
"Em..., Apa yang sedang kalian lakukan?" Ucap wanita kelinci itu bertanya-tanya.
Zyden melirik wanita itu, sedangkan Erika masih melihat marah ke arah Zyden.
"Tidak, kami sedang tidak melakukan sesuatu yang penting." Jawab Zyden pendek.
"Hey, apa kau mau lari sekarang? Kita belum menyelesaikan urusan kita!" Seru Erika mendekati Zyden dan mencengkeram jubahnya.
"Kesampingkan urusan itu, kita punya hal lain yang harus diurus." Ucap Zyden datar pada Erika.
"Itu tidak penting! Yang penting sekarang adalah apa yang baru saja kau katakan." Seru Erika marah.
Zyden melepaskan cengkraman Erika, lalu dia memegangi tangannya dengan keras. "Itu memang tidak penting untuk mu, tapi itu penting untukku." Lanjutnya dengan suara dingin.
Erika sedikit tertegun sebentar. Lalu dia memantapkan dirinya. "Baiklah, kita urus urusan yang tadi nanti. Kau bisa melakukan apapun yang kau mau." Ucap Erika melepas tangannya lalu berbalik dengan geram.
"Itu juga penting untukku, kenapa kau tidak pernah mau memahami perasaanku?" Lanjutnya bergumam dalam diamnya.
Suasana menjadi sunyi sebentar. Orang-orang di guild dibikin iri oleh Zyden. Membuat wanita secantik Erika merajuk dan mengabaikannya begitu saja, itu benar-benar membuat para jomblo sakit hati.
"Oy oy, apa yang terjadi disini?" Seru seorang petualang laki-laki dengan badannya yang besar dan pedangnya yang tidak kalah besar.
Dia sekitar 25 tahunan, berpakaian seperti petualang veteran dan pedang besar yang dia angkat diatas bahunya.
"Oh Daniel! Ee... Itu...?" Ucap wanita kelinci pada orang itu, Daniel.
Daniel melihat ke arah Zyden, lalu berhenti saat melihat ke arah Erika. "Hei nona? Kau tidak apa-apa?" Seru Daniel tegar pada Erika.
'pft...! Nona? Hahaha.' pikir Zyden sedikit tersenyum dalam topengnya.
"Siapa kau?" Seru Erika acuh.
"Oh aku?" Ucap Daniel menaruh pedangnya ke lantai. "Orang-orang memanggil ku Daniel, aku adalah petualang rank A di kota Darion ini." Lanjutnya memperkenalkan diri.
"Begitu! Zyden, cepatlah urus urusan mu itu. Aku ingin bertemu dengan Liya secepatnya?" Seru Erika tidak sabar.
"Kau bisa pergi duluan, aku akan menyusul mu! Kita akan berbicara lagi nanti." Ucap Zyden malas. 'haah..., Kenapa aku harus bersamanya? Dia membuat mood ku hilang.' pikir Zyden tentang Erika.
"Baiklah, aku akan pergi duluan." Kata Erika berjalan pergi.
"Ya, beristirahat lah. Kita akan melakukan quest besok pagi-pagi." Seru Zyden berkata.
Erika pun pergi keluar guild tanpa menjawab, dan tanpa menengok kebelakang.
Kesunyian kembali melanda, tapi sekarang. Orang-orang tidak merasakan rasa iri, namun rasa kasihan pada teman plus sesama petualang rank A yang baru saja diabaikan.
Daniel di buat diam oleh seseorang yang bahkan tidak ia kenal, dan itu sangat mempermalukan nya.
__ADS_1
Banyak orang yang kasihan,namun banyak juga yang menertawakannya.
"Kasihan sekali dia! Dia diabaikan begitu saja." Ucap salah satu orang.
"Benar, jika aku jadi dia, aku pasti tidak akan datang ke guild lagi." Seru yang lainnya.
"Hahaha, Daniel! Kau sungguh orang yang buruk dalam menangani wanita."
"Yah... Daniel yang kita kenal pasti akan baik-baik saja. Karena dia sudah sering dicampakkan. Hahaha."
Dan masih banyak candaan dan makian yang dapat didengarkan. Sementara itu, Zyden sedang mengobrol dengan wanita kelinci itu.
"Iya, kami baru saja datang ke kota ini." Seru Zyden berkata.
"Begitu ya? Kalau begitu, apa kau mau menjadi petualang atau kau sudah menjadi petualang?" Tanya wanita itu.
"Aku sudah menjadi petualang, aku baru saja menjadi petualang rank C baru-baru ini. Tapi hari ini, aku ingin mencari beberapa informasi tentang kota ini terlebih dahulu." Ucap Zyden menjelaskan.
'ada beberapa hal yang belum bisa aku ketahui melalui eyes of knowledge. Salah satunya, pahlawan di kerajaan ini?' pikir Zyden aneh.
"Apa kau bisa membantu ku?" Lanjutnya bertanya.
"Aku mengerti! Pertama-tama, perkenalkan. Namaku adalah Misha, aku adalah resepsionis di guild petualang kota Darion ini." Seru Misha.
"Aku bisa memberikan beberapa informasi padamu. Ayo, kita bisa pindah ketempat yang lebih nyaman daripada disini." Lanjutnya menunjuk pintu didekat meja resepsionis.
"Tunggu dulu, Misha! Aku punya urusan dengan orang ini terlebih dahulu." Seru seseorang dari belakang. Dia adalah Daniel yang sedang kesal.
"Eh, Daniel? Memangnya ada masalah apa kau dengannya?" Seru Misha.
"Ada masalah apa? Kau memang orang yang tidak perduli." Ucap Daniel tak terima. "Baru saja, teman anak ini mempermalukan ku. Padahal aku sudah baik-baik membantu nya, tapi dia mengacuhkan ku tanpa ada rasa bersalah sama sekali. Itu membuatku sangat kesal." Lanjutnya marah.
"Lalu...?" Ucap Misha seperti orang bodoh.
"Lalu! Dia harus membayarnya." Kata Daniel menunjuk Zyden.
"Apa mau mu?" Seru Zyden datar.
"Hehe, biarkan aku memukul mu!" Ucap Daniel.
"Daniel! Kau sudah kelewatan." Seru Misha membantah.
"Tidak masalah, kau bisa memukulku."
"Tuan?"
Daniel tersenyum, dia menaruh pedangnya lalu bersiap memukul Zyden.
__ADS_1
'... Dumb.'
Pukulan Daniel membentur sebuah benda hitam yang tiba-tiba saja muncul dan melindungi Zyden dari pukulannya. Dan langsung menghilang setelah beberapa saat.
Orang-orang sangat kaget dengan benda yang muncul begitu saja menahan pukulan Daniel. Termasuk Misha dan Daniel itu sendiri.
'aku memang menyembunyikan identitas ku, tapi aku tidak berniat menyembunyikan kemampuan ku.' ucap Zyden dalam hatinya.
"Kau sudah memukulku, jadi masalah kita sudah selesai." Seru Zyden datar. "Maaf, nona resepsionis, bisakah kita melanjutkan yang tadi?" Lanjutnya berkata santai pada Misha.
Misha tertegun kaget karena orang didepannya bisa sangat santai berbicara setelah hal tadi.
Sementara itu, orang-orang di guild dibuat bertanya-tanya.
"Benda apa tadi itu, bisa menahan pukulan Daniel dengan mudahnya?" Seru seseorang yang menonton.
"Aku tidak tahu, itu mungkin sebuah sihir."
"Tidak mungkin itu sihir! Aku bahkan tidak mendengar mantera darinya."
"Apa mungkin, dia adalah seorang sage?"
Orang-orang heran dan bertanya, apakah dia seorang sage atau petualang rank atas. Tapi, dari semua pembicaraan yang mereka katakan.
Tidak ada satupun yang menebak bahwa dia adalah pengguna kemampuan khusus.
"Hei, apaan itu tadi. Tadi itu tidak dihitung aku memukulmu!" Seru Daniel tidak menerima bayarannya.
"Apa maksudmu? Bukankah tadi kau memukulku? Semua orang dapat melihat kalau kau memukulku dengan sangat jelas..! Lalu kau bilang itu tidak dihitung sebagai sebuah pukulan?" Ucap Zyden menanyai.
"Bahkan bayi pun bisa tahu apa yang baru saja terjadi." Lanjutnya dengan nada mengejek.
"Dasar bocah brengsek. Berani beraninya kau mempermainkan ku!" Seru Daniel melayangkan tinjunya. Dan
'Boom. duar.'
Daniel terbang ke belakang menabrak pintu guild dan jatuh lumayan jauh keluar. Zyden menendang Daniel dengan cukup kuat sampai pintu yang ditabraknya hancur berkeping-keping.
Semua orang terkejut dan terdiam. Petualang rank A yang bisa diserang hanya dengan satu tendangan bisa melayang jauh beberapa meter dan langsung pingsan ditempat.
Benar-benar sebuah tontonan.
"Aku sudah muak disibukkan oleh Erika, dan sekarang kau ingin membuat masalah. Untung saja kau tidak berniat membunuh ku, beruntung nya dirimu." Gumam Zyden mengambil sekantong koin dari sakunya.
"Ini biaya untuk orang itu dan juga pintunya. Bilang juga permintaan maaf ku padanya, aku tidak mau masalah ini dibesar-besarkan." Lanjutnya menaruh kantong itu diatas meja terdekat.
Lalu Zyden berjalan ke arah Misha yang sedang diam berdiri. "Nona, apa kau bisa memberikan beberapa informasi untukku." Lanjutnya seperti tidak ada apa-apa.
__ADS_1