Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 10


__ADS_3

"Wahai api 🔥 mengamuklah untukku dan bakar musuhku, fire stab." Ucap Kenneth bersiap.


'Bsyurr..'


Muncul api-api kecil yang mengelilingi Kenneth dan berputar seperti sedang menari. Api itu mulai mendekatiku dengan kecepatan dan jumlah yang besar. Aku berhenti berlari melihat itu.


Aku menciptakan bola-bola metal dalam ukuran dan jumlah yang tidak kalah dengan api milik Kenneth, lalu melesat kan bola metal itu sehingga seranganku dan api Kenneth beradu satu sama lain.


'duar' 'duar' 'duar' ....


Beberapa menit terlewati, kami masih saling menyerang menyebabkan asap yang menutupi pandangan kami. Aku berfikir sudah waktunya duel ini selesai. Aku menciptakan balok metal berukuran besar diatas Kenneth saat sedang saling melemparkan serangan.


Dengan ayunan tangan kananku kebawah, metal hitam itu menindih Kenneth tanpa bisa menghindarinya, karena dari pembuatan dan kecepatan balok metal itu sangat cepat.


'Boom..'


Suara ledakan terdengar. Semua orang yang mendengar ledakan, mulai panik dan ingin tahu apa yang terjadi. Kene yang melihat keadaan sekitar kacau mulai merapal sihir.

__ADS_1


# POV end


"Wind Repellent." Seru Kene mengucap mantra sihir.


Angin berhembus menghilangkan debu yang menutupi lapangan. Semua orang terdiam membeku melihat apa yang terjadi, seorang anak yang berdiri dengan tenang memegang pedang dan sebuah benda besar berada berhadapan dengan anak itu menghancurkan tanah yang dipijaknya.


"Ayah!!" "Sayang!!" Teriak Angela dan Elsa bersamaan.


Kedua ibu dan anak itu berlari khawatir kearah benda besar berada, disusul dengan beberapa orang dibelakangnya. Mereka mendorong benda itu bersama, benda itu tidak bergeming sedikitpun dengan dorongan yang dilakukan oleh mereka.


Tapi tiba-tiba benda itu terangkat keatas lalu menghilang, dan memperlihatkan pria berumur 30 tahunan terlentang tidak berdaya, dia adalah Kenneth mantan rank S dan pahlawan kota Larkxa.


Orang-orang yang berada didekatnya mulai mengangkat Kenneth ke tempat yang lebih baik dari pada tanah yang hancur itu.


"Tenang saja kakak ipar, Elsa. Kakak baik-baik saja dia hanya pingsan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Ucap Kene menenangkan.


"...Dia tidak baik-baik saja Ketua GUILD. Beberapa organ dalamnya hancur dan harus segera diobati. Jika tidak, maka..." Kata perempuan berambut perak panjang menjelaskan, suara lirih mengakhiri kalimatnya.

__ADS_1


"Apa!!" Bentak kaget Kene, Angela, Elsa dan beberapa orang yang berada disekitar.


"Panggilkan healer, cepat." Ucap tegas Kene memberi perintah.


Beberapa orang langsung pergi ke dalam guild mencari seorang healer yang bisa menggunakan sihir penyembuh.


"Ayah... hiks, hiks, hiks."


Elsa menangis histeris sedangkan Angela terduduk lemas dan pingsan. Elsa yang melihat ibunya terbaring tidak bergerak, mendekat dan memeluk ibunya.


"Ibu.., ibu.., bangun! Apa kau baik-baik saja. Ibu.." Ucap Elsa terdengar nada cemas dilanjuti tangisan.


Wanita perak yang melihat Angela pingsan dan Elsa yang khawatir mendekat dan memeriksa keadaan ibu dari anak yang menagis itu.


"Dia tidak apa-apa Elsa, ibumu hanya pingsan karena shock. Tidak perlu khawatir dengan mereka berdua, mereka pasti akan baik-baik saja." Ucapnya halus menenangkan, wanita itu namanya Laura.


Kene yang melihat kakak dan kakak iparnya pingsan, serta keponakannya menangis histeris hanya bisa diam. Menunggu healer dan menyerahkan Elsa kepada Laura. Tiba-tiba terdengar suara...

__ADS_1


"Recovery"


__ADS_2