
"Semuanya berhenti!" Teriak ksatria yang memimpin kelompok berkuda itu.
Seluruh pasukan ksatria menghentikan laju kuda mereka mengikuti suara tadi. Tidak ada suara dari para ksatria, yang ada hanya suara kuda berhenti dan burung-burung berterbangan.
Pemimpin ksatria itu berarmor emas berbeda dengan ksatria lainnya, dan ada satu orang lagi yang berarmor sama dengannya. Seseorang yang sedang menatap tajam tepat kearahku.
Sedangkan pemimpin ksatria itu melihat semua orang dalam kelompok kami, lalu tatapannya berhenti pada seseorang, wanita berambut pirang bermata biru.
Pemimpin ksatria menatapnya dalam beberapa detik, dia lalu turun dari kuda dan berjalan kedepan wanita berambut pirang itu.
"Saya senang melihat anda baik-baik saja nona Alice." Ucap pemimpin itu sembari membungkuk ala ksatria. "Dan maafkan saya karena tidak dapat menolong anda tepat waktu." Lanjutnya menunduk lesu.
Semua ksatria yang melihat pemimpin mereka membungkuk, langsung turun dan mengikutinya.
"Maafkan kami Karena tidak bisa menyelamatkan anda, nona Alice!" Teriak semua ksatria bersamaan.
Anak-anak merasa kagum dan takut, sedangkan orang yang diberi bungkukan dan kata-kata maaf hanya diam melihatnya. Seakan itu sudah biasa baginya, itu juga berlaku bagi para wanita bangsawan dibelakangnya.
Ksatria yang menatapku tadi mendekati orang yang bernama Alice itu, dia membawa semacam jubah berwarna putih bersih dengan lambang yang sama dipunggungnya.
"Terima kasih, Beatrice." Ucap Alice memakai jubah yang diberikannya.
"Sama-sama nona." Jawab ksatria yang dipanggil Beatrice sembari setengah membungkuk.
"Terimakasih untuk ksatria-ksatriaku yang bersedia datang jauh-jauh kesini hanya untuk diriku." Seru Alice yang dapat didengar oleh semua orang yang ada di sana.
"Aku memaafkan kalian, karena ini bukanlah kesalahan kalian. Kecerobohanku lah yang membuat hal ini terjadi dan maafkan aku karena membuat kalian semua khawatir." Ucap Alice menunduk kan kepalanya.
Para ksatria yang melihat nona mereka menunduk minta maaf menjadi panik dan gelagapan, termasuk pemimpin ksatria tadi.
__ADS_1
"Nona! Nona tidak perlu sampai minta maaf, kami tidak layak mendapatkannya. Tolong, angkat kepala anda!" Ucap pemimpin ksatria dengan panik.
Alice mengangkat kepalanya melihat pemimpin ksatria itu. "Terimakasih paman Albert." Ucapnya tersenyum.
"Sama-sama nona. Lalu, siapa mereka semua?" Tanya pemimpin ksatria yang bernama Albert itu melihat para wanita dan anak-anak.
"Mereka adalah para tahanan yang ditahan bersama denganku. Paman, aku ingin kau menolong mereka. Agar mereka dapat kembali ke keluarga mereka atau berikan mereka tempat tinggal didaerah kita, bagi anak-anak yatim yang lain." Seru Alice menunjuk semua wanita dan anak-anak yang ada.
Albert diam mendengar perkataan Alice, lalu berkata. "Baik nona, perintah anda akan saya laksanakan." Jawab Albert menangkupkan tangannya didada.
"Terimakasih Paman. Lalu Beatrice? Bisakah kau memberikan beberapa baju atau pakaian untuk menutupi tubuh mereka?." Seru Alice.
"Iya nona, akan saya siapkan." Ucapnya, sama dengan Albert dia menangkupkan tangannya didada.
Beatrice mengambil beberapa pakaian didalam tas dimensi nya, lalu memberikannya kepada para wanita dan anak-anak. Aku hanya diam melihat semuanya terjadi, sampai ksatria yang bernama Beatrice itu menatap tajam lagi padaku.
"Nona? Siapa pria bertopeng ini? Dia tidak terlihat seperti seorang sandra dari bandit?" Ucapnya kepada Alice sembari melihat kearahku.
"Dia adalah tuan yang sudah menolong kami. Omong omong, saya memang belum tau nama tuan? Apa tuan berkenan menyebutkan nama tuan?." Seru Alice bertanya yang membuat semua orang melihat kearahku.
'lagi-lagi aku jadi tontonan. Sepertinya karirku sebagai pemburu sudah habis dan diganti sebagai badut maskot yang dilihat semua orang. Sial..." Hujatku dalam hati.
"...Bukankah sudah kubilang! Lupakan aku dan jalanilah hidup kalian. Jika kau melupakan hal itu, aku berharap kau tidak melupakan hal lain yang aku katakan pada kalian semua?." Seruku dengan suara tinggi seperti anak-anak.
Aku merubah suaraku dengan mana agar tidak ketahuan oleh semua orang. Sebenarnya ini memang terlambat karena semua tahanan sudah tau wajah dan ketampananku.
Aku baru sadar untuk menutupi identitasku saat tau apa yang akan aku lakukan pada para wanita dan anak-anak itu.
'jadi... biarlah yang sudah terjadi biar terjadi. Sekarang tinggal pergi dari sini.' pikirku.
__ADS_1
Alice yang mendengar apa yang aku katakan menunduk dan para wanita lainnya tertegun kaget mengingat apa yang sebelumnya aku katakan.
Albert dan Beatrice heran melihat ekspresi nona mereka dan para wanita lainnya, seakan mereka mengingat hal yang mengerikan. Karena helm yang mereka pakai sudah terlepas, wajah kaget mereka terlihat jelas.
Albert terlihat seperti Kenneth, dia memiliki beberapa luka diwajahnya dan umur nya sekitar 40an. Sedangkan Beatrice, seorang wanita berumur 25an, berambut coklat panjang yang terhembus angin saat dia membuka helmnya.
"Apa yang terjadi?" Gumam Albert melihat semuanya.
"N..nona? Kenapa anda menunduk?" Ucap Beatrice cemas.
Mereka sangatlah khawatir tentang keadaan nona mereka dan heran atas apa yang terjadi. Lalu Beatrice melihat kearahku dengan tatapan tajamnya.
"A...apa yang telah kau lakukan pada nona kami?" Bentak Beatrice dengan nada tingginya.
Semua orang langsung melihat kearah suara itu, termasuk Alice yang sedang menunduk. Anak-anak kaget, para wanita khawatir akan terjadi sesuatu dan untuk Alice dan Albert, mereka melihatnya dengan ekspresi aneh.
"Beatrice! Kenapa kau berkata seperti itu pada penyelamat ku?" Seru Alice.
"Tapi nona! Melihat ekspresi nona yang seperti itu dan dia yang terlihat sangat mencurigakan. Aku takut telah terjadi apa-apa sebelum kita bertemu?" Ucap Beatrice khawatir.
"Aku tau apa yang kau pikirkan Beatrice. Tapi, itu tidak merubah apapun. Tuan inilah yang telah menyelamatkan kami." Kata Alice melihat dan menunjuk semua wanita dan anak-anak.
"Tapi nona..." Bela Beatrice gagap.
"Beatrice! Kamu tenanglah. Nona baru saja mengalami hal buruk dalam hidupnya, kamu harus mengerti perasaan nya saat ini." Seru Albert menengahi mereka. "Seperti yang nona katakan, dia adalah penyelamat para sandra. Apa begini sikapmu pada seseorang yang sudah menyelamatkan nyawa nona Alice." Lanjutnya.
"Bukan begitu Paman. Aku hanya khawatir nona kenapa-kenapa!" Ucap Beatrice sembari menundukkan kepalanya.
"Aku juga khawatir. Tapi, yang terpenting sekarang adalah nona Alice tidak apa-apa. Jadi simpan rasa khawatir mu saat kita sudah sampai di rumah." Seru Albert menenangkan.
__ADS_1
"Baik Paman." Ucap Beatrice menurut.
× × \= × ×