Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 48


__ADS_3

"Kalian berdua bereaksi sangat bagus." Seru Zyden tersenyum manis.


Erika dan Liya tersadar atas apa yang mereka lakukan masing-masing, mereka baru ingat bahwa iblis yang ada didepannya merupakan orang yang mereka kenal.


Zyden menarik kembali asap hitam itu ke dalam tubuhnya dan kunang-kunang itu pun kembali seperti semula.


"Ra... Rat, Ratu...ku! Apa, apa yang barusan itu?" Seru Liya syok menanggapi hal tadi.


"Kenapa kau melakukan hal itu?" Tanya Erika mengernyitkan alisnya.


"Heh! Aku pikir kau sudah mengerti karena kau sudah diberitahu oleh ayahmu tentang ku!" Kata Zyden santai. "Namun ternyata, kau tidak faham apapun ya...!" Lanjutnya dengan nada mengejek.


"Aku membuktikan, bahwa para roh tidak akan pernah menerimaku. Apa itu sudah jelas untuk mu?"


"Itu bukan berarti kau boleh melakukannya seenaknya." Teriak Erika pada Zyden.


"Apa masalah mu? Kenapa kau berteriak!" Ucap Zyden.


"Kaulah masalah ku! Lain kali, kau tidak boleh melakukan hal seperti itu lagi. Mengerti?" Seru Erika memberi perintah.


"Hah! Memangnya siapa kau melarang apa yang ingin aku lakukan!" Ucap Zyden tidak terima.


"Aku tidak melarang mu, aku hanya ingin kau tidak menggunakan sesuatu yang buruk dan terkutuk itu lagi." Kata Erika. "Apa kau tahu bagaimana kami melihatmu tadi?" Lanjutnya menjelaskan.

__ADS_1


"Kau terlihat seperti bukan manusia! Kau terlihat seperti monster buruk rupa yang akan di musuhi oleh semua orang yang melihatnya."


"Apa itu yang kau inginkan, dijauhi oleh orang-orang dan merusak rencana kita. Yang mana membujuk banyak orang untuk mengalahkan raja iblis!"


"Jika kau terus seperti ini, bukan raja iblis yang akan mereka lawan. Namun dirimu yang akan mereka kalahkan terlebih dahulu. MENGERTI!" Lanjut Erika meneriakkan kata terakhirnya.


"..., Sepertinya kau salah paham dengan rencanaku itu." Ucap Zyden santai menanggapinya.


"Apa?" Seru Erika.


"Saat pertama kali datang kedunia ini, aku memang memiliki rencana untuk mendapatkan banyak sekali rekan dan teman yang bisa aku hargai." Kata Zyden pada Erika.


"Tapi... Seseorang menyadarkanku akan satu hal penting yang sudah aku lupakan dan paling melekat dalam kehidupan dulu."


'semua yang berguna untukku, hanya alat untuk mencapai kemenangan ku. dan kau termasuk alat yang berguna bagiku, Erika!'


"Kalau mereka punya tujuan membunuh raja iblis namun menolak untuk bekerja sama dengan kita, maka itu adalah urusanmu untuk membujuk mereka."


"Jika mereka tidak memiliki tujuan itu, mereka bisa menyingkir. Tapi..." Seru Zyden membuat topeng metal dan memakai nya.


"..., Jika mereka tidak mau menyingkir dan malah menghalangiku! Akan aku hancurkan mereka." Lanjutnya dingin dan memancarkan mata merah menyala di balik topengnya.


Erika diam membisu mendengar perkataan Zyden, sedangkan Liya. Dia hanya bisa diam melihat manusia iblis didepannya.

__ADS_1


• • •


Tak lama setelah keheningan didalam kereta kuda yang terbang, kebisingan terdengar diluar kereta itu.


Baik keributan dari luar samping kereta maupun dari bawah kereta. Erika dan Liya menengok ke luar jendela mencari dari mana suara bising itu terdengar.


Lalu mereka melihat banyak balon udara yang dapat dilihat dari jalur terbang kereta kuda mereka.


Balon udara berbentuk perahu besar, yang terbuat dari aluminium dan perak, serta terdapat sebuah layar besar di tengah nya.


Itu adalah kapal terbang yang menggunakan kristal mana dibagian bawah kapal sebagai pendorongnya.


Suara ribut itu terdengar dari mereka yang ada didalam kapal terbang. mereka ribut karena melihat sebuah kereta kuda yang ditarik oleh kuda bersayap dan terbang melewati mereka yang berada jauh di atas tanah.


Suara berisik dibawah pun sama, sebuah kota besar yang sedang gempar gemparnya dikarenakan kereta kuda yang terbang santai di atas kepala mereka.


Rasa kagum dan rasa penasaran pun keluar dari mulut mereka yang melihat sebuah kereta kuda mewah yang ditarik terbang oleh empat kuda bersayap tepat diatas kota.


"Woah..., Aku tidak tahu kalau manusia punya benda seperti itu?" Seru Erika melupakan kejadian tadi.


"Anda benar Ratuku, saya juga baru tahu manusia bisa berkembang begitu cepat. Dan lihat saja kotanya, itu dipenuhi oleh banyak bangunan dan terlihat sangat ramai." Ucap Liya melihat kota dari jendela.


"Iya dibawah sangat ramai, lebih baik kita cari tempat yang sepi untuk turun. Aku tidak mau dilihat banyak orang saat tubuhku seperti ini." Seru Erika menunjuk tubuhnya yang seperti anak berumur 16 tahunan.

__ADS_1


Erika memerintahkan kuda roh agar mendarat didalam hutan yang tidak jauh dari kota. Jika dikatakan hutan, itu tidak terlihat seperti hutan. Karena pohon yang ada tidak lah terlalu lebat.


Kereta kuda mendarat dengan perlahan dan mereka bertiga pun turun dari kereta kuda itu.


__ADS_2