
"Ayah...!" Seru Erika berdiri dari singgasana.
"Pergilah bersama Zyden, Erika! Dan bantu dia dengan semua yang kau punya!" Seru suara itu memerintahkan Erika.
"Apa maksudmu ayah." Ucap Erika.
"Seperti yang ayah katakan tadi, bantu dia menyelesaikan misinya dan berpetualang lah melihat dunia." Ucap suara itu.
"Jika kau menyesal berpetualang dengannya, kau tetap harus membantu nya. Dan anggap penyesalan itu sebagai hukumanmu." Lanjutnya yang membuat Erika diam.
"Lalu Zyden! Perkenalkan namaku adalah Asteria, aku adalah teman dari dewamu." Seru suara itu, yang menyebut dirinya sebagai Asteria.
'Bukannya ayah yang mengutusnya kesini, lalu kenapa ayah memperkenalkan namanya? Dan lagi teman dewa mu? apakah aerach ini adalah orang yang dipanggil?' pikir Erika kaget saat Asteria mengatakan namanya.
"Aku sudah dengar darinya. Rencana mu menerima permintaan ku." Ucap Asteria yang membuat Zyden mengerutkan alisnya.
"Kau tidak bisa menggunakan pasukan rohku untuk menyelesaikan misimu, karena mereka tidak akan mengurusi hal diluar istana ini."
"Kau hanya bisa mendapatkan Erika sebagai bala bantuan dariku, dan kau harus menjaga Erika dari orang-orang beracun diluar sana sebagai perjanjian kita. Walau dia kuat, aku masih ingin kau menemaninya berpetualang." Lanjut Asteria.
__ADS_1
"Apa yang dia katakan padamu? Beritahu aku semua yang dia katakan?" Seru Zyden sedikit menaikkan suaranya.
"..., Tidak banyak yang dia katakan dan itu tidak terlalu penting untuk kita bahas." Ucap Asteria mengelak. "Lalu untuk mu Erika!" Lanjutnya yang membuat Erika terbangun dari lamunannya.
Cahaya emas muncul pada tubuh Erika dan penampilannya berubah drastis seketika.
Kilauan pada rambutnya menghilang, tubuhnya mulai mengecil dan kehilangan daya tariknya. Sekarang, Erika terlihat seperti anak perempuan berumur 16 tahunan yang tomboi namun berkharisma.
"Apa-apaan ini ayah!" Seru Erika kaget akan tubuhnya yang berubah menjadi anak kecil.
"Itu agar kau tidak terlalu mencolok diluar sana. Tapi tenang saja Erika, tubuh indah mu akan kembali jika kau hanya berdua an dengan Zyden saja." Ucap Asteria santai pada anaknya.
"Hah? Apa maksudmu dengan berduaan dengan nya!" Erika berteriak marah. "Jangan bercanda, aku lebih baik bersama dengan pahlawan yang sebelumnya daripada dengan aerach ini." Lanjutnya dengan nada menghina.
"OI! Apa yang kau katakan tadi? Berapa banyak yang dewa brengsek itu katakan padamu. Cepat beritahu aku!" Seru Zyden marah.
"Oops! kayaknya aku terlalu percaya diri, maafkan aku untuk yang tadi." Kata asteria kecil tapi bergema diruangan itu.
"Apa? Kau tidak mau memberitahu ku dan kau seenaknya minta maaf! Aku tidak menerimanya." Ucap Zyden dingin. "Aku menolak permintaan ini, aku tidak akan berpetualang dengan anak mu itu." Lanjutnya mengeluarkan asap hitam pada sekitar tubuh Zyden.
__ADS_1
Erika membelalakkan matanya melihat asap hitam yang keluar dari tubuh Zyden. Tidak, dia tidak melihat asap itu, melainkan roh roh yang berada disekitar Zyden.
Roh roh itu tadinya bercahaya indah terang, tapi sekarang itu berubah menjadi warna merah darah menyala.
Sebelumnya Erika tidak terlalu tertarik pada roh roh yang ada disekeliling Zyden karena itu adalah roh tingkat rendah.
Walau jarang manusia yang disukai oleh roh roh dan di anggap sebagai manusia yang spesial. Tapi..., bagi ratu roh seperti Erika itu bukanlah hal yang menakjubkan dan itu tidak menarik baginya.
Namun sekarang. Menarik atau tidak menarik, Erika harus memperhatikan roh yang menyala merah darah. yang sedang mengelilingi tubuh Zyden beserta asap hitamnya.
"Jadi itu hasrat dari orang-orang yang dia bunuh? Itu terlihat seperti rasa haus membunuh bukan hasrat dari orang yang dia bunuh!" Seru Asteria.
"Ayah, apa yang terjadi dengannya? Dia.., dia terlihat aneh!" Ucap Erika gagap.
"Erika, akan ayah jelaskan padamu nanti. Zyden! Tenanglah, aku hanya bercanda tadi, tidak banyak yang dia katakan padaku. Hanya beberapa saja." Ucap Asteria menenangkan.
"Aku katakan sekali lagi, apa yang dia katakan padamu dan seberapa banyak hal tentang ku!" Seru Zyden menatap ke atas dengan hawa membunuh yang dia keluarkan.
"Kuhk... Kuhk!"
__ADS_1
Tiba-tiba Zyden batuk darah.
"A...! Apa yang terjadi padaku?" Ucap Zyden batuk darah dan tidak lama kemudian, dia jatuh pingsan.