kaki-kaki ini melangkah meninggalkannya sendirian disana. Apa yang terjadi kelak, biarlah terjadi.


***


Minyak pemberian H̄mxp̄hī benar-benar mujarab. Jackie kembali seperti semula, ia mencariku, meminta maaf karena telah bersikap acuh tak acuh padaku sewaktu di negara tempat ia lahir bukan atas kemauannya... tapi, karena ia harus menyelesaikan beberapa hal.


Aku memang tidak bisa menahan rindu untuk bertemu dengannya dan sesudah seharusnya aku belajar untuk menahan diri. Mayuree hanya tertawa mendengar ceritaku ini. Apa yang orang bilang, Cinta adalah kekuatan yang paling besar diantara yang lain, memang benar. Tapi, cinta bukanlah segala-galanya. Cinta bisa berubah menjadi suatu yang menyakitkan, namun, cinta juga bisa membuat segala sesuatunya serasa indah.


Jackie mengatakan bahwa beberapa lagi teman-temannya akan piknik ke Thailand. Aku menyambut baik hal itu, Jackie juga memberiku beberapa informasi tentang mereka : Roni, Yuniar, Richard, Melly, Rita dan John. Ia juga memberiku sejumlah uang untuk keperluan mereka namun Jackie memintaku untuk tidak menyebut-nyebut namanya di hadapan mereka. Kebetulan pula kantor memilihku untuk dijadikan gaet 3 pasangan muda-mudi itu ditambah lagi 2 pasangan muda-mudi yang berasal dari Britania raya. Demi Jackie aku akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk teman-temannya.


***

__ADS_1


Saat aku membicarakan ini pada Ibu dan Mayuree, entah mengapa mereka tampak kurang senang bahkan melarangku untuk menjadi gaet 5 pasangan muda-mudi itu. Entah mereka seperti mendapat firasat buruk. Biasanya, mereka selalu mendukungku.


Keputusanku sudah bulat, tak bisa dicegah lagi, aku harus bertanggung jawab atas pekerjaanku sebagai gaet.


Sekalipun sebelum berangkat kerja, kami sempat bersitegang, beradu argumen dan akhirnya mereka mengalah. Ibu melepas kepergianku dengan hati yang berat, sementara, Mayuree menanggapiku dengan diam.


***


Mereka mencekokiku dengan miras, menodai kesucian dan kehormatanku sebagai seorang wanita. Hatiku hancur, terlebih mengingat siapa mereka. Aku putus asa... tak ada semangat lagi untuk hidup. Aku terhina.


Aku menyesal telah menentang ibuku, menyesal karena telah mengikuti kemauanku... aku kalap, tangisku meledak memecah kesunyian malam. Aku mengutuk Tuhan yang telah berlaku tidak adil. Guyuran hujan di malam itu seakan tak terasa, aku melangkah berat meninggalkan tempat terkutuk itu.


Satu-satunya harapanku adalah menceritakan hal ini pada Jackie... Jari jemariku gemetar menekan tombol-tombol pada keypad ponselku tujuanku adalah Jackie. Dadaku berdebar kencang manakala mendengar bunyi nada dering memanjang.


ttuutt.... tttuuuttt .... ttttuuuutttthhhh


"Hallo..."


Entah aku harus senang atau sedih mendengar suara bass yang telah aku kenal dengan baik di seberang sana...


Jackie menjawab teleponku... aku terisak-isak, "Babe.... maaf aku tak bisa melanjutkan hubungan ini," itulah yang kukatakan pertama kali.


"Kenapa kau berbicara seperti itu, babe.


Bisakah kau ceritakan apa yang sudah terjadi,"


Aku hanya menangis, menangis dan menangis hingga tanpa bicara apa-apa kututup telepon tersebut selagi Jackie belum menyelesaikan pembicaraannya.


Aku sudah hancur, malu untuk bertemu dengan siapapun.


"Maafkan aku, sayang..." desahku perlahan sambil meneruskan perjalanan tanpa tujuan dan akhirnya kembali terlintas di benakku untuk menuju ke ruang bawah tanah... aku tak rela mereka memperlakukanku seperti binatang; mereka telah merusak kebahagiaan dan masa depanku... merusak apa yang telah kucita-citakan bersama Jackie. Aku harus membalas penghinaan ini.... AKU HARUS MEMBALAS DENDAM.


__________

__ADS_1


__ADS_2