
Di dalam kota Larkxa. Terdapat sebuah penghalang sihir yang mencakup daerah yang lumayan besar.
Diluar penghalang, banyak orang yang berkerumun heboh akan apa yang terjadi.
Para ksatria dan petualang menjaga disisi-sisi penghalang, dan para healer yang mengobati orang-orang yang terluka setelah keluar dari dalam penghalang itu.
Sedangkan didalam penghalang itu tidak ada satupun bangunan yang terlihat, hanya tanah kosong dan beberapa orang.
Orang-orang itu dalam posisi bertahan karena sihir yang menghancurkan seluruh bangunan disekitarnya. Dan tidak jauh dari mereka, terlihat roh serba putih yang berada disisi seorang wanita.
Mereka sedang melihat ke arah benda hitam didepan mereka, benda itu berbentuk bulat dengan ukuran yang lumayan besar. Lalu benda itu mulai terbuka memperlihatkan anak laki-laki dengan rambut hitam, mata hitam dan pakaian hitam dengan corak warna putih.
"Tidak kusangka kau akan meratakan daerah ini dengan tanah, bahkan para petualang yang sudah mati pun kau binasakan. Apa kau tidak berfikir keluarga mereka ingin melihat mayat orang terdekatnya untuk terakhir kalinya?." Ucap anak berambut hitam itu, dia adalah Zyden.
"Yah...kalau dipikir-pikir lagi, para roh memang tidak memiliki keluarga ataupun saudara sedarah untuk dilihat terakhir kali. Jadi itu wajar, mereka tidak tahu rasanya ditinggalkan. Benarkan?" Lanjut Zyden memiringkan kepalanya.
"Diam kau!" Suara berat nan halus khas wanita dewasa menjawab nya. Dia adalah Ritta, roh dengan rambut dan pakaiannya yang berwarna putih. Warna yang berkebalikan dengan anak didepannya. "Kau tidak berhak berbicara." Lanjutnya.
"Untung saja orang-orang sudah dievakuasi melewati pelindung itu. Jika tidak, aku yakin banyak korban yang berjatuhan." Ucap Zyden santai.
__ADS_1
"Aku bilang DIAM!" Seru Ritta membentak dan menyiapkan senjatanya. "Kau orang suci yang sudah menjadi iblis, tidak pantas mengatakan nya." Lanjut Ritta serius.
"Hm... Orang suci? Iblis? Apa kau berbicara tentangku?" Kata Zyden terheran-heran. "Didunia ini aku bukanlah iblis, walau banyak yang bilang begitu. Tapi... orang suci? Aku baru dengar yang begituan. Hahaha." Lanjutnya tertawa.
"Itu bukanlah lelucon, Iblis!" Ucap Ritta.
"Sebaiknya kita menyelesaikan ini." Kata Zyden. "Aku punya firasat buruk jika lama-lama disini." Lanjutnya bergumam dan bersiap menyerang.
Sekali lagi Zyden menerjang, tapi kali ini ada kilatan kilatan kecil di sekitar Zyden. Lalu tiba-tiba Zyden menghilang dari jalur nya membuat semua orang kaget termasuk Ritta.
Ritta mencari-cari keberadaan Zyden dan dia menemukan Zyden sedang mengayunkan pedangnya tepat ke leher Nika.
Ritta menahan pedang Zyden dengan tongkatnya, lalu dia memunculkan angin di tangan kanannya dan mengarahkan nya ke Zyden.
'bom'
Angin itu menghantam tanah yang menyebabkan Nika dan kelompok Kenneth terpental. Sedangkan Zyden melompat ke atas menghindari angin itu. Saat masih melayang di atas, Zyden mengarahkan tangannya ke Ritta.
'bam'
__ADS_1
Benda hitam muncul tiba-tiba bersamaan dengan Ritta yang memiringkan kepalanya kesamping.
'apa?, ...apa dia baru saja menghindarinya?' pikir Zyden kaget dan menjauh.
Zyden menciptakan metal tepat dikepala Ritta sama seperti saat melawan bandit. Tapi siapa yang menduga, serangan kejutan seperti itupun dapat dihindari oleh Ritta dengan mudahnya.
Hal itu juga membuat Zyden tidak dapat berkata-kata, dan wajahnya menunjukkan rasa terkejut yang dapat dilihat dengan jelas.
'bagaimana dia bisa menghindarinya? Apa aku kurang cepat?' fikir Zyden.
Saat Zyden masih dalam keterkejutan nya, gumpalan angin seperti pisau menuju ke arahnya. Dia memblokirnya dengan metal dan langsung menerjang saat angin dan metal itu menghilang.
Asap hitam menyelimuti Zyden saat sedang menerjang. Ritta juga melakukan hal yang sama, Ritta menyelimuti tubuhnya dengan mana dan bersiap beradu kekuatan.
Mereka berdua mengayunkan senjata mereka masing-masing dan 'ka-boom'.
Ledakan besar muncul menyebabkan cahaya yang sangat terang.
Ledakan itu menyebar keseluruh area sekitarnya bahkan menghancurkan pelindung dari para petualang dan memporak-porandakan kota.
__ADS_1