Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 37


__ADS_3

'BOOM!'


Ledakan besar terjadi di langit pagi yang cerah, ledakan itu juga menyebabkan gumpalan asap yang cukup banyak menutupi orang yang dituju dari serangan tadi.


Selagi asap masih menutupi orang yang sedang melayang diatas istana yang megah. Puluhan roh berbondong-bondong mendekati asap itu dari arah serangan tadi dengan senjata-senjata di tangan mereka.


Para roh itu terdiri dari beberapa jenis roh, dari yang berbentuk mirip seperti manusia sampai yang berbentuk hewan pun ada.


Para roh itu sedang dalam posisi waspada terhadap orang yang mereka serang sebelumnya.


"Apakah kita mengenainya?" Ucap salah satu roh yang berada paling depan.


"Sepertinya!" Jawab roh lain disampingnya. "...Apa yang diinginkan seorang iblis diwilayah kita?" Lanjutnya bertanya.


"Aku tidak tahu." Jawab roh yang lainnya.


'bsyuuur'


Angin hitam menghilangkan semua asap yang menutupi orang tadi dan menghempaskan beberapa roh yang berukuran kecil.


Para roh bertahan dari angin itu agar tidak terhempas kebelakang. Setelah angin itu menghilang, mereka melihat seorang anak laki-laki berambut hitam, iris mata hitam, berpakaian hitam kebiruan dengan sepasang sayap hitam dipunggungnya.


Beberapa roh wanita melihatnya dengan kagum dan sedikit melongo, sedangkan yang lain mereka memperhatikan sesuatu yang aneh tentang anak laki-laki itu.


"Manusia."


"Apa! Manusia? Bagaimana bisa manusia mempunyai sayap?"


"Tidak, bukan itu yang harus kau perhatikan. Lihat baik-baik di sekitarnya, bagaimana bisa seorang manusia dikelilingi oleh banyak roh tingkat rendah?"


"...Kau benar! Lihatlah banyaknya roh tingkat rendah yang menempel padanya."

__ADS_1


"Apa dia benar-benar Manusia?"


Banyak pertanyaan² dari para roh yang melihat keanehan dari anak laki-laki tersebut. Tapi anak laki-laki itu tidak memperdulikan pertanyaan mereka, melainkan dia menunjukkan ekspresi marah tentang serangan yang dituju padanya tadi.


"Oi! Apa begini cara kalian menyambut seorang tamu." Seru dingin anak laki-laki itu yang bukan lain adalah Zyden.


Suara dingin Zyden membuat para roh yang tadinya ribut menjadi diam tak bergeming. Mereka melihat anak itu dengan wajah yang berbeda-beda.


Lalu, salah satu roh dengan full plate armor dan tombak besar ditangan kanannya maju kedepan. "Apa yang diinginkan manusia seperti mu diwilayah kami?" Serunya tegas.


'sial, apa mereka bercanda denganku. Sejak aku hidup didunia ini, tidak ada satu orangpun yang mengucapkan maaf padahal mereka yang salah.' pikir Zyden mendengar perkataan penjaga roh itu.


'kecuali elf menyebalkan itu, yang seenaknya menyentuh ku!' lanjutnya berfikir hanya Sofia saja yang meminta maaf walau Zyden tidak tahu apa yang salah dengan elf hijau itu tadi malam.


"Apa didunia ini tidak ada yang namanya sopan santun. Setelah kalian menyerang ku seenaknya, kalian bertanya seperti tidak terjadi apa-apa." Ucap Zyden dengan sedikit marah.


"Kami hanya melakukan tugas kami, jika kau tidak punya alasan yang bagus untuk berada disini. Maka kami hanya bisa menganggap mu sebagai penyusup." Seru roh penjaga itu.


"Nyonya Erika? Apa yang kau inginkan dari ratu kami!?" Ucap roh penjaga menodongkan tombaknya.


'... sudah kuduga, anak dewa pasti memiliki hal hebat didekatnya.' fikir Zyden tentang Erika . "Apa dia tidak memberitahu kalian? Aku adalah tamunya." Lanjut Zyden santai.


"Aku tidak percaya padamu. Katakan apa yang kau lakukan disini, jika kau ingin berbuat buruk disini. Kami akan menangkapmu." Seru penjaga itu mengancam.


"Jangan percaya padaku. Tanyakan saja pada ratumu itu, katakan ada tamu yang di utus oleh ayahnya. Dia pasti faham!." Ucap Zyden santai.


Para roh ragu apa yang akan mereka lakukan, bertanya pada ratunya atau langsung menangkap manusia penyusup yang ada didepan mereka.


Saat para roh masih ragu, suara keras terdengar oleh semua yang sedang melayang diatas istana itu.


"BAWA DIA MASUK!"

__ADS_1


Suara itu terdengar merdu tapi juga terdengar mengintimidasi, semua roh langsung menghadap ke arah istana dan membungkuk memberi hormat pada asal suara itu.


Setelah membungkuk, roh penjaga itu melihat ke arah Zyden dengan sedikit mengerutkan alisnya. "Ikut aku." Ucap nya terbang ke arah gerbang.


Zyden mengikuti roh penjaga itu dengan sedikit penasaran. 'kenapa kita tidak langsung ke dalam dari atas.' pikir Zyden mengaktifkan skill eyes of knowledge nya.


Titik merah terang muncul dimata Zyden, lalu dia melihat ke sekitar istana dengan seksama.


'ada penghalang mengelilingi istana ini.' pikir Zyden. 'tapi... jika memang ada penghalang, kenapa mereka sampai menyerang ku tadi. Apakah mereka tahu kalau aku bisa menghancurkan penghalang ini dengan mudah.' lanjutnya memikirkan hal yang memungkinkan terjadi.


Mereka berdua turun ke bawah dengan Zyden yang sudah menghilangkan sayapnya. Sesampainya di depan gerbang, roh penjaga itu memukul tanah dengan tombaknya sebanyak tiga kali.


'tak..., tak..., tak...' 'cre..ek..'


Gerbang besar dengan sedikit simbol ditengah-tengah nya terbuka. Mereka berdua langsung berjalan menuju istana utama, bangunan yang paling besar daripada yang lainnya.


Mereka melewati taman dengan jalan yang terbuat dari perak, disisi kiri banyak pohon besar berdiri kokoh dan disisi kanan ada kolam dengan air mancur serta bunga-bunga indah mengitarinya.


"Kita sudah sampai, silahkan masuk kedalam. Maaf karena tidak bisa mengantar anda, saya hanya bisa mengantar anda sampai disini. Dan maaf untuk yang tadi, saya permisi." Kata roh penjaga itu pergi dan meninggalkan Zyden didepan pintu istana.


'creek...'


Pintu yang ada didepan Zyden mulai terbuka dan dia pun masuk kedalam. Selepas Zyden masuk cukup dalam, pintu tadi langsung menutup dan membuat suara bantingan pintu yang cukup besar.


'creek... Bam!'


"Akhirnya kau sampai juga, aku sudah menunggu semalaman kau tahu?" Suara merdu mengalihkan perhatian Zyden pada sebuah singgasana yang diduduki oleh seseorang.


Singgasana megah yang terbuat dari perak murni dengan beberapa corak berbagai bentuk yang membuat nya terlihat mewah. Tapi, hal itu tidak dapat dibandingkan dengan orang yang mendudukinya.


Seorang wanita dengan rambut warna ungu panjang yang berkilauan, bentuk tubuh yang diidam-idamkan oleh banyak orang, dan wajah cantik dengan senyuman yang menawan.

__ADS_1


"Sepertinya ayah serius kali ini!" Ucapnya tersenyum melihat Zyden yang biasa saja saat bertatapan dengannya.


__ADS_2