Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 49


__ADS_3

"Zyden! Aku meminta mu sekali lagi, jangan gunakan mana hitam mu itu sembarangan." Ucap Erika yang baru saja turun dari kereta kuda.


"Aku memang tahu beberapa hal tentang dirimu dari ayah. Tapi, aku tidak tahu dirimu sepenuhnya. Aku akan membantu mu mengalahkan raja iblis, maka dari itu..."


"Aku mohon agar kau tidak merusak kesempatan ku untuk berpetualang. Bukankah itu perjanjian yang kita lakukan?"


"Aku membantumu mengalahkan raja iblis dan kau membantuku berpetualang ke seluruh dunia!" Lanjut Erika.


"Itu memang perjanjiannya! Perjanjian yang sudah aku batalkan saat pertama kali kita bertemu. Aku tidak terlalu mengharapkan bantuanmu." Seru Zyden menjawab.


"Kau ada disini bersama ku hanya karena sihir gila yang dipasang oleh ayahmu padaku. Jika bukan karena itu aku sudah pergi sebelumnya."


'dan sihir itu tidak akan lepas sebelum raja iblis yang sekarang mati!'


"Jangan terlalu terpengaruh bahwa kita bersama itu karena kemauan ku." Lanjutnya berbicara.


"Apa kau tidak sadar dengan posisi yang aku rasakan!" Gumam Erika menahan amarahnya. "APA KAU PIKIR, Aku membantumu karena keinginan ku...!" Lanjutnya berteriak marah.


"Kau selalu saja berkata tentang kerugian mu, aku juga! Aku juga tidak mau berpetualang denganmu jika bukan ayah yang menyuruhku."


"Sesekali..., Pikirkan lah orang lain terlebih dahulu sebelum kau berbicara tentang ketidakpuasan mu itu."


"Karena..., bukan dirimu saja yang memiliki kepentingan disini. Aku juga memiliki hal yang ingin aku lakukan!" Seru Erika dengan nada sedih.


Liya merasa prihatin pada Erika, sedangkan Zyden, dia diam untuk beberapa kata.


"Huh...! Sepertinya kita telah salah pada saat berkenalan ya? Lebih baik kita mengulangi semuanya." Ucap Zyden sedikit membungkuk dan menempel kan tangan kanannya ke dada ala bangsawan.

__ADS_1


"Maafkan aku karena telah banyak membuat masalah, Ratu Erika!" Seru Zyden dengan nada halus.


"Perkenalkan, namaku adalah Zyden. Aku adalah seorang reinkarnator sekaligus seorang pemburu." Lanjut Zyden yang membuat Erika dan Liya heran kaget tidak percaya.


"Aku direinkarnasi dan diberi misi untuk membunuh raja iblis yang sekarang dan semua pilar-pilar nya."


"Sebagai seorang pemburu, misi adalah segalanya bagiku. Kelancaran dan kesuksesan misi merupakan prioritas yang harus aku perhatikan."


"Bagaimanapun aku memulainya, bagaimanapun aku melakukan nya. Selama hasilnya sesuai dengan misi, itu tidaklah masalah."


"Walau harus membunuh jutaan nyawa, walau harus dibenci oleh dunia. Akan aku lakukan sampai membuahkan hasil yang sempurna." Ucapnya yang masih membuat mereka berdua tak berkata-kata.


"Aku akan membiarkan mu menikmati hari-hari petualangan yang sangat kau inginkan itu. Aku tidak akan mencari masalah atau berbuat onar dalam petualangan mu itu."


"Tapi, karena sihir yang tidak memperbolehkan kita berjauhan dalam jarak tertentu, semuanya tergantung pada apa isi petualangan mu. Jika kau menjalani hari yang nyaman, aku tidak akan merusaknya."


"Kau mengerti, Ratu Erika!" Lanjut Zyden merubah suara nya menjadi lebih berat.


".... Kalau begitu, jangan sampai kau mengacaukan petualangan ku. Demi misimu dan perjanjian kita." Seru Erika.


'yah... Aku juga punya sebuah misi dari ayah!' pikir Erika.


"Selama kau tidak menghalangiku, everything ok. Semuanya baik-baik saja." Ucap Zyden menegakkan badannya.


"Ka..., Kalau begitu! Lebih baik kita cepat-cepat masuk ke dalam kota." Seru Erika. "A... Aku, aku sudah tidak sabar ingin berkeliling melihat-lihat." Lanjutnya bergumam.


"Begitukah? Apa kau sangat ingin melihat sebuah kota, Ratu Rumahan!" Ejek Zyden pada Erika.

__ADS_1


"DIAM! Aku tidak akan menghalangimu atau berurusan denganmu. Tapi, jika kau melakukan sesuatu yang berlebihan. Aku juga akan melakukan beberapa hal padamu." Ucap Erika bergegas pergi.


"Baik, baik! Terserahmu saja." Seru Zyden setuju. 'itupun jika kau bisa.' lanjutnya dalam hati.


Mereka bertiga pun berjalan menuju kota pertama dalam party petualangan yang ditunggu-tunggu oleh Erika.


• • • • •


Seperti biasa, kota yang luas dengan tembok besar mengelilingi semua bagian luar kota. Kota ini bernama kota Darion, kota ini dikelilingi oleh banyak pegunungan dan hutan yang menjadi penghasilan terpenting dari kota.


Pemandangan pegunungan disekitar menggunakan kapal terbang merupakan objek yang menjadi pusat popularitas dari kota ini.


Tambang kristal permata menjadi ketertarikan tersendiri bagi para bangsawan yang menyukai hal-hal mewah.


Adapun hutan yang dipenuhi oleh monster tingkat atas dan tanaman herbal langka yang menjadi penghasilan dari para petualang.


Itu semua menjadikan kota Darion sebagai kota terpenting setelah ibukota.


Sesampainya di depan pintu masuk, Zyden dapat melihat banyak gerbang yang dapat dia gunakan untuk memasuki kota Darion.


Pintu-pintu itu di isi khusus oleh orang yang memiliki status yang berbeda.


Ada pintu yang dimasuki oleh kereta kuda mewah milik bangsawan, para pedagang yang ingin berbisnis dengan barang bawaan mereka. Bahkan para petualang dan orang biasa memiliki pintu masuk mereka sendiri-sendiri.


Itu terlihat seperti status merupakan hal penting dikota ini, setidaknya itulah yang dipikirkan Erika dan Liya.


"Apa yang kalian tunggu? Apa kalian tidak mau masuk kedalam?" Tanya Zyden pada Erika dan Liya yang masih melamun.

__ADS_1


__ADS_2