
POV Zyden
"Apa yang kau..., Aw...aw..aw.. sakit." Ucapku kesakitan ditelinga.
Aku melihat orang yang menjewer telingaku, dan itu adalah pak tua dengan bekas luka diwajah dan tubuhnya.
"Apa yang telah kau lakukan, bocah?." Ucap Kenneth menguatkan jewerannya.
Aku yang merasakan sakit tambahan segera melepaskan tangan pak tua itu dari telingaku. Aku menatap Kenneth dengan tajam dan berbicara.
"Itu sakit pak tua. Apa yang kau lakukan?." Ucap ku membentak nya.
"Seharusnya aku yang bertanya begitu, bodoh!." Seru Kenneth memukul kepalaku.
"Aw..! Memangnya apa yang sudah aku lakukan?. Aku tidak melakukan apapun!." Belaku dengan nada tinggi.
"Kau sudah membuat seorang wanita menangis, dan kau tidak merasa bersalah. Kau memang brengsek.!" Ucap Kenneth.
"Hah?. Apa kau pikir aku yang membuatnya menangis?." Seruku. "Dia menangis sendiri, kenapa kau melibatkanku?." Lanjut ku menunjuk elf itu.
"Kau memang tidak memiliki perasaan. Kemana ucapanmu tadi tentang tau berbagai perasaan itu hah!." Ucap Kenneth nyolot.
__ADS_1
"Lah.. itu adalah rencananya agar aku terlihat bersalah. Aku hanya meminta agar bisa duduk dimeja yang sama karena tidak ada meja yang lain." Seruku membenarkan.
"Jangan banyak alasan, kau pasti melakukan sesuatu bukan?." Tanya Kenneth penasaran. "Jawab?" Lanjutnya.
"Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya menolaknya secara halus saat dia ingin berparty denganku!." Jawabku dengan nada datar.
"Kau.. kau menolak wanita lagi?. Apa kau seorang pangeran atau apa? Sampai menolak dua perempuan secara berurutan?." Tanya Kenneth padaku.
"Apa maksudmu?. Apa kau pikir aku pria semacam itu?." Jawabku menggambarkan. "Aku menolaknya karena aku punya urusan, kau tahu?." Lanjutku.
"Urusan apa sampai membuat perempuan menangis atas penolakan mu?." Tanya Kenneth lagi.
"Itu urusanku, kenapa aku harus memberitahumu?." Jawabku memalingkan wajah.
"...Kenapa kau menangis Sofia?. Apa yang terjadi?." Tanya wanita itu sambil memeluk Sofia. Dia adalah teman satu party Sofia namanya Nika.
Tidak ada jawaban dari elf itu, dia masih menangis. Sadar akan hal itu, Nika melihat ke arah Kenneth meminta penjelasan. Kenneth yang merasa ditanyai tanpa suarapun, melihat kearahku sebagai jawabannya.
Nika yang sadar akan jawaban dari Kenneth menatap tajam kepadaku, seakan-akan dia akan menerkamku juga. Aku yang ditatap oleh kedua orang itu cuek dan buang muka, tidak mau terlibat.
Tiba-tiba ada suara laki-laki yang berbicara dari arah pintu masuk.
__ADS_1
"Jadi kau disini Sofia?. Kami mencari mu kemana-mana dan ternyata kau ada diguild." Ucap laki-laki itu menuju ke arah kami.
Dia berambut pirang, mata emas dengan tinggi yang hampir sama denganku, berpakaian warna emas yang cocok dengan bola matanya, seperti seorang swordman ada pedang dipinggangnya, dan diikuti oleh dua orang dibelakang samping kiri dan kanannya.
Dibelakang kanannya seorang wanita, dengan pakaian sama berwarna putih tapi corak berbeda, mata orange, dan rambut pirang keputihannya yang sangat cocok dengan yang dia pakai, sebuah rapier terikat dipinggangnya yang ramping.
Sedangkan disebelah kanannya, seorang wanita dengan rambut pendek berwarna merah, mata merah, berarmor berwarna kuning menyala dan buah dada menonjol ditengah-tengah nya. Dia memakai sebuah sarung tangan armor berwarna emas.
Mereka terlihat sangat mencolok dengan pakaian seperti itu. Mereka berjalan kearah kami dengan santainya tanpa memperdulikan orang-orang yang berbisik tentang mereka.
"Arnold datang."
"Dia memang pusat perhatian."
"Ya..berapa kali pun aku melihat mereka, aku selalu iri dengannya."
"Dia adalah orang yang berbakat, tidak seperti dirimu yang masih begitu-begitu saja."
"Benar, dia adalah orang yang baik kepada siapapun tanpa pandang bulu."
Banyak orang yang memujinya atau ingin seperti dirinya. Tapi, kesan pertamaku, berbeda dengan mereka.
__ADS_1
'Ini dia, MC anime yang dikelilingi oleh harem disetiap perjalanan nya. Aku benci orang seperti dirinya.' Hujatku dalam hati.