
# POV Kenneth
Anak ini lumayan juga, jujur saja dia tampan dan tubuhnya benar-benar dilatih dengan baik. Sepertinya dia adalah anak yang sangat kuat, ini jackpot untuk putriku.
Mendapatkan orang seperti dirinya sebagai menantu adalah hal yang membahagiakan untukku.
'Heh.! Lihatlah istriku dia tersenyum sangat lebar sekali hari ini. Saat berduaan denganku, dia belum pernah tersenyum seperti itu.' pikirku melihat Angela.
'Dia sepertinya memiliki pikiran yang sama denganku, menjadikannya suami bagi putri kami'.
Putriku sebentar lagi akan masuk ke sekolah sihir di ibukota, dengan adanya anak ini yang melindunginya aku bisa bernafas lega untuk sementara.
"Hey, nak! Apa kau tertarik dengan putriku?." Seruku pada anak itu.
Sontak semua orang yang ada di bar kaget. Wajar saja, putriku adalah salah satu wanita tercantik dikota ini.
Semua petualang dikota ini tau tentangnya dan juga keberuntunganku mendapatkan Angela dan mempunyai putri yang juga terbilang hebat dalam sihir.
Dan aku tidak memberikan putriku ke sembarang orang. Elsa sudah menjadi petualang rank C satu tahun lalu, tapi aku masih khawatir tentangnya jika dia berada di ibukota sendirian.
Setidaknya aku membutuhkan orang yang kuat untuk melindungi nya, seperti anak didepan ku ini.
"Apa kau dengar yang dikatakan Kenneth?." Tanya seorang pria dimeja bar ke temannya.
"Ya aku dengar. Sebelumnya dia tidak mau menyerahkan Elsa ke Arnold yang sekarang sudah menjadi petualang peringkat A. Kenapa dia bertanya seperti itu kepada anak yang tidak tau asal usulnya?." Sahut Pria yang memegang gelas didekatnya.
"Entahlah.." Jawab pria pertama.
Dan banyak lagi bisikan orang-orang yang ada dibar. Sedangkan untuk istriku dia masih tersenyum, dia memang sepemikiran denganku.
# POV end
# POV Zyden
Aku tau ini akan terjadi, hal seperti ini sudah klise di anime-anime, apalagi dengan diriku yang diupgrade oleh dewa.
Aku tidak ingin berurusan dengan orang-orang ini, aku disini hanya ingin melatih skillku terlebih dahulu dalam beberapa hari kedepan.
__ADS_1
Lalu aku akan pergi ke kota yang lebih besar atau daerah yang lebih kuat untuk bertarung dan mengumpulkan orang-orang hebat yang akan membantu misiku, yaitu membunuh Raja Iblis dan pilarnya.
"Aku tidak tertarik!." Jawab ku acuh tak acuh.
Jelas sekali jawaban ini membuat pasutri ini kaget dan aku mendengar beberapa orang yang menghujatku ataupun bertanya-tanya tentang jawabanku.
Sedangkan untuk wanita berambut merah si Elsa itu, dia menunduk lesu dengan senyumannya yang sudah hilang.
'Aku tidak masalah dengan ini karena misi adalah yang terpenting untukku. Tapi, jika orang-orang disini menghalangiku karena jawabanku tadi. Aku tidak akan segan-segan melukai siapapun. Bahkan si Elsa itu sendiri.' seruku dalam hati.
"Apa kau bilang nak! Apa kau baru saja menolak tawaran dariku?." Dengan nada yang sedikit tinggi dia mendekat kepadaku.
Sekarang tinggal meja resepsionis yang menjadi pembatas antara aku dan pak tua ini.
"Ya!" Jawab ku, nada dingin keluar dari mulutku.
"Beraninya kau! Apa kau tidak tau siapa aku di kota ini?." Seru pak itu.
"Pemilik penginapan?. Apa aku salah?." Sahutku.
"Aku adalah mantan petualang rank S di kota ini. Semua orang disini sangat menghormatiku, aku juga salah satu pahlawan dikota ini kau tau?. Dan kau, beraninya kau menolak putriku?." Dia berkata dengan nada tinggi dan sesekali menunjukku.
Dia terlihat agak marah setelah aku mengatakan hal itu. Bukankah itu adalah saran yang bagus dariku?, Daripada membuang botol plastik ke-laut lebih baik berikan ke seorang pemulung. Itu membantu orang dan menjaga kelestarian alam, benarkan?.
"Huft.." dia menghela nafas sekarang.
'Bagus-bagus jika kau marah-marah terus kau bisa cepet mati pak tua.'
Senyuman licik terlihat diwajahnya.
"Nak, ayo kita bertanding. Jika kau menang melawanku. Aku tidak akan mempermasalahkan perkataan mu tadi. Tapi jika kau kalah dariku kau harus menurutiku bagaimana?" Dia berkata dengan percaya diri.
"Apa kau pikir aku akan menyetujui nya?. Kau tidak memiliki apapun untuk menjadi bahan taruhan disini. Pak tua!, Aku masih bisa menolaknya." Kataku dengan santainya.
Aku merasakan beberapa orang menatapku dengan hawa membunuh dari belakang.
Sebagai seorang pemburu, niat membunuh adalah hal wajib, dan aku sensitif akan hal ini. Aku agak terganggu karena aku adalah pemburu bukan yang diburu, tapi aku tidak bisa membunuh mereka sekarang.
__ADS_1
Bukan karena aku tidak mau membunuh mereka, tapi aku belum membuat persiapan apapun untuk melakukan misiku.
Rencana pertamaku adalah menjadi petualang rank tinggi terlebih dahulu agar bisa mendapatkan kepercayaan dari orang-orang kuat disekitarku nanti. Dan rencanaku dimulai sekarang!.
'Mungkin tiga hari kedepan akan ada orang mati yang berada ditempat ini.' pikirku.
"Kalau begitu, kau tidak akan diterima di penginapan kota ini dan juga guild petualang disini. Aku tau kau mencoba mendaftar menjadi petualang bukan?. Aku pastikan kau tidak mudah untuk keluar dari kota ini. Bocah!." Dengan senyuman tipis menyertainya.
'Strike. Kena kau Pak tua' aku tersenyum dihatiku.
"Ugh...,"
Aku berpura-pura terpojok akan ancamannya tadi dengan mundur dua langkah dari tempatku berdiri. karena rencana seminggu kedepan akan dimulai.
"Pak tua sepertinya kau sangat menginginkan ku ya?. Apa kau..., tidak, baiklah ayo kita bertarung jika kau menang aku akan menuruti perkataanmu. Tapi! jika aku yang menang, jamin aku langsung menjadi petualang rank c dan tidak ada masalah selama aku disini!. bagaimana paman pahlawan kota?." Sambil senyum bodoh akupun mengatakannya.
Dari pengetahuanku rank petualang dibagi menjadi :
SSS, SS, S, A, B, C, D, E, F,
Setiap naik rank petualang diharuskan setidaknya menyelesaikan 5 quest diranknya sendiri dan 2 quest di atas satu tingkat ranknya.
Misalkan petualang rank F ingin naik ke rank E, dia harus menyelesaikan 5 quest rank F dan 2 quest rank E.
Setelah mencapai rank diatas C diharuskan melakukan ujian kenaikan jikalau persyaratan quest sudah dilakukan, karena rank B keatas adalah rank yang sudah sangat diakui oleh guild. Dan itu membutuhkan waktu yang lama.
Sedangkan diriku membuat sebuah kondisi khusus. Seperti mengalahkan seseorang yang ditunjuk oleh guild untuk menentukan rank saat pertama kali masuk.
Rank yang bisa di capai lewat cara ini hanya sampai rank D paling tinggi. Seluruh guild didunia sama dan saling terhubung, tentu saja ada guild pusat dan cabang di setiap kerajaan.
"Rank D, tapi kau bisa langsung menjalankan quest rank C dan aku akan menjaminmu dikota ini itulah tawarannya, Bagaimana?." Dia mengatakannya dengan suara yang agak aneh.
"...Baiklah, aku setuju." Anggukan kecil kulakukan.
"Bagus kita bisa langsung ke tempat latihan guild. Kita akan bertarung disana!." Seru pak tua itu lagi.
Wanita menyeramkan, Elsa, aku dan orang-orang dibar pun pergi mengikuti pria yang bernama Kenneth itu. Kami pergi ketempat dimana petualang berkumpul dan melakukan quest, yaitu guild petualang.
__ADS_1
'Aku akan memenangkannya lalu berpesta dengan nona bir yang ada disini. Aku ingin tahu bagaimana rasanya nona bir ini. hehe..'
(Ini juga salah satu rencana ku, nona bir aku datang!)