
Sekarang aku sedang melihat sebuah reuni yang tidak mengharukan.
Aku diam saja daritadi karena ingin melihat seperti apa percakapan yang sering dilakukan oleh seorang bangsawan, dan menurut ku itu tidak berbeda dengan orang lain.
'aku pikir dia akan seperti bos-bos galak yang sering memotong gaji karyawannya.' pikirku melihat mereka berbicara.
"Sekarang..., karena ada kalian para ksatria yang gagah dan perkasa, aku serahkan mereka semua pada kalian. Tolong berikan tempat tinggal bagi anak-anak atau wanita yang tidak memiliki rumah untuk pulang. Dan ingat apa yang aku katakan sebelumnya." Kataku dengan ramah.
Semua orang langsung melihatku dengan heran terutama para tahanan yang pernah aku ancam sebelumnya.
"Aku ingin kalian merahasiakan tentang diriku ini. Jika kita bertemu, berpura-puralah tidak mengenalku dan jika ada yang bertanya tentang diriku jawab saja petualang yang sedang lewat. Jika identitas ku terbongkar...," Seruku melihat para tahanan.
"Kalian tau akibatnya kan?" Lanjutku dengan suara yang lebih kejam dan titik merah menyala dimataku.
Albert dan Beatrice yang melihat diriku tiba-tiba berubah, langsung bersiap didepan Alice. Sedangkan para tahanan lain ketakutan, termasuk alice sendiri.
"Di...dia...!" Seru Beatrice memegang pedangnya, untuk albert dia masih diam tapi melakukan kuda-kuda bertarung.
"Semoga kita tidak bertemu lagi!" Ucapku dengan suara dingin, lalu aku pergi meninggalkan sengatan hitam ditempatku tadi.
"Hilang!" Seru Beatrice kaget.
__ADS_1
Semua orang terkejut termasuk para ksatria yang berada paling depan.
"Dia sudah pergi." Ucap Albert merubah posisinya berdiri tegak.
•
•
•
Aku pergi menuju kota Larkxa dengan berlari dari pohon ke pohon, Karena aku menggunakan elemen petir hanya butuh waktu kurang dari 5 menit untuk sampai di kota.
Seperti biasa aku masuk ke kota, tapi sekarang aku mengganti bajuku dengan baju warna hitam bercorak putih dan celana hitam.
Lampu-lampu kristal sudah menyala, keramaian menjelang malam sudah terlihat. Para warga lalu lalang dan suara bising pedagang kaki lima terdengar.
Aku langsung pergi ke penginapan Kenneth, tidak butuh waktu lama untuk sampai kesana. Sesampainya didepan pintu masuk, banyak suara yang ada di dalam bar penginapan.
'aku punya firasat buruk jika masuk dari depan.' pikirku saat mendengar keramaian di bar penginapan.
Aku langsung belok ke gang terdekat agar bisa lewat pintu belakang sama seperti saat aku pergi tadi pagi.
__ADS_1
'ckreek'
"Aku tau kau akan muncul disini." Suara wanita terdengar membuatku melihat ke arahnya. Wanita berambut perak panjang dengan matanya yang berwarna kuning keemasan.
'kalau tidak salah dia wanita yang menenangkan Elsa saat di tempat latihan?' pikirku melihat rambut peraknya yang berkilauan.
"Siapa kau?" Seruku melihatnya tersenyum.
"Ah..., Kau belum tau namaku ya?" Ucapnya agak linglung. "Perkenalkan namaku Laura Laymen, kau bisa memanggilku Laura." Lanjutnya memperkenalkan diri. "Aku di sini karena seseorang meminta bantuannya untukku."
"Apa yang kau inginkan dariku?" Seruku menatapnya.
"Seperti yang tuan Kenneth katakan ya? Kau tidak suka basa basi, dan kau langsung tau aku punya urusan denganmu." Ucap Laura menunjukku.
'bukankah itu sudah jelas! Seseorang menyergapmu, kalau kau tidak tau dia punya urusan denganmu itu berarti kau bodoh?' umpatku dalam hati.
"Aku ingin istirahat, Jadi datanglah lagi besok pagi." Kataku berjalan ke kamar.
"Kayaknya itu tidak bisa...!" Ucap Laura tersenyum dan menaruh jari telunjuknya dibibir.
Lalu tiba-tiba. "Itu dia...! Teman-teman dia ada disini." Seru seseorang dari ujung lorong penginapan. Itu adalah Nika, salah satu heroin di partynya Arnold.
__ADS_1
Orang-orang yang mendengar suara dari Nika mulai berdatangan. Kenneth, Angela, Elsa dan tentunya party Arnold, Sofia bahkan ada disana. Mereka langsung menatap bodoh ke arahku, lalu sekali lagi aku jadi bahan tontonan.
'sudah dipastikan, badut adalah profesiku sekarang. DASAR SIA-LAN'